Share

Bab 183

Author: Jw Hasya
last update Last Updated: 2026-01-09 18:57:49

“Selamat ulang tahun, Sayang.”

Pria tampan dengan manik biru tersebut tampak mencium kening sang putri dengan begitu hangat. Sejurus kemudian, wanita anggun berjalan ke arah mereka dengan membawa sebuah kado berbentuk kubus di atas kedua tangannya.

“Ini hadiah untukmu, Nak. Mami dan Daddy sangat menyayangimu, Sayang. Bukalah.” Senyumnya mengambang, tapi terlihat begitu samar.

Saat gadis itu hendak membuka kado, tiba-tiba terdengar sebuah tembakan yang memekakkan gendang telinganya. Membuatnya menyumpal cuping telinga, tapi segalanya terasa begitu sia-sia. Darah berceceran, lalu gelap, sunyi, dan ….

“Aaaaah!” Matanya terbuka, deru napasnya begitu memburu hingga dadanya terlihat naik turun.

“Ada apa? Kau mimpi buruk?” Kama mengguncang-guncangkan tubuh Sutra hingga wanita itu mengerjapkan kedua matanya.

“Kama!” Dia lantas memeluk tubuh Kama yang duduk di sisi ranjang.

“Hei, tenangkan dirimu. Kau sedang mimpi buruk?” Kama membetulkan posisi rambut Sutra yang terlihat acak-acak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
apa yg terjadi dengan ibu sutra ya
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
kasihan sutra.. pasti trauma itu
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
keeematiaan ayah sutra seperti nya sudah disabotaseee nih.. semoga ada petunjuk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kama Sutra   Bab 186

    Setelah masuk dalam kamar utama, Kama meninggalkan Sutra. Dengan gerak cepat pria itu kembali masuk ke dalam kamar rahasianya lalu berjalan menju meja. Pria itu tidak lantas mengambil benda yang sempat dilihat oleh Sutra. Akan tetapi Kama seperti seolah sedang memikirkan sesuatu. Sesekali tampak berjalan mondar mandir.Hampir sepuluh menit berselang, akhirnya Kama mulai berjongkok dan mengambil benda tersebut. Lalu, memindahkannya ke tempat yang dirasa lebih ama. Sungguh, sebetulnya pria itu tak ingin menyembunyikan apa pun dari Sutra. Namun, ini bukan waktu yang tepat. Dia takut jika harus kehilangan sosok Sutra dalam hidupnya. Demi apa pun, Kama bekum siap untuk itu semua. Seperti yang telah dikatakan pada Sutra semalam, jika pagi ini dia akan pergi ke Kota W untuk menjalin kerja sama kembali dengan Nicko. Bukan tanpa alasan, pria yang pernah menaruh hati pada Sutra tersebut sempat memohon kepada Kama agar bisa kembali menyuntikkan dana di perusahaannya. Lama tak berkabar, rupany

  • Kama Sutra   Bab 185

    Perlahan tapi pasti, Kama memainkan batu es dalam mulutnya mengitari setiap inci demi inci tubuh Sutra yang telah tersuguh tanpa helai benang. Kedua netranya menatap setiap permainan Kama, membuatnya lebih bergairah. “Aaah!” Ia kembali meloloskan desahannya. “Kau mau apa lagi?” tanya Sutra di tengah desahannya yang begitu terdengar seksi. Kama membuang asal batu es yang sudah menipis karena sudah mencair tersebut. Sejurus kemudian, pria itu mengambil sebuah tali yang terbuat dari kulit dan sebuah penutup mata. “Aku ingin menutup matamu dan mengikat kedua tangan serta kakimu ke ujung kasur,” jawab Kama sambil tersenyum smirk. Sutra pasrah. Bibirnya bergetar, hasratnya begitu dalam, ia tak dapat lagi membendungnya. Tak berselang lama, Kama telah selesai menutup kedua matanya serta menginat kedua tangan serta kakinya ke ujung kasur. Pemandangan yang tersuguh begitu menggairahkan. Kama meminkan tonjolan kecil yang sedikit menyembul di tengah belahan kerang simping Sut

  • Kama Sutra   Bab 184

    “Kau bilang hanya sebentar. Aku takut sendirian.” Sutra menatap Kama dan Mina secara bergantian. “Apa kalian sedang membahas sesuatu yang penting? Kenapa aku merasa begitu?” “Nyonya Deodola, aku dan Tuan hanya membahas persoalan pekerjaanku. Iya ‘kan, Tuan?” Kama mengangguk. “Besok aku harus ke Kota W. Nicko ingin kembali menjalin kerja sama denganku. Aku ingin selama kepergianku ke luar kota, Mina menjagamu dan juga anak-anak kita.” “Nicko?” Dahinya mengernyit. “Ya, mantan bosmu yang sempat menyukai dirimu.” “Kama, kau bisa tidak usah membahas dia di depan Mina?” Sutra menarik pergelangan tangan Kama, lalu sedikit menyeretnya ke dalam kamar. “Maaf, Mina, sebaiknya kau istirahat saja. Kama memang selalu begini, dia akan rusuh kalau sedang tidak ada kerjaan.” Mina tersenyum menanggapinya. “Apa yang kau bilang tadi?” tanya Kama saat keduanya sudah berada di dalam kamar. “Apa? Aku tidak mengatakan apa-apa,” jawab Sutra yang memang tidak mengingatnya. “Kau bilang pada Mina

  • Kama Sutra   Bab 183

    “Selamat ulang tahun, Sayang.” Pria tampan dengan manik biru tersebut tampak mencium kening sang putri dengan begitu hangat. Sejurus kemudian, wanita anggun berjalan ke arah mereka dengan membawa sebuah kado berbentuk kubus di atas kedua tangannya. “Ini hadiah untukmu, Nak. Mami dan Daddy sangat menyayangimu, Sayang. Bukalah.” Senyumnya mengambang, tapi terlihat begitu samar. Saat gadis itu hendak membuka kado, tiba-tiba terdengar sebuah tembakan yang memekakkan gendang telinganya. Membuatnya menyumpal cuping telinga, tapi segalanya terasa begitu sia-sia. Darah berceceran, lalu gelap, sunyi, dan …. “Aaaaah!” Matanya terbuka, deru napasnya begitu memburu hingga dadanya terlihat naik turun. “Ada apa? Kau mimpi buruk?” Kama mengguncang-guncangkan tubuh Sutra hingga wanita itu mengerjapkan kedua matanya. “Kama!” Dia lantas memeluk tubuh Kama yang duduk di sisi ranjang. “Hei, tenangkan dirimu. Kau sedang mimpi buruk?” Kama membetulkan posisi rambut Sutra yang terlihat acak-acak

  • Kama Sutra   Bab 182

    “Apa yang kau lakukan dengannya, Hans!”Bruak!Satu pukulan tepat mengenai pelipis Hans dengan begitu sempurna, hingga lelaki itu menahan rasa perih yang tiba-tiba merayap di area wajahnya. “Kau ingin bermain-main denganku? Ingin mengkhianatiku?” Wajahna begitu garang, Kama tidka bisa lagi menghalau kemarahannya.Sudah cukup lama, ia menahannya. Jujur, setiap gerak gerik Hans membuatnya menaruh curiga dan sebuah kecemburian, dan malam ini adalah puncaknya. “Hentikan! Ini rumah sakit!” seloroh Sutra saat kepalan tangan Kama hampir kembali mengenai wajah Hans. “Hentikan! Kau salah paham!” Sutra meraih pergelangan tangan Kama. Kama menatapnya dengan tatapan menghunus. “Apa kau bilang? Salah paham? Aku bahkan melihat dengan kedua mataku sendiri jika laki-laki brengsek ini memakai baju di hadapanmu, Sutra! Kau—“ Kama menggantung kalimatnya. “Kau salah paham! Dia habis menggendong Nala tanpa memakai baju, itu juga atas saran dari dokter. Karena tubuh Nala sangat panas, Kama!” Sutra memc

  • Kama Sutra   Bab 181

    Hans dan Sutra berdiri berhadapan. Begitu dekat, hingga sepoi napas dari keduanya terasa menerpa wajah. Sutra yang hanya memakai piyama slip berbahan sutra itu, tampak menatap wajah Hans, pun dengan pria tersebut, ponsel yang tengah menghubungi nomor Kama, terabai di genggamannya. Debaran itu kian nyata, Hans dapat merasakan jika jantungnya seolah ingin copot dari tempatnya. Namun, sebisa mungkin pria itu menepis segala dugaan-dugaan yang mungkin saja bisa terjadi di antara mereka. Benda panjang di tengah celana milik Hans pun mendadak mengeras dan terasa begitu panas. Tidak! Pria itu harus segera mengakhiri sesi sensasi yang tidak seharusnya ia rasakan. Wanita dihadapannya adalah Sutra, calon istri Kama sekaligus ibu dari anak-anaknya. “Hallo, Hans, ada apa?” Beruntung suara Kama dari seberang telepon menyentak perhatian Hans, hingga pria tampan itu segera mengalihkan perhatiannya. Hans mengatur napasnya yang sedikit tak beraturan. Meraup wajahnya sendiri agar sadar dari s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status