แชร์

Kamp Pelatihan Istri Idaman
Kamp Pelatihan Istri Idaman
ผู้แต่ง: Richy

Bab 1

ผู้เขียน: Richy
Namaku Sonia Muala. Aku baru saja menikah kemarin. Namun, suamiku mengeluhkan permainan ranjangku yang kaku, lalu menyuruhku ikut Kamp Pelatihan Istri Idaman ini.

Instruktur yang bertanggung jawab membimbing kami adalah seorang pria bule bernama Peter. Ukuran kejantanannya luar biasa besar, jenis yang tidak akan sanggup dilahap habis dengan mulut sekaligus.

Begitu aku bergabung dalam grup obrolan, dia langsung membagikan tugas pembelajaran untuk hari ini.

Setiap wanita diwajibkan melatih gerakan pinggul mereka. Kami harus membuat bokong kami bergoyang sekenyal jeli. Setelah selesai, kami wajib merekam video latihan tersebut untuk dikirim ke grup.

Setelah memberikan instruksi, dia sendiri yang memperagakan gerakan tersebut.

Karena dia hanya mengenakan celana dalam segitiga, saat pinggulnya digoyangkan, ukuran alatnya yang masif itu ikut mengayun ke atas dan ke bawah. Pemandangan itu seketika membuat hatiku berdesir hebat. Rasanya aku ingin sekali ditekan di bawah tubuhnya ....

Tak lama kemudian, seseorang di grup mengirimkan video latihan.

Saat aku buka untuk melihatnya, wanita itu mengenakan celana dalam renda yang seksi dan agak transparan. Dia menggoyangkan pinggulnya yang montok ke atas dan ke bawah. Terlihat sangat memikat.

Setelah itu, makin banyak orang yang mengirimkan video latihan mereka. Bahkan, ada satu orang yang sama sekali tidak mengenakan celana dalam. Dia langsung menggoyangkan tubuhnya menghadap kamera. Bagian intimnya terlihat sangat jelas, berdenyut samar seolah sedang bernapas.

Seseorang berkomentar di bawahnya: [Wah, jepitanmu sekencang itu. Apa suamimu nggak mati lemas saking enaknya?]

Melihat banyak orang yang sudah mengirimkan video, keraguanku akhirnya sirna. Aku mengambil ponsel dan mulai menggoyangkan pinggulku di depan kamera.

Tak disangka, gerakan ini justru memantik api gairah di dalam diriku, membuat goyanganku makin menjadi-jadi.

Bokongku pada dasarnya memang padat dan bulat. Dengan gerakan yang intens ini, kedua belah pantatku memantul kenyal bagaikan jeli, sangat mengundang syahwat.

Suamiku yang melihatnya bahkan tidak tahan dan segera menempelkan kejantanannya di pantatku demi merasakan getaran itu.

Begitu aku mengirimkan video itu ke grup, suasana langsung heboh. Semua orang memuji bokongku yang besar dan teknikku yang hebat.

Bahkan Peter tidak tahan untuk tidak berkomentar. [Sonia adalah murid paling sempurna yang pernah kulihat. Goyangannya sudah sekenyal jeli.]

Dipuji oleh begitu banyak orang, membuat hatiku membubung penuh sukacita.

Kemudian, Peter menandai semua anggota. [Nanti malam kita akan mengadakan kelas online. Kalian boleh bawa suami masing-masing agar proses belajar jadi lebih mudah.]

Grup langsung gempar. Semua yang mengikuti kamp pelatihan ini adalah wanita. Jika membawa suami, bukankah semua aksi mereka akan ditonton?

Namun, keraguan itu segera dipatahkan saat Peter melanjutkan kalimatnya.

[Aku butuh seorang pasangan wanita untuk memudahkan peragaan gerakan. Latihan Sonia adalah yang terbaik, jadi biar dia yang jadi pasangan latihanku.]

Jantungku berdegup kencang. Bagaimanapun juga, aku baru saja menikah, tapi sekarang harus ... dengan pria lain?

Namun, begitu membayangkan tubuh Peter yang kekar dan ukurannya yang besar, bagian bawah perutku langsung terasa panas membara.

Logikaku mendadak lumpuh, entah dorongan setan apa yang membuatku langsung menyetujuinya.

Malam harinya, aku berganti baju dan mengenakan baju terusan bertali tipis yang memamerkan bahuku yang mulus. Kedua payudaraku yang padat membusung sintal, memantul samar setiap kali aku melangkah.

Untuk bawahan, aku mengenakan celana yoga yang membungkus ketat pantatku hingga melengkung indah ke atas, membuat siapa pun yang melihatnya pasti gemas ingin meremasnya.

Suamiku tahu aku pergi ke kamp pelatihan dan sangat berharap aku bisa belajar banyak trik baru untuk kami praktikkan di ranjang malam ini.

Tak butuh waktu lama, aku tiba di lokasi Kamp Pelatihan Istri Idaman itu.

Begitu melihatku datang, Peter melambaikan tangannya.

Aku melewati kerumunan orang dan berjalan ke hadapannya. Aroma hormon pria yang kuat, langsung menyergap indra penciumanku.

Saat melihat bentuk tubuhku, ukuran kejantanan Peter berubah dengan sangat kentara. Menonjol sangat jelas di balik celana ketatnya.

Besar sekali! Aku bisa mati lemas kalau bermain dengannya.

Tiba-tiba kepalaku terasa pening. Kakiku melemas, dan aku terhuyung lalu jatuh tepat di bawah tubuhnya.

Bibirku kebetulan menyentuh tonjolan masif yang terasa panas dan keras itu.

Peter menumpu dadaku dengan kedua tangannya, lalu membantuku berdiri.

Hatiku diliputi rasa malu sekaligus terangsang. Rasanya aku ingin menghilang ke dalam bumi saat itu juga.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kamp Pelatihan Istri Idaman   Bab 7

    Aku tersentak ketakutan, lalu menyentakkan kakiku lurus-lurus hingga menendang telak bagian selangkangannya.Satpam itu mengaduh kesakitan sembari mendekap area intimnya, menatapku dengan sorot mata yang mendadak beralih buas.Peter buru-buru menyahut, "Sonia, dengarkan penjelasanku dulu. Urusannya nggak seperti yang kamu lihat.""Cukup! Aku nggak mau dengar penjelasanmu! Kamu benar-benar lebih bejat dari binatang!" jeritku histeris hingga pita suaraku rasanya hendak robek.Meskipun aku memilih untuk bercinta dengan Peter, bukan berarti aku tidak memiliki prinsip dan batas suci yang bisa diinjak-injak.Melihatku yang sudah berada di ambang histeria, Peter akhirnya terpaksa membeberkan kenyataan yang sebenarnya."Nggak seperti itu. Kemarin aksi kita kepergok oleh satpam ini. Dia mengancam akan melapor ke polisi. Kalau itu terjadi, kita berdua akan hancur! Makanya aku janji akan membiarkanmu melayaninya sekali saja. Aku takut kamu menolak, jadi terpaksa aku ...."Kalimatnya menggantung d

  • Kamp Pelatihan Istri Idaman   Bab 6

    Aku memekik tertahan, "Luar biasa gagah ...!"Menyaksikan tubuh Peter yang begitu kekar, gairahku makin tak terkendali. Api di perut bagian bawahku makin berkobar hebat. Satu tangan Peter tidak berhenti meremas buah dadaku, menghantarkan rasa geli sekaligus nikmat yang teramat nyaman."Kulum benda ini, lalu gunakan lidahmu untuk berputar perlahan di atasnya. Isap dengan lembut menggunakan mulutmu."Aku membungkukkan tubuh, mataku terpaku lurus pada pusaka raksasa tersebut. Kemudian, aku membuka mulut kecilku dan mengulumnya sekaligus. Sesuai instruksi Peter, kulayangkan lidahku untuk menari-nari di atasnya, lalu mengisapnya perlahan.Tubuh Peter bergetar hebat seiring dengan setiap isapan yang kuberikan. Dia tidak henti-hentinya melontarkan pujian, "Lidahmu lincah sekali, kamu benar-benar wanita jalang yang menggoda!"Dipuji seperti itu, membuat gerakan lidahku makin menggila. Api berahi di dalam perutku menyala kencang, meresap hingga ke sumsum tulang membuatku meremang hebat.Ek

  • Kamp Pelatihan Istri Idaman   Bab 5

    Hanya saja, aku merasa tubuh suamiku tidak lagi terasa memuaskan. Jika dibandingkan dengan Peter, stamina dan tubuh suamiku benar-benar jauh tertinggal. Setelah merasakan ukuran Peter yang besar, bercinta dengan suamiku saat ini rasanya bagai digelitik sebatang tusuk gigi. Sama sekali tidak ada rasanya.Yang lebih parah lagi, suamiku bahkan tidak sanggup bertahan satu menit sebelum akhirnya klimaks duluan.Setelah mencapai kepuasannya sendiri, dia sama sekali tidak memedulikanku. Dia menyalakan sebatang rokok, lalu kembali asyik bermain dengan ponselnya. Sementara itu, api gairah di dalam tubuhku masih berkobar hebat, membuat seluruh tubuhku tersiksa menahan damba.Aku menggeliatkan tubuhku, merangkak perlahan mendekati suamiku, lalu mengulum cuping telinganya dengan lembut. Aku ingin suamiku membantu meredakan rasanya dengan jari-jarinya.Namun, suamiku yang sedang fokus bermain game malah langsung menepis tubuhku.Detik itu juga aku tersadar. Dia menyuruhku mengikuti Kamp Pelatiha

  • Kamp Pelatihan Istri Idaman   Bab 4

    Sebuah sensasi nikmat yang belum pernah kurasakan sebelumnya mendadak menyergap sanubari, seketika menghanyutkanku dalam gairah. Aku mengerahkan seluruh tenaga panggulku dengan posisi yang tadi diajarkan oleh Peter, mengentak-entakkan selangkanganku sekuat tenaga.Kenikmatan dari rangsangan yang intens ini membuatku hampir kehilangan kesadaran diri. Sementara itu, Peter yang berada di bawah tubuhku, juga bermain dengan sangat penuh kepasrahan. Menyambut dan mengimbangi ritme goyanganku entakan demi entakan.Melihat adegan panas ini, mana mungkin para murid di bawah panggung bisa menahan diri lagi? Mereka langsung meniru posisiku dan Peter, mengikuti ritme kami, dan ikut memadu kasih dengan liar.Seketika, ruang kelas kamp pelatihan itu dipenuhi oleh pekik gairah dan lenguhan para istri. Bagaikan sedang beradu kelantangan suara, jeritan mereka saling bersahutan, makin lama makin meninggi.Suara-suara riuh dari dalam kelas itu akhirnya memicu perhatian petugas keamanan.Brak! Pintu d

  • Kamp Pelatihan Istri Idaman   Bab 3

    Rasa gatal di tubuhku makin tak tertahankan, rasanya aku bisa mencapai klimaks hanya dengan bergesekan di balik celana ini. Namun, bersamaan dengan bunyi bel yang nyaring, waktu kelas berakhir. Peter melepaskan tubuhku dengan enggan. Dia mengumumkan kelas selesai dan akan dilanjutkan besok.Sembari menahan denyut gairah di tubuhku, aku bersusah payah pulang ke rumah. Melihat ekspresiku yang tampak tidak puas, suamiku bahkan sempat curiga bahwa aku telah melakukan "sesuatu" dengan instrukturku. Aku langsung menyangkalnya dan segera menarik suamiku ke ranjang.Aku sudah tidak sabar lagi. Aku langsung menunggangi tubuhnya, menggoyangkan pinggulku dengan liar demi meredakan rasa gatal di selangkanganku. Suamiku belum pernah menghadapi kecepatan segila ini, dan dalam sekejap dia langsung tak berdaya. Dia menatapku dengan wajah penuh kepuasan. Entah aku telah melakukannya dengan instrukturku atau tidak, hal itu sudah tidak penting lagi baginya....Keesokan paginya, suamiku pergi beker

  • Kamp Pelatihan Istri Idaman   Bab 2

    Kejadian barusan disaksikan oleh semua orang di belakang kami. Mereka pun mulai bersorak. "Sonia genit sekali, Pak Peter benar-benar nggak salah pilih." Pipiku seketika merona merah padam, aku bingung harus menjawab apa.Untungnya, Peter langsung memulai kelas kami secara resmi. Kamp Pelatihan Istri Idaman ini memang bertujuan mengajari kami cara menjadi istri yang kompeten. Melatih keahlian di ranjang agar suami bertekuk lutut dan setia setengah mati.Setelah memaparkan teori, Peter memulai sesi praktik. Dia memintaku bertumpu pada lutut dan siku di atas matras yoga untuk menunjukkan kepada para muridnya, bagaimana cara menggoyangkan pinggul agar menghasilkan efek kenyal seperti jeli.Aku membelakangi para murid. Para pria dan wanita di bawah sana serentak menjulurkan leher mereka. Pantatku yang diperhatikan oleh sekelompok pria, membuat tubuhku terasa panas mendidih. Tetapi anehnya, ada rasa gairah yang menggelitik.Sensasi ekshibisionis ini membuat seluruh tubuhku gerah. Bokong

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status