เข้าสู่ระบบ"Keponakan yang baik, tolong unduh beberapa film seru untukku. Aku sangat kesepian malam ini." Larut malam, bibiku tiba-tiba membuka pintu kamar tidurku. Dengan hanya mengenakan pakaian dalam seksi, memperlihatkan payudaranya yang penuh. Membuat aku yang sedang klimaks memuaskan diri, terkejut hingga refleks menarik selimut. "Bibi, kenapa Bibi masuk tanpa mengetuk?" Wajah Bibi memerah. "Aku lagi gatal banget. Pamanmu yang nggak berguna itu sama sekali nggak bisa memuaskanku." "Cepat carikan aku beberapa film seru, aku puaskan sendiri." Aku menyentuh alat kelaminku yang keras, berkata sambil menyeringai, "Gimana kalau aku yang bantu Bibi?"
ดูเพิ่มเติมNamun aku takut mereka akan mengetahui kebenarannya.Aku memalingkan kepala, tak berani menatap Tante.Aku pun berbisik, "Tante yang menggodaku."Begitu mendengar kalimat itu, Tante seakan tersambar petir. Ia menatapku dengan wajah penuh keterkejutan."Rangga! Omong kosong apa yang kau bicarakan? Kau yang menggodaku duluan!"Ia berlari hendak menangkapku, tetapi Paman langsung menahannya."Dasar jalang, masih berani main tangan? Kurasa kamu sudah bosan hidup!"Ia mengangkat tangan dan menampar Tante dengan keras. Tante terhempas ke lantai, mata yang memerah karena tangis menatap kami dengan penuh kesal.Ibuku yang diliputi amarah menendangnya sekali."Anakku baru berusia 19 tahun, gimana kau bisa sejahat itu? Anak 19 tahun pun tak kau lepaskan?""Wanita sepertimu seharusnya mati saja!"Mereka saling melontarkan cercaan, memaki Tante tanpa henti.Sementara itu aku memalingkan wajah ke arah lain, tak berani menyaksikan pemandangan itu.Tak lama kemudian Paman menghentikan mereka dan berk
Paman terkejut, mulutnya terbuka lebar, tak tahu harus berkata apa."Apa ... apa yang kalian lakukan!" Tante langsung berkeringat dingin begitu melihat Paman.Dia cepat-cepat mendorongku menjauh dan mengenakan stoking serta pakaian dalamnya."Kamu ... kamu dengarkan penjelasanku, keadaannya tidak seperti yang kamu pikirkan." Paman marah besar, menghantam pintu dengan kepalan tinju hingga terdengar dentuman keras."Apa yang perlu dijelaskan lagi?""Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri, apa lagi yang mau kau bantah?""Pantas saja akhir-akhir ini aku merasa kau jadi lebih longgar, ternyata kau merayu keponakanku! Dia baru 19 tahun! Kau sebegitu tak bisa menahan diri?" Tante sampai meneteskan air mata karena panik, sambil menangis ia berkata,"Bukan seperti itu, Rangga yang menggodaku." Paman menamparnya keras."Dasar wanita tak tahu malu, mana mungkin keponakanku yang menggodamu?""Pasti kau yang tak bisa mengendalikan diri dan diam-diam menggoda keponakanku saat aku nggak ada di
Keesokan harinya, Paman kembali lembur.Hanya aku dan Tante yang ada di rumah.Melihat kakinya yang indah berbalut stoking tipis, aku nggak bisa menahan diri lagi.Aku menyentuh pahanya yang berbalut stoking. Rasanya begitu halus, aku tak bisa melepaskannya.Tante menatapku tajam."Kamu sama sekali nggak sopan lagi sekarang, menyentuhku sesuka hatimu, ya?"Aku terkekeh dan berkata kepada Tante, "Paman nggak ada di sini hari ini, aku ingin melakukannya lagi."Tante berkata dengan sungguh-sungguh, "Nggak bisa. Semalam pamanmu berhubungan badan denganku, dia menyadari ada sesuatu yang nggak beres."Aku menatapnya. "Apa nggak beres?""Dia bilang aku sedikit longgar, nggak seketat sebelumnya."Mendengar itu, aku terkekeh dalam hati.Tante belum pernah mencoba yang besar sebelumnya, jadi dia selalu sangat ketat.Aku tidak menyangka setelah kami melakukannya kemarin, dia menjadi longgar.Sepertinya aku terlalu kasar.Dia melihatku menyeringai bodoh dan memukul kepalaku."Kamu masih berani ter
"Mmm .... Ahh!" Tante mengeluarkan desahan ekstatis."Rangga, kenapa punyamu sebesar ini? Rasanya sangat enak."Ini pertama kalinya aku melakukan ini, perasaan ketat dan menyelubungi benar-benar menyelimutiku.Begitu halus dan lembut.Aku tidak bisa menahan diri. Menggunakan seluruh kekuatanku, seolah setiap dorongan mengenai kedalaman hati Tante."Tante, kamu begitu lembut. Aku nggak bisa menahan diri lagi."Aku mengangkat kakinya, menekan seluruh tubuhku ke tubuhnya, dan mendorong pinggulku dengan kuat.Jari-jari Tante mencengkeram punggungku erat-erat, tubuhnya semakin menegang."Rangga, aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya, sungguh memuaskan."Kakinya melingkari punggung bawahku. Aku menusuk lebih dalam, merasakan penisku semakin dalam.Setelah dua jam penuh, akhirnya aku menarik diri, merasa sangat puas."Tante, buka mulutmu."Ia meraih penisku dan memasukkan ke dalam mulutnya.Ia menelan semua air maniku.Setelah menelan, dia bahkan menjilatnya dengan lida






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.