Share

114.

last update publish date: 2026-03-31 10:08:57

Ia melihat istrinya berusaha tersenyum di wajahnya yang sembab. Arsel menggunakan headset. Bicara lirih di dekat microphone. Jadi Kimmy tetap bisa mendengarnya dengan jelas.

"Mak Karti sudah masak, Bang? Biasanya dia bikin persiapan malam takbir begini," tanya Kimmy.

"Ya, Mak Karti dan Mbak Sum sedang sibuk di dapur. Abang sudah cerita kan, kalau Mbak Sum gantinya Mbak Asih."

"Iya." Tampak Kimmy menarik napas panjang sambil memandang lurus ke dinding. "Aku lagi nonton TV," ucapnya pelan.

"Kamu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Three Family
mungkin kah bu elok selingkuhan pak fardhan?
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
syukurlah Arsel balik ke hotel.. biar Kimmy ada temennya..
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
alhamdulillah.di malam takbiran Kimmy ga sendirian.. tapi ga bisa shalat Ied bareng ya.gpp setiap saat Arsel bisa bolak balik ke hotel..nikmati aja selama bisa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kamu yang Kucintai   115.

    Di ruang keluarga itu, Pak Fardhan dan Bu Elok sedang menunggu Arsel dan Salsa turun untuk bersiap ke masjid.Yang pertama turun justru Arsel. Dia melangkah sambil membenahi kancing di ujung lengannya. "Kamu pulang jam berapa semalam?" tanya Pak Fardhan."Sampai rumah jam empat, Pa.""Oh, adikmu mana? Kenapa lama banget dandannya." Pak Fardhan memandang ke arah tangga. Belum sempat dijawab oleh Arsel, Salsa muncul dengan kaftan yang sama persis seperti yang dipakai Bu Elok. Memang Salsa yang memilihkan. Pak Fardhan ingin mereka berseragam di hari lebaran begini. Dan Bu Elok mengalah. Manut dengan pilihan putri tirinya. Namun diam-diam dia juga membelikan baju lebaran untuk Kimmy. Walaupun anaknya tidak ada."Ayo, kita berangkat sekarang," ajak Pak Fardhan yang diikuti oleh istri, anak-anaknya, serta Mak Karti. Wanita yang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Jadi apapun yang terjadi, tetap tinggal di rumah keluarga itu.Ketika melangkah menuju masjid, orang-orang pada bertanya di

  • Kamu yang Kucintai   114.

    Ia melihat istrinya berusaha tersenyum di wajahnya yang sembab. Arsel menggunakan headset. Bicara lirih di dekat microphone. Jadi Kimmy tetap bisa mendengarnya dengan jelas."Mak Karti sudah masak, Bang? Biasanya dia bikin persiapan malam takbir begini," tanya Kimmy."Ya, Mak Karti dan Mbak Sum sedang sibuk di dapur. Abang sudah cerita kan, kalau Mbak Sum gantinya Mbak Asih.""Iya." Tampak Kimmy menarik napas panjang sambil memandang lurus ke dinding. "Aku lagi nonton TV," ucapnya pelan."Kamu belum ngantuk?""Belum. Barusan Mbak Asih juga nelepon. Dia lagi kumpul sama mas dan mbak iparnya. Lagi masak-masak untuk besok dan yang lainnya bikin persiapan untuk nikahan ponakannya. Mas sulungnya Mbak Asih juga membaik keadaannya."Mereka yang bersengketa saja, bisa akur begitu di hari kemenangan begini. Padahal sejak dulu, Mbak Asih ini dikucilkan. Sedangkan aku sendirian, Bang."Perasaan Arsel terguris mendengar perkataan istrinya. Ia paham sesedih apa Kimmy. Tatapan mata itu telah mencer

  • Kamu yang Kucintai   113.

    KAMU YANG KUCINTAI- 45 Tidak Tega Gema takbir bersahutan, berkumandang merdu di luar sana. Di ruang keluarga yang luas, Bu Elok duduk sendirian dan termenung. Televisi di depannya menyala, menampilkan kerumunan orang yang bersukacita menyambut idul fitri. Tapi tatapan Bu Elok kosong dan berkaca-kaca.Ia ingat Kimmy. Kali ini perasaannya tersayat-sayat. Kesedihan yang paling dalam. Beberapa hari ini diam-diam berharap, Kimmy akan pulang di momen lebaran. Namun hingga malam takbiran, harapannya pupus. Ia sudah membayangkan akan memeluk putrinya dan meminta maaf atas segala ketidakberdayaan yang ia miliki sebagai seorang ibu. Namun harapannya hancur. "Di mana, Kimmy? Bersama siapa dia?"Bu Elok yakin suaminya memang menyuruh orang-orang untuk mencari putrinya, tapi belum ketemu. Beberapa kali ia ditanya langsung oleh orang kepercayaan Pak Fardhan, minta keterangan padanya. Jadi putrinya benar-benar dicari.Pikiran Bu Elok berkelana. Jika janin itu masih bertahan, maka kandungan Kimmy

  • Kamu yang Kucintai   112.

    Pemandangan itu seketika membakar adrenalin di dalam tubuh Arsel. Adrenalin yang sejak tadi ia tekan, kini meledak dan membakar diri. Ada sesuatu yang memberontak di balik dadanya, yang menuntut pelampiasan. Saat ia terakhir pulang ke Pujon hanya bisa mendekap Kimmy tanpa bisa melakukan lebih karena istrinya terlihat begitu letih setelah belanja keperluan hari raya.Namun sekarang melihat Kimmy dengan daster pendek yang mengekspos tungkai kakinya yang mulus, Arsel merasa seperti berada di ujung tanduk. Dalam urusan ranjang, Arsel mewarisi genetik papanya secara mutlak. Sebuah tingkat libido yang berada di atas rata-rata, gairah yang intens dan menuntut.Untuk memadamkan api yang mulai merambat, Arsel segera mengambil baju di ranselnya. Ia masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk membunuh imajinasi liar yang menari-nari di kepalanya. Ia harus menunggu. Masih ada sisa waktu puasa yang harus ia hormati.Sehabis menunaikan salat Asar berjamaah di atas karpet teb

  • Kamu yang Kucintai   111.

    "Abang sudah booking hotel," ujar Arsel membuka percakapan saat mereka mulai menuruni lereng Pujon. "Hotelnya punya akses privat. Kita tidak perlu lewat lobi utama. Kita akan aman di sana."Nanti sewaktu check in, Abang akan meminta layanan Incognito Guest. Supaya kamu nyaman.""Hu um." Kimmy mengangguk.Arsel kembali fokus di jalanan yang padat kendaraan menuju kota Batu. Ia sadar resiko membawa Kimmy kembali ke Surabaya di tengah pengawasan ketat sang papa. Tidak hanya papanya, tapi ada Langit yang bisa saja membayar orang untuk menemukan Kimmy atau Zareen yang pasti masih penasaran dengan alasan Arsel memutuskannya. Namun membiarkan istrinya sendirian di Pujon saat lebaran jelas tidak mungkin. Arsel melawan resiko itu. Andai ketahuan pun ia sudah siap. Namun akan tetap berhati-hati. Mungkin Kimmy belum siap menghadapinya.🖤LS🖤Sampai Surabaya, Kimmy disambut hawa gerah khas kota Pahlawan. Setelah tiga bulan meninggalkan kota ini, akhirnya ia kembali. Setelah menembus kemacetan a

  • Kamu yang Kucintai   110.

    KAMU YANG KUCINTAI- 44 SayangSuara deru mesin mobil travel yang menjemput Mbak Asih sudah menghilang. Meninggalkan sunyi yang amat terasa. Dalam kesendiriannya air mata Kimmy kembali meleleh. Tentu saja sedih. Arsel belum juga sampai. Tatapannya terpaku di jalan depan rumah yang masih berkabut pagi itu. Dua hari lagi adalah hari kemenangan. Hari raya yang seharusnya berkumpul dengan mamanya. Seperti tahun-tahun kemarin di rumah besar Pak Fardhan. Walaupun hubungannya dengan kedua saudara tirinya begitu buruk, tapi momen begini Kimmy sangat suka membantu mamanya dan dua ART di rumah itu untuk membuat kukis. Mereka berempat duduk di tikar untuk membuat nastar, choco chips, castengel, dan berbagai varian kukis. Kimmy tak kan khawatir kalau Salsa akan nimbrung. Gadis itu tidak suka di dapur. "Sayang, kenapa nggak beli saja. Nggak usah capek-capek bikin," seloroh Pak Fardhan suatu hari. Dengan terang-terangan memanggil Bu Elok dengan sapaan 'sayang' di depan Kimmy. Pertama kali mende

  • Kamu yang Kucintai   36. Merasa Bersalah 2

    Kimmy menelan ludah. Arsel benar, kalau menikah di Pujon jelas tidak mungkin, pemilik rumah tahunya mereka sudah menikah. "Apakah nikah siri butuh surat izin numpang nikah?""Kita tidak menikah siri. Aku akan menikahimu secara sah hukum agama dan negara."Kimmy membalas tatapan Arsel sesaat. Tak a

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kamu yang Kucintai   30. Tahu Rasa 2

    Arsel yang selesai mandi langsung menjatuhkan tubuhnya ke pembaringan. Jujur dia sangat capek seharian ini. Namun masih menyempatkan untuk mengirimkan pesan pada Mbak Asih. [Mbak Kimmy sudah tidur, Mas. Di sini hujan deras.] Balasan dari Mbak Asih.[Baiklah, Mbak.]Arsel menjatuhkan ponsel di kasu

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Kamu yang Kucintai   21. Sebuah Rencana 2

    Mereka melangkah mengikuti pelayan naik ke lantai dua. Ternyata Arsel reservasi menggunakan nama tengahnya, Ravensa. Pria bernama lengkap Arsel Ravensa Permana itu tentu saja sangat berhati-hati. Sebab hal sekecil apapun bisa saja membuat orang lain bisa menemukannya. Tidak banyak yang tahu nama te

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Kamu yang Kucintai   25. Keputusan 3

    Langkah Kimmy agak cepat. Ketika mencapai gerbang utama pemukiman elite itu, napasnya sudah ngos-ngosan. Semenjak hamil, dia merasa cepat sekali lelah.Kebetulan ada taksi yang lewat dan langsung di stop oleh Kimmy. "Terminal Bungurasih, Pak.""Nggih, Mbak," jawab driver setengah baya.Taksi melaju

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status