Partager

Dibuang

Auteur: Erna Azura
last update Date de publication: 2025-07-12 11:11:48

Rumah Arga tampak gelap. Tirai tak ditarik, lampu tak dinyalakan. Hanya cahaya lampu rumah tetangga dari luar jendela yang memantul samar di lantai kayu. Arga duduk sendiri di ruang tengah, masih mengenakan setelan kantor yang kini kusut. Dasinya longgar, dua kancing kemejanya terbuka, dan tangan kirinya menggenggam segelas scotch yang belum disentuh.

Di meja di hadapannya—foto-foto dari Cassandra. Tes DNA. Bukti. Semua bukti yang tak bisa lagi ia sangkal.

Tangannya mengepal. Rahangnya menger
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (7)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Cassandra msh mending dibuang ke luar negeri gk kyk Alena yg menggembel ria gk tau harus kemana brsama Baby Aryana tuh Rendy udh kaya mky dy hlg entah kemana hahahaa Zeno tenang kna tau Arga paling bs ambil peluang keruk smua uang dr klrga bernadus yg malang khlgn byk uang wkwkwkkkkkk
goodnovel comment avatar
Adfazha
Arga gk usah merasa plg tersakiti kna udh dibohongi & dikhianati kna smua ini diawali dr km yg terobsesi pnh ambisi tp meski km menang telak kna dpt byk ganti rugi dr pembatalan merger hmm Amara jgn kluar dl dr rimbamu biarin hdp Arga makin galau kacau balau
goodnovel comment avatar
May_maya🌸
tak ada manusia yg sempurna setelah kejadian ini aku yakin Arga akan jdi suami dan ayah yg lebih baik kedepannya, ga semudah itu melupakan cinta yg sudah terlalu dalam bagi Amara . bayu pria baik , tapi bukan berarti bersamanya hidup Amara akan selalu baik.*ingat pesan Bu sumiati
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   TAMAT

    Udara pagi itu hangat, seperti menyimpan restu yang tak terucap dari langit. Di pelataran rumah sederhana yang disulap menjadi tempat akad, kain putih dan bunga melati menggantung indah, menghias setiap sudut seperti senyum yang dipintal dari harapan.Di dalam kamar pengantin perempuan, Ima duduk di depan cermin, mengenakan kebaya putih gading yang sederhana namun membuat auranya memancar. Tangannya dingin, bahkan lebih dingin dari ujung jari penata rias yang tengah merapikan sanggulnya.“Sudah cantik sekali, Mbak Ima ….”“Kalau aku tiba-tiba pingsan pas ijab kabul gimana?” tanya Ima pelan.Penata rias terkekeh pelan. “Kalau Mbaknya pingsan, Mas Bayu juga mungkin ikut pingsan bareng.”Ima tertawa canggung. Di dalam hatinya, bergemuruh rasa yang tak bisa dibahasakan. Ia bukan gadis kota, tak biasa jadi pusat perhatian, apalagi mengenakan kebaya dengan selendang renda, duduk di kursi pengantin yang dikelilingi puluhan mata.“Aku cuma gadis biasa,” bisiknya pada pantulan diri di ce

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Semuanya Akan Berbalik

    Langit Amsterdam kelabu. Angin musim gugur meniup dedaunan kuning yang berputar-putar di jalanan sepi di distrik Noord.Di dalam sebuah apartemen tua berlantai tiga yang retaknya terlihat jelas dari luar, Cassandra duduk di tepi kasur kecil berlapis kain kumal, menatap jendela berkabut dengan mata kosong.Sudah dua minggu listrik dan air di tempat itu dimatikan. Uang simpanannya habis untuk membayar biaya hidup mereka sejak melarikan diri dari Indonesia. Sementara Rendy telah ditahan pihak kepolisian Belanda.Beberapa bulan sebelumnya, mereka berdua datang dengan paspor turis dan sisa tabungan Cassandra—uang hasil menjual mobil dan perhiasan yang dulu dibelikan keluarganya. Di awal, mereka menyewa apartemen murah di kawasan yang cukup terpencil. Cassandra berpikir bisa memulai hidup baru, mungkin mencari pekerjaan, menyamar sebagai istri WNI, atau menyewa identitas palsu.Tapi Rendy punya rencana lain.Dia mulai berhubungan dengan seorang pria dari lingkaran gelap. Rendy tergoda

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Arah

    Zeno berdiri di tepi pagar ketika Arga mulai melajukan kendaraannya, dengan tangan bersedekap dan senyum kecil menyambut mereka yang akan berangkat menuju rumah utama.“Kalian hati-hati di jalan ya,” ujar pria itu saat mobil Arga berhenti di depannya. “Terima kasih, Mas Zeno … untuk Aryana … untuk semuanya.” Zeno terkekeh kecil. “Santaiii. Gue cuma ingin liat sahabat gue bahagia.”“Lo enggak ikut mampir ke rumah?” tanya Arga kemudian.“Gue harus balik ke kantor. Masih ada jadwal meeting sore ini.”“Titip salam buat mbak Clara ya, Mas,” ujar Amara sambil tersenyum tipis.Zeno mengangguk. “Pasti. Dia akan senang dengar kamu pulang karena selama ini Arga uring-uringan terus sewaktu nyariin kamu.”Setelah berpamitan, Arga melajukan kendaraannya kembali dan dengan satu tarikan nafas panjang, mereka pun melanjutkan perjalanan terakhir siang itu—menuju rumah mereka sendiri.***Rumah itu berdiri megah tapi bersahaja, dengan desain kontemporer bernuansa hangat. Amara sempat menghe

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Pulang

    Langit siang itu cerah, tapi udara terasa lebih lembut dari biasanya. Seolah alam pun tahu bahwa hari ini akan menjadi awal baru bagi seseorang yang telah lama bersembunyi dari dunia.Amara berdiri di ambang pintu kamar, menatap koper besar yang sudah tertutup rapat. Di sisinya, Ima sedang melipat selimut kecil dan meletakkannya ke dalam tas kain berisi kebutuhan bayi. Di sisi lain, Arga sedang berbicara lewat telepon dengan nada serius—mengatur kepergian mereka semua ke Jakarta.“Aku sudah hubungi Bayu. Dia akan datang bawa mobil dan kursi roda untuk Ibu,” ucap Arga sambil menutup telepon.Dia menghampiri Amara lalu duduk di sebelahnya.Amara hanya mengangguk pelan. Pandangannya melayang ke luar jendela, ke halaman belakang Villa Bayu yang selama enam bulan terakhir menjadi tempat persembunyiannya—tempat ia lari dari pria yang selalu menyakiti hatinya, tempat ia menangis dalam sepi, dan tempat ia belajar menerima luka.“Aku akan kangen tempat ini,” gumamnya lirih.Arga menoleh.

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Keputusan Untuk Pulang

    Cahaya pagi menembus celah tirai kamar dan mendarat tepat di wajah Amara.Ia mengerjap perlahan, merasa hangat dan terkurung dalam pelukan yang kokoh. Nafas hangat menyentuh tengkuknya, dan ketika Amara menunduk sedikit, ia menyadari tubuhnya tak terlapisi sehelai kain pun.Kesadarannya kembali—tentang malam yang penuh desahan dan rintihan. Tentang sentuhan yang begitu familiar, tentang gairah yang meledak dan pelukan yang menenangkan setelahnya.Pelan-pelan, Amara menoleh ke belakang. Arga masih terlelap, wajahnya tampak damai dan tenang, seakan beban bertahun-tahun telah rontok bersamaan dengan malam itu. Tangan Arga masih memeluk pinggang Amara, dan kakinya terlilit di antara kaki Amara seperti berusaha memastikan perempuan itu tidak akan pergi lagi.Amara menggigit bibir bawahnya. Perasaan campur aduk menyerangnya—antara malu, bersalah, canggung, dan mungkin sedikit bahagia.Ia mencoba menarik tubuhnya perlahan, tapi Arga malah menariknya lebih erat. Suara baritonnya terdenga

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Demi Rembulan

    “Sebelum datang ke sini, saya ke rumah sakit dulu untuk menanyakan hasil tes dna dan ternyata hasilnya sudah keluar.” Arga menyimpan amplop di atas meja yang langsung Amara raih dan membukanya.Makan malam sudah selesai dan mereka pindah ke ruang televisi.Arga mengangkat Rembukan dari bouncer lalu memangkunya.Tidak ada penolakan atau gerakan gelisah meski Rembulan terus mendongak menatap Arga seakan sedang merekam baik-baik wajah yang jadi sering ada itu.“Dia memang anak kandung Rendy, hasilnya cocok.” Arga berujar kembali sebelum selesai Amara membaca seluruh tulisan di dalam kertas.“Syukurlaaaah ….” Amara mendesah lega.Ima memberikan Aryana kepada Amara. “Kamu makan dulu, Ma.” “Baik, Bu.” Amara langsung memakai apron menyusui untuk menyusui Aryana sementara ibu Sumiati menundukan kepala dengan mata terpejam di kursi rodanya seperti sedang bicara dengan sang Maha Pencipta mungkin mengucapkan banyak rasa syukur karena Aryana-cucunya bisa diselamatkan dan bisa berkumpu

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Menerima Perjodohan Dengan Alena

    Pagi itu, Arga tiba di kantor lebih siang dari biasanya. Wajahnya tetap tenang, namun sorot matanya menyiratkan kelelahan yang tidak biasa. Clara-sekretarisnya segera menghampiri dengan setumpuk dokumen. “Pak Arga, ini laporan keuangan minggu ini dan—”“Nanti saja, Clara. Saya ingin bertemu Zeno

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Sebuah Tawaran

    Sore itu, langit Jakarta sedang murung. Di balik jendela tinggi ruang kerja Arga di lantai 20 kantor pusat CitraKredit, matahari terhalang awan tebal.Arga berdiri membelakangi pintu, menatap jauh ke arah lalu lintas kota yang padat dan tak kenal lelah.Pintu diketuk.“Masuk,” ucapnya tanpa meno

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Undangan Makan Malam

    Keesokan paginya ketika mereka bangun secara bersamaan, suasana mendadak canggung.Amara dan Arga mengurai pelukan, Arga langsung mencari pakaiannya sementara Amara membalut tubuhnya menggunakan selimut hingga menutupi kepala.Arga tersenyum melihat tingkah istrinya, dia keluar dari sana tanpa me

  • Karena Utang, Dinikahi Sultan   Enggan Melepaskan

    Tok …Tok …Amara menoleh ke pintu, dia menatapnya sebentar sebelum akhirnya bangkit dari kursi meja rias.Dengan langkah gontai, Amara sampai ke pintu.Dia tahu siapa yang mengetuk dan sebenarnya enggan bersosialisasi dengan pria itu setelah tadi Arga menjemputnya ke sekolah lalu perjalanan pu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status