Share

Bab 81

Author: Ayyliana
last update publish date: 2026-09-16 17:29:43

Alena membiarkan Alres melanjutkan ceritanya.

“Kondisi Keira cukup parah, terutama tangan kanannya, Ayahmu kemudian memutuskan membawanya ke Landen untuk mendapatkan perawatan, namun dengan satu syarat.”

Alena menelan ludah. “Syarat apa?”

“Pak Edward ingin melindungi kamu. Kecelakaan itu bisa menjadi masalah besar untukmu kalau semua orang tahu kamu yang mengemudi dalam keadaan mabuk.”

Alena mengerutkan kening dan perlahan memejamkan mata. “Jadi?”

“Keira bersedia menanggung sebagian kesalahan u
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Alres benar-benar bajingan makanya cocok sama si wanita rubah Keira. Menyebalkan...
goodnovel comment avatar
Isma Rini
memuakkan,,,, bukti sudah didepan mata pun alres tetap buta,,,, pu cwe nya kurang tegas, alresnya yang brengsek dan buta, Keira yang manipulatif, dan teman² alres yang toxic, regantara yang lemot,,,, semua pemerannya kurang jos jis, terlalu memuakkan ceritanya,,,,,
goodnovel comment avatar
Ros
Alena nya aja yg goblok. Ke rmh musuh yg sdh ambil perusahaan Hartawan yg ga bs merger. Pasti adegan hot alena sm alres akan di publish kalo alena ga tanda tangan penggabungan Perushaan Hartawan dan alres punya. Cerita lama…. Lebayy
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 117

    Alres membawa Keira masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan apa pun. Sejak mereka meninggalkan kerumunan wartawan di lokasi pameran, pria itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Wajahnya tetap tenang, tetapi sikapnya jauh lebih dingin dari biasanya.Keira beberapa kali melirik ke arahnya. Biasanya Alres akan bertanya apakah ia baik-baik saja setelah menghadapi tekanan seperti tadi. Namun, kali ini tidak ada satu pun pertanyaan.Begitu sampai di ruang tengah, Alres melepaskan jasnya lalu meletakkannya di atas sofa. Ia kemudian berdiri di dekat jendela, membelakangi Keira.Keira yang sejak tadi menahan kegelisahan akhirnya tidak tahan. “Alres.”Tidak ada jawaban.Keira mendekat beberapa langkah. “Alres, kamu percaya padaku, kan?”Alres masih diam. Keira kemudian meraih tangan pria itu dan menggenggamnya erat. “Aku Lovely,” ucapnya meyakinkan. “Kamu tahu itu, kan? Aku yang membuat semua desain itu.”Alres perlahan menoleh. Tatapannya jatuh pada tangan Keira yang masih menggenggam tangannya

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 116

    “Regan, Alena ... kalian di sini?” Suara seseorang dari arah belakang membuat Regan dan Alena menoleh bersamaan.Seorang wanita paruh baya berjalan mendekati mereka. Alena langsung mengenalinya.“Bu Mareta?”Wanita itu tersenyum lebar. “Ya ampun, akhirnya kalian datang juga.”Alena segera bangkit dari ayunan. Regan ikut menoleh kepada wanita itu dengan senyum yang lebih lebar.Bu Mareta adalah kepala panti asuhan yang dulu sering dikunjungi Alena bersama kedua orang tuanya.“Sudah lama sekali kalian tidak berkunjung sejak orang tuamu tiada,” ucap Bu Mareta sambil menatap Alena.Alena terdiam sesaat. Ada rasa hangat sekaligus sedih yang muncul ketika mendengar ucapan itu. Ia kemudian menghampiri Bu Mareta.“Bu Mareta, bagaimana kabarnya?”“Kabar Ibu baik-baik saja.” Bu Mareta tersenyum. “Harusnya Ibu yang bertanya. Bagaimana kabarmu, Alena?”Alena membalas senyum itu. “Aku juga baik, Bu. Sangat baik.”Bu Mareta menatap wajah Alena beberapa saat. Tatapan wanita itu perlahan berubah menj

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 115

    Tidak lama kemudian, mobil yang dikemudikan Regan berhenti di sebuah tempat. Alena yang sejak tadi memandang keluar jendela langsung mengangkat wajah.Di hadapannya terbentang sebuah danau yang cukup luas. Permukaan airnya terlihat gelap di bawah cahaya malam. Angin berembus pelan, membawa udara yang terasa lebih sejuk daripada suasana di kota.Alena turun dari mobil. Matanya menyapu tempat tersebut. Ada sesuatu yang terasa familiar. Namun ia tidak langsung tahu apa.Regan berjalan beberapa langkah ke depan. Alena mengikutinya. Semakin dekat dengan danau, semakin kuat perasaan aneh itu muncul.Kemudian matanya menangkap sebuah ayunan. Ayunan lama yang berdiri tidak jauh dari tepian danau. Alena berhenti. Napasnya tertahan. Entah kenapa, pemandangan itu membuat dadanya terasa hangat.Sebuah gambaran samar melintas di kepalanya. Dirinya yang masih kecil. Duduk di ayunan. Sepasang tangan mendorong tubuhnya dari belakang. Lalu berganti dengan tangan lain. Ayah dan Ibunya, mereka tertawa.

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 114

    Alena hanya bisa menatap kepergian Alres dan Keira.Alres masih membawa Keira menjauh dari kerumunan wartawan. Bahkan setelah semua bukti terpampang di hadapan mereka, pria itu masih memilih melindungi Keira.Ada sedikit rasa sesak yang muncul di dada Alena. Namun kali ini, rasa itu tidak lagi sama seperti sebelumnya.Alena sudah tidak terlalu peduli pada sikap Alres. Setidaknya, satu masalah besar akhirnya mulai terselesaikan.Keira tidak bisa lagi dengan mudah mengklaim semua desain Lovely sebagai miliknya. Arsip Hartawan Corporation, sketsa lama, perhiasan yang dibeli pelanggan lima tahun lalu, semuanya telah memperlihatkan fakta yang sama. Nama Lovely yang selama ini digunakan Keira mulai runtuh.Alena mengembuskan napas pelan. Setidaknya untuk masalah itu, ia tidak perlu lagi mempertanyakan dirinya sendiri.“Bu Alena.”Suara seorang wartawan membuat lamunannya terhenti.Alena menoleh.Beberapa wartawan masih berada di sekitar panggung. Mereka tampaknya belum puas dengan apa yang

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 113

    “Bohong, huruf itu tidak membuktikan apa pun!” Suara Keira menggema di tengah ruangan.Beberapa orang yang tadi hanya memperhatikan layar kini mulai saling berpandangan. Bisikan terdengar semakin jelas dari berbagai sudut.Keira melangkah maju. “Huruf itu tidak membuktikan apa-apa!” katanya dengan suara bergetar. “Siapa pun bisa membuatnya. Itu hanya sebuah detail kecil dalam desain.”Pak Domani mengangkat alis. “Benar. Kalau hanya satu desain, saya juga tidak akan mengatakan detail itu sebagai bukti.”Keira menatapnya. “Maksud Anda?”Pak Domani menunjuk layar. “Coba tampilkan desain lainnya.”Alena segera memberi isyarat kepada petugas yang mengoperasikan layar. Gambar pertama berganti. Satu per satu desain lama milik Hartawan Corporation muncul di layar besar. Pada awalnya, tidak ada yang terlihat aneh.Namun setelah gambar diperbesar, Pak Domani kembali menunjuk bagian tertentu. “Di sana.”Sebuah detail kecil berbentuk huruf A tampak samar di bagian dalam desain. Gambar berikutnya.

  • Kau Memilihnya, Aku Memilih pergi   Bab 112

    Alres mencengkeram tangan Alena membuat wanita itu mengerutkan kening. "Apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan?"Alres mempercepat langkah. "Ayo turun." Ia menarik tangan Alena. Namun, seseorang lebih cepat bergerak. Regan berdiri di antara mereka. Tangannya menahan lengan Alres sebelum pria itu berhasil menarik Alena."Lepaskan."Alres menatap tajam."Ini urusan perusahaan.""Justru karena ini urusan perusahaan, sebaiknya kamu tidak menghentikannya."Regan tidak melepaskan tangannya.Alres menatapnya. "Pak Regan, jangan ikut campur.""Aku tidak ikut campur." Regan melirik ke arah panggung. "Aku hanya meminta kamu membiarkan Alena menyelesaikan apa yang sedang dia lakukan."Alres berusaha melepaskan tangannya. "Dia hampir membuat kekacauan di acara perusahaan."Regan menatapnya tenang. "Kalau Keira benar-benar Lovely, apa yang perlu dikhawatirkan?"Alres terdiam.Regan melanjutkan. "Biarkan Alena membuktikan sesuatu.""Alena!" Alres kembali memanggil. "Berhenti. Jangan membuat acara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status