Share

Bab 2

Penulis: Muriaz
Melihat David dengan lembut mengelus kepala Agnes dengan penuh kasih sayang ….

Aku tertawa saat ini. Harga diriku telah diinjak-injak. Aku telah diolok-olok seperti mainan oleh mereka.

David, kenapa kamu begitu tega? Kamu ingin aku menanggung hukuman dan dihina seperti itu demi dia?

Oh ya, aku hampir lupa. Agnes adalah cinta impian yang tak tergapai olehnya.

Setelah pengejaran selama beberapa tahun tanpa hasil, kemudian dipisahkan oleh kedua belah pihak keluarga, Agnes pun memutuskan untuk pergi ke luar negeri.

Sekarang keinginannya telah menjadi nyata, jadi dia tentu saja harus memanjakan Agnes dengan sepenuh hati.

Mana mungkin aku bisa menang darinya?

Sembari menahan kepahitan di hatiku, aku berbicara dengan kaku, "Apa itu bisa ditukar dengan satu kupon pengampunan?"

Kupon pengampunan? Semua orang mentertawakan pertanyaan anehku, tetapi David menurunkan tangan yang tadinya membelai Agnes dan tiba-tiba menatapku.

Dia mengerti apa yang aku bicarakan.

Setelah jeda sesaat, pria itu pun mengangguk.

"Bisa."

Aku tertawa pahit.

"Oke, aku setuju."

Delapan tahun lalu, aku baru saja memasuki industri modeling ketika bosku menyukaiku dan mengurungku di sebuah pulau.

Bersama dengan sekelompok gadis lain, kami akan dijadikan sebagai alat bagi para laki-laki dalam transaksi bisnis mereka.

Aku sangat beruntung. David adalah pria pertama yang kutemui, dan dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama.

Demi aku, dia menyita bisnis orang-orang itu, mengirim mereka ke penjara, dan menyelamatkan hidupku.

Kemudian, aku baru tahu itu karena alis dan mataku mirip dengan Agnes.

Di malam dia menyelamatkanku, aku bertanya kepadanya aku harus bagaimana membalas kebaikannya.

Matanya tampak tulus.

"Kalau begitu, balaslah dengan tubuhmu."

Aku mencubitnya.

"Aku serius."

Napasnya tidak teratur, bercampur dengan napasku.

"Kalau begitu ... berikan aku 290 kupon pengampunan," ujarnya.

"Kupon pengampunan?" tanyaku penasaran, sambil berpegangan padanya. Aku tidak mengerti.

Saat itu, dia tertawa.

"Gadis bodoh. Ini hanya perumpaan ya. Kalau suatu hari nanti aku menyakitimu 290 kali, aku akan menggunakan kupon pengampunan ini untuk membuatmu memaafkanku 290 kali. Setelah kupon ini habis, utang budi ini akan impas."

Selama lima tahun berikutnya, dia mencurahkan semua sumber daya yang dia miliki padaku, menjadikanku supermodel internasional, dan menyayangiku bagai permata berharga.

Tapi semuanya berubah ketika Agnes kembali ke tanah air dua bulan yang lalu.

Ini sudah ke-288 kali. Masih ada dua kali lagi, aku akan melunasi utang budiku.

Melihat David setuju, playboy itu menarikku ke kamar pribadinya, yang merupakan ruangan gelap yang dilapisi sutra.

Meja itu dipenuhi telur rebus, sementara dua hingga tiga perempuan berbaring telentang di lantai, pakaian mereka berantakan, dan bau busuk tercium dari badan bagian bawah mereka.

Rasa dingin seketika menjalari punggungku, membuatku merinding.

Jadi, telur yang disebut Agnes barusan akan dijejalkan ke bagian organ intim ....

David yang mengikuti di belakang, langsung menyipitkan matanya dan menoleh ke arah Agnes.

"Bukannya makan telur? Apa ini?" tanyanya.

Namun, Agnes mengabaikannya dan langsung mendorongku ke dalam.

"Tuan Herman, Nona Tania adalah seorang mahasiswi tari. Kelenturan tubuhnya pasti akan memuaskanmu."

"Apa kamu nggak ingin mencobanya sendiri? Menantang kemampuanmu?"

Begitu Agnes selesai berbicara, aku, yang sudah ketakutan, langsung gemetaran dan segera menoleh ke arah David untuk meminta bantuan.

Setidaknya, aku masih istrinya sekarang. Dia pernah mencintaiku. Meskipun dia sering menyakitiku demi Agnes, dia tidak akan tega melihatku disiksa oleh seorang psikopat, 'kan?

Namun siapa sangka, detik berikutnya, David berjalan ke meja, menuangkan segelas anggur, dan menyodorkannya ke tanganku.

"Bagaimana kalau bersulang pada Tuan Herman untuk menghidupkan suasana?"

Menghidupkan suasana? Dia ingin aku menghidupkan suasana?

Bisa-bisanya dia setuju?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 13

    "Meskipun kamu nggak memberikan bunga saat mengutarakan perasaanmu, aku tetap berbaik hati dan setuju untuk menjadi pacarmu.""Sudah senang, 'kan? Jangan melompat ke sungai lagi, Haikal.""Anggap saja demi aku."Haikal tiba-tiba menatapku dengan ekspresi terkejut.Matanya mendadak memerah. Dia menggenggam tanganku dengan erat.Sebenarnya, aku tidak berencana untuk melompat ke sungai hari itu. Aku hanya tiba-tiba mendapat ide untuk berdiri di tempat yang lebih tinggi agar bisa melihat lebih jauh.Namun, aku justru bertemu dengan Haikal, yang sebenarnya berada di sana untuk melompat ke sungai.Hari itu, tatapan matanya benar-benar menunjukkan keputusasaan dan kematian.Jadi, aku memutuskan untuk pulang bersamanya. Lagi pula, menyelamatkan nyawa berpahala besar.Aku tidak tahu apa yang telah dia alami, tetapi karena dia memutuskan untuk mengutarakan perasaannya kepadaku, aku akan menjadi orang yang dia pedulikan. Dia seharusnya tidak ingin mati lagi, 'kan?Kehidupan sebagai pemilik toko b

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 12

    "Kamu benar, aku memang kotor. Aku akan menemukannya dan menebus dosa-dosaku, tapi aku harus membalaskan dendam untuknya!"Agnes merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya karena tatapan tajam pria itu yang begitu dingin.David membantingnya ke tanah dan berkata kepada pengawal di sampingnya, "Pakai lebih banyak cara siksa dia, tapi ingat, jangan sampai dia mati!"Menyadari situasi berada di luar kendali, pupil mata Agnes melebar. Dia sangat ketakutan sehingga kehilangan kendali dan mengeluarkan jeritan melengking."Kak David, ini salahku, ini salahku. Aku minta maaf padanya. Aku bisa pergi, aku bisa pergi ke luar negeri, aku nggak akan mengganggu kalian lagi. Tapi kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini. Kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini, David!"David melemparkan Agnes ke sekelompok preman, mengabaikan teriakan dan permohonan ampunnya, lalu mengambil berbagai foto dan video wanita itu, mengunggahnya di internet, yang seketika memicu serangkaian hujatan dan perundunga

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 11

    Buku harian itu mencatat setiap peristiwa dengan jelas, termasuk hal-hal yang David katakan kepada Agnes.David seolah-olah berada di posisi Tania, mengalami semuanya secara langsung.Tulisan itu sangat menyedihkan dan mencekik, dipenuhi dengan pikiran-pikiran melankolis.Rokok itu menyala sesekali di dalam ruangan. David tetap berada di samping tempat tidur, membaca buku hariannya sepanjang malam.Dia menghabiskan sebungkus rokok itu. Asap yang menyesakkan di ruangan itu seolah mencekiknya sampai mati.Saat fajar menyingsing, matanya tampak merah. Dia dipenuhi kesedihan, kelesuan, dan keputusasaan serta kemalangan yang tak berujung.Sekarang, dia sepertinya mampu berempati terhadap Tania.Namun, semuanya telah terlambat.Dia tidak bisa menemukan Tania lagi.Dia memang bajingan!Jelas-jelas Tania adalah korban, jelas-jelas Agnes sangat kejam dan tidak manusiawi, tetapi dia tetap berpihak pada Agnes.Dia bahkan berencana membungkam Tania, menyuruhnya untuk tidak menghubungi polisi dan m

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 10

    "Oh ya, Tuan. Nyonya bilang brankasnya sudah penuh."Pelipis David berdenyut-denyut. Dia buru-buru berlari ke ruang kerja untuk membuka brankas.Dia tidak pernah mengerti mengapa Tania menaruh brankas setinggi setengah badan orang di ruang kerja.Dia pernah menanyakan hal ini pada Tania ketika para pekerja sedang memasang lemari.Tani menjawabnya sambil tersenyum, "Rahasia! Kamu akan tahu saat brankasnya penuh."Saat itu, David tidak terlalu memikirkannya. Dia beranggapan bahwa itu hanya permainan konyol gadis kecil.Namun, kini dia menatap lemari yang penuh dengan sertifikat kepemilikan properti, bernomor 1 hingga 290.Dia masih tetap bingung.Apa rahasianya adalah tiba-tiba lenyap tanpa jejak?Meninggalkan perjanjian cerai dan pemutusan kontrak.Kemudian, menghilang sepenuhnya dari dunia David.Lantas, apa itu 290?Sebelumnya, dia mencatat angka 287 di buku hariannya. Apa artinya itu?David merasakan ketidakberdayaan yang luar biasa di tengah amarahnya.Keinginannya untuk merokok tib

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 9

    Air mata David jatuh setetes di ponselnya. Dia ingin tahu apa yang telah terjadi."Apa cedera kakinya sangat parah?"Suara manajer langsung berubah marah."Keterlaluan sekali. Orang-orang itu sengaja ingin menghancurkannya. Mereka nggak menyentuh bagian tubuhnya lainnya, tapi mereka melumpuhkan kakinya. Ironis sekali!""Awalnya, masih ada harapan untuk sembuh, tapi siapa sangka, dia terlambat dilarikan ke rumah sakit. Kaki kanannya sudah nggak bisa diselamatkan lagi."Hanya kakinya yang cedera? Mereka sengaja ingin menghancurkan masa depannya?David merasakan sakit yang menusuk di hatinya. Memikirkan Agnes membayar orang untuk melakukan hal ini membuat hatinya sakit seolah-olah diremas oleh tangan yang besar. Rasa bersalah yang mendalam muncul di dalam dirinya.Namun, yang dia inginkan saat ini hanyalah menemukan Tania secepatnya!"Tania, angkat teleponnya! Angkat teleponnya!""Aku bahkan belum setuju, jadi atas dasar apa kamu menceraikanku secara sepihak?"Di ruangan yang kosong itu,

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 8

    [Aku sudah membalas kebaikanmu, tapi cinta kita nggak bisa berlanjut lagi. David, ayo kita bercerai.]Benak David mendadak kosong. Dia seolah tidak mengenali kata "cerai" itu.Dia mengambil berkas itu, membuka halaman terakhir, dan akhirnya melihat tanda tangan istrinya di sana, Tania Biantoro.Dia pun akhirnya menyadari bahwa Tania benar-benar ingin menceraikannya.Melihat kontrak pemutusan kerja di depannya, dia membanting ponselnya dengan kesal.Lalu, dia menelepon manajerku dan membentaknya, "Berani-beraninya kalian mengakhiri kontraknya tanpa sepengetahuanku?! Kalian cari mati?!"Manajer itu ketakutan dan hanya bisa menjelaskan dengan lemah, "Pak David, bukankah kamu beri tahu kami kalau luka Agnes sangat serius. Kalau nggak ada urusan yang benar-benar penting, kami nggak boleh mengganggumu, 'kan?"David membeku.Dia ingat menerima panggilan telepon ketika dokter tidak bisa menyembuhkan Agnes.Namun, dia sangat panik waktu itu. Setelah memaki orang di ujung telepon sana, dia langs

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status