Share

Bab 4

Penulis: Muriaz
Kelak, aku tidak perlu diperlakukan secara tidak adil olehnya lagi.

Sudah larut malam ketika sopir mengantarku pulang. David tidak pulang ke rumah dan aku juga tidak bertanya lebih lanjut lagi.

Keesokan harinya, asisten pribadinya mengantarkan hadiah. Dua sertifikat kepemilikan properti untuk toko.

Dia juga secara khusus menekankan bahwa yang satunya adalah kompensasi karena memaksaku menjilat krim, dan yang satunya lagi adalah permintaan maaf karena memaksaku untuk melakukan hukuman "menjejalkan telur".

Dengan ekspresi datar, aku memberi label pada sertifikat properti dengan nomor seri 287 dan 288, lalu dengan santai memasukkannya ke dalam brankas.

Pelayan yang berdiri di samping tampak tersenyum lebar.

"Pak David sangat menyayangi Nyonya. Dia makin sering mengirimkan hadiah."

Aku hanya tersenyum dan tidak menanggapinya.

Dia tidak tahu bahwa ini hanyalah kompensasi yang diberikan David setiap kali dia menyakitiku.

Melihat brankas yang penuh dengan surat-surat kepemilikan properti, aku tahu hari kepergianku sudah dekat.

Sebelum pergi, aku hanya ingin membawa sebuah kamera, karena di dalamnya ada sesuatu yang harus kuhapus.

David memiliki hobi untuk menjelajahi hal semacam itu. Ketika situasi memanas, dia tiba-tiba terpikir untuk mengambil kamera dan merekamnya.

Sebelumnya, video-video itu hanyalah momen-momen intim pasangan.

Namun, aku tidak ingin menyimpan video-video itu lagi sekarang, karena begitu video itu tersebar, aku akan hancur.

Hanya saja, setelah mencari di setiap sudut ruangan, aku tetap tidak menemukan kamera itu.

Ketika aku ingin mencari sekali lagi, manajerku telah meneleponku.

"Tania, kamu sudah gila? Cepat lihat internet. Foto-foto pribadimu tersebar di mana-mana! Berani-beraninya kamu tidur dengan sponsor lain tanpa sepengetahuan Pak David? Kalau kamu mau mati, jangan libatkan seluruh perusahaan kami!" teriaknya cemas.

Dalam sekejap, pikiranku kacau. Yang kudengar hanyalah kata-kata manajerku.

"Sebaiknya kamu berikan penjelasan tentang video yang beredar di internet sekarang juga! Dan juga bersiaplah menghadapi kemarahan Pak David. Kalau nggak, kami nggak akan melepaskanmu begitu saja!"

Panggilan terputus. Aku segera lihat internet.

Yang aku lihat di daftar topik tren hanyalah sederet video pribadi milikku.

Lalu, ada judul berita yang berani dan menggemparkan: [Supermodel Internasional Tania Biantoro Meraih Ketenaran Melalui Seks]

Wajah David diblur, sementara wajahku terpampang jelas di tengah, memancarkan nafsu.

Jutaan netizen meninggalkan komentar negatif di internet. Mereka menyebutku sebagai wanita murahan yang tidur dengan banyak sponsor demi uang, dan juga wanita yang gemar berganti pasangan dan tidur dengan siapa saja.

Kakiku terasa lemas dan seketika jatuh tersungkur ke lantai.

Namun di saat-saat aku kehilangan tenaga, tiba-tiba aku dipeluk erat oleh David.

"Jangan dilihat lagi. Nggak apa-apa, aku akan mengurusnya, percayalah!"

Kata-kata penghiburan itu belum sepenuhnya hilang ketika dia tiba-tiba berubah dingin dan meraung kepada semua orang di ruangan itu, "Siapa yang melakukannya! Katakan padaku! Siapa yang melakukannya!"

Melihat amarah luar biasa yang belum pernah dia tunjukkan sebelumnya, mataku langsung berlinang air mata.

Di saat bersamaan, suara Agnes yang santai juga terdengar di telingaku.

"Kak David, maksudmu video itu? Aku yang mengunggahnya!"

Tangan yang melingkari pinggangku tiba-tiba mengencang. Aku dan David menatap Agnes secara bersamaan.

"Jangan menatapku seperti itu! Aku kebetulan melihatnya dan merasa Kak Tania punya tubuh yang bagus. Sayang sekali kalau hanya Kak David yang bisa melihatnya, jadi aku berinisiatif membagikannya!"

"Toh, hal-hal indah akan lebih menyenangkan jika dilihat bersama!"

Dalam sekejap, aliran darah di otakku meluap. Aku berdiri untuk menampar Agnes, tetapi David menangkapku dengan cepat.

"Tania! Cukup!"

Diliputi kesedihan dan kemarahan, aku berteriak, "Tapi dia ...."

Tak disangka, sebelum aku selesai berbicara, David melirik Agnes yang tampak bangga, lalu kembali menatapku dengan alis bertaut.

"Aku akan membantumu menghapus topik tren itu. Cukup sampai di sini saja. Jangan mencari masalah dengan Agnes lagi, oke? Kamu juga tahu dia ...."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 13

    "Meskipun kamu nggak memberikan bunga saat mengutarakan perasaanmu, aku tetap berbaik hati dan setuju untuk menjadi pacarmu.""Sudah senang, 'kan? Jangan melompat ke sungai lagi, Haikal.""Anggap saja demi aku."Haikal tiba-tiba menatapku dengan ekspresi terkejut.Matanya mendadak memerah. Dia menggenggam tanganku dengan erat.Sebenarnya, aku tidak berencana untuk melompat ke sungai hari itu. Aku hanya tiba-tiba mendapat ide untuk berdiri di tempat yang lebih tinggi agar bisa melihat lebih jauh.Namun, aku justru bertemu dengan Haikal, yang sebenarnya berada di sana untuk melompat ke sungai.Hari itu, tatapan matanya benar-benar menunjukkan keputusasaan dan kematian.Jadi, aku memutuskan untuk pulang bersamanya. Lagi pula, menyelamatkan nyawa berpahala besar.Aku tidak tahu apa yang telah dia alami, tetapi karena dia memutuskan untuk mengutarakan perasaannya kepadaku, aku akan menjadi orang yang dia pedulikan. Dia seharusnya tidak ingin mati lagi, 'kan?Kehidupan sebagai pemilik toko b

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 12

    "Kamu benar, aku memang kotor. Aku akan menemukannya dan menebus dosa-dosaku, tapi aku harus membalaskan dendam untuknya!"Agnes merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya karena tatapan tajam pria itu yang begitu dingin.David membantingnya ke tanah dan berkata kepada pengawal di sampingnya, "Pakai lebih banyak cara siksa dia, tapi ingat, jangan sampai dia mati!"Menyadari situasi berada di luar kendali, pupil mata Agnes melebar. Dia sangat ketakutan sehingga kehilangan kendali dan mengeluarkan jeritan melengking."Kak David, ini salahku, ini salahku. Aku minta maaf padanya. Aku bisa pergi, aku bisa pergi ke luar negeri, aku nggak akan mengganggu kalian lagi. Tapi kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini. Kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini, David!"David melemparkan Agnes ke sekelompok preman, mengabaikan teriakan dan permohonan ampunnya, lalu mengambil berbagai foto dan video wanita itu, mengunggahnya di internet, yang seketika memicu serangkaian hujatan dan perundunga

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 11

    Buku harian itu mencatat setiap peristiwa dengan jelas, termasuk hal-hal yang David katakan kepada Agnes.David seolah-olah berada di posisi Tania, mengalami semuanya secara langsung.Tulisan itu sangat menyedihkan dan mencekik, dipenuhi dengan pikiran-pikiran melankolis.Rokok itu menyala sesekali di dalam ruangan. David tetap berada di samping tempat tidur, membaca buku hariannya sepanjang malam.Dia menghabiskan sebungkus rokok itu. Asap yang menyesakkan di ruangan itu seolah mencekiknya sampai mati.Saat fajar menyingsing, matanya tampak merah. Dia dipenuhi kesedihan, kelesuan, dan keputusasaan serta kemalangan yang tak berujung.Sekarang, dia sepertinya mampu berempati terhadap Tania.Namun, semuanya telah terlambat.Dia tidak bisa menemukan Tania lagi.Dia memang bajingan!Jelas-jelas Tania adalah korban, jelas-jelas Agnes sangat kejam dan tidak manusiawi, tetapi dia tetap berpihak pada Agnes.Dia bahkan berencana membungkam Tania, menyuruhnya untuk tidak menghubungi polisi dan m

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 10

    "Oh ya, Tuan. Nyonya bilang brankasnya sudah penuh."Pelipis David berdenyut-denyut. Dia buru-buru berlari ke ruang kerja untuk membuka brankas.Dia tidak pernah mengerti mengapa Tania menaruh brankas setinggi setengah badan orang di ruang kerja.Dia pernah menanyakan hal ini pada Tania ketika para pekerja sedang memasang lemari.Tani menjawabnya sambil tersenyum, "Rahasia! Kamu akan tahu saat brankasnya penuh."Saat itu, David tidak terlalu memikirkannya. Dia beranggapan bahwa itu hanya permainan konyol gadis kecil.Namun, kini dia menatap lemari yang penuh dengan sertifikat kepemilikan properti, bernomor 1 hingga 290.Dia masih tetap bingung.Apa rahasianya adalah tiba-tiba lenyap tanpa jejak?Meninggalkan perjanjian cerai dan pemutusan kontrak.Kemudian, menghilang sepenuhnya dari dunia David.Lantas, apa itu 290?Sebelumnya, dia mencatat angka 287 di buku hariannya. Apa artinya itu?David merasakan ketidakberdayaan yang luar biasa di tengah amarahnya.Keinginannya untuk merokok tib

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 9

    Air mata David jatuh setetes di ponselnya. Dia ingin tahu apa yang telah terjadi."Apa cedera kakinya sangat parah?"Suara manajer langsung berubah marah."Keterlaluan sekali. Orang-orang itu sengaja ingin menghancurkannya. Mereka nggak menyentuh bagian tubuhnya lainnya, tapi mereka melumpuhkan kakinya. Ironis sekali!""Awalnya, masih ada harapan untuk sembuh, tapi siapa sangka, dia terlambat dilarikan ke rumah sakit. Kaki kanannya sudah nggak bisa diselamatkan lagi."Hanya kakinya yang cedera? Mereka sengaja ingin menghancurkan masa depannya?David merasakan sakit yang menusuk di hatinya. Memikirkan Agnes membayar orang untuk melakukan hal ini membuat hatinya sakit seolah-olah diremas oleh tangan yang besar. Rasa bersalah yang mendalam muncul di dalam dirinya.Namun, yang dia inginkan saat ini hanyalah menemukan Tania secepatnya!"Tania, angkat teleponnya! Angkat teleponnya!""Aku bahkan belum setuju, jadi atas dasar apa kamu menceraikanku secara sepihak?"Di ruangan yang kosong itu,

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 8

    [Aku sudah membalas kebaikanmu, tapi cinta kita nggak bisa berlanjut lagi. David, ayo kita bercerai.]Benak David mendadak kosong. Dia seolah tidak mengenali kata "cerai" itu.Dia mengambil berkas itu, membuka halaman terakhir, dan akhirnya melihat tanda tangan istrinya di sana, Tania Biantoro.Dia pun akhirnya menyadari bahwa Tania benar-benar ingin menceraikannya.Melihat kontrak pemutusan kerja di depannya, dia membanting ponselnya dengan kesal.Lalu, dia menelepon manajerku dan membentaknya, "Berani-beraninya kalian mengakhiri kontraknya tanpa sepengetahuanku?! Kalian cari mati?!"Manajer itu ketakutan dan hanya bisa menjelaskan dengan lemah, "Pak David, bukankah kamu beri tahu kami kalau luka Agnes sangat serius. Kalau nggak ada urusan yang benar-benar penting, kami nggak boleh mengganggumu, 'kan?"David membeku.Dia ingat menerima panggilan telepon ketika dokter tidak bisa menyembuhkan Agnes.Namun, dia sangat panik waktu itu. Setelah memaki orang di ujung telepon sana, dia langs

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status