Share

Bab 7

Penulis: Muriaz
"Jangan berteriak lagi! Sebentar lagi akan terasa nikmat, bahkan jauh lebih nikmat dibandingkan bersama seorang pria! Aku jamin kamu akan menikmatinya!"

Melihat sikapnya yang begitu munafik dan jahat, aku teringat akan teguran, rasa jijik, dan sikap dingin David yang berulang kali ditujukan kepadaku karena dirinya.

Air mata tiba-tiba menggenang, tetapi memberiku keberanian untuk tidak peduli dengan apa pun lagi.

Lagi pula, aku sudah mau pergi.

Kenapa aku harus membiarkan dia menindasku!

Tepat di saat celanaku nyaris ditarik ke bawah, entah dari mana kekuatan itu datang, aku mendorong pengawal itu ke samping dan bergegas menuju Agnes.

Aku membuka mulutku dan menggigit tangannya dengan keras. Agnes menjerit, lalu dengan panik mendorongku menjauh.

Namun, aku tidak berniat melepaskannya. Bau darah memenuhi hidungku, dan dalam sekejap, aku telah menggigit separuh jari Agnes.

"Apa yang kalian lakukan?!" Suara tegas David terdengar.

Ketika bergegas masuk, dia mendapati wajahku berlumuran darah dan bagian bawah tubuhku yang sebagiannya terbuka.

Dia merasa ngeri ketika menyadari bahwa Agnes telah menindasku!

Dia lalu dengan marah menendang pengawal itu hingga terpental, kemudian dengan cepat membantuku mengenakan celana. Matanya dipenuhi kecemasan.

"Tania, apa yang terjadi? Jangan takut. Aku ... bawa kamu ke rumah sakit."

Namun, Agnes tiba-tiba menjerit, memperlihatkan setengah jarinya yang berdarah kepadanya. Jeritannya melengking, nyaris menusuk telinga.

"Kak David, dia mengigit tanganku. Tanganku sudah patah!"

"Sakit sekali! Kak David, tolong selamatkan aku!"

Ekspresi David tiba-tiba berubah. Dia menoleh dan menatapku dengan terkejut, seolah terjebak dalam dilema.

Namun, hanya sesaat. Dia melontarkan sebuah kalimat kepadaku, kemudian buru-buru menggendong Agnes, "Jarinya hampir patah, dan itu lebih berbahaya, jadi harus segera ditangani. Aku akan membawanya ke rumah sakit dulu. Kamu bisa menelepon ambulans sendiri. Nanti aku akan menjemputmu."

Mendengar itu, hatiku seolah terperosok ke dalam jurang.

Ternyata dia bukannya tidak mengetahui sifat buruk Agnes. Dia hanya bersikap pilih kasih.

Mataku dipenuhi kesedihan saat menatapnya.

"David, ini yang terakhir kalinya."

David merasakan secercah ketakutan ketika melihat ekspresiku yang benar-benar dingin, seolah-olah dirinya telah melewatkan sesuatu yang penting.

Namun, saat merasakan orang yang ada di pelukannya mulai rapuh, dia tetap memilih untuk meninggalkanku tanpa ragu-ragu.

Sebelum pergi, dia menatapku dengan sungguh-sungguh, seakan membuat permintaan.

"Aku tahu kamu sudah ditindas. Kali ini, aku pasti akan memberimu penjelasan."

"Tapi ... tolong ... jangan lapor polisi."

Melihat sosoknya menghilang di kejauhan, aku tidak pergi ke rumah sakit. Aku hanya menyeret kakiku kembali ke vila.

Benar saja, begitu sampai di rumah, pelayan menyerahkan sertifikat kepemilikan properti ke-290 kepadaku.

Ini adalah hak kepemilikan atas vila ini.

Aku menguncinya di dalam brankas.

Bersama dengan buku harian, perjanjian cerai, dan kontrak pemutusan kerja, semuanya ada di atas meja.

Aku pun mengambil catatan tempel dan meninggalkan sebaris teks:

[Aku sudah membalas kebaikanmu, tapi cinta kita nggak bisa berlanjut lagi. David, ayo kita bercerai.]

Aku hanya membawa barang bawaanku, pergi ke bandara untuk check-in, lalu naik pesawat, dan terbang ke Yharnam.

David, mari kita akhiri sampai di sini.

Di saat pesawat melayang di langit, David baru kembali ke rumah dengan kondisi kelelahan.

Rumah kelihatan kosong dan sepi. Karena bingung, dia pun meneleponku.

Dia melirik catatan tempel di meja kamar tidur dan hendak mengambilnya ketika suara operator yang dingin dan mekanis terdengar.

"Maaf, nomor yang anda tuju tidak bisa dihubungi ...."

Detik berikutnya, dia melihat beberapa kata besar di catatan tempel itu.

Pupil matanya langsung menyempit!

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 13

    "Meskipun kamu nggak memberikan bunga saat mengutarakan perasaanmu, aku tetap berbaik hati dan setuju untuk menjadi pacarmu.""Sudah senang, 'kan? Jangan melompat ke sungai lagi, Haikal.""Anggap saja demi aku."Haikal tiba-tiba menatapku dengan ekspresi terkejut.Matanya mendadak memerah. Dia menggenggam tanganku dengan erat.Sebenarnya, aku tidak berencana untuk melompat ke sungai hari itu. Aku hanya tiba-tiba mendapat ide untuk berdiri di tempat yang lebih tinggi agar bisa melihat lebih jauh.Namun, aku justru bertemu dengan Haikal, yang sebenarnya berada di sana untuk melompat ke sungai.Hari itu, tatapan matanya benar-benar menunjukkan keputusasaan dan kematian.Jadi, aku memutuskan untuk pulang bersamanya. Lagi pula, menyelamatkan nyawa berpahala besar.Aku tidak tahu apa yang telah dia alami, tetapi karena dia memutuskan untuk mengutarakan perasaannya kepadaku, aku akan menjadi orang yang dia pedulikan. Dia seharusnya tidak ingin mati lagi, 'kan?Kehidupan sebagai pemilik toko b

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 12

    "Kamu benar, aku memang kotor. Aku akan menemukannya dan menebus dosa-dosaku, tapi aku harus membalaskan dendam untuknya!"Agnes merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya karena tatapan tajam pria itu yang begitu dingin.David membantingnya ke tanah dan berkata kepada pengawal di sampingnya, "Pakai lebih banyak cara siksa dia, tapi ingat, jangan sampai dia mati!"Menyadari situasi berada di luar kendali, pupil mata Agnes melebar. Dia sangat ketakutan sehingga kehilangan kendali dan mengeluarkan jeritan melengking."Kak David, ini salahku, ini salahku. Aku minta maaf padanya. Aku bisa pergi, aku bisa pergi ke luar negeri, aku nggak akan mengganggu kalian lagi. Tapi kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini. Kamu nggak bisa memperlakukanku seperti ini, David!"David melemparkan Agnes ke sekelompok preman, mengabaikan teriakan dan permohonan ampunnya, lalu mengambil berbagai foto dan video wanita itu, mengunggahnya di internet, yang seketika memicu serangkaian hujatan dan perundunga

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 11

    Buku harian itu mencatat setiap peristiwa dengan jelas, termasuk hal-hal yang David katakan kepada Agnes.David seolah-olah berada di posisi Tania, mengalami semuanya secara langsung.Tulisan itu sangat menyedihkan dan mencekik, dipenuhi dengan pikiran-pikiran melankolis.Rokok itu menyala sesekali di dalam ruangan. David tetap berada di samping tempat tidur, membaca buku hariannya sepanjang malam.Dia menghabiskan sebungkus rokok itu. Asap yang menyesakkan di ruangan itu seolah mencekiknya sampai mati.Saat fajar menyingsing, matanya tampak merah. Dia dipenuhi kesedihan, kelesuan, dan keputusasaan serta kemalangan yang tak berujung.Sekarang, dia sepertinya mampu berempati terhadap Tania.Namun, semuanya telah terlambat.Dia tidak bisa menemukan Tania lagi.Dia memang bajingan!Jelas-jelas Tania adalah korban, jelas-jelas Agnes sangat kejam dan tidak manusiawi, tetapi dia tetap berpihak pada Agnes.Dia bahkan berencana membungkam Tania, menyuruhnya untuk tidak menghubungi polisi dan m

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 10

    "Oh ya, Tuan. Nyonya bilang brankasnya sudah penuh."Pelipis David berdenyut-denyut. Dia buru-buru berlari ke ruang kerja untuk membuka brankas.Dia tidak pernah mengerti mengapa Tania menaruh brankas setinggi setengah badan orang di ruang kerja.Dia pernah menanyakan hal ini pada Tania ketika para pekerja sedang memasang lemari.Tani menjawabnya sambil tersenyum, "Rahasia! Kamu akan tahu saat brankasnya penuh."Saat itu, David tidak terlalu memikirkannya. Dia beranggapan bahwa itu hanya permainan konyol gadis kecil.Namun, kini dia menatap lemari yang penuh dengan sertifikat kepemilikan properti, bernomor 1 hingga 290.Dia masih tetap bingung.Apa rahasianya adalah tiba-tiba lenyap tanpa jejak?Meninggalkan perjanjian cerai dan pemutusan kontrak.Kemudian, menghilang sepenuhnya dari dunia David.Lantas, apa itu 290?Sebelumnya, dia mencatat angka 287 di buku hariannya. Apa artinya itu?David merasakan ketidakberdayaan yang luar biasa di tengah amarahnya.Keinginannya untuk merokok tib

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 9

    Air mata David jatuh setetes di ponselnya. Dia ingin tahu apa yang telah terjadi."Apa cedera kakinya sangat parah?"Suara manajer langsung berubah marah."Keterlaluan sekali. Orang-orang itu sengaja ingin menghancurkannya. Mereka nggak menyentuh bagian tubuhnya lainnya, tapi mereka melumpuhkan kakinya. Ironis sekali!""Awalnya, masih ada harapan untuk sembuh, tapi siapa sangka, dia terlambat dilarikan ke rumah sakit. Kaki kanannya sudah nggak bisa diselamatkan lagi."Hanya kakinya yang cedera? Mereka sengaja ingin menghancurkan masa depannya?David merasakan sakit yang menusuk di hatinya. Memikirkan Agnes membayar orang untuk melakukan hal ini membuat hatinya sakit seolah-olah diremas oleh tangan yang besar. Rasa bersalah yang mendalam muncul di dalam dirinya.Namun, yang dia inginkan saat ini hanyalah menemukan Tania secepatnya!"Tania, angkat teleponnya! Angkat teleponnya!""Aku bahkan belum setuju, jadi atas dasar apa kamu menceraikanku secara sepihak?"Di ruangan yang kosong itu,

  • Ke-290 Kalinya Kamu Menyakitiku   Bab 8

    [Aku sudah membalas kebaikanmu, tapi cinta kita nggak bisa berlanjut lagi. David, ayo kita bercerai.]Benak David mendadak kosong. Dia seolah tidak mengenali kata "cerai" itu.Dia mengambil berkas itu, membuka halaman terakhir, dan akhirnya melihat tanda tangan istrinya di sana, Tania Biantoro.Dia pun akhirnya menyadari bahwa Tania benar-benar ingin menceraikannya.Melihat kontrak pemutusan kerja di depannya, dia membanting ponselnya dengan kesal.Lalu, dia menelepon manajerku dan membentaknya, "Berani-beraninya kalian mengakhiri kontraknya tanpa sepengetahuanku?! Kalian cari mati?!"Manajer itu ketakutan dan hanya bisa menjelaskan dengan lemah, "Pak David, bukankah kamu beri tahu kami kalau luka Agnes sangat serius. Kalau nggak ada urusan yang benar-benar penting, kami nggak boleh mengganggumu, 'kan?"David membeku.Dia ingat menerima panggilan telepon ketika dokter tidak bisa menyembuhkan Agnes.Namun, dia sangat panik waktu itu. Setelah memaki orang di ujung telepon sana, dia langs

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status