Share

Pagoda Ilahi

Penulis: Cristi Rottie
last update Tanggal publikasi: 2022-02-21 19:11:18

Perbuatan Yingge di dunia manusia menyebabkan kemarahan besar alam langit.

Tindakannya yang hendak membunuh para kelompok perampok digagalkan oleh utusan alam langit.

“Kalian alam langit selalu saja mengganggu kesenanganku!”

Yingge menoleh ke arah gadis cantik dan beberapa lelaki yang berdiri di belakangnya.

“Iblis jahat! Selama ada aku di sini, tidak akan aku biarkan kau berulah lagi!”

Syuuh!

Gadis yang berdiri berbicara mulai menyerang Yingge.

Serangan itu menyadarkan Yingge akan siapa yang kali ini dihadapinya.

Dari sekian banyak utusan langit, baru kali ini ia berhadapan dengan seseorang yang kekuatannya hampir seimbang dengan pemuda tampan yang pernah ia temui.

“Baik! Ternyata alam langit masih punya peri yang lumayan dibandingkan dengan sebelumnya!”

“Peri katamu?” gadis itu tersenyum remeh, “kau pikir seorang peri bisa memiliki kekuatan sepertiku?!”

Di depan Yingge, bayangan merak muncul di atas gadis itu.

Wuussh!

Buum!

Serangan secepat kilat menuju ke arah Yingge.

Jika tidak menghindar dengan cepat, maka yang hancur bukanlah pohon yang ia tapaki melainkan dirinya sendiri.

“Cih! Kupikir alam langit mengirim utusan berbakat seperti apa, ternyata hanya seekor burung saja,” cetus Yingge menatap dengan senyuman remeh.

“Kau!” gadis itu memasang wajah geram, “buka matamu baik-baik dan lihat siapa aku!”

Gadis itu kembali menyerang Yingge, dan kali ini kekuatan serangannya meningkat dua kali lipat.

Ditambah lagi dengan adanya bantuan para pengikut sang gadis, Yingge mulai kewalahan.

Menyadari akan bahaya, ia terpaksa harus mengekspos identitasnya sendiri dengan menggunakan kekuatan sesungguhnya.

“Lalu kau mau aku memanggilmu apa? Merak adalah merak, dan merak hanya seekor burung!” pungkasnya tersenyum remeh.

“Kebetulan aku sedang lapar, dan aku ingin sekali memakan seekor burung.”

Ngiiiiingg!

Yingge merentangkan kedua tangan.

Seluruh tubuhnya mengeluarkan energi iblis berwarna merah.

Krrrrrk!

Akar bunga kematian muncul dari dalam tanah.

Dalam sekali gerakan tangan, akar bunga kematian dengan cepat merambat ke semua utusan langit dan melilit tubuh.

“Kau?! …” gadis utusan langit membulatkan matanya ke arah Yingge, “akhirnya aku menemukanmu putri iblis, Yingge?” lanjutnya tersenyum licik.

Yingge tersenyum kecil berjalan mendekati gadis itu.

Tatapannya menjadi dingin, “kalian alam langit telah banyak membunuh iblis dan siluman yang tidak bersalah.”

“Cih! Iblis dan siluman seperti kalian yang sudah banyak berbuat kejahatan memang pantas untuk dibunuh!” sela sang gadis menatap geram.

“Tapi tidak semua dari mereka jahat!” bentak Yingge menatap geram.

Gadis utusan langit tersenyum memperhatikan ekspresi Yingge.

“Ternyata iblis sepertimu memiliki orang yang ingin kau lindungi? Sayang sekali, kau terlambat! Dia sudah meninggal!”

Mendengar perkataan gadis itu, amarah Yingge meledak.

Krrrrk!

Akar bunga kematian mencengkeram kuat.

Satu persatu utusan langit yang berdiri di sisi gadis itu meninggal dengan tragis oleh lilitan akar bunga kematian.

Kini tersisa gadis itu sendiri.

“Sayang sekali mereka harus meninggal karena ulahmu, burung merak!”

Ledekkan Yingge lagi-lagi membuat gadis cantik itu semakin kesal.

“Baik! Sebenarnya aku hanya ingin menangkapmu dan membawamu ke alam langit, tapi sekarang kau benar-benar telah melewati batasanku!” ucap gadis itu menatap geram.

Krrrrrk!

Braaakh!

Yingge terperangah!

Lilitan akar di tubuh sang gadis hancur.

Kali ini serangan Yingge sama sekali tidak berpengaruh lagi bagi sang gadis.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, tubuh Yingge bereaksi aneh saat sang gadis mengeluarkan sebuah benda berbentuk pagoda kecil berwarna emas.

Ia mencoba menghindar, tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Bahkan energi di dalam tubuhnya perlahan berkurang.

“Jangan berpikir kau bisa lolos putri iblis!”

“Iblis sehebat apapun tidak akan lolos dibawa tekanan pagoda ilahi. Selamanya kau tidak akan pernah keluar lagi!”

Yingge melemah. Energi iblis di dalam tubuhnya berkurang cepat.

Namun ia tidak menyerah. Kembali ia menggunakan energi terakhir untuk melawan.

Sayangnya energi terakhir yang digunakan untuk melawan berakhir sia-sia.

Deg!

Seolah ada sesuatu yang meledak di dalam dadanya.

Bruukh!

Ia tertekuk lutut ke tanah.

“Uhuk!”

Bahkan terbatuk mengeluarkan darah segar.

Pola kecil berwarna merah di dahinya muncul sekilas lalu menghilang dalam sekejab.

“Aaaarrgh!”

Tak tahan dengan rasa sakit itu ia menjerit.

Ngiiing!

Pagoda kecil yang melayang di udara berputar cepat.

Energi Yingge perlahan mulai tertarik masuk ke dalam pagoda.

Tubuhnya merasakkan kesakitan yang luar biasa. Seperti ada ribuan panah es menusuk jantung, bahkan mematahkan tulang-tulangnya.

Buuuum!

Ledakkan energi terpancar dari dalam pagoda hingga membuat gadis itu terlempar.

“Apa yang terjadi?” gadis itu menatap heran ke arah Yingge sambil menekan dada dengan telapak tangannya.

Mendengar hal itu, Yingge tersenyum kecil, berupaya berdiri seolah tidak terjadi apa-apa terhadapnya.

“Kau terlalu meremehkanku, burung merak! Kau pikir pagoda jelekmu itu bisa mengurungku?”

Tak terima akan kegagalan, gadis itu kembali mengaktifkan energi di dalam pagoda ilahi. Namun upayanya sia-sia, pagoda tidak merespon.

“Iblis sepertimu bisa-bisanya merusak pagoda ilahiku?!”

Wush!

Yingge diserang lagi. Namun dengan sisa kekuatannya, ia berhasil menghindar.

“Ternyata kemampuanmu hanya seperti ini?” ucapnya tertawa kecil, “mau menangkapku hanya dengan kemampuanmu? Bermimpi saja kau!”

Sekali lagi Yingge menyerang. Ia berhasil memukul sang gadis hingga terenyak ke belakang.

“Cih! Ini belum berakhir, putri iblis!” gadis utusan berupaya menopang tubuhnya untuk berdiri kembali.

“Kau tunggu saja!”

Pikir Yingge akan ada pertarungan lanjutan, tapi ternyata gadis utusan memilih pergi meninggalkannya.

Uhuk!

Darah segar keluar dari mulutnya. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ritual Pernikahan Dan Gerbang Suci Siluman

    “Apa yang kau lakukan!?”“Turunkan aku!” bentak Yingge ketika tubuhnya perlahan mengudara.Ngiiiing!“Ayah! Tolong aku!” teriak Yingge mencoba menoleh ke belakang.Sayang sekali ayahnya tidak melakukan tindakan apapun.Sosok misterius mengulurkan tangannya, energi iblis dengan cepat menuju ke arah Yingge—perlahan memasuki tubuh.Krrk!DEG!Jantung Yingge seolah meledak usai diterobos oleh energi yang sangat kuat.“Arrrkkkh!”Anehnya meski terasa sangat menyakitkan, tapi energi yang baru masuk itu justru diterima oleh tubuh Yingge.Buuum!Ledakkan energi menghentikan ritual sosok misterius.Tubuh Yingge memancarkan energi iblis berlipat ganda dari sebelumnya.Bayangan besar bunga kematian berwarna merah muncul di belakang tubuhnya.Tatapan Yingge menjadi dingin dan tajam.Tap!Ia mendaratkan kakinya ke tanah.Entah apa maksud dari sosok misterius, tapi kenyataannya Yingge merasa seperti ada terobosan baru di dalam tubuhnya.Hatinya dipenuhi dengan keinginan untuk membunuh.Wuuush!Ia m

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Sosok Bayangan Hitam

    Para penjaga menyerbu masuk ke dalam ruangan.Kali ini Yingge tak bisa berbuat apa-apa selain bertarung melawan mereka.Namun di saat Yingge hendak memaksa menggunakan kekuatan, lelaki yang berdiri di depannya mengibaskan lengan dan bergerak cepat berdiri membelakanginya.“Siapa yang memberikan kalian keberanian masuk kemari!?” seru sang lelaki.“Ma-maaf, Tuan. Kami sedang mengejar seorang penyusup yang berlari ke arah sini. Apa Tuan melihatnya?”Lelaki itu tersenyum kecil melirik ke arah Yingge.Bingung dengan situasi apa yang kini ia hadapi, Yingge diam dalam kewaspadaan.“Penyusup? … apa kalian pikir tempat ini mudah untuk diterobos?”“Pergi!” lanjutnya dengan tatapan dingin.Usai para penjaga itu pergi, Yingge baru bisa menurunkan kewaspadaannya, tapi tidak dengan lelaki yang membantu menyembunyikan keberadaannya.“Kenapa?” tanya Yingge.“Nona, bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?”“Tidak sebelum kau mengatakan apa alasanmu membantuku!”Lelaki itu tertawa kecil, “alasann

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Alam Roh Dan Gadis Misterius Di Dalam Peti Es

    Tubuh Yingge terenyak kuat ke sisi lainnya, jatuh ke dalam rangkulan sosok misterius.Ia terpaku melihat wajah asli sosok misterius.“Kau baik-baik saja… Yingge?”Lamunannya terbuyar usai mendengar lelaki itu memanggil namanya.“Kau mengenalku? Siapa kau?”Pertanyaan Yingge diabaikan dengan sunggingan senyum hangat.Sreet!Traang!Yingge terdiam heran menoleh ke arah lelaki itu. Hanya dalam sekali serangan benang emas yang menghubungkannya dengan Long Zhen dengan mudahnya diputuskan begitu saja dalam sekali serangan.Meski telah diputuskan, tapi benang emas yang melilit justru kembali melingkari pergelangan layaknya sebuah gelang.“Yingge, ayo kita pergi!”Lagi Yingge menatap lelaki misterius sambil mengangguk.Sebelum menghilang, sekilas ia melihat bayangan Long Zhen terdiam memperhatikannya dan tak melakukan tindakan apapun.Tak lama berteleportasi akhirnya Yingge dan lelaki misterius itu muncul di suatu tempat.Lautan rumput hijau tempatnya berpijak.Semilir angin menyapu lembut di

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lelaki Misterius

    Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Hancurnya Pohon Roh

    “Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pohon Roh

    Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status