Share

Pemuda Misterius

Author: Cristi Rottie
last update Last Updated: 2022-03-05 04:15:04

Setelah pertarungan dengan gadis utusan langit Yingge terluka berat. Ia bahkan tak punya kemampuan untuk kembali ke alam iblis.

Terkatung-katung ia berjalan ke kedalaman hutan mencari tempat persembunyian.

Sayangnya ia terlalu lemah untuk berjalan.

Pandangan matanya menjadi kabur dan perlahan menggelap.

Bruuukh!

Pada akhirnya tubuh Yingge terbaring tak sadarkan diri di tengah hutan.

Begitu membuka mata ia menyadari telah berada di tempat yang asing.

“Di mana aku?”

“Nona, kau sudah bangun?”

Suara seorang lelaki menarik perhatiannya.

Pemuda tampan berpenampilan lusuh masuk ke dalam ruangan sambil membawa semangkuk ramuan.

Mata Yingge melotot.

Pemuda itu dengan santainya duduk di sisi Yingge dan menyodorkan mangkuk ramuan ke arahnya.

Yingge dengan cepat mengambil mangkuk itu.

Praang!

Ia memecahkannya dan menggunakan pecahan yang tajam ke leher sang pemuda.

“No-nona.”

Pemuda itu tak bergerak dan memasang wajah ketakutan, “no-nona, jangan salah paham, aku bukan orang jahat.”

Yingge terdiam memperhatikan pemuda itu.

“Aku menemukanmu tak sadarkan diri dan terluka di tengah hutan,” lanjut sang pemuda menjelaskan.

Meski semua penjelasan itu masuk akal, tapi Yingge masih berwaspada.

Saat ini energinya belum pulih, menodongkan pecahan mangkuk ke arah pemuda itu adalah satu-satunya cara.

Namun semakin lama memperhatikan, Yingge menemukan ke anehan terhadap pemuda itu.

Meski wajah sang pemuda sangat mirip dengan pemuda utusan langit yang pernah ia temui, tapi tidak ada aura makhluk abadi langit ataupun energi alam langit di tubuhnya.

Sreek!

Pemuda tampan memajukan lehernya sendiri, membuat luka goresan di kulitnya.

Yingge terperangah.

Meski pemuda meringis kesakitan, tetapi ia masih saja melanjutkan tindakannya.

Melihat respon itu, Yingge menarik tangannya.

Ia masih terdiam menatap pemuda.

“Nona, jika aku orang jahat, aku pasti telah membiarkanmu di tengah hutan. Percayalah padaku!” ucap sang pemuda segera berdiri.

Yingge sekali lagi memperhatikan penampilan sang pemuda dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.

Ia masih tidak percaya ada orang yang wajahnya sangat mirip.

Namun pada akhirnya ia menurunkan kewaspadaan setelah memperhatikan lebih detail lagi pemuda yang berdiri di depannya.

Yingge kembali menekan bagian yang terluka di tubuhnya, namun ia malah menemukan sesuatu yang lain pada penampilannya.

Pakaiannya telah berubah.

Bahkan lukanya telah dibalut.

“No-nona, maaf aku terpaksa harus melakukannya karena tidak ada orang lain yang bisa membantuku,” sosor sang pemuda saat melihat ekspresi Yingge.

“Jangan khawatir, aku melakukannya dengan mata tertutup—”

“Sudahlah!” sela Yingge kesal, “jika kau menutup mata bagaimana caramu membalut luka dan mengganti pakaianku?”

Wajah sang lelaki terlihat tak terima, “no-nona, aku berkata jujur.”

Pemuda itu melanjutkan dengan mengangkat tangannya dan membentuk dua jari, “jika aku berbohong aku pasti akan disambar petir!”

“Jika Nona masih tidak terima aku akan bertanggung jawab!” lanjut pemuda itu dengan wajah gugup.

Yingge terdiam memperhatikan wajah sang pemuda. Ia bahkan hampir tertawa mendengar perkataan itu.

“Oh? Jadi, Tuan penolong mau bertanggung jawab padaku seperti apa?” tanya Yingge memasang wajah menggoda.

“Nona jangan khawatir, a-aku akan merawat Nona dan menjaga Nona seumur hidupku!” ucapnya tegas.

Usai berucap pemuda itu memasang wajah gugup menatap ke arah Yingge.

Deg!

Namun anehnya jantung Yingge berdetak cepat.

“Apa kau bodoh? Kau mau menjagaku seumur hidup? Memangnya berapa lama kau bisa hidup?”

Yingge membuang pandangannya sambil tersenyum remeh.

Kehidupan manusia dan iblis jauh berbeda. Bagi manusia kehidupan terlama mereka mungkin tidak sampai mencapai seratus tahun, tapi bagi iblis seratus tahun bagaikan seratus hari.

“Aku tahu, bagi iblis seratus kehidupan tidaklah Berarti, tapi….”

Mata Yingge melotot saat menyadari ternyata pemuda itu mengetahui identitasnya.

“Bagi manusia sepertiku yang mungkin tidak akan bisa mencapai seratus tahun, aku akan menepati janjiku pada Nona. Aku akan menemani dan menjaga Nona seumur hidupku!”

“Jika kau tahu aku iblis, apa kau tidak takut aku akan membunuhmu saat sadar?”

Sang pemuda terlihat menyembunyikan ketakutan di wajahnya, tapi ia tetap berusaha tenang bahkan mengucapkan perkataan yang membuat Yingge terdiam.

“Manusia, iblis, siluman, setan, ataupun abadi langit, semuanya sama. Ada yang jahat ada yang baik.”

“Aku percaya Nona adalah iblis yang baik!”

Perkataan itu terngiang-ngiang di telinga Yingge bahkan ketika sang pemuda telah keluar dari ruangan.

“Jika semua makhluk di dunia berpikiran sepertimu, mungkin semua alam akan tenang. Dan mungkin saja Linlin….” Yingge menghentikan perkataannya.

Memikirkan sahabatnya kembali membangkitkan amarah Yingge.

Kali ini ia harus memikirkan rencana agar bisa menemukan Yingge dengan cepat.

Wangi yang entah berasal dari mana membuyarkan pikiran.

Ia keluar dari kamar mencari asal aroma yang membuat perutnya bergemuruh.

Dari kejauhan terlihat sang pemuda sibuk mengerjakan sesuatu di depan tungku perapian.

Penasaran akan hal itu, Yingge menghampirinya.

“Tuan penolong, apa yang kau buat?”

Pemuda itu terkejut dengan kehadiran Yingge. Ia menyuruh Yingge duduk dan menyajikan satu persatu hidangan di atas meja.

“Kau menyajikan semua ini untukku?” tanya Yingge menelan salivanya.

“Kau pasti sangat lapar setelah tiga hari tak sadarkan diri. Aku membuatkannya untukmu.”

Yingge membuang pandangan dari hidangan yang telah membuatnya tergiur.

“Nona tidak menyukainya?”

“Benar! Kau tidak tahu apa yang menjadi makanan para iblis?”

Pemuda itu terdiam dengan wajah kaku.

Melihat ekspresi sang pemuda Yingge mengulurkan tangan ke arah sang pemuda. Ia menjalankan telunjuk ke leher pemuda lalu perlahan turun ke bawah.

Berhenti tepat di dada sang pemuda.

“Kami para iblis sangat menyukai jantung manusia,” lanjut Yingge dengan nada datar.

“Jika bisa menghilangkan rasa lapar Nona, maka aku bersedia memberikannya, tapi Nona harus meminum obatmu dulu!”

Yingge terpaku!

Ia tak percaya ada manusia sebaik ini hingga sangat bodoh!

“Tidak perlu! Jantungmu saja bisa menyembuhkan semua lukaku,” lagi Yingge berucap pelan.

Sang pemuda memejamkan matanya, “kalau begitu, lakukan saja, Nona. Tolong lakukan dengan cepat.”

Yingge menatap tajam!

Ia menekan kuat telunjuknya ke dada sang pemuda.

Tsk!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ramuan Penyegel Kekuatan

    Yingge membuang pandangan. Ia mengacuhkan Lizheng, berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.“Lizheng bodoh! Kalau kau mau kembali, silahkan. Lagipula kau sudah terlibat denganku, jadi mereka tak akan melepaskanmu juga.”Kiik! Braakh!Beriring dengan bunyi pintu kamar tertutup, bayangan Lizheng menghilang dari ruang kamar.Pikir Yingge, Lizheng terlalu kesal dan meninggalkannya, tapi tak lama kemudian lelaki itu kembali masuk ke dalam kamar.Dengan wajah kesal ia meletakkan semangkuk ramuan di atas meja yang berada di dekat tempat tidur.“Ulurkan tanganmu!” ucap Lizheng bernada kesal.Yingge mematuhi perintahnya sambil tersenyum kecil.Ia duduk dan mengulurkan tangan ke arah Lizheng.Meski masih terlihat kesal, tapi lelaki itu tetap saja memperhatikan kesehatannya.“Cepat minum obatnya sebelum dingin!”Perintah itu dituruti Yingge. Ia meneguk habis ramuan yang diberikan Lizheng.Setelah melihat Yingge menghabiskan ramuan, Lizheng berdiri sedikit menjauhinya.Tatapan ane

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lizheng

    Kuku tajam Yingge menusuk kuat, membuat tubuh sang pemuda terluka dan mengeluarkan sedikit darah segar.Sedikitpun tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu, melainkan hanya kernyitan di kedua alisnya.“Apa sakit?” tanya Yingge tersenyum kejam.“Tidak sakit!”“Nona, lakukan saja. Jangan pedulikan aku!” lanjut pemuda itu tersenyum.Yingge semakin kesal. Tapi kali ini rasa kesal itu tidak berarti membenci sang pemuda, melainkan membenci dirinya yang entah mengapa tak bisa meneruskan tindakannya itu.“Cih!” Yingge menarik kembali tangannya dari tubuh sang pemuda.“Lupakan. Kali ini aku tidak punya selera memakan jantungmu.”Sang pemuda kembali membuka matanya sembari menahan dada yang terluka.“Masih saja berlagak kuat. Bukankah tadi kau bilang tidak sakit?”“Nona, meski kau iblis, tapi aku tahu kau iblis yang baik. Jika aku mengatakan sakit, kau pasti tak tega untuk membunuhku.”Perasaan aneh semakin membuatnya bingung. Ia pun mengulurkan telapak tangan ke depan dada sang pemuda.

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pemuda Misterius

    Setelah pertarungan dengan gadis utusan langit Yingge terluka berat. Ia bahkan tak punya kemampuan untuk kembali ke alam iblis.Terkatung-katung ia berjalan ke kedalaman hutan mencari tempat persembunyian.Sayangnya ia terlalu lemah untuk berjalan.Pandangan matanya menjadi kabur dan perlahan menggelap.Bruuukh!Pada akhirnya tubuh Yingge terbaring tak sadarkan diri di tengah hutan.Begitu membuka mata ia menyadari telah berada di tempat yang asing.“Di mana aku?”“Nona, kau sudah bangun?”Suara seorang lelaki menarik perhatiannya.Pemuda tampan berpenampilan lusuh masuk ke dalam ruangan sambil membawa semangkuk ramuan.Mata Yingge melotot.Pemuda itu dengan santainya duduk di sisi Yingge dan menyodorkan mangkuk ramuan ke arahnya.Yingge dengan cepat mengambil mangkuk itu.Praang!Ia memecahkannya dan menggunakan pecahan yang tajam ke leher sang pemuda.“No-nona.”Pemuda itu tak bergerak dan memasang wajah ketakutan, “no-nona, jangan salah paham, aku bukan orang jahat.”Yingge terdiam

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pagoda Ilahi

    Perbuatan Yingge di dunia manusia menyebabkan kemarahan besar alam langit.Tindakannya yang hendak membunuh para kelompok perampok digagalkan oleh utusan alam langit.“Kalian alam langit selalu saja mengganggu kesenanganku!”Yingge menoleh ke arah gadis cantik dan beberapa lelaki yang berdiri di belakangnya.“Iblis jahat! Selama ada aku di sini, tidak akan aku biarkan kau berulah lagi!”Syuuh!Gadis yang berdiri berbicara mulai menyerang Yingge.Serangan itu menyadarkan Yingge akan siapa yang kali ini dihadapinya.Dari sekian banyak utusan langit, baru kali ini ia berhadapan dengan seseorang yang kekuatannya hampir seimbang dengan pemuda tampan yang pernah ia temui.“Baik! Ternyata alam langit masih punya peri yang lumayan dibandingkan dengan sebelumnya!”“Peri katamu?” gadis itu tersenyum remeh, “kau pikir seorang peri bisa memiliki kekuatan sepertiku?!”Di depan Yingge, bayangan merak muncul di atas gadis itu.Wuussh!Buum!Serangan secepat kilat menuju ke arah Yingge.Jika tidak me

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Dijual dan Bertemu Sahabat

    Tanpa bertanya Yingge dibawa oleh kedua gadis cantik ke lantai dua.Begitu masuk ke kamar, ia ditinggalkan di sana dalam keadaan pintu dikunci dari luar.Sambil mencari sesuatu Yingge melangkah lebih dalam, namun tak lama ia mulai merasakan sesuatu hal aneh terhadap tubuhnya.Pandangan mulai bergoyang, kepala terasa berat.Ia teringat dengan cerita sahabatnya tentang kelicikkan manusia yang menggunakan ramuan untuk menaklukkan wanita.“Beraninya mereka!”Yingge kesal! Upayanya untuk menghilangkan efek obat tak berhasil sebab kekuatannya telah disegel.Bruukh!Tubuh Yingge terjatuh ke lantai.Begitu tersadar, pemandangan di sekitar membuat matanya terbelalak.Puluhan lelaki duduk di kejauhan mengitari tempat ia berada.Cahaya terang terarah kepadanya.Ia semakin bingung saat melihat lima gadis cantik di dalam kurungan besi yang berada tak jauh darinya.Teng!Bunyi lonceng mengalihkan perhatian Yingge.Wanita cantik muncul ke tengah-tengah ruangan dan mengumumkan bahwa acara mereka tela

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

    Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap iblis dan siluman yang mengacau di dunia manusia akan ditangkap dan di bawa ke langit untuk dihancurkan.“Tolooong!” teriak seorang gadis berpakaian pengantin dengan cadar merah menutupi setengah wajahnya.Ia berlari cepat diikuti oleh sekelompok lelaki berwajah aneh.Sayangnya seberapa cepat gadis itu berlari, pada akhirnya ia tetap saja tertangkap.“Tolooong! Siapa saja tolong aku!” lagi teriak gadis itu dengan sekuat tenaga, berupaya merontah.Wuusshh!Bukh! Bukh!Para lelaki yang mengelilingi sang gadis terlempar.Kedua peri muncul dan menyerang semua lelaki berwajah aneh.“Tangkap mereka!” seru salah seorang peri langit.Kelompok lelaki berwajah aneh kesal akan kedatangan kedua peri yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status