เข้าสู่ระบบTanpa bertanya Yingge dibawa oleh kedua gadis cantik ke lantai dua.
Begitu masuk ke kamar, ia ditinggalkan di sana dalam keadaan pintu dikunci dari luar.
Sambil mencari sesuatu Yingge melangkah lebih dalam, namun tak lama ia mulai merasakan sesuatu hal aneh terhadap tubuhnya.
Pandangan mulai bergoyang, kepala terasa berat.
Ia teringat dengan cerita sahabatnya tentang kelicikkan manusia yang menggunakan ramuan untuk menaklukkan wanita.
“Beraninya mereka!”
Yingge kesal! Upayanya untuk menghilangkan efek obat tak berhasil sebab kekuatannya telah disegel.
Bruukh!
Tubuh Yingge terjatuh ke lantai.
Begitu tersadar, pemandangan di sekitar membuat matanya terbelalak.
Puluhan lelaki duduk di kejauhan mengitari tempat ia berada.
Cahaya terang terarah kepadanya.
Ia semakin bingung saat melihat lima gadis cantik di dalam kurungan besi yang berada tak jauh darinya.
Teng!
Bunyi lonceng mengalihkan perhatian Yingge.
Wanita cantik muncul ke tengah-tengah ruangan dan mengumumkan bahwa acara mereka telah dimulai.
Merasa kesal ia mencoba melepaskan kurungan besi. Namun tak menyangka jemari tangannya terluka.
“Kau! Beraninya kau mengurungku!” teriak Yingge lantang.
Jika bukan karena ia menyegel sendiri kekuatannya, kurungan besi seperti ini sangat mudah untuk ia hancurkan.
Ketidakberdayaan ini membuat Yingge semakin geram menatap ke arah wanita yang membuka acara.
Perkataan Yingge diacuhkan, wanita cantik melanjutkan acara itu.
Dengan membuka harga, para lelaki yang menonton mulai saling beradu.
“Kak Yingge?”
Mendengar seseorang memanggil namanya, ia segera menoleh ke asal suara.
Mata Yingge berbinar.
“Linlin?”
Yingge tersenyum, ia akhirnya bisa menemukan sahabat yang dicari.
Namun kebahagiaan itu hanya sekilas, saat mendengar sahabatnya telah terjual dan dibawa oleh seorang lelaki.
“Kalian mau bawa ke mana dia?!”
“Berhenti! Kubilang berhenti!” teriak Yingge menggedor-gedorkan kurungan besi sekuat tenaga tak peduli dengan luka yang ia dapat.
Tindakan Yingge akhirnya terhenti saat bayangan sahabatnya menghilang dibalik lorong.
Ia kembali tenang, tapi sorot mata tajam tertuju ke arah wanita cantik.
Kali ini giliran Yingge yang ditawarkan kepada para lelaki.
Mereka berlomba-lomba menawar dengan harga tinggi.
Di menit terakhir saat penawaran diputuskan, suara seorang lelaki menyela.
Ruangan menjadi hening.
Lelaki misterius di kejauhan menawarkan harga sepuluh kali lipat dari tawaran sebelumnya.
Namun yang aneh, lelaki itu tidak menampakkan wajah dan hanya mengirim pengawalnya untuk membawa pergi Yingge.
“Nona, kau boleh pergi!”
Yingge terdiam.
Awalnya ia telah berencana setelah berhasil keluar dari dalam sana hendak membunuh lelaki tersebut.
“Tuanku melihat kau adalah gadis yang baik, jadi ia sengaja membantumu.”
“Gadis baik?” Yingge tersenyum remeh, “baik. Kalau begitu, apa Tuan bisa membantuku sekali lagi?” tanya Yingge dengan lembut.
“Gadis yang dijual di awal itu adalah sahabatku, apa Tuan tahu di mana lelaki itu membawanya?”
Sayangnya lelaki itu pergi tanpa meninggalkan jawaban.
Yingge hanya bisa meredam amarahnya, menunggu segel kekuatan menghilang.
Beberapa jam kemudian, Yingge kembali masuk ke dalam rumah bordil.
Ia berhasil menemukan wanita pemilik bordil yang pada saat itu sedang berbincang dengan wanita cantik yang menjual Linlin.
“Katakan, di mana mereka membawa Linlin?”
“Nona, kau lagi? Bukankah kau sudah bebas—”
Krrrk!
Sebuah akar melilit leher kedua wanita itu hingga tubuh mereka terangkat.
“Aku tanya di mana lelaki itu membawa sahabatku?!” lagi Yingge berucap.
Akar yang melilit di leher semakin kuat.
“Nona, aku tidak tahu—”
Tatapan tajam Yingge menambah kuat lilitan akar.
Setelah diancam akhirnya wanita itu memberitahukan keberadaan linlin.
Namun kegeraman di hati Yingge belum redam, ia tetap menghabisi kedua wanita itu dan melanjutkan perjalanan menuju ke alamat yang diberitahukan kedua wanita cantik.
Begitu masuk ke dalam kediaman, para pengawal di sana menghadangnya. Namun satu persatu dihabisinya dengan mudah.
“Kau!” serunya ke arah lelaki yang membawa Linlin, “aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi. Kembalikan gadis yang kau bawa tadi!”
“No-nona, kau juga sudah mencarinya di seluruh kediaman, gadis itu tidak ada di sini.”
Merasa dipermainkan, Yingge geram, semua orang yang berada di dalam kediaman di bunuhnya secara brutal, hingga tersisa orang terakhir yang membawa linlin di depannya.
“Aku salah, Nona siluman, ampuni nyawaku!” seru lelaki dengan ekspresi ketakutan.
“Siluman?” Yingge tersenyum menakutkan, “lihat baik-baik siapa yang berdiri di depanmu!”
Seluruh tubuh Yingge mengeluarkan energi berwarna merah.
Sekian banyak bunga kematian tumbuh memenuhi kediaman.
“Ka-kau? Putri iblis!” mata sang lelaki membulat besar.
Ketakutan terbesar terpancar di wajah lelaki itu, ia dengan cepat segera memberitahukan keberadaan linlin.
Namun setelah mendengarnya Yingge justru semakin geram!
Akar bunga kematian membungkus seluruh tubuh lelaki itu dan menenggelamkannya ke dalam tanah.
Setelah mengetahui keberadaan linlin, Yingge semakin berulah di alam manusia. Ia membunuh setiap lelaki yang mendekat dan menggodanya, baik tua atau muda.
Hanya dalam dua hari masalah yang ia buat di alam manusia membangkitkan murka kaisar langit.
Perbincangan di istana langit semakin menegang saat mengetahui raja iblis memiliki seorang putri.
“Putri raja iblis? Sejak kapan raja iblis memiliki seorang putri?”
Para makhluk abadi di istana langit mulai menyusun rencana untuk menyerang alam iblis secara terang-terangan. Namun hal itu tidak disetujui kaisar langit, sebab jika peperangan dimulai maka alam manusia dan alam lainnya akan terkena dampak.
“Ayah, serahkan masalah ini padaku!” ucap lelaki muda memasuki aula istana langit.
Lelaki berpakaian putih dengan corak naga emas menjura di depan kaisar yang duduk di singgasana.
“Long Zhen, kau telah kehilangan sisik nagamu, dan sebentar lagi kau akan melewati ujian langit … tidak boleh!”
“Tanpa sisik naga, apa Ayah meragukan kemampuanku?”
Suasana menjadi hening.
Para abadi mulai mengungkit kejadian ribuan tahun lalu yang mengakibatkan peperangan antara alam iblis dan alam langit.
“Long Zhen, Ayah tidak meremehkan kemampuanmu, tapi kau adalah putra mahkota, terlebih alam langit masih banyak peri, dan makhluk abadi yang berbakat. Tidak perlu merepotkanmu.”
“Lagipula, Ayah sudah menemukan kandidat yang cocok untuk masalah ini. Kau juga pasti akan tenang.”
Long Zhen terdiam.
Di saat bersamaan masuklah gadis cantik ke aula istana.
“Kakak Zhen!”
Gadis berparas ayu yang memakai riasan mewah mendekati Long Zhen.
“Kaisar telah menyerahkan masalah putri iblis untuk aku tangani, kau tentu tidak meremehkan kemampuanku, bukan?”
Long Zhen mengabaikan tatapan gadis itu, ia segera memalingkan wajah melihat ke arah kaisar.
“Kaisar langit, sebagai calon istri Kak Long Zhen, sudah tugasku untuk meringankan masalah ini—”
“Ayah!” sela Long Zhen memotong pembicaraan gadis itu, “karena ini adalah keputusan Ayah, aku terima. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan masalah pribadiku!”
Long Zhen segera pergi meninggalkan aula istana dengan wajah datar.
“Apa yang kau lakukan!?”“Turunkan aku!” bentak Yingge ketika tubuhnya perlahan mengudara.Ngiiiing!“Ayah! Tolong aku!” teriak Yingge mencoba menoleh ke belakang.Sayang sekali ayahnya tidak melakukan tindakan apapun.Sosok misterius mengulurkan tangannya, energi iblis dengan cepat menuju ke arah Yingge—perlahan memasuki tubuh.Krrk!DEG!Jantung Yingge seolah meledak usai diterobos oleh energi yang sangat kuat.“Arrrkkkh!”Anehnya meski terasa sangat menyakitkan, tapi energi yang baru masuk itu justru diterima oleh tubuh Yingge.Buuum!Ledakkan energi menghentikan ritual sosok misterius.Tubuh Yingge memancarkan energi iblis berlipat ganda dari sebelumnya.Bayangan besar bunga kematian berwarna merah muncul di belakang tubuhnya.Tatapan Yingge menjadi dingin dan tajam.Tap!Ia mendaratkan kakinya ke tanah.Entah apa maksud dari sosok misterius, tapi kenyataannya Yingge merasa seperti ada terobosan baru di dalam tubuhnya.Hatinya dipenuhi dengan keinginan untuk membunuh.Wuuush!Ia m
Para penjaga menyerbu masuk ke dalam ruangan.Kali ini Yingge tak bisa berbuat apa-apa selain bertarung melawan mereka.Namun di saat Yingge hendak memaksa menggunakan kekuatan, lelaki yang berdiri di depannya mengibaskan lengan dan bergerak cepat berdiri membelakanginya.“Siapa yang memberikan kalian keberanian masuk kemari!?” seru sang lelaki.“Ma-maaf, Tuan. Kami sedang mengejar seorang penyusup yang berlari ke arah sini. Apa Tuan melihatnya?”Lelaki itu tersenyum kecil melirik ke arah Yingge.Bingung dengan situasi apa yang kini ia hadapi, Yingge diam dalam kewaspadaan.“Penyusup? … apa kalian pikir tempat ini mudah untuk diterobos?”“Pergi!” lanjutnya dengan tatapan dingin.Usai para penjaga itu pergi, Yingge baru bisa menurunkan kewaspadaannya, tapi tidak dengan lelaki yang membantu menyembunyikan keberadaannya.“Kenapa?” tanya Yingge.“Nona, bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?”“Tidak sebelum kau mengatakan apa alasanmu membantuku!”Lelaki itu tertawa kecil, “alasann
Tubuh Yingge terenyak kuat ke sisi lainnya, jatuh ke dalam rangkulan sosok misterius.Ia terpaku melihat wajah asli sosok misterius.“Kau baik-baik saja… Yingge?”Lamunannya terbuyar usai mendengar lelaki itu memanggil namanya.“Kau mengenalku? Siapa kau?”Pertanyaan Yingge diabaikan dengan sunggingan senyum hangat.Sreet!Traang!Yingge terdiam heran menoleh ke arah lelaki itu. Hanya dalam sekali serangan benang emas yang menghubungkannya dengan Long Zhen dengan mudahnya diputuskan begitu saja dalam sekali serangan.Meski telah diputuskan, tapi benang emas yang melilit justru kembali melingkari pergelangan layaknya sebuah gelang.“Yingge, ayo kita pergi!”Lagi Yingge menatap lelaki misterius sambil mengangguk.Sebelum menghilang, sekilas ia melihat bayangan Long Zhen terdiam memperhatikannya dan tak melakukan tindakan apapun.Tak lama berteleportasi akhirnya Yingge dan lelaki misterius itu muncul di suatu tempat.Lautan rumput hijau tempatnya berpijak.Semilir angin menyapu lembut di
Yingge segera menghadang di depan harimau putih.“Baihu, kau kenapa? Bukankah sudah aku katakan tidak boleh menakuti manusia?”Sayangnya harimau putih semakin kehilangan kendali, menghancurkan kereta dagangan di samping dengan menabrakkan kepala.“Siluman jahat! Beraninya kau mengacau?!”Para utusan langit bermunculan dari berbagai arah.Hingga salah satu dari mereka yang ternyata adalah pedagang kalung menunjukkan wujud aslinya yang ternyata adalah salah satu utusan langit.Paham akan sesuatu Yingge segera berlari mendekati harimau putih yang masih menabrak-nabrak ke arah sembarangan.“Maaf, Baihu. Ini salahku,” ucapnya sambil memegang kalung lonceng, “tenanglah Baihu, aku akan melepaskan benda menjijikkan ini dari lehermu!”Sayang sekali upaya Yingge berakhir sia-sia. Kalung itu tidak bisa dilepaskan sama sekali.“Dasar licik! Cepat lepaskan benda menjijikkan ini!”“Kau pikir rantai pengikat siluman bisa dilepaskan semudah itu?! Pada dasarnya siluman tetaplah siluman, hanya jika ia
“Long Zhen, hentikan!” teriak Yingge menoleh.“Sudah terlambat! Kalian pergilah dari sini! Kami tidak menerima kehadiran kalian!” ucap gadis setengah manusia.Pohon besar yang menjulang tinggi perlahan mengering beriring satu persatu makhluk kembali ke wujud semula. Bahkan kini mereka telah menjadi berbagai jenis hewan.Yingge yang hendak mendekati beberapa hewan di depannya mendadak menghentikan langkah, sebab semua hewan berlari dan menghilang dari pandangan.Ia kembali terbayang bagaimana gadis setengah hewan itu dan semua makhluk memperlakukannya selama berada di wilayah ini.“Kenapa?”“Kenapa semua yang memperlakukanku dengan baik harus direbut oleh makhluk alam langit sepertimu!?” ucapnya dengan nada dingin menatap tajam ke arah Long Zhen.Kegeraman Yingge meledak.Ngiiiiingg!Energi iblis di dalam tubuhnya kini telah kembali.Wuuusssh!Yingge menyerang cepat ke arah Long Zhen.Akar bunga kematian yang tertuju cepat ke arah lelaki itu berhasil dihadang dengan kemunculan energi p
Cara yang diajarkan Long Zhen berhasil membuat para makhluk setengah manusia memandang Yingge dengan berbeda. Mereka mengiringnya dengan meriah di bawah pohon yang menjulang tinggi dan besar.Para makhluk itu mulai bergandengan tangan membentuk lingkaran, membiarkan Yingge sendirian di tengah-tengah lingkaran.Mereka mulai menari dan menyanyi.Namun ketika mendengar beberapa kalimat sajak dalam nyanyian itu, Yingge mulai merasa aneh.Perasaannya tak nyaman.Ia berusaha keluar dari dalam lingkaran itu, akan tetapi para makhluk yang menari dan menyanyi justru berkerumun mendekatinya.Mereka terlihat bahagia, tapi tidak dengan Yingge.Semakin lama mendengar, dadanya semakin terasa sesak.Pohon besar di atas mereka bereaksi. Perlahan muncul energi yang membentuk sekian banyak kelopak bunga.“Dewi memberkati kita!”“Setelah sekian lama, akhirnya pohon roh berbunga!” seru beberapa makhluk dengan wajah berseri.Kelopak-Kelopak bunga itu jatuh mengenai para makhluk. Tubuh mereka perlahan beru







