Beranda / Fantasi / Kebangkitan Dewi Bunga / Dijual dan Bertemu Sahabat

Share

Dijual dan Bertemu Sahabat

Penulis: Cristi Rottie
last update Terakhir Diperbarui: 2022-03-05 04:59:22

Tanpa bertanya Yingge dibawa oleh kedua gadis cantik ke lantai dua.

Begitu masuk ke kamar, ia ditinggalkan di sana dalam keadaan pintu dikunci dari luar.

Sambil mencari sesuatu Yingge melangkah lebih dalam, namun tak lama ia mulai merasakan sesuatu hal aneh terhadap tubuhnya.

Pandangan mulai bergoyang, kepala terasa berat.

Ia teringat dengan cerita sahabatnya tentang kelicikkan manusia yang menggunakan ramuan untuk menaklukkan wanita.

“Beraninya mereka!”

Yingge kesal! Upayanya untuk menghilangkan efek obat tak berhasil sebab kekuatannya telah disegel.

Bruukh!

Tubuh Yingge terjatuh ke lantai.

Begitu tersadar, pemandangan di sekitar membuat matanya terbelalak.

Puluhan lelaki duduk di kejauhan mengitari tempat ia berada.

Cahaya terang terarah kepadanya.

Ia semakin bingung saat melihat lima gadis cantik di dalam kurungan besi yang berada tak jauh darinya.

Teng!

Bunyi lonceng mengalihkan perhatian Yingge.

Wanita cantik muncul ke tengah-tengah ruangan dan mengumumkan bahwa acara mereka telah dimulai.

Merasa kesal ia mencoba melepaskan kurungan besi. Namun tak menyangka jemari tangannya terluka.

“Kau! Beraninya kau mengurungku!” teriak Yingge lantang.

Jika bukan karena ia menyegel sendiri kekuatannya, kurungan besi seperti ini sangat mudah untuk ia hancurkan.

Ketidakberdayaan ini membuat Yingge semakin geram menatap ke arah wanita yang membuka acara.

Perkataan Yingge diacuhkan, wanita cantik melanjutkan acara itu.

Dengan membuka harga, para lelaki yang menonton mulai saling beradu.

“Kak Yingge?”

Mendengar seseorang memanggil namanya, ia segera menoleh ke asal suara.

Mata Yingge berbinar.

“Linlin?”

Yingge tersenyum, ia akhirnya bisa menemukan sahabat yang dicari.

Namun kebahagiaan itu hanya sekilas, saat mendengar sahabatnya telah terjual dan dibawa oleh seorang lelaki.

“Kalian mau bawa ke mana dia?!”

“Berhenti! Kubilang berhenti!” teriak Yingge menggedor-gedorkan kurungan besi sekuat tenaga tak peduli dengan luka yang ia dapat.

Tindakan Yingge akhirnya terhenti saat bayangan sahabatnya menghilang dibalik lorong.

Ia kembali tenang, tapi sorot mata tajam tertuju ke arah wanita cantik.

Kali ini giliran Yingge yang ditawarkan kepada para lelaki.

Mereka berlomba-lomba menawar dengan harga tinggi.

Di menit terakhir saat penawaran diputuskan, suara seorang lelaki menyela.

Ruangan menjadi hening.

Lelaki misterius di kejauhan menawarkan harga sepuluh kali lipat dari tawaran sebelumnya.

Namun yang aneh, lelaki itu tidak menampakkan wajah dan hanya mengirim pengawalnya untuk membawa pergi Yingge.

“Nona, kau boleh pergi!”

Yingge terdiam.

Awalnya ia telah berencana setelah berhasil keluar dari dalam sana hendak membunuh lelaki tersebut.

“Tuanku melihat kau adalah gadis yang baik, jadi ia sengaja membantumu.”

“Gadis baik?” Yingge tersenyum remeh, “baik. Kalau begitu, apa Tuan bisa membantuku sekali lagi?” tanya Yingge dengan lembut.

“Gadis yang dijual di awal itu adalah sahabatku, apa Tuan tahu di mana lelaki itu membawanya?”

Sayangnya lelaki itu pergi tanpa meninggalkan jawaban.

Yingge hanya bisa meredam amarahnya, menunggu segel kekuatan menghilang.

Beberapa jam kemudian, Yingge kembali masuk ke dalam rumah bordil.

Ia berhasil menemukan wanita pemilik bordil yang pada saat itu sedang berbincang dengan wanita cantik yang menjual Linlin.

“Katakan, di mana mereka membawa Linlin?”

“Nona, kau lagi? Bukankah kau sudah bebas—”

Krrrk!

Sebuah akar melilit leher kedua wanita itu hingga tubuh mereka terangkat.

“Aku tanya di mana lelaki itu membawa sahabatku?!” lagi Yingge berucap.

Akar yang melilit di leher semakin kuat.

“Nona, aku tidak tahu—”

Tatapan tajam Yingge menambah kuat lilitan akar.

Setelah diancam akhirnya wanita itu memberitahukan keberadaan linlin.

Namun kegeraman di hati Yingge belum redam, ia tetap menghabisi kedua wanita itu dan melanjutkan perjalanan menuju ke alamat yang diberitahukan kedua wanita cantik.

Begitu masuk ke dalam kediaman, para pengawal di sana menghadangnya. Namun satu persatu dihabisinya dengan mudah.

“Kau!” serunya ke arah lelaki yang membawa Linlin, “aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi. Kembalikan gadis yang kau bawa tadi!”

“No-nona, kau juga sudah mencarinya di seluruh kediaman, gadis itu tidak ada di sini.”

Merasa dipermainkan, Yingge geram, semua orang yang berada di dalam kediaman di bunuhnya secara brutal, hingga tersisa orang terakhir yang membawa linlin di depannya.

“Aku salah, Nona siluman, ampuni nyawaku!” seru lelaki dengan ekspresi ketakutan.

“Siluman?” Yingge tersenyum menakutkan, “lihat baik-baik siapa yang berdiri di depanmu!”

Seluruh tubuh Yingge mengeluarkan energi berwarna merah.

Sekian banyak bunga kematian tumbuh memenuhi kediaman.

“Ka-kau? Putri iblis!” mata sang lelaki membulat besar.

Ketakutan terbesar terpancar di wajah lelaki itu, ia dengan cepat segera memberitahukan keberadaan linlin.

Namun setelah mendengarnya Yingge justru semakin geram!

Akar bunga kematian membungkus seluruh tubuh lelaki itu dan menenggelamkannya ke dalam tanah.

Setelah mengetahui keberadaan linlin, Yingge semakin berulah di alam manusia. Ia membunuh setiap lelaki yang mendekat dan menggodanya, baik tua atau muda.

Hanya dalam dua hari masalah yang ia buat di alam manusia membangkitkan murka kaisar langit.

Perbincangan di istana langit semakin menegang saat mengetahui raja iblis memiliki seorang putri.

“Putri raja iblis? Sejak kapan raja iblis memiliki seorang putri?”

Para makhluk abadi di istana langit mulai menyusun rencana untuk menyerang alam iblis secara terang-terangan. Namun hal itu tidak disetujui kaisar langit, sebab jika peperangan dimulai maka alam manusia dan alam lainnya akan terkena dampak.

“Ayah, serahkan masalah ini padaku!” ucap lelaki muda memasuki aula istana langit.

Lelaki berpakaian putih dengan corak naga emas menjura di depan kaisar yang duduk di singgasana.

“Long Zhen, kau telah kehilangan sisik nagamu, dan sebentar lagi kau akan melewati ujian langit … tidak boleh!”

“Tanpa sisik naga, apa Ayah meragukan kemampuanku?”

Suasana menjadi hening.

Para abadi mulai mengungkit kejadian ribuan tahun lalu yang mengakibatkan peperangan antara alam iblis dan alam langit.

“Long Zhen, Ayah tidak meremehkan kemampuanmu, tapi kau adalah putra mahkota, terlebih alam langit masih banyak peri, dan makhluk abadi yang berbakat. Tidak perlu merepotkanmu.”

“Lagipula, Ayah sudah menemukan kandidat yang cocok untuk masalah ini. Kau juga pasti akan tenang.”

Long Zhen terdiam.

Di saat bersamaan masuklah gadis cantik ke aula istana.

“Kakak Zhen!”

Gadis berparas ayu yang memakai riasan mewah mendekati Long Zhen.

“Kaisar telah menyerahkan masalah putri iblis untuk aku tangani, kau tentu tidak meremehkan kemampuanku, bukan?”

Long Zhen mengabaikan tatapan gadis itu, ia segera memalingkan wajah melihat ke arah kaisar.

“Kaisar langit, sebagai calon istri Kak Long Zhen, sudah tugasku untuk meringankan masalah ini—”

“Ayah!” sela Long Zhen memotong pembicaraan gadis itu, “karena ini adalah keputusan Ayah, aku terima. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan masalah pribadiku!”

Long Zhen segera pergi meninggalkan aula istana dengan wajah datar.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Ramuan Penyegel Kekuatan

    Yingge membuang pandangan. Ia mengacuhkan Lizheng, berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.“Lizheng bodoh! Kalau kau mau kembali, silahkan. Lagipula kau sudah terlibat denganku, jadi mereka tak akan melepaskanmu juga.”Kiik! Braakh!Beriring dengan bunyi pintu kamar tertutup, bayangan Lizheng menghilang dari ruang kamar.Pikir Yingge, Lizheng terlalu kesal dan meninggalkannya, tapi tak lama kemudian lelaki itu kembali masuk ke dalam kamar.Dengan wajah kesal ia meletakkan semangkuk ramuan di atas meja yang berada di dekat tempat tidur.“Ulurkan tanganmu!” ucap Lizheng bernada kesal.Yingge mematuhi perintahnya sambil tersenyum kecil.Ia duduk dan mengulurkan tangan ke arah Lizheng.Meski masih terlihat kesal, tapi lelaki itu tetap saja memperhatikan kesehatannya.“Cepat minum obatnya sebelum dingin!”Perintah itu dituruti Yingge. Ia meneguk habis ramuan yang diberikan Lizheng.Setelah melihat Yingge menghabiskan ramuan, Lizheng berdiri sedikit menjauhinya.Tatapan ane

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lizheng

    Kuku tajam Yingge menusuk kuat, membuat tubuh sang pemuda terluka dan mengeluarkan sedikit darah segar.Sedikitpun tak ada suara yang keluar dari mulut pemuda itu, melainkan hanya kernyitan di kedua alisnya.“Apa sakit?” tanya Yingge tersenyum kejam.“Tidak sakit!”“Nona, lakukan saja. Jangan pedulikan aku!” lanjut pemuda itu tersenyum.Yingge semakin kesal. Tapi kali ini rasa kesal itu tidak berarti membenci sang pemuda, melainkan membenci dirinya yang entah mengapa tak bisa meneruskan tindakannya itu.“Cih!” Yingge menarik kembali tangannya dari tubuh sang pemuda.“Lupakan. Kali ini aku tidak punya selera memakan jantungmu.”Sang pemuda kembali membuka matanya sembari menahan dada yang terluka.“Masih saja berlagak kuat. Bukankah tadi kau bilang tidak sakit?”“Nona, meski kau iblis, tapi aku tahu kau iblis yang baik. Jika aku mengatakan sakit, kau pasti tak tega untuk membunuhku.”Perasaan aneh semakin membuatnya bingung. Ia pun mengulurkan telapak tangan ke depan dada sang pemuda.

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pemuda Misterius

    Setelah pertarungan dengan gadis utusan langit Yingge terluka berat. Ia bahkan tak punya kemampuan untuk kembali ke alam iblis.Terkatung-katung ia berjalan ke kedalaman hutan mencari tempat persembunyian.Sayangnya ia terlalu lemah untuk berjalan.Pandangan matanya menjadi kabur dan perlahan menggelap.Bruuukh!Pada akhirnya tubuh Yingge terbaring tak sadarkan diri di tengah hutan.Begitu membuka mata ia menyadari telah berada di tempat yang asing.“Di mana aku?”“Nona, kau sudah bangun?”Suara seorang lelaki menarik perhatiannya.Pemuda tampan berpenampilan lusuh masuk ke dalam ruangan sambil membawa semangkuk ramuan.Mata Yingge melotot.Pemuda itu dengan santainya duduk di sisi Yingge dan menyodorkan mangkuk ramuan ke arahnya.Yingge dengan cepat mengambil mangkuk itu.Praang!Ia memecahkannya dan menggunakan pecahan yang tajam ke leher sang pemuda.“No-nona.”Pemuda itu tak bergerak dan memasang wajah ketakutan, “no-nona, jangan salah paham, aku bukan orang jahat.”Yingge terdiam

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Pagoda Ilahi

    Perbuatan Yingge di dunia manusia menyebabkan kemarahan besar alam langit.Tindakannya yang hendak membunuh para kelompok perampok digagalkan oleh utusan alam langit.“Kalian alam langit selalu saja mengganggu kesenanganku!”Yingge menoleh ke arah gadis cantik dan beberapa lelaki yang berdiri di belakangnya.“Iblis jahat! Selama ada aku di sini, tidak akan aku biarkan kau berulah lagi!”Syuuh!Gadis yang berdiri berbicara mulai menyerang Yingge.Serangan itu menyadarkan Yingge akan siapa yang kali ini dihadapinya.Dari sekian banyak utusan langit, baru kali ini ia berhadapan dengan seseorang yang kekuatannya hampir seimbang dengan pemuda tampan yang pernah ia temui.“Baik! Ternyata alam langit masih punya peri yang lumayan dibandingkan dengan sebelumnya!”“Peri katamu?” gadis itu tersenyum remeh, “kau pikir seorang peri bisa memiliki kekuatan sepertiku?!”Di depan Yingge, bayangan merak muncul di atas gadis itu.Wuussh!Buum!Serangan secepat kilat menuju ke arah Yingge.Jika tidak me

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Dijual dan Bertemu Sahabat

    Tanpa bertanya Yingge dibawa oleh kedua gadis cantik ke lantai dua.Begitu masuk ke kamar, ia ditinggalkan di sana dalam keadaan pintu dikunci dari luar.Sambil mencari sesuatu Yingge melangkah lebih dalam, namun tak lama ia mulai merasakan sesuatu hal aneh terhadap tubuhnya.Pandangan mulai bergoyang, kepala terasa berat.Ia teringat dengan cerita sahabatnya tentang kelicikkan manusia yang menggunakan ramuan untuk menaklukkan wanita.“Beraninya mereka!”Yingge kesal! Upayanya untuk menghilangkan efek obat tak berhasil sebab kekuatannya telah disegel.Bruukh!Tubuh Yingge terjatuh ke lantai.Begitu tersadar, pemandangan di sekitar membuat matanya terbelalak.Puluhan lelaki duduk di kejauhan mengitari tempat ia berada.Cahaya terang terarah kepadanya.Ia semakin bingung saat melihat lima gadis cantik di dalam kurungan besi yang berada tak jauh darinya.Teng!Bunyi lonceng mengalihkan perhatian Yingge.Wanita cantik muncul ke tengah-tengah ruangan dan mengumumkan bahwa acara mereka tela

  • Kebangkitan Dewi Bunga   Lengkungan Bibir Merah Dibalik Cadar

    Rusaknya batu jiwa yang membatasi kelima wilayah membuat alam iblis dan siluman berulah di dunia manusia.Melihat kekacauan yang dibuat oleh alam iblis dan siluman, kaisar langit memerintahkan semua peri di alam langit untuk mengatasi permasalahan itu.Dengan adanya bantuan dari alam langit setiap iblis dan siluman yang mengacau di dunia manusia akan ditangkap dan di bawa ke langit untuk dihancurkan.“Tolooong!” teriak seorang gadis berpakaian pengantin dengan cadar merah menutupi setengah wajahnya.Ia berlari cepat diikuti oleh sekelompok lelaki berwajah aneh.Sayangnya seberapa cepat gadis itu berlari, pada akhirnya ia tetap saja tertangkap.“Tolooong! Siapa saja tolong aku!” lagi teriak gadis itu dengan sekuat tenaga, berupaya merontah.Wuusshh!Bukh! Bukh!Para lelaki yang mengelilingi sang gadis terlempar.Kedua peri muncul dan menyerang semua lelaki berwajah aneh.“Tangkap mereka!” seru salah seorang peri langit.Kelompok lelaki berwajah aneh kesal akan kedatangan kedua peri yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status