LOGIN_o0o_
Masih terlalu dini ketika bunyi genderang perang menggema dari halaman timur istana. Udara pagi menggigit kulit, kabut menutupi seluruh pelataran, dan panji-panji naga emas perang Kekaisaran Feng berkibar pelan diterpa angin dingin. Di bawah langit yang kelabu, ribuan prajurit sudah berbaris, senjata mereka berkilat tertimpa cahaya obor.
Feng Wu Lan berdiri di depa
Kabut berputar pelan seperti nafas raksasa yang menahan amukan. Di kedua sisi, pasukan menahan hasrat untuk bergerak lebih cepat. Ketika genderang pertama terdengar dari barisan Zhu, detik-detik itu terasa seperti napas yang ditahan bersama seluruh darah yang mengalir di medan perang.Suara genderang kedua bergema, menggetarkan dada setiap prajurit yang berdiri di garis depan. Di sisi lembah sebelah timur, Komandan Ren Jia menundukkan kepala sejenak sebelum mengangkat tangannya tinggi"Majuuuu!"Seruan itu disambut oleh dentuman ribuan langkah kaki. Tanah bergetar, debu lapangan perang mulai naik menutupi pandangan.Di sisi seberang, dari bawah balik kabut, Huo Li melihat gerakan besar di bawah lembah. "Pasukan tombak mereka mulai maju," katanya.
_o0o_Kabut pagi menggantung berat di perbatasan timur, menyelimuti lapangan luas di kaki Pegunungan Huashan. Tanah disana terbentang lapang, namun bergelombang oleh bukit-bukit kecil yang menjadi posisi ideal bagi pasukan pemanah dan pengintai.Udara dingin membawa aroma besi dan tanah lembab. Ketika genderang perang berdentum, gema suaranya bergema hingga ke puncak gunung yang tertutup salju tipis.Di bawah langit kelabu, dua ratus ribu prajurit Kekaisaran Feng berdiri dalam barisan rapi. Zirah baja mereka berkilau diterpa cahaya obor. Di sisi berlawanan, pasukan Kekaisaran Zhu yang berjumlah lebih dari tiga ratus ribu telah bersiap, memenuhi seluruh lembah hingga tampak seperti lautan manusia. Warna panji merah dan hitam mereka bergoyang di antara kabut tebal, membawa bayangan mengancam bagi siapa pun yang menata
_o0o_Masih terlalu dini ketika bunyi genderang perang menggema dari halaman timur istana. Udara pagi menggigit kulit, kabut menutupi seluruh pelataran, dan panji-panji naga emas perang Kekaisaran Feng berkibar pelan diterpa angin dingin. Di bawah langit yang kelabu, ribuan prajurit sudah berbaris, senjata mereka berkilat tertimpa cahaya obor.Feng Wu Lan berdiri di depan barisan, mengenakan zirah hitam dengan lambang naga emas di dada. Di sisi kanan berdiri Huang Ji dan Huo Li, sementara beberapa jenderal serta komandan lapangan siap dengan pasukan masing-masing."Setiap langkah kita hari ini adalah untuk melindungi rumah kita," suara Feng Wu Lan terdengar berat namun tegas. "Kekaisaran Zhu mungkin memiliki lebih banyak prajurit, tapi mereka tak memiliki alasan sekuat kita untuk berjuang. Kita bertempur bukan demi
Li Yue memperhatikan hasilnya dari kejauhan dengan sedikit senyum puas. "Kurang setengah jengkal ke kiri," katanya. "Tapi itu sudah jauh lebih baik dari kemarin."Li Yue beralih menatap tumpukan peti yang berisikan pedang-pedang di dalamnya. Secara bergilir, pedang-pedang yang digunakan prajurit itu dilebur dan dibuat kembali oleh para pandai besi terbaik Kekaisaran Feng.Atas permintaan Li Yue, pedang yang baru selesai dibentuk segera dilapisi dengan campuran lilin lebah dan minyak wijen agar darah atau air tidak mudah melekat pada pedang. Hal ini ia lakukan karena mempertimbangkan musim dingin yang sebentar lagi akan datang.Berdasarkan prakiraan, musim dingin akan datang dua minggu lagi, berkaca pada perang antara kedua Kekaisaran terdahulu yang menghabiskan waktu bertahun-tahun membuat dirinya ingin meningkatkan
_o0o_"Bagaimana persiapan sejauh ini?""Cukup baik. Prajurit yang baru tiba sedang diukur kemampuannya, Yang Mulia."Zhu Weishan mendengar seksama penjelasan panglima kekaisarannya. Ditatapnya ratusan ribu prajurit yang berasal dari berbagai macam wilayah terkumpul menjadi satu di barak militer istana miliknya."Berapa jumlah prajurit kita untuk saat ini?""400.000 orang, Yang Mulia. Dan masih akan bertambah beberapa ribu lagi.""Ribu? Aku ingin jumlah prajurit yang akan bergerak besok berjumlah 500.000 orang atau lebih. Jika masih kurang, perintahkan rakyat yang ada di Kekaisaran Zhu untuk mengirim seorang pria di keluarganya menjadi prajurit perang. Jika ada yang menolak, seger
Li Yue tidak mengatakan apapun tentang hal yang dilakukan Feng Wu Lan karena bagi dirinya, tindakan Feng Wu Lan saat ini harusnya pria itu lakukan sejak dulu.Li Yue sendiri tidak diam saja kala mendapatkan berita diculiknya Ibu Suri. Siangnya ia memanggil Xing Be dan meminta bawahannya itu mengutus anggota sekte Fenghuang untuk menyelidiki lebih jauh kegiatan orang-orang keluarga Xi atau yang memiliki hubungan dengan keluarga itu beberapa bulan belakang.Tidak ada yang aneh, semua sesuai dengan yang terlihat ketika pengaruh keluarga Xi perlahan menurun dan bisnis-bisnis milik keluarga Perdana Menteri itu yang gulung tikar.Semua nampak normal karena sesuai dengan keinginan Li Yue dulunya, namun yang mencurigakan adalah beberapa usaha dagang seperti pangan dan persenjataan seperti sengaja dibuat merugi bahkan sampai







