Partager

Chapter. 4

Auteur: Vanilatte733
last update Date de publication: 2026-06-17 17:30:09

"Saat itu, aku hendak berkunjung ke rumah. Adikku datang ke istana untuk menjemputku. Namun, di perjalanan kami dihadang oleh para bandit. Mereka menyerang kami, membunuh para pelayan dan prajurit, mereka bahkan hampir–hiks!" Suara Zhang Li Yue tercekat oleh tangisnya.

"Tidak perlu dilanjutkan," kata Li Yue prihatin.

"Tidak, aku akan melanjutkannya," ucap Zhang Li Yue bersikeras.

Setelah diam beberapa saat Zhang Li Yue kembali melanjutkan "Mereka hampir memperkosa kami, kami melawan dan berhasil kabur. Saat itu kami berlarian di dalam hutan tidak tahu arah, yang terpenting kami bisa kabur dari para bandit. Sampai dimana aku hampir terperosok jatuh ke jurang, adikku menyelamatkanku, tapi hal itu membuat kami berdua jatuh."

"Jika–" Kalimat Zhang Li Yue terputus kembali karena tak dapat menahan sedihnya.

"Jika saja dia tidak menyelamatkanku, pasti dia akan tetap hidup." Tangis Zhang Li Yue mulai terdengar lagi.

"Sudahlah, jangan menangis lagi, semuanya sudah terjadi," ucap Li Yue berusaha menenangkan. "Hei, kau belum memberitahuku, mengapa kita memiliki wajah yang serupa?" tambah Li Yue bertanya.

Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Li Yue, Zhang Li Yue pun menghentikan tangisannya. "Kau percaya adanya kehidupan lagi, Li Yue?"

Li Yue terdiam , lalu menatap arwah dari Permaisuri Kekaisaran Feng ini. "Jangan katakan bahwa aku adalah reinkarnasimu?"

"Nyatanya itu adalah kebenaran, Li Yue," jawab Zhang Li Yue singkat, lalu berkata lagi.

"Li Yue, aku mohon bantu aku, balaskan dendam ini," pinta Zhang Li Yue seraya menangkup kedua tangannya menjadi satu.

"Tunggu dulu, kau ingin aku untuk membalaskan dendammu, dengan cara menggantikanmu menjadi Permaisuri?" ucap Li Yue tepat sasaran.

"Ya, hanya ini jalan satu-satunya."

Li Yue menggeleng. "Maaf aku menolak," jawab Li Yue tegas.

"Kumohon, kasihanilah nasibku dan juga adikku, Li Yue," ucap Zhang Li Yue dengan nada putus asa, yang membuat Li Yue sulit mengatakan tidak.

"Kau tahu kan bagaimana kehidupan di istana yang penuh akan kepalsuan? Belum lagi persaingan di istana harem yang penuh dengan kelicikan dari para wanita ular. Itu memuakkan. Aku tidak mau," ujar Li Yue mengeluarkan semua alasannya untuk menolak.

Li Yue bangkit, dan berjalan menjauhi sosok yang merupakan roh Permaisuri Kekaisaran Feng itu.

"Kau harus menggantikanku, Li Yue. Kau tidak akan bisa berkeliaran bebas karena wajah kita sama." Ucapan dari Zhang Li Yue itu membuat Li Yue berhenti melangkah.

"Kau akan diburu dan dibunuh oleh orang-orang Selir Utama Xi. Tapi jika kau ada di istana menggantikanku, dia tidak akan berani membunuhmu secara langsung."

Semua kata-kata Zhang Li Yue benar adanya, ia tidak mungkin bisa berkeliaran dengan bebas, dia akan ditemukan oleh orang suruhan Selir Utama Xi dengan cepat atau lambat.

Dan jika dia berada di istana dia akan mendapat tempat tinggal dan perlindungan sementara waktu, sembari memikirkan cara untuk kembali ke dunianya jika bisa.

Setelah berpikir panjang dengan keputusan yang akan diambilnya, Li Yue pun menyetujui permintaan Zhang Li Yue.

"Baik, aku setuju. Tapi, bagaimana caraku untuk pergi ke istana?" Tanya Li Yue bingung.

"Kau tenang saja, saat penyerangan terjadi aku memerintah Ye Lin, pelayan setiaku kabur dan menungguku di dekat danau, tempat kami beristirahat kemarin, kau harus pergi kesana," jawab Zhang Li Yue senang karena Li Yue setuju dengan permintaannya.

"Baiklah, aku pergi dulu," pamit Li Yue.

"Tunggu!"

Li Yue yang hendak pergi, berhenti karena Zhang Li Yue memanggilnya lagi.

"Apalagi?" tanya Li Yue.

"Bisakah kau membantuku lagi? Sekali lagi saja," pinta Zhang Li Yue penuh harap.

"Apa?" tanya Li Yue.

"Aku hanya ingin agar kau mengubur jasad ku dan adikku."

Mendengar apa permintaan Zhang Li Yue, Li Yue pun menyetujuinya. "Aku bisa mengubur jasadmu, tapi untuk adikmu, aku tidak tahu dimana jasadnya berada," jawab Li Yue pelan.

"Bisakah kau mencarinya? Jasad adikku pasti tidak jauh dari sini," bujuk Zhang Li Yue tak menyerah.

"Baiklah, aku akan mencarinya dan menguburkannya di dekatmu," ucap Li Yue, membuat Zhang Li Yue tersenyum lebar.

"Terima kasih, Li Yue. Kau baik sekali, sekarang aku sudah bisa pergi dengan tenang," kata Zhang Li Yue, tidak lama kemudian, sebuah sinar terang keluar dari arah belakang Zhang Li Yue.

"Aku pergi, sekali lagi terima kasih karena sudah mengabulkan permintaanku."

Zhang Li Yue memberikan senyuman pada Li Yue, dan dibalas dengan sebuah senyum tulus yang tidak pernah diperlihatkannya selama ini, setelah kematian ayah angkatnya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 100

    _o0o_"Ayahanda tidak datang?"Gelengan kepala Xiu Meng seakan menjawab pertanyaan yang dilontarkan Feng Wu Lan."Ayahanda pasti lelah karena baru saja datang," monolog Feng Wu Lan menghibur dirinya sendiri.Tak ingin sang Pangeran sedih terlalu lama, Xiu Meng segera meminta seorang pelayan untuk mengambil hadiah yang sudah ia siapkan."Ibu memiliki hadiah spesial untukmu.""Apa itu, Ibu?"

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 99

    Di taman yang rindang, Xiu Meng menuntun Feng Wu Lan untuk membuat gelang seperti keinginan bocah kecil itu. "Susah sekali, Ibu!"Xiu Meng menghela napas. Ia sudah tahu hal ini akan terjadi. "Sudah, Ibu katakan, masukkan manik-maniknya satu per satu. Kalau kau ingin menambahkan hiasan tambahan, masukkan sedikit saja. Setelah itu, tutup kembali dengan manik biru ini. Saat kau merasa itu sudah cukup, ikat benangnya." Xiu Meng menunjukkan gelang hasil buatannya kepada Feng Wu Lan."Kau merawat anak ini dengan baik, huh." Xiu Meng melarikan pandangannya ke depan. Di sana berdiri seorang yang dipuji-puji belakangan ini di istana."Ada apa kau ke mari, Menteri Xi?" Tangannya diangkat, mengisyaratkan untuk pelayan mendekat."Bawa Pangeran pergi dan temani dia membuat gela

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 98

    _o0o_Suasana di istana sangat ricuh karena teriakan kesakitan Permaisuri. Xiu Meng yang baru saja tertidur langsung bangun dan berlari saat mendengar kabar Permaisuri yang kesakitan."Apa yang terjadi, Perdana Menteri?! Apa yang terjadi pada Permaisuri. Apa yang terjadi pada sahabatku?!" amuk Xiu Meng seraya mencengkeram baju Huo Gui."Selir Utama, tenangkan diri anda. Saat ini para tabib istana sedang berjuang menyelamatkan Permaisuri dan bayinya."Xiu Meng melepaskan cengkeramannya, tubuhnya meluruh lemas saat men

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 97

    c_o0o_Hari berganti dan matahari sudah menampakkan dirinya pagi ini. Xiu Meng dan Xiao Lan berada di gazebo dengan kolam ikan di bawahnya. Kali ini Xiu Meng berinisiatif untuk membawa sahabatnya menghirup udara segar setelah beberapa hari diam di kamar karena sakit yang diderita."Tidak ada yang kau inginkan lagi?" tanya Xiu Meng pada Xiao Lan."Tidak," ucap Xiao Lan. "Terima kasih sudah mengajakku ke mari.""Kau tidak perlu berterima kasih. Ingat dulu kita pernah berjanji untuk saling me

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 96

    Kondisi utusan pengiriman surat yang dulu ia tugaskan menjadi jawabannya. Utusan itu terlihat naas dengan beberapa luka lebam di sekujur tubuh dan darah kering yang menempel di luka-luka kecil utusan itu.Di badan utusan itu, terselip sebuah kertas yang berisi penolakan damai dan perintah dari Kekaisaran Zhu agar Kekaisaran Feng menyerahkan Pegunungan Huashan secara sukarela. Jika tidak, maka Kekaisaran Zhu akan menyerang kembali dengan kekuatan yang lebih besar.Sontak Kaisar dan seluruh Menterinya dibuat marah dengan tindakan Kekaisaran Zhu. Tanpa perlu menunggu, perintah perang langsung diturunkan.Beratus ribu pasukan dipimpin jenderal terbaik diutus untuk mengalahkan Kekaisaran Zhu. Perdamaian yang sudah ada bertahun-tahun kini sudah selesai. Pertumpahan darah tak dapat dihindari.

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 95

    _o0o_Waktu terus berjalan. Kandungan dari istri pertama Kaisar Feng sudah mulai membesar karena sudah memasuki bulan kelima. Dalam kurun waktu itu, tidak sedikit kejadian yang terjadi. Mulai dari kedatangan selir kedua, menurunnya reputasi keluarga Chen karena rumor penyelewengan dana yang dilakukan kembali muncul, serta serangan yang tiba-tiba dilancarkan oleh kelompok misterius di perbatasan utara Kekaisaran Feng.Kedatangan selir kedua mulanya ingin dicegah oleh Lian Gu karena menurutnya ia tidak lagi membutuhkan wanita lain untuk mengandung pewaris. Keinginannya tidak dapat terlaks

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status