Share

Bab 478

Author: Darrel Gilvano
Nayaka datang dengan sangat cepat. Saat langit baru mulai gelap, dia sudah tiba.

Keduanya sama-sama teman Jimmy dan sifat mereka juga mirip. Baru mengobrol sebentar, mereka sudah merasa sangat cocok.

Saat mereka bertiga sedang asyik minum, tiba-tiba Jimmy menerima telepon dari Laura. "Jimmy ... aku benar-benar gagal. Aku ingin melakukan semuanya dengan baik, tapi nggak ada satu pun yang berhasil ...."

"Aku mencelakai ibuku, bersalah pada kakek dan ayahku .... Aku cuma bahan tertawaan ...."

Di uj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 479

    Bantu dia menghilangkan efek alkohol dulu saja!Soal nanti dia mau pulang atau tidak, biar dia yang menentukan sendiri.Sebagai mantan suami yang bahkan jarang sekali menyentuh tangannya, Jimmy hanya bisa melakukan sebatas ini.Setelah membuka kamar, Jimmy membawa Laura yang masih mabuk ke dalam. Saat dia hendak membantu menghilangkan efek alkohol, Laura malah memeluknya erat-erat sambil menangis. "Jangan pergi .... Peluk aku .... Aku takut .... Peluk aku ...."Sambil memeluk Jimmy, Laura terus merapatkan tubuhnya ke dada Jimmy. Meskipun tubuh lembut itu ada di pelukannya, Jimmy sama sekali tidak memiliki pikiran macam-macam. Yang dia rasakan hanyalah rasa kasihan."Aku nggak pergi." Jimmy menghela napas pelan, lalu perlahan melepaskan Laura. Lebih baik bantu dia sadar dulu.Jimmy menempelkan satu tangan di perut Laura, lalu menyalurkan energi ke dalam tubuhnya.Laura memejamkan mata, mulutnya terus bergumam, "Panas ... panas sekali ...."Sambil berbicara tidak jelas, dia menarik-narik

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 478

    Nayaka datang dengan sangat cepat. Saat langit baru mulai gelap, dia sudah tiba.Keduanya sama-sama teman Jimmy dan sifat mereka juga mirip. Baru mengobrol sebentar, mereka sudah merasa sangat cocok.Saat mereka bertiga sedang asyik minum, tiba-tiba Jimmy menerima telepon dari Laura. "Jimmy ... aku benar-benar gagal. Aku ingin melakukan semuanya dengan baik, tapi nggak ada satu pun yang berhasil ....""Aku mencelakai ibuku, bersalah pada kakek dan ayahku .... Aku cuma bahan tertawaan ...."Di ujung telepon, suara Laura terdengar terisak, sepertinya dia mabuk. Di sekitarnya pun terdengar suara pria menggoda, juga musik keras yang memekakkan telinga.Bar! Jimmy langsung tahu di mana Laura berada."Kamu sekarang di mana?" tanya Jimmy dengan kening berkerut.Dia memang tidak suka tempat seperti bar. Menurutnya, bar adalah tempat penuh hal kotor.Laura jelas sudah mabuk, siapa tahu orang seperti apa yang akan dia temui di sana.Dengan suara linglung, Laura menjawab, "Bar Surga. Hahaha ....

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 477

    Dia bahkan sampai mengganti nama aslinya dengan nama Hajahat. Menurut ucapannya sendiri, dia memang terlahir sebagai orang jahat. Seumur hidup tidak pernah berbuat baik, yang dia suka cuma membunuh dan membakar."Kakekku sudah biasa, nggak bakal mati gara-gara itu." Hajahat terkekeh-kekeh, lalu berkata lagi, "Ngomong-ngomong, sekarang sifatmu kok jadi baik banget sih? Sifat Yunan begitu, kamu bisa tahan?"Topik kembali ke Yunan.Jimmy hanya bisa tersenyum pahit. "Lama-lama juga terbiasa."Hajahat memiringkan kepala menatapnya, lalu mengerutkan kening. "Jangan-jangan kamu menyalahkan diri sendiri atas kematian Yunda?"Jimmy menghela napas pelan. "Kematian Yunda memang ada hubungannya denganku.""Hubungan apaan!" Hajahat mendengus kesal. "Kamu kira kamu dewa? Bisa tahu sampah-sampah itu bakal nyerang Yunda?"Jimmy menggeleng pelan, menghela napas. "Kalau aku nggak bakar barang mereka, mereka juga nggak bakal balas dendam ke Yunda."Hajahat menggeleng. "Kalau aku lihat kapal-kapal itu, ak

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 476

    Saat Jimmy kembali ke vila, Hajahat sedang sibuk mengajak Yunan mengobrol.Yunan jelas tidak ingin meladeninya, tetapi juga tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Hajahat.Benar-benar bertemu lawan yang pas. Akhirnya dia juga merasakan bagaimana rasanya diganggu sampai bikin kepala pusing.Begitu melihat Jimmy pulang, Yunan langsung seperti melihat penyelamat, bahkan dengan inisiatif sendiri menawarkan untuk pergi membeli camilan sebagai teman minum.Sampai-sampai Jimmy merasa aneh sendiri. "Matahari terbit dari barat ya?"Begitu Yunan pergi, Hajahat langsung berdecak kagum. "Dia ini mirip banget sama Yunda ya!""Serius, kayak cetakan yang sama! Kalau bukan karena kepribadian mereka beda jauh, aku bakal curiga Yunda hidup lagi!""Makanya kembar." Jimmy meliriknya dengan malas."Dulu Yunda nggak pernah bilang dia punya saudara kembar," gumam Hajahat, lalu bertanya dengan penasaran, "Kamu nemu dia di mana?""Aku nggak cari dia." Jimmy menggeleng sambil tersenyum pahit. "Dia sendiri yang dat

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 475

    Laura tidak terlalu biasa dengan panggilan Argani."Seharusnya iya." Yasmin mengangguk pelan.Laura berpikir sejenak, lalu menjawab, "Dia memang pernah bilang dia menyembuhkan penyakit Pak Argani. Tapi waktu itu kami semua nggak percaya, bahkan mengira dia sedang berbohong ...."Saat membicarakan hal itu, wajah Laura kembali menunjukkan rasa malu.Benar saja!Dugaan di dalam hati Yasmin akhirnya terkonfirmasi, dia pun tidak bertanya lagi.Setelah berbicara singkat dengan Laura, dia membawa rombongannya masuk ke aula.Saat itu aula sedang ramai dengan orang-orang yang saling bersulang, suasana sangat meriah. Namun begitu Yasmin dan rombongannya masuk, suasana langsung menjadi sedikit tegang. Semua orang menatap mereka dengan hati-hati, sambil diam-diam merasa bingung.Apa Broto menyinggung Yasmin? Atau Yasmin datang untuk mencari masalah hari ini?Di tengah kebingungan semua orang, Yasmin langsung berjalan menuju Broto. Kalau dulu, Broto pasti sudah merasa tidak tenang. Namun, sekarang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 474

    Mirip dengan orang itu?Ucapan Dorman langsung membuat Yasmin tercengang. Beberapa orang lainnya juga terkejut."Jangan-jangan kamu mau bilang kalau Jimmy itu orang hebat itu?""Dorman, kamu jangan bercanda!""Kalau dibilang tunangan Yasmin ini jago di bidang medis sih aku percaya, tapi kalau dibilang dia orang hebat itu, mati pun aku nggak percaya!""Benar! Mana mungkin!""Kalau dia sehebat itu, Yasmin pasti sudah benar-benar jadi miliknya sejak lama!"Untuk sesaat, semua orang langsung menggeleng dan menolak dugaan Dorman. Sekalian juga tidak lupa menggoda Yasmin.Yasmin bahkan berkata dengan yakin, "Dia nggak mungkin orang itu!"Dorman menggeleng. "Pendengaranku seharusnya nggak salah."Yasmin kembali menggeleng. "Mungkin saja suaranya mirip dengan orang itu. Di dunia ini bahkan ada orang yang wajahnya mirip, apalagi cuma suara?""Tapi bentuk tubuhnya juga agak mirip." Dorman berkata serius, "Malam itu aku memang nggak melihat wajahnya dengan jelas karena gelap, tapi garis besar tub

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 50

    Setengah jam kemudian, Jimmy yang menaiki taksi sampai di Rumah Sakit Diloam. Kala ini, keluarga Andra dan Marcus sudah menunggu di depan pintu rumah sakit.Begitu Jimmy turun dari taksi, Zisel yang tidak puas mengeluh kepada Laura, "Suamimu ini benar-benar sombong, padahal dia itu cuma satpam! Masa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 51

    "Pak Yahya nggak mau." Andra menggeleng sambil tersenyum getir. "Dia orangnya sangat bijaksana dan nggak ingin merepotkan kita. Dia lebih memilih tetap tinggal di rumah sakit sini ...."Jimmy akhirnya mengerti dan diam-diam semakin mengagumi Yahya.Keduanya mengobrol sejenak, lalu kembali ke kamar p

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 54

    "Jangan, jangan ...."Wajah Zisel langsung pucat pasi. Tangan yang mencengkeram baju Jimmy pun bergetar tanpa henti. Jimmy menatap Zisel dengan ekspresi tak berdaya.Bukannya dia pongah sekali waktu di perusahaan Keluarga Sucipto dulu? Kenapa sekarang malah ketakutan setengah mati?Wajah Wirya tampa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 47

    Melihat sosok Jimmy yang menghilang dari pandangannya, Sabrina merasa penasaran. Jelas-jelas Jimmy adalah orang hebat, kenapa dia berpura-pura lemah? Apa tujuan Jimmy berbuat seperti itu?Orang suruhan Sabrina sangat profesional. Mereka membawa mayat-mayat itu pergi dengan cepat, bahkan noda darah d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status