LOGINSekte Tanoewan? Mendengar suara itu, Jimmy dan Hajahat sama-sama terkejut, lalu menoleh ke belakang.Seorang lelaki tua berambut putih dengan jubah panjang muncul di belakang mereka. Di zaman sekarang, orang yang masih memakai jubah panjang itu hanya ahli sejati atau tukang pamer. Entah orang tua ini termasuk yang mana.Andika? Sekte Tanoewan? Andika itu orang Sekte Tanoewan? Sekte Tanoewan memang terkenal dengan senjata tersembunyi dan racun.Di antara aliran bela diri kuno, sejarah Sekte Tanoewan juga cukup panjang. Namun, seiring berkembangnya teknologi, banyak aliran bela diri kuno yang tak terhindarkan mengalami kemunduran.Sekte Tanoewan yang mengandalkan senjata tersembunyi dan racun justru paling terdampak. Lagi pula, kebanyakan orang berlatih senjata tersembunyi tujuh atau delapan tahun, tetap tidak lebih efektif daripada satu pistol.Sampai sekarang, Sekte Tanoewan seperti banyak aliran lain, hampir tidak lagi muncul dalam bentuk sekte. Sebagian besar sudah berubah menjadi be
"Siapa sih kamu?" Hajahat menatap orang itu dengan penuh minat.Orang ini memang punya sedikit aura. Dilihat dari penampilannya, sepertinya juga seorang praktisi bela diri."Aku Andika!" katanya dengan wajah penuh kesombongan.Dia adalah menantu Rita, sekaligus andalan terbesar Keluarga Gumilang. Alasan Keluarga Gumilang bisa bangkit di Nursala sangat berkaitan erat dengannya."Andika?" Hajahat sedikit mengernyit, lalu melirik Jimmy. "Kamu pernah dengar?"Jimmy mengangkat bahu. "Kamu saja nggak pernah dengar, mana mungkin aku pernah."Tujuh tahun lalu dia pergi ke luar negeri. Selama lima tahun setelah kembali, ingatannya masih tersegel. Orang-orang yang naik daun dalam tujuh tahun itu memang jarang dia kenal.Sementara Hajahat sering keluyuran ke mana-mana, orang yang dia kenal banyak, yang pernah dia dengar tentu lebih banyak lagi. Kalau Hajahat saja tidak pernah dengar, kemungkinan besar dia juga tidak pernah."Ya sudah." Hajahat menggeleng sambil tersenyum. "Sepertinya cuma bocah t
Suara Hajahat terdengar menggema. Meskipun di dalam rumah Keluarga Gumilang ramai dengan suara orang, suara Hajahat tetap menekan semua suara yang ada.Seiring suara Hajahat terdengar, suasana di dalam rumah Keluarga Gumilang seketika menjadi sunyi senyap.Mendoakan Nyonya Tua Gumilang masuk surga? Menikmati jamuan duka? Ini jelas bukan datang untuk memberi ucapan ulang tahun! Ini terang-terangan datang untuk mencari masalah!Setelah sempat tertegun sejenak, anggota Keluarga Gumilang yang berjaga di pintu untuk menyambut tamu langsung menunjuk Hajahat dan Jimmy sambil berteriak ke petugas keamanan keluarga, "Berani datang bikin masalah hari ini? Tampar mulut mereka! Tampar keras!"Namun, beberapa petugas keamanan hanya berdiri diam di tempat, dengan sedikit rasa takut di wajah mereka.Menampar? Mereka juga harus berani dulu! Putra sulung Rita ini memang belum pernah melihat Jimmy, tetapi mereka dua hari lalu ikut Rita pergi ke Kuil Dagura.Orang itu benar-benar kejam! Bahkan tangan nyo
"Ngapain kamu ke Nursala?" tanya Hajahat dengan bingung.Jimmy tersenyum, lalu menceritakan kejadian malam ini.Begitu mendengarnya, Hajahat langsung tertarik. "Pergi dong! Kenapa nggak? Mau ajak Yunan sekalian?"Hal seru begini, mana mungkin dia mau ketinggalan."Dia nggak usah ikut deh!" Jimmy menggeleng sambil tertawa. "Biar dia lanjut ribut sama Yasmin aja. Lagian mereka berdua sama-sama lagi gabut.""Bener juga!" Hajahat mengangguk setuju.....Nursala tidak jauh dari Bataram. Kedua kota itu berdampingan. Lewat tol, kurang dari dua jam sudah sampai.Pagi hari setelah Jimmy dan Hajahat sarapan, mereka pun berangkat ke Nursala. Keluarga Gumilang adalah keluarga terpandang di Nursala.Kepala keluarga lama sudah meninggal beberapa tahun lalu. Sejak itu, Rita, Nyonya Tua Gumilang menjadi pemimpin keluarga.Hari ini adalah ulang tahunnya yang ke-70, jadi tentu banyak orang datang memberi selamat. Akibatnya, jalan menuju rumah Keluarga Gumilang pun menjadi macet."Wah, cukup megah juga y
Setelah menutup telepon dari Yasmin, Jimmy tak bisa menahan senyuman tipis.Sifat wanita itu benar-benar buruk. Sudah minta bantuan, masih saja galak. Memang perlu dididik!Sambil berpikir demikian, Jimmy segera menghabiskan makanannya. Baru saja keluar dari tempat makan, dia langsung merasakan ada yang tidak beres. Perasaan sedang diawasi muncul begitu saja.Hmm? Jimmy sedikit mengernyit. Jangan-jangan orang dari Keluarga Pratama? Bukankah Daffa sudah meminta damai lewat Argani? Masih berani cari masalah dengannya?Sepertinya tidak mungkin. Sambil berpikir, Jimmy masuk ke mobil. Begitu mobilnya mulai jalan, sebuah mobil langsung mengikuti di belakang.Sekarang dia yakin dirinya memang sedang diawasi. Menarik! Sudut bibir Jimmy sedikit terangkat. Dia diam-diam menebak siapa yang mengawasinya.Semakin dipikir, tatapannya mulai menunjukkan pemahaman. Keluarga Gumilang! Kemungkinan besar orang-orang dari Keluarga Gumilang.Mereka pasti melacaknya lewat mobil ini. Mobil ini memang terlalu
Mereka sudah bersusah payah, baru akhirnya bisa bertemu Hajahat. Sementara Jimmy cuma pergi pijat sebentar, malah bisa kenal Hajahat?Ini ... keberuntungan bajingan itu benar-benar luar biasa!Saat mereka masih saling memandang, Hajahat kembali menyuruh Rubah Perak memijatnya dengan tidak sabar.Rubah Perak tak punya pilihan, hanya bisa maju dengan terpaksa. Sementara itu, Yasmin langsung ditarik Yunan ke halaman dan kembali mulai bertarung.Baru beberapa jurus, Yunan langsung merasa ada yang tidak beres."Kamu sepertinya jadi lebih kuat?" Yunan menatap Yasmin dengan heran."Benar." Yasmin tersenyum tipis, mengangkat alis. "Aku sudah jadi petarung tingkat tujuh."Dia sendiri juga tidak menyangka, dua kali terluka justru membuatnya berhasil menembus tingkat tujuh. Ini benar-benar kejutan menyenangkan baginya."Petarung tingkat tujuh? Apa hebatnya?" Yunan mendengus, kembali menyerang. Gerakannya lebih tajam dari sebelumnya.Yasmin sedikit terkejut. Ternyata bukan hanya dia yang semakin k
"Jangan, jangan ...."Wajah Zisel langsung pucat pasi. Tangan yang mencengkeram baju Jimmy pun bergetar tanpa henti. Jimmy menatap Zisel dengan ekspresi tak berdaya.Bukannya dia pongah sekali waktu di perusahaan Keluarga Sucipto dulu? Kenapa sekarang malah ketakutan setengah mati?Wajah Wirya tampa
Melihat sosok Jimmy yang menghilang dari pandangannya, Sabrina merasa penasaran. Jelas-jelas Jimmy adalah orang hebat, kenapa dia berpura-pura lemah? Apa tujuan Jimmy berbuat seperti itu?Orang suruhan Sabrina sangat profesional. Mereka membawa mayat-mayat itu pergi dengan cepat, bahkan noda darah d
Sesudah kembali ke vila, Jimmy terus duduk di halaman. Jantungnya mulai berdegup kencang saat memikirkan momen dia membunuh orang tadi.Jimmy bukan takut, melainkan antusias. Bahkan dia makin antusias setiap memikirkannya, seakan-akan naluri membunuh yang sudah tidur sangat lama kembali dibangkitkan
Setibanya di rumah, Zisel menceritakan kejadian malam ini kepada kedua orang tuanya dengan sangat bersemangat.Mendengar penuturan putrinya, Marcus dan Livia langsung terpaku. Bahkan setelah Zisel menjelaskan seluruh kejadian secara rinci, keduanya masih belum sepenuhnya sadar.Beberapa saat kemudia







