แชร์

Bab 4

ผู้เขียน: Merissa
"Pergi! Kalian keluarga lintah pengisap darah, keluar dari sini!"

Pintu dibanting keras. Dari luar, terdengar makian histeris ibu mertua dan keluhan Haris yang samar, semakin lama semakin menjauh.

Aku bersandar di pintu. Seluruh tubuh terasa dingin.

Ibuku mengusap air mata, sementara wajah ayahku sangat muram.

"Cerai! Kalian harus cerai! Besok langsung cari pengacara!"

....

Bahkan, sebelum kami sempat menghubungi pengacara, Haris sudah datang lagi. Saat aku dan orang tuaku baru saja keluar dari pintu gedung, kami melihat dia tiba-tiba menerjang dan memeluk kakiku erat-erat.

Suaranya mendadak meninggi, sampai seluruh gedung bisa mendengarnya. "Istriku, aku tahu aku salah! Kumohon, jangan ceraikan aku!"

"Orang tuaku melahirkan dan membesarkanku. Mereka orang desa. Aku cuma ingin kasih mereka sedikit biaya hidup. Kita bicarakan baik-baik ya?"

Aku terpaku di tempat, benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi. Aku mual sampai seluruh tubuh gemetar, lalu berusaha keras melepaskannya. "Lepaskan, Haris. Jangan akting lagi. Menjijikkan sekali!"

Para tetangga terusik. Satu per satu menjulurkan kepala untuk menonton. Melihat orang semakin banyak, aktingnya semakin totalitas.

"Tolong bantu aku bicara ke istriku ya. Aku benar-benar nggak mau cerai! Orang tuaku melahirkan dan membesarkanku. Aku kasih mereka biaya hidup itu 'kan wajar!"

Para tetangga membelalak.

"Nggak kasih suami berbakti ke orang tua ya? Istrinya keterlaluan sekali."

"Anak ini dari kecil kami lihat tumbuh besar, nggak nyangka ternyata jadi orang seperti ini."

"Hatinya sekejam itu …. Apa nggak takut kena karma?"

Aku tidak menyangka Haris bisa membalikkan fakta seperti ini. Aku pun serbasalah, tak tahu harus bagaimana membela diri, sampai mataku memerah karena marah.

"Dia bohong! Bukan begitu ceritanya!"

Haris terus melanjutkan, "Istriku, aku salah. Aku tahu sengaja bilang gaji lebih rendah bikin kamu marah, tapi aku cuma mau kasih uang ke orang tuaku. Aku mohon! Aku benar-benar nggak mau cerai!"

Begitu kata-kata itu keluar, semua orang mulai memakiku. Entah siapa yang mulai lebih dulu. Telur dan sayuran busuk dilemparkan bertubi-tubi ke arahku. Orang tuaku berusaha melindungiku, tetapi ikut terkena. Penampilan kami menjadi sangat berantakan.

Kami hanya bisa kabur dan pulang di tengah hujan makian, dengan keadaan menyedihkan.

Tak kusangka, kejadian itu direkam dan diunggah ke internet.

[ Mahasiswa Desa Mati-matian Dilarang oleh Istri Matrenya untuk Menafkahi Orang Tuanya! ]

Seluruh internet mengutukku.

[ Menjijikkan banget orang kayak begini! ]

[ Orang seperti ini seharusnya cepat mati saja! ]

[ Tunggu saja dia jadi ibu. Semoga anaknya nanti memperlakukannya seperti ini juga! ]

Entah siapa yang membocorkan nomor teleponku. Setiap hari, ada orang asing menelepon untuk memakiku. Pesan pribadi di semua platform membeludak. Aku bahkan tidak berani membacanya satu per satu.

Bahkan alamat rumahku pun digali orang. Paket berdatangan tanpa henti ke rumah. Tikus mati, foto-foto berlumuran darah, surat penuh kutukan. Bahkan, ada foto jenazah dan karangan bunga untuk orang tuaku.

Kami tak berani keluar rumah. Begitu menampakkan diri, kami akan ditunjuk-tunjuk, bahkan dikepung dan dimaki.

Sementara semua ini terjadi, dalang di baliknya justru menghilang, seolah-olah sedang menikmati drama dari balik layar. Sampai suatu hari, mereka berani membuka siaran langsung. Mereka ingin mengambil keuntungan dari penderitaan keluargaku!

Melihat Haris membuka siaran langsung, penuh ekspresi terzalimi, aku mengepalkan tanganku erat-erat.

Baiklah. Berhubung kamu lebih suka memakai cara tak berperikemanusiaan seperti ini, jangan salahkan aku kalau aku akan membalas berpuluh-puluh kali lebih kejam dari ini!.

Aku mengeluarkan ponsel dan menelepon. "Aku punya satu berita besar yang bakal meledak. Mau informasi dari orang pertama?"
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya   Bab 10

    Amarah Haris belum sepenuhnya mereda. Ditambah lagi, alamat rumah barunya bocor. Akhirnya dia memilih pindah rumah.Hanya saja, aku tidak menyangka hal ini juga akan melibatkan diriku. Setelah bercerai dengan Haris, aku mulai bekerja kembali. Tak disangka, di jalan pulang kerja aku dicegat oleh orang tuanya. Mereka berlutut di depanku sambil menangis."Mina, kami yang bersalah padamu.""Kami nggak seharusnya memisahkanmu dan Haris. Semua ini karena kami sudah tua dan pikun."Di sekitar kami mulai banyak orang yang menonton. Aku tidak tahan dan menelepon Haris. "Orang tuamu ada di sini."Beberapa menit kemudian, Haris muncul di hadapanku. Wajahnya tampak sangat lelah, benar-benar seperti orang yang sudah lama tidak tidur nyenyak. Lingkar hitam di bawah matanya terlihat jelas.Namun, aku sama sekali tidak merasa kasihan.Haris menoleh ke arah orang tuanya, mengerutkan kening dan bertanya, "Kalian ke sini buat apa?"Orang tuanya menggerakkan bibir, seolah-olah mereka juga tahu ini adalah

  • Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya   Bab 9

    Begitu kejadian yang menimpa Haris hari ini terjadi, dia merasa bahkan saat pergi membeli sayur pun banyak orang yang menunjuk-nunjuk dan membicarakannya.Harga diri yang kuat membuatnya semakin membenci Haris. Dia pun menatap Haris dengan tajam dan berkata tanpa sungkan, "Kakak juga sudah nggak muda lagi. Walaupun sudah cerai, nggak seharusnya sejatuh ini. Lebih baik cari istri baru dan urus rumah dengan baik, itu baru benar."Ucapan itu jelas-jelas bermaksud mengusir Haris. Bahkan Ruslan yang mendengarnya pun merasa tidak enak hati.Dia pun menarik ujung lengan baju istrinya. Tak disangka, istrinya langsung naik pitam dan menampar Ruslan dengan keras."Apa aku salah bicara? Kamu tahu nggak, orang-orang memandangku seperti apa hari ini? Kamu mau punya kakak seperti ini, tapi aku nggak mau."Ruslan juga merasa tidak nyaman. Dia juga orang yang sangat menjaga harga diri. Masalah kakaknya membuat wajahnya ikut tercoreng. Memikirkan hal itu, dia hanya bisa berkata dengan suara lemah, "Sud

  • Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya   Bab 8

    Aku malas berdebat dan langsung mengurus akta cerai bersamanya.Saat melihat akta cerai itu berada di telapak tanganku, aku sempat tertegun sesaat. Akhirnya berakhir.Haris memasukkan tangannya ke saku, berusaha sebisa mungkin menjaga martabatnya. Dia berkata,"Mina, semoga kamu nggak nyesal."Aku tidak ingin melanjutkan pembicaraan dengannya walau sepatah kata pun. Bagaimana mungkin aku menyesal? Yang kurasakan justru hanya rasa lega!Dia mengerutkan kening dan berkata, "Soal terakhir kali kamu menghabiskan tabunganku, aku belum mempermasalahkannya. Kapan kamu berencana mengembalikannya?"Baru saat itu aku menatapnya dengan sungguh-sungguh dan bertanya balik, "Mengembalikan apa? Bukankah itu harta bersama kita sebagai suami istri?""Soal pembagian harta, tentu aku akan menyuruh pengacara untuk menghubungimu. Jadi, Haris, semoga kita nggak bertemu lagi."Haris baru menyadari bahwa dia telah terjebak dalam rencanaku. Dia marah dan frustrasi, tetapi tidak berdaya, hanya bisa melihatku pe

  • Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya   Bab 7

    Tak disangka, ucapan yang keluar dari mulutnya itujustru dia pakai sebagai alasan untuk menyerangku sekarang.Aku juga tidak berniat memanjakan Haris, jadi aku membuka mulut dan berkata, "Uang 100 juta-mu itu bahkan nggak cukup untuk menyewa seorang pengasuh.""Haris, aku sudah bekerja keras di rumah keluargamu selama ini. Setidaknya aku pantas mendapat sedikit imbalan, 'kan?"Setelah mengatakan itu, aku langsung menutup telepon. Tak disangka, orang yang lebih dulu datang mencariku bukan Haris, melainkan adiknya, Ruslan.Begitu melihatku, dia menyunggingkan senyuman palsu dan berkata, "Kak Mina, sepertinya akhir-akhir ini hidupmu cukup santai ya."Aku juga tidak memberinya wajah ramah. Mengingat dia telah membawa kabur mobilku, aku bertanya dengan suara dingin, "Kapan kamu berniat mengembalikan mobilku?"Wajah Ruslan langsung berubah masam. Dengan suara rendah, dia berkata, "Kak Mina kenapa sih dari kemarin ngomongnya soal mobil melulu? Kita 'kan satu keluarga. Punyamu ya punyaku."Aku

  • Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya   Bab 6

    Aku membuka daftar kontak. Isinya penuh dengan pesan singkat dari Haris.[ Mina, kamu habiskan 140 juta uangku cuma dalam satu pagi? Kamu gila ya? ][ Kamu tahu aku harus kerja berapa lama buat ngumpulin uang sebanyak itu? ][ Kamu tahu nggak seberapa capeknya aku kerja? ][ Menikahi perempuan boros sepertimu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku! ][ Aku nggak peduli kamu pakai cara apa, cepat ganti uang itu! Kalau nggak, kita lihat saja nanti! ]Aku langsung mematikan ponsel dan mengabaikan ancamannya.Soal harta kami sebagai suami istri, aku paling paham. Uang itu hampir menguras seluruh isi kantong Haris. Namun secara hukum, itu termasuk harta bersama suami istri.Uang segitu saja sudah cukup membuat Haris seperti anjing terpojok. Kalau begini saja dia sudah sampai mengancamku, kira-kira bagaimana reaksinya saat dia menghadapi rencana yang sudah kusiapkan selanjutnya?Soal rumah, aku sudah menghubungi agen properti dan bersiap menjualnya. Semua ini sama sekali tidak diketahui Ha

  • Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya   Bab 5

    Begitu kantor berita mendengar kabar ini, mereka langsung tertarik. Mereka memang sedang pusing karena tidak punya isu panas untuk diangkat. Tak disangka, aku tiba-tiba menyodorkan tajuk utama dengan baik hati.Namun, pihak sana jelas tetap berhati-hati. "Apa yang kamu inginkan?"Aku menatap layar yang menampilkan Haris. Kedua mataku merah menyala. "Aku ingin namanya hancur. Aku ingin seluruh keluarganya membayar harga yang seharusnya mereka bayar."Haris diam-diam memakai gajinya sendiri untuk menyubsidi adiknya saja sudah sulit kuterima. Namun bagaimanapun, itu bukan uang yang kuhasilkan.Sekarang mereka malah bersekongkol memojokkan keluargaku sampai tak punya jalan keluar, sementara mereka sendiri meraup keuntungan besar.Pihak sana terdiam sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. "Itu tergantung barang yang kamu berikan sepadan dengan harganya atau nggak."Akhir-akhir ini Haris sedang sangat disorot. Di ruang siaran langsungnya terpampang judul besar yang mencolok.[ Setelah Menikah,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status