共有

Bab 329 trisome

作者: Miss Luxy
last update 公開日: 2026-02-19 23:23:13

Setelah mobil berhenti di halaman villa itu. Kedua pria itu segera membawa tubuh Vina untuk dinikmati bersama.

"Lepaskan aku..."

Suara Vina terdengar lemah. Tubuhnya yang lunglai sangat mudah untuk dibawa ke mana-mana.

"Diam ya, sayang. Hari ini kita akan bersenang-senang!" ucap seorang pria di saat membawa Cina ke kamar.

Aland semakin mempercepat mobilnya. Ia memiliki firasat buruk dan ia berharap Vina tidak diapa-apakan oleh mereka.

"Brengsek! Pakai macet segala, sial!" umpat Aland ketik
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Soegi
baru buka baru baca judul, iklannya sdh segudang... norak luh
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 491 puasa dua bulan

    "Mas, stop!" desis Vina sambil menjambak rambut suaminya yang tidak mau berhenti. Sepertinya pria itu sangat menikmatinya apalagi setelah dicukur bersih. Kondisi di sana terasa lebih basah dan nikmat. Lidah, gigi dan hisapan sedang bersatu untuk membuat Vina bahagia. Sungguh, wanita itu mendesah hebat. Tubuhnya menegang saat rasa nikmatnya seperti sedang berada di atas ubun-ubun. Aland mengerang sambil terus memainkan lidahnya ke seluruh permukaan tanpa terkecuali. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Vina merasakan ada sesuatu yang ingin menyembur. "Mas, aku... Aku mau keluar!" rintih wanita itu sering dengan pinggulnya yang ia gerak-gerakkan. Mendengar itu, seketika Aland berhenti dan tersenyum nakal pada istrinya. Tentu saja Vina merasa kecewa karena ia gagal mendapatkan pelepasan nya. "Kenapa berhenti?" tanyanya memelas. Aland tidak menjawabnya. Tapi pria itu justru mulai merambat dan melakukan sesuatu yang tidak terduga. "Ahhhh!" Vina tersentak kaget. Tapi i

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 490 terjepit

    Mau tidak mau, Aland harus menuruti permintaan sang istri. Demi istrinya, ia merelakan alat pencukur kumisnya digunakan untuk mencukur kumis bawah.Vina tersenyum sambil berbaring. Dibukanya kedua kakinya untuk memudahkan Aland mencukur bulu-bulu di sana.Pria mulai menyalakan mesinnya, lalu ia menundukkan kepalanya dan langsung mengeksekusinya."Yang lembut ya, Mas. Jangan kasar-kasar!" ucap Vina sambil merebahkan kepalanya di atas bantal."Hmmm!"Aland cuma berdehem. Kembali ia melanjutkan pekerjaannya. Dengan sangat lembut ia mulai mencukur bulu-bulu halus itu. Sejenak pria itu tersenyum menyeringai melihat istrinya yang begitu seksi."So beautiful!" ucapnya sambil menggerak-gerakkan mesin pencukur rambut itu. Ia memulainya dari arah atas turun ke bawah secara perlahan.Memang, Vina termasuk wanita yang memiliki bulu-bulu lebat pada permukaan kulitnya, terutama area intim nya yang tidak pernah terlihat oleh sinar matahari. Terlihat sangat lebat melebihi lebatnya hutan Amazon.Suara

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 489 alat pencukur kumis

    Akhirnya kain tipis berwarna putih itu terjatuh di atas lantai. Aland yang semula mengantuk berat, tiba-tiba kedua matanya jreng seperti lampu stadion yang menyala terang. Apalagi saat ia melihat bentuk perut istrinya yang menggemaskan. Buncit dan pusarnya menonjol, sangat berbeda dengan kehamilan Vina yang pertama. "Udah mas, aku pipis dulu, nggak tahan!" Vina segera duduk di atas closet, Aland terus memperhatikan sang istri untuk memastikan Vina buang air dengan lancar. Tapi benar-benar sulit dipercaya. Air seni yang Vina keluarkan cuma sedikit tidak sebanyak seperti yang akan dikeluarkan. Itu adalah efek hamil besar di mana kepala si jabang bayi sudah sangat menekan kandung kemih sehingga membuat Vina selalu ingin buang air kecil. "Sudah, Mas!" kata Vina. Dengan telaten pria itu membersihkan area intim istrinya sehabis buang air kecil. Tanpa jijik atau geli. Justru ia sangat menyukai pekerjaan itu. "Berdirilah! Biar aku bersihkan!" titah Aland yang sudah memegang semprota

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 488 buruan lepasin, Mas!

    Hari berganti hari, di saat kandungan Vina memasuki usia delapan bulan. Mereka sudah kembali ke kota. Banyak sekali kenangan yang tertinggal di kampung itu. Terutama saat ini Ani juga sedang hamil besar. Tapi Ani tidak sendirian, ia ditemani oleh Nyonya Ratna yang masih tinggal di kampung ikut serta sang suami. Kadang wanita itu masih berhubungan dengan Vina lewat video call. Mereka saling bicara tentang kondisi kehamilan masing-masing. Memasuki bulan ke sembilan. Aland benar-benar membatasi kegiatan istrinya. Karena hanya tinggal menghitung hari saja ia akan kedatangan anggota baru di dalam keluarga. Namun, di saat-saat seperti itu juga ia harus bisa lebih sabar menghadapi sifat cerewet Vina menjelang persalinan. Hampir setiap malam Aland terjaga dari tidurnya karena Vina sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Aland sangat mengkhawatirkan kondisi sang istri sehingga ia harus menjadi suami siaga dan selalu siap jika sang istri memerlukannya. Meskipun kedua matanya

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 487 korengan

    Akhirnya Romi menyadari bahwa dirinya memang sedang mengompol. Pria itu langsung berdiri dan ia melihat sarung dan kakinya sudah basah oleh air seninya. Aland berdiri sambil memperhatikan sang asisten yang sedang salah tingkah. Pria itu tertawa kecil melihat Romi yang sedang mengompol. "Astaga, ternyata kamu ikut ngompol lihat bebek tadi, hah? Kamu ikut merasakannya?" kata Aland sambil terkikik. Romi nampak begitu malu dan ia segera pamit pergi ke kamar mandi. "Hehehe, kebablasen bos. Permisi, saya mau ke kamar mandi dulu. Jijik, gatal dan lengket!" jawab Romi sambil beranjak pergi ke kamar mandi yang ada di sebelah. Aland masih tertawa melihat kepergian sang asisten. Sungguh, Romi memang asisten yang sangat konyol. Tapi meskipun begitu, Romi sangat setia dan cerdas. "Romi, Romi! Ada-ada saja!" Aland menggelengkan kepalanya. Lalu pria itu melihat bebek tadi sudah berpisah dan seolah tidak terjadi apa-apa, kedua hewan unggas itu makan dan minum seperti biasa. "Hah, dasar be

  • Ah! Mantap Mas Ramli   Bab 486 ahhh lega rasanya

    Aland benar-benar sangat penasaran dengan proses si bebek yang sedang kawin. Baru kali ini ia melihat kejadian langka seperti itu. Pria itu berjongkok sambil memperhatikan bagaimana si bebek jantan sedang berusaha sekuat tenaga. Sambil memiringkan kepalanya, Aland menyaksikan dengan seksama saat si bebek jantan sedang mengeluarkan kejantanannya. Bentuk ekor bebek yang panjang cukup susah bagi bebek jantan untuk menjangkau alat vital si bebek betina. Tapi tidak menyurutkan semangat bebek jantan untuk membuahi bebek betina. Sampai-sampai Aland merasa gemas karena belum juga bebek jantan berhasil. "Ayo dikit lagi, Bek! Astaga, lama sekali. Masa harus aku bantuin! Itu gampang sekali," gumam Aland yang sudah tak kuasa menahan kesabarannya melihat bebek kawin. Sementara itu, Romi yang awalnya memutuskan untuk tidur, tiba-tiba pria itu merasa ingin buang air kecil. Terpaksa ia bangun untuk pergi ke kamar mandi yang ada di belakang rumah dekat kandang bebek miliknya. Rumah-rumah di kamp

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status