Short
Suami dan Anakku Lebih memilih Adikku

Suami dan Anakku Lebih memilih Adikku

By:  YesiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
23views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Saat berkemas untuk perjalanan bulan madu kami, Kian mengubah tujuannya menjadi Pulau Balia, tempat yang selalu ingin dikunjungi oleh adikku. Aku langsung terpaku, melihat ayah dan anak itu saling bertukar pandangan penuh arti. "Kalau Ibu keberatan, kita lakukan pemungutan suara saja." Setiap kali aku dan Wina berbeda keinginan, mereka akan selalu mengadakan pemungutan suara untuk bersikap netral. Saat ulang tahun, aku ingin makan makanan Barat, namun mereka memilih untuk mendukung pilihan Weni yang ingin makan salad dengan alasan lebih sehat. Ketika aku merasa tidak stabil secara mental dan ingin menemui dokter, mereka memilih untuk mendukung klaim Wina bahwa aku hanya sedang stres. Dan kali ini, pemungutan suara masih dua banding satu, aku kalah lagi. Tenggorokanku terasa sakit, aku lalu bicara dengan lembut. "Kian, Danau Erana adalah tempat kita mengikat janji." Dia tidak mendongak, hanya sibuk membeli tiket grup ke Pulau Balia. "Bukannya di sana juga ada laut? Sama saja." Kian pun memesan tiket grup untuk tiga orang. "Hanya ada paket wisata untuk tiga orang. Kau beli tiket terpisah saja, ya." Dia memasukkan dirinya, putranya, dan adik iparnya ke dalam satu kelompok, tidak termasuk aku. Aku melepas cincin kawin dan memesan tiket ke Danau Erana. Tempat yang selalu ingin kukunjungi, kini bisa kudatangi sendiri.

View More

Chapter 1

Bab 1

Melihatku memesan tiket, kerutan di dahi Kian Mahendra pun mengendur.

Dia mengusap kepala Wina Prameswari, lalu menggenggam tanganku.

"Kalau begitu, ayo beli baju renang."

"Wina dan Gavin baru-baru ini belajar berselancar secara intensif, jadi begitu sampai di Balia, mereka bisa langsung mempraktikkannya."

Gavin memeluk erat paha Wina sambil bermanja-manja.

"Bibi pasti akan menjadi pemandangan yang paling indah nanti."

Anakku jarang sekali bersikap manis.

Dia selalu menjaga jarak denganku tanpa alasan yang jelas, di sorot matanya tersimpan penghinaan yang sulit dijelaskan

Untuk mendekatkan hubungan ibu dan anak, aku mencari kreator konten kuliner yang diikuti Gavin, lalu mempelajari masakan yang pernah dia sukai.

Namun, setiap kali aku bertanya kepada Gavin dengan penuh harap apakah masakanku enak, jawabannya selalu mengecewakan.

Dia selalu mengernyit, memuntahkan makanan ke tempat sampah, lalu sampai merasa mual beberapa kali.

"Masakan Ibu benar-benar nggak enak."

Padahal, rasa masakanku cukup enak. Jadi, aku pikir itu hanya karena tidak sesuai dengan selera Gavin.

Tetapi sekarang aku mengerti, dia tidak menyukaiku sehingga segala sesuatu yang kubuat pun akan dia benci.

Aku duduk di kursi penumpang depan dan melihat Gavin berbaring dengan tenang dalam pelukan Wina melalui kaca spion.

Begitu menyadari aku sedang melihatnya, dia menjulurkan lidah dan membuat wajah mengejek ke arahku.

Wina menutup mulutnya sambil tertawa, tak kuasa menahan diri untuk berkomentar.

"Kak, kau dan Gavin pasti bermusuhan di kehidupan sebelumnya."

"Padahal, dia anak paling penurut yang pernah kutemui, tapi entah kenapa nggak pernah bisa akur denganmu."

Sambil memutar kemudi, Kian ikut menimpali.

"Gavin memang lebih menyukaimu. Setiap ulang tahun, keinginannya selalu sama, dia berharap agar bibinya yang ceria dan periang bisa menjadi ibunya."

Begitu kata-kata itu terucapkan, wajah Wina memerah.

Dia melirik Kian dengan malu-malu, lalu menggelitik pinggang Gavin.

"Omong kosong, ibumu nanti bisa sedih."

Tawa dan canda memenuhi mobil, tetapi setiap suara itu terasa seperti jarum yang menusuk hatiku.

Aku memandangi anak yang telah kulahirkan dengan mempertaruhkan nyawa. Sejak Wina pindah ke rumah kami, dia tak pernah lagi dekat denganku.

Rasa pahit menjalar di mulutku, Kian membungkuk untuk membantuku melepaskan sabuk pengaman.

Seolah menyadari suasana hatiku yang sedih, dia mengecup keningku untuk menghibur.

"Itu cuma candaan anak-anak, jangan dipikirkan."

Setelah masuk ke toko pakaian renang, Kian yang semula berjalan berdampingan denganku perlahan mendekati Wina.

Wina menggandeng tangan Gavin, sementara Gavin menggandeng Kian.

Pramuniaga menyapa dengan ramah.

"Keluarga kecil Anda terlihat begitu bahagia."

Tidak ada yang memperhatikan aku yang tertinggal di belakang, tak ada juga yang meluruskan bahwa akulah yang seharusnya menjadi bagian dari keluarga kecil itu.

Mataku terasa perih, aku menatap Gavin yang sedang memilih baju renang untuk Wina.

Tiba-tiba dia menghampiriku sambil membawa sebuah baju renang berwarna kuning muda, matanya penuh harapan.

"Ibu, kau pasti akan terlihat cantik kalau memakai ini."

Kian ikut menimpali sambil mendorongku menuju ruang ganti.

"Cepat dicoba dan lihat selera anakmu."

Kehangatan mengalir di hatiku. Setelah berganti baju renang, aku masih merapikan beberapa bagian yang berkerut di depan cermin.

Aku mengira akan menerima pujian begitu membuka pintu. Namun, tak kusangka, tepat saat pintu terbuka, kilatan lampu kamera langsung menyala.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status