Share

Peramal Tua

Penulis: RajaFantasi
last update Tanggal publikasi: 2026-01-07 21:16:26

Kantor kepolisian, kota Selabatu.

Dien Moretz keluar dari markas pasukan malam yang berada di bawah tanah kantor kepolisian kota Selabatu. Dia bertemu beberapa polisi yang berlalu-lalang, melihat beberapa polisi yang bermain judi, melihat beberapa polisi tidur di jam kerja, melihat beberapa polisi yang bersantai, dan melihat beberapa polisi yang melakukan beberapa hal tidak berguna lainnya. Polisi-polisi itu tidak peduli dengan keberadaannya, mereka terus sibuk dengan diri sendiri, bahkan ketik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Melihat masa depan x Kecepatan super

    Jauh di rumah tersembunyi terlihat Demma berkumpul dengan anggota Organisasi Jalan Suci. Demma terlihat memperhatikan kelabang merah yang merayap di tangannya. Kelabang merah itu masuk ke dalam pakaian dan keluar dari atas kepala Demma. Demma tersenyum tipis melihat tingkah peliharaannya tersebut, lalu melihat ke pintu khusus dimana pemimpin organisasi akan datang. Klize pemimpin organisasi akhirnya datang dengan senyuman kecil menyapa 9 anggota organisasinya termasuk Demma. Dua pengawal Klize dengan sigap dan sikap waspada melindungi sang tuan. “Maaf aku terlambat!” Ucap Klize tersenyum meminta maaf kepada 9 anggota organisasinya. Klize menciptakan meja lengkap dengan kursi menggunakan sihir tanah, lalu duduk dan mempersilahkan semua rekannya untuk duduk sebelum membahas beberapa hal penting mengenai kelanjutan organisasi. Semua orang mengangguk mengerti dan duduk di kursi tanah buatan Klize. “Mari kita mulai rapatnya!” Klize sebagai pemimpin memulai rapat darurat organisasi.“K

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Asosiasi Pemburu dan Informasi yang mengguncang Dunia

    Seorang pria paruh baya dengan luka tebasan lebar menyilang di wajah dengan telaten menyirami tanaman bunga yang dia pelihara di halaman rumahnya. Pria paruh baya itu dengan telaten menyirami bunga satu-persatu sambil bersiul ria menikmati kegiatan rutin paginya tersebut. Di samping pria paruh baya terlihat pak tua Mo berlutut satu kaki dan menundukkan kepala hormat. “Jadi kau gagal memusnahkan keluarga James?” Gorg Dereck meletakkan teko gembor ke samping dan bertanya kepada pak tua Mo dengan nada lembut menghanyutkan. Pak tua Mo menundukkan kepala hormat. “Ampuni hamba tuan besar. Hamba gagal melaksanakan tugas dan memusnahkan keluarga James.” Pak tua Mo memohon ampun. Gorg tersenyum tipis dan mengisi air teko dengan sihir air, lalu menyirami bunga yang belum disiram. “Tidak apa-apa. Wajar saja kau gagal, bagaimanapun keluarga James bukan keluarga biasa. Mereka memiliki akar yang sangat kuat di kota ini.” Gorg berkata dengan senyuman ramah. “Terimakasih atas ampunannya tuan!

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Serangan tiga pembunuh

    Rumah Dien, Perumahan Nusa. Dien mencari latar belakang keluarga Hazib dan Reni di laptopnya, namun yang dia temukan hanyalah beberapa informasi umum yang tidak terlalu penting. Dien terus mencari dan tidak menemukan apapun, selain latar belakang keluarga Hazib dan Reni yang cukup terpandang. Dimana keluarga mereka sedikit lebih kuat dari keluarga James, keluarganya Leonard James yang merupakan pacar Helena. “Aku tidak percaya mereka hanya keluarga kaya biasa. Mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Mereka mungkin memiliki praktisi spiritual yang lebih kuat dari Pak tua itu.” Dien menyandarkan dirinya di kursi mengusap wajah lelahnya. Dien menghela nafas menyerah dan memilih pergi ke ruang tamu untuk menonton pertandingan bola. Tiba-tiba lampu padam dan membuat rumah sederhana itu gelap seketika. Dien kaget sesaat dan hanya menganggap mati lampu biasa, namun tiba-tiba Dien merasa ada seseorang yang mengawasinya dari balik kegelapan. Dien dengan cepat melihat pojok kiri atas, lalu me

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Krisis Keluarga James

    Balkon, rumah mewah keluarga James. Leonard menenangkan diri di balkon rumahnya dengan ditemani cahaya bulan yang bersinar terang. Leonard mengambil secangkir kopi di meja kecil dan menyesapnya sembari melihat nomor telepon Helena di handphonenya. Setelah melihat beberapa detik, Leonard tersenyum tipis dan menutup aplikasi pengirim pesan tanpa melakukan apapun. Leonard kembali membuka aplikasi dan kembali melihat nomor Helena. Leonard melihat foto profil Helena, sebuah foto yang menampilkan Helena dan dirinya yang tersenyum bahagia. Leonard berniat mengirim pesan kepada Helena melalui aplikasi pengirim pesan, namun Leonard segera mengurungkan niatnya untuk menghargai permintaan Dien agar tidak menelpon adiknya (Helena).“Sedang apa dia sekarang? Apakah dia sudah sembuh?” Leonard bergumam menatap cahaya bulan yang bersinar terang. “Aku sangat merindukannya.” Leonard bersandar di kursi, lalu memejamkan mata membayangkan wajah cantik Helena yang dia rindukan. Leonard menghela nafas r

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Dien dan Keluarga

    Dien pulang dan bertemu dengan Helena yang hampir pulih dari cederanya. Dien tersenyum dan memasuki kamar Helena yang serba pink dan sangat tertata rapi. Helena yang belum benar-benar pulih segera berdiri dari tidurnya menyambut kakaknya tersebut. “Kakak silahkan duduk!” Helena tersenyum menyambut sembari mengarahkan agar Dien duduk di kursi meja belajarnya.Dien mengangguk dan duduk dengan senyuman yang tidak hilang dari wajahnya yang tanpa cacat, bahkan dapat dikatakan wajah Dien terlalu sempurna. “Jadi apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa orang-orang itu memukul kalian?” Dien bertanya santai, namun serius disaat yang bersamaan. Ekspresi Dien terlihat penasaran, bingung, marah, dan tidak tahu harus bagaimana merespon pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami Helena dan Leonard. Dien tidak mengerti apa masalah yang telah dilakukan oleh Helena dan Leonard hingga disiksa sedemikian rupa oleh kelompok tuan muda Hazib. Yang benar-benar membuat Dien khawatir adalah terlibatnya seorang

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Asosiasi Pemburu

    Divisi satuan intelijen dan penegak hukum. Karena melakukan sebuah kesalahan yang menewaskan banyak orang, Dien Moretz diadili oleh divisi satuan intelijen dan penegak hukum yang memang bertugas mengumpulkan informasi dan menegakkan hukum baik kepada praktisi bukan anggota maupun praktisi anggota pasukan malam. “Setelah menimbang dan berdiskusi, kami telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman 20 kali cambukan kepadamu. Apakah kamu menerimanya, Dien Moretz?” Kepala divisi satuan intelijen dan penegak hukum menatap Dien dengan tajam. “Aku menerimanya, kepala divisi.” Dien sedikit menundukkan kepala hormat dan menerima hukumannya. “Baiklah. Laksanakan hukumannya!” Kepala divisi menatap tajam dan memberikan perintah kepada bawahannya. Dua orang berbadan besar dan berotot segera memegang kedua bahu Dien dan menyeretnya keluar ruangan pengadilan internal untuk menjalankan hukuman 20 cambukan di halaman kantor kepolisian yang kini telah berfungsi normal setelah menerima kerusakan parah

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Dunia Monster

    Dien pulang larut malam. Dia bertemu ibu yang menunggunya di ambang pintu, wanita tua itu tersenyum hangat melihat kedatangan Dien. Wajah keriputnya yang pucat pasi menjadi cerah ketika melihat Dien pulang. Melihat ibunya, Dien tersenyum, lalu menyerahkan buah-buahan yang dibelinya kepada ibu yang

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Cincin Lima Elemen Kesatuan

    Setelah ledakan berakhir, kapten Waden menarik sihir ratusan tombak tanah raksasa miliknya, membuat matahari yang tertutup tombak tanah raksasa kembali menyinari area pertarungan, dan terlihatlah area tersebut sudah menjadi kawah besar yang sangat dalam. Dien terlihat terluka bakar parah akibat le

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Berlebihan

    Luke bertahan dengan perisai kura-kura, sebuah senjata sihir tipe pertahanan yang dia miliki. Luke dengan cepat mengambil gulungan segel yang tergeletak di lantai, karena terlalu terburu-buru mengeluarkan perisai kura-kura, lalu memasukkannya ke dalam kantong celana depan.BANG! Dien sudah di depa

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Buku 100 Bayangan

    Ribuan jiwa dan ratusan senjata tersegel menyerang Dien sesaat setelah pria itu melangkah masuk ke dalam ruangan penyimpanan senjata tersegel. Ribuan jiwa dan ratusan senjata tersegel itu tidak mampu menyentuh tubuh Dien, karena dihalangi oleh formasi segel jiwa. "Kamu memiliki waktu 30 menit untu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status