Compartilhar

Peramal Tua

Autor: RajaFantasi
last update Data de publicação: 2026-01-07 21:16:26

Kantor kepolisian, kota Selabatu.

Dien Moretz keluar dari markas pasukan malam yang berada di bawah tanah kantor kepolisian kota Selabatu. Dia bertemu beberapa polisi yang berlalu-lalang, melihat beberapa polisi yang bermain judi, melihat beberapa polisi tidur di jam kerja, melihat beberapa polisi yang bersantai, dan melihat beberapa polisi yang melakukan beberapa hal tidak berguna lainnya. Polisi-polisi itu tidak peduli dengan keberadaannya, mereka terus sibuk dengan diri sendiri, bahkan ketik
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Serangan tiga pembunuh

    Rumah Dien, Perumahan Nusa. Dien mencari latar belakang keluarga Hazib dan Reni di laptopnya, namun yang dia temukan hanyalah beberapa informasi umum yang tidak terlalu penting. Dien terus mencari dan tidak menemukan apapun, selain latar belakang keluarga Hazib dan Reni yang cukup terpandang. Dimana keluarga mereka sedikit lebih kuat dari keluarga James, keluarganya Leonard James yang merupakan pacar Helena. “Aku tidak percaya mereka hanya keluarga kaya biasa. Mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Mereka mungkin memiliki praktisi spiritual yang lebih kuat dari Pak tua itu.” Dien menyandarkan dirinya di kursi mengusap wajah lelahnya. Dien menghela nafas menyerah dan memilih pergi ke ruang tamu untuk menonton pertandingan bola. Tiba-tiba lampu padam dan membuat rumah sederhana itu gelap seketika. Dien kaget sesaat dan hanya menganggap mati lampu biasa, namun tiba-tiba Dien merasa ada seseorang yang mengawasinya dari balik kegelapan. Dien dengan cepat melihat pojok kiri atas, lalu me

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Krisis Keluarga James

    Balkon, rumah mewah keluarga James. Leonard menenangkan diri di balkon rumahnya dengan ditemani cahaya bulan yang bersinar terang. Leonard mengambil secangkir kopi di meja kecil dan menyesapnya sembari melihat nomor telepon Helena di handphonenya. Setelah melihat beberapa detik, Leonard tersenyum tipis dan menutup aplikasi pengirim pesan tanpa melakukan apapun. Leonard kembali membuka aplikasi dan kembali melihat nomor Helena. Leonard melihat foto profil Helena, sebuah foto yang menampilkan Helena dan dirinya yang tersenyum bahagia. Leonard berniat mengirim pesan kepada Helena melalui aplikasi pengirim pesan, namun Leonard segera mengurungkan niatnya untuk menghargai permintaan Dien agar tidak menelpon adiknya (Helena).“Sedang apa dia sekarang? Apakah dia sudah sembuh?” Leonard bergumam menatap cahaya bulan yang bersinar terang. “Aku sangat merindukannya.” Leonard bersandar di kursi, lalu memejamkan mata membayangkan wajah cantik Helena yang dia rindukan. Leonard menghela nafas r

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Dien dan Keluarga

    Dien pulang dan bertemu dengan Helena yang hampir pulih dari cederanya. Dien tersenyum dan memasuki kamar Helena yang serba pink dan sangat tertata rapi. Helena yang belum benar-benar pulih segera berdiri dari tidurnya menyambut kakaknya tersebut. “Kakak silahkan duduk!” Helena tersenyum menyambut sembari mengarahkan agar Dien duduk di kursi meja belajarnya.Dien mengangguk dan duduk dengan senyuman yang tidak hilang dari wajahnya yang tanpa cacat, bahkan dapat dikatakan wajah Dien terlalu sempurna. “Jadi apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa orang-orang itu memukul kalian?” Dien bertanya santai, namun serius disaat yang bersamaan. Ekspresi Dien terlihat penasaran, bingung, marah, dan tidak tahu harus bagaimana merespon pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami Helena dan Leonard. Dien tidak mengerti apa masalah yang telah dilakukan oleh Helena dan Leonard hingga disiksa sedemikian rupa oleh kelompok tuan muda Hazib. Yang benar-benar membuat Dien khawatir adalah terlibatnya seorang

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Asosiasi Pemburu

    Divisi satuan intelijen dan penegak hukum. Karena melakukan sebuah kesalahan yang menewaskan banyak orang, Dien Moretz diadili oleh divisi satuan intelijen dan penegak hukum yang memang bertugas mengumpulkan informasi dan menegakkan hukum baik kepada praktisi bukan anggota maupun praktisi anggota pasukan malam. “Setelah menimbang dan berdiskusi, kami telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman 20 kali cambukan kepadamu. Apakah kamu menerimanya, Dien Moretz?” Kepala divisi satuan intelijen dan penegak hukum menatap Dien dengan tajam. “Aku menerimanya, kepala divisi.” Dien sedikit menundukkan kepala hormat dan menerima hukumannya. “Baiklah. Laksanakan hukumannya!” Kepala divisi menatap tajam dan memberikan perintah kepada bawahannya. Dua orang berbadan besar dan berotot segera memegang kedua bahu Dien dan menyeretnya keluar ruangan pengadilan internal untuk menjalankan hukuman 20 cambukan di halaman kantor kepolisian yang kini telah berfungsi normal setelah menerima kerusakan parah

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Terlalu Banyak Ilmu

    Dien melihat sekitarnya dan tidak menemukan apapun selain tempat yang hancur dan bongkahan tanah bangunan yang berserakan di sekitar bola tanah raksasa yang hancur terbelah. Dapat ditebak para penghuni gang sempit tersebut hancur dihantam tanah raksasa yang menyerupai meteor tersebut. Dien melihat sekelilingnya dengan ekspresi tidak percaya dan juga kebingungan. “Tuan, sepertinya pengawal bayangan kura-kura mengamuk dan menghancurkan tempat ini. Kura-kura itu pasti mengamuk tanpa terkendali karena tuan pergi meninggalkan pertarungan begitu saja. Kepergian tuan membuatnya dapat bergerak bebas menghancurkan apapun.” Ucap Gyan menyadari penyebab kehancuran tempat tersebut. “Ini… tidak mungkin!” Ucap Dien tidak percaya mendengar ucapan Gyan. Dien tanpa sengaja melihat mayat yang tertimpa reruntuhan dengan badan bagian bawah hancur dan tangan lemas seperti meminta pertolongan. Mayat itu menggendong bayi yang terbunuh akibat tertusuk serpihan tanah tajam seperti tombak. Mata mayat perem

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Tiga vs Satu

    Kapten Waden, Eira, dan Kateline berhadapan dengan iblis tingkat 6 yang mencoba memangsa manusia. Mereka bertiga tampak kesulitan melawan iblis tersebut. Saat dalam pertarungan mereka bertiga dikejutkan dengan bola tanah raksasa yang semakin besar di lokasi pertarungan Dien. Bola tanah itu semakin besar dan besar hingga menutupi sinar bulan. Melihat lawannya kehilangan fokus sesaat George yang dalam mode iblis serigala langsung menyerang dengan cakarnya yang dilapisi energi jahat. Eira dengan cepat melayangkan mobil angkot untuk menahan dan melindungi Kateline. SLASH! George memotong angkot yang digunakan Eira untuk melindungi Kateline yang menjadi incarannya. Kateline dengan cepat menjauh menjaga jarak. George melirik Eira dingin penuh permusuhan, lalu melepaskan cakar energi iblis kepada Eira.“Sihir tembok tanah!” Gumam Eira melindungi dirinya sendiri. “Apa yang kalian berdua lakukan! Fokuslah bertarung melawan iblis ini!” Pekik Eira menyadarkan kapten Waden dan Kateline yang k

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Cincin Lima Elemen Kesatuan

    Setelah ledakan berakhir, kapten Waden menarik sihir ratusan tombak tanah raksasa miliknya, membuat matahari yang tertutup tombak tanah raksasa kembali menyinari area pertarungan, dan terlihatlah area tersebut sudah menjadi kawah besar yang sangat dalam. Dien terlihat terluka bakar parah akibat le

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Berlebihan

    Luke bertahan dengan perisai kura-kura, sebuah senjata sihir tipe pertahanan yang dia miliki. Luke dengan cepat mengambil gulungan segel yang tergeletak di lantai, karena terlalu terburu-buru mengeluarkan perisai kura-kura, lalu memasukkannya ke dalam kantong celana depan.BANG! Dien sudah di depa

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Buku 100 Bayangan

    Ribuan jiwa dan ratusan senjata tersegel menyerang Dien sesaat setelah pria itu melangkah masuk ke dalam ruangan penyimpanan senjata tersegel. Ribuan jiwa dan ratusan senjata tersegel itu tidak mampu menyentuh tubuh Dien, karena dihalangi oleh formasi segel jiwa. "Kamu memiliki waktu 30 menit untu

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Dunia Monster

    Dien pulang larut malam. Dia bertemu ibu yang menunggunya di ambang pintu, wanita tua itu tersenyum hangat melihat kedatangan Dien. Wajah keriputnya yang pucat pasi menjadi cerah ketika melihat Dien pulang. Melihat ibunya, Dien tersenyum, lalu menyerahkan buah-buahan yang dibelinya kepada ibu yang

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status