LOGIN“Benar-benar … nikmat sekali! Kamu sangat tahu cara memperlakukan wanita .…” Aku adalah seorang fotografer anatomi tubuh. Lewat lensa kamera, aku telah menangkap ribuan ekspresi wanita yang menggoda dan liar. Wanita di dalam jepretanku, tidak peduli seperti apa mereka sebelumnya, akan menjelma menjadi model kelas satu yang luar biasa cantik. Itu semua karena mereka adalah hasil "didikanku" sendiri. Di dalam kamar yang temaram, seorang wanita berlutut telanjang di atas ranjang dengan napas yang memburu. Pipinya merona merah, tatapannya sayu kehilangan arah, sementara bokongnya yang sintal tetap menungging tinggi di bawah cengkeraman tanganku.
View MoreSeiring dengan kalimat itu, pintu terbuka lebar. Cahaya menyeruak masuk memenuhi ruangan, seketika menerangi segalanya. Hatiku pun seolah hidup kembali dan beban di pundakku luruh seketika.“Apa pelakunya Jesika?” tanyaku sambil mencengkeram tangan polisi yang datang.Polisi muda itu hanya mengedikkan dagunya. “Pak Herman yang akan menjelaskannya padamu.”Aku mengikuti langkahnya keluar dari ruangan sempit itu dan diarahkan untuk duduk di ruang pantri.Setelah menunggu dengan gelisah beberapa saat, Pak Herman masuk sambil membawa setumpuk berkas. Ada lingkaran hitam yang jelas di bawah matanya, tanda bahwa dia telah terjaga semalaman.“Pak Herman ... apa itu benar?”Dia mengangguk lelah, lalu berusaha memaksakan sebuah senyuman. “Setelah interogasi semalaman, kasus ini akhirnya terungkap.”Melalui penjelasannya, aku akhirnya mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.Ternyata, Willy memiliki penyimpangan seksual yang aneh. Dia tidak bisa terangsang jika tidak melakukan sesuatu yang ekstr
Polisi yang menginterogasiku itu menerima laporan tersebut, membacanya sekilas. Lalu mengalihkan pandangannya kembali padaku sambil berucap dengan penekanan di setiap katanya, “Di bawah kuku Jesika, ditemukan residu DNA milikmu.”Sekarang bukti fisik dan saksi mata sudah lengkap. Aku benar-benar terpojok tanpa bisa membela diri.Tunggu, dia kan tadi ke rumahku! DNA di bawah kukunya itu pasti berasal dari luka cakaran saat kami bergulat tadi!Segera kusampaikan petunjuk ini kepada polisi dan kuulangi seluruh detail kejadian malam ini tanpa ada yang terlewat.Kerutan di dahi petugas itu tampak semakin dalam, seolah ada beban pikiran yang tak kunjung hilang. Setelah mempertimbangkan masak-masak, dia memintaku untuk menunggu sementara mereka melakukan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan keteranganku.Ruang interogasi kembali sunyi senyap. Pikiranku carut-marut.Situasi saat ini sangat tidak menguntungkan bagiku. Sebelum memutuskan untuk menjebakku, Jesika pasti sudah merencanakan segalan
Jesika sudah pergi? Apa maksud dari semua drama yang dia lakukan malam ini? Dan kenapa telepon Willy tidak bisa dihubungi? Apakah terjadi sesuatu?Kecurigaan di hatiku semakin dalam. Aku memutuskan untuk pergi ke rumah Willy. Lagi pula, jaraknya tidak jauh. Aku menyambar mantel dan segera keluar. Jalanan tengah malam sangat sunyi, hanya ada aku sendiri, membuat hatiku semakin tidak tenang.Anehnya, semuanya berjalan sangat lancar. Penjaga gerbang bahkan tidak mencatat identitasku dan langsung membiarkanku masuk ke kompleks perumahan. Padahal biasanya kalau aku datang, prosedurnya sangat panjang merepotkan.Sesampainya di depan pintu rumah Willy, aku mendapati pintunya tidak terkunci rapat. Menyisakan celah kecil yang membiarkan cahaya dari dalam merembes keluar.Setelah mengetuk pintu dengan buku jari, aku mendorongnya perlahan.Begitu pintu terbuka, keheningan yang mencekam menyelimuti seisi ruangan.Saat menunduk, aku melihat seseorang tergeletak begitu saja di lantai. Darah yang
Harry sudah bisa melakukan perintah-perintah dasar dengan baik, hanya saja urusan toilet masih sulit diperbaiki. Dia masih sering buang air sembarangan.Agar bisa menjaganya dengan lebih baik, aku memasang kamera CCTV di rumah. Dengan begitu, aku bisa memantau kondisi Harry saat bekerja. Apa dia makan dan minum dengan baik, atau apa dia buang air sembarangan lagi.Hari-hari berlalu dengan tenang, sampai seorang tamu tak diundang menghancurkan kedamaian hidupku.Aku baru saja merasa mengantuk, ketika tiba-tiba terbangun oleh suara bel pintu yang berbunyi nyaring.Harry juga terbangun dan menggonggong tanpa henti.Suara bel itu terdengar sangat mendesak, seolah mengejar nyawa, membuat kepalaku berdenyut sakit.Aku melirik jam, sudah pukul sebelas malam. Siapa yang bertamu selarut ini?Dengan perasaan kesal, aku membuka pintu. Tak disangka, begitu pintu terbuka, seorang wanita langsung menerobos masuk dan memeluk tubuhku erat-erat.Tubuh lembut dan dingin yang menyusup ke pelukanku itu,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.