Share

Surat Peringatan

Penulis: Anny Djumadi
last update Tanggal publikasi: 2026-07-21 17:57:21

Malam semakin larut. Suasana rumah sakit jauh lebih tenang dibandingkan siang tadi. Hanya terdengar langkah kaki beberapa perawat yang sesekali melintas di lorong.

Zafira perlahan membuka matanya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum menyadari dirinya masih berada di sofa ruang perawatan.

Tanpa sadar, tangannya menyentuh sesuatu yang hangat di bahunya. Jas Albert. Zafira menunduk, sudut bibirnya terangkat tipis. Pria itu pasti kembali menyelimutinya ketika ia tertidur.

Pandangannya berali
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
ketrin amora
paling si vivi cemburu. tahu rasa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Vivi Mulai Takut

    Hari pemakaman Hendro akhirnya tiba. Langit terlihat mendung sejak pagi, seolah ikut merasakan kesedihan yang menyelimuti keluarga itu. Zafira berdiri di sisi makam dengan mata sembap. Tangannya menggenggam tangan Albert erat.Ia masih sulit menerima kenyataan bahwa ayahnya telah pergi. Kemarin ia masih bisa berbicara dengan Hendro. Sekarang... yang tersisa hanya sebuah makam."Ayah..."Suara Zafira bergetar."Maafkan aku."Air matanya kembali jatuh."Aku belum sempat membalas semua kebaikan Ayah.""Kupikir aku diberi kesempatan untuk menyelamatkan ayah..."'Ternyata aku tetap saja gagal."Albert berdiri di sampingnya. Ia tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya menggenggam tangan Zafira lebih erat.Setelah pemakaman selesai, satu per satu orang mulai meninggalkan tempat itu. Namun Zafira masih berdiri di sana. Tatapannya tertuju pada makam Hendro."Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini, Yah."Albert menoleh. Zafira mengepalkan tangannya."Aku tahu aku tidak punya bukti.""Tapi ak

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Kebenaran yang Mulai Dicari

    Zafira perlahan membuka mata. Cahaya putih dari langit-langit membuat pandangannya terasa silau. Beberapa detik ia hanya diam, mencoba mengingat apa yang terjadi.Kemudian ingatannya kembali.Ayahnya.Zafira langsung berusaha bangun."Ayah..."Gerakannya membuat Albert yang duduk di samping tempat tidur segera berdiri."Fira, jangan bangun dulu.""Ayah di mana?"Suara Zafira bergetar. Albert terdiam. Ia tahu cepat atau lambat Zafira harus mengetahui kenyataannya."Mas...""Ayah bagaimana?"Zafira menatapnya penuh harap. Namun melihat wajah Albert yang tiba-tiba muram, senyum kecil di wajahnya perlahan menghilang."Mas..."Albert menggenggam tangannya."Fira...""Ayah sudah tenang di sana."Zafira membeku. Air matanya langsung menggenang."Jangan...""Mas...""Ayah..."Albert mengusap punggung tangannya."Aku sudah mengatur penguburan untuk Ayah."Zafira menutup mulutnya. Tangisnya pecah."Aku belum sempat bicara dengan Ayah.""Aku belum sempat mengatakan apa-apa."Albert memeluknya."

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Rahasia di Balik Perubahan Zafira

    Rumah sakit kembali dipenuhi kesibukan. Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Albert yang sejak tadi menunggu langsung berdiri."Dokter, bagaimana keadaan istri saya?"Dokter tersenyum."Secara umum kondisinya baik. Pingsannya kemungkinan besar disebabkan oleh shock berat dan kelelahan setelah kecelakaan."Albert menghela napas lega."Syukurlah."Namun dokter belum selesai."Ada satu hal lagi."Albert mengerutkan kening."Apa, Dok?"Dokter tersenyum."Selamat. Istri Anda sedang hamil muda."Albert terdiam."Hamil?""Iya."Untuk beberapa detik, Albert seperti tidak mampu mencerna perkataan itu. Kemudian wajahnya perlahan berubah. Senyum muncul tanpa ia sadari."Kami akan punya anak?"Dokter mengangguk."Usianya masih sangat muda, jadi untuk sementara istrinya harus banyak beristirahat dan menghindari kelelahan."Albert mengangguk berkali-kali."Baik, Dok. Saya akan menjaganya."Setelah dokter pergi, Albert masih berdiri di tempatnya. Ia menatap p

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Bukan Aku yang Memburunya

    Zafira berdiri dengan tubuh gemetar. Air matanya terus mengalir ketika pandangannya tertuju kepada Vivi.Ayahnya baru saja meninggal. Orang yang sejak kecil menjadi tempatnya pulang kini terbaring tidak berdaya di hadapannya.Namun di balik kesedihan itu, ada sesuatu yang jauh lebih kuat.Kemarahan.Semua kejadian yang selama ini berusaha ia susun tiba-tiba bercampur menjadi satu. Kecelakaan yang pernah dialami ayahnya. Kecelakaan yang baru saja menimpanya. Ancaman yang ia terima.Dan sekarang... Hendro meninggal, padahal saat keluar dari Rumah Sakit, dokter sudah menyatakan Hendro sehat. Dan yang paling tidak bisa Zafira terima adalah... di kehidupan keduanya, ternyata dia tetap gagal menyelamatkan ayahnya.Zafira menunjuk Vivi dengan tangan gemetar."Kau!"Vivi tersentak."Kau pembunuh ayah!"Ruangan langsung hening. Albert yang berdiri di samping Zafira menatap istrinya."Fira..."Namun Zafira seperti tidak mendengar. Ia terus menatap Vivi dengan mata penuh kebencian."Kau yang mem

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Kau Pembunuhnya

    Bab 76 — Rahasia yang Terlambat TerungkapVivi baru saja pulang ketika ia melihat Hendro masih berada di ruang tengah."Ayah belum tidur?"Hendro tidak menjawab. Ia hanya menatap Vivi dengan tatapan yang membuat langkah wanita itu terhenti."Ada apa, Yah?""Kau anak kurang ajar!"Vivi terkejut."Ayah?"Hendro menunjuknya dengan tangan gemetar."Katakan padaku apa yang sudah kau lakukan kepada Zafira!"Wajah Vivi seketika berubah."Apa maksud Ayah?""Jangan berpura-pura!"Hendro terdengar marah."Aku sudah ingat semuanya."Vivi membeku."Aku ingat kejadian hari itu. Aku ingat apa yang sudah kau lakukan.""Ayah mungkin salah ingat.""Diam!"Bentakan Hendro membuat Vivi terdiam."Zafira selalu baik kepadamu."Hendro menggeleng dengan kecewa."Dia tidak pernah membencimu meskipun kalian sering berbeda.""Tapi kau malah mencelakainya."Vivi mengepalkan tangannya."Ayah tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.""Aku tahu cukup banyak!"Hendro melangkah mendekat."Selama ini aku selalu merasa

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Kecurigaan yang Tak Sengaja Tumbuh

    Pagi berikutnya, Zafira akhirnya diperbolehkan pulang. Meski dokter masih meminta agar ia banyak beristirahat, Zafira sudah merasa jauh lebih baik Luka di kepalanya masih terasa nyeri, tetapi dibandingkan beberapa jam sebelumnya, tubuhnya sudah jauh lebih kuat.Albert datang menjemputnya. Begitu melihat Zafira keluar dari kamar, ia langsung menghampiri."Pelan-pelan.""Aku bisa jalan sendiri, Mas.""Aku tahu."Albert tetap memegang lengannya. Zafira menatapnya sekilas, lalu tersenyum kecil."Mas benar-benar berubah.""Berubah bagaimana?""Jadi cerewet."Albert mendengus."Kalau kamu tidak membuatku khawatir, aku juga tidak akan cerewet."Zafira terkekeh pelan.Namun ketika mereka sampai di luar rumah sakit, ia melihat dua orang pria berdiri tidak jauh dari mobil.Zafira menatap Albert."Siapa mereka?""Orang keamanan.""Mas...""Jangan protes."Albert membuka pintu mobil untuknya."Mulai sekarang kamu tidak boleh pergi sendirian."Zafira menghela napas. Ia tahu tidak ada gunanya memba

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Melepaskan Perasaan

    Zafira tidak tahu bagaimana ia bisa keluar dari rumah Pak Garda dengan langkah yang masih terlihat tenang. Padahal di dalam dirinya, semuanya seperti sedang runtuh.,Suara-suara yang baru saja ia dengar terus berputar di kepalanya."Aku khawatir Zafira mulai mencurigai sesuatu.""Bukankah sejak awal

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Rahasia di Balik Pintu

    Pagi-pagi sekali Zafira sudah meninggalkan rumah. Ia tidak memberi tahu siapa pun ke mana akan pergi. Bahkan ketika Vivi bertanya mengapa ia tampak terburu-buru saat sarapan, Zafira hanya tersenyum tipis dan mengatakan bahwa ia ingin berjalan-jalan.Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbaga

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Orang yang Melihat Takdir

    Sebenarnya Pak Garda bukan sosok asing bagi keluarganya. Ayahnya mengenal pria itu cukup lama dan sesekali masih mengundangnya ke rumah untuk berbincang. Meski begitu, Hendro tidak pernah menjelaskan secara rinci urusan mereka. Dulu Zafira tidak terlalu memperhatikan keberadaan pria itu.Namun seka

  • Kehidupan Kedua Pengantin Pengganti    Petunjuk Pertama

    Setelah keluarga Pratama meninggalkan rumah, suasana kediaman keluarga Hendro masih dipenuhi kegembiraan. Para pelayan lalu-lalang membereskan ruang tamu, sementara beberapa kerabat yang belum pulang masih membicarakan pertunangan yang baru saja terjadi.Semua orang tampak bahagia. Semua orang, kec

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status