MasukPak Ardi segera menunjukkan pesan dari pemilik toko kepada Albert.“Pak, pemilik toko mengatakan masih memiliki sebuah foto lama yang mungkin berkaitan dengan Teddy.”Albert yang sedang memeriksa beberapa dokumen langsung mengangkat wajah.“Foto apa?”“Dia belum menjelaskan secara terperinci. Katanya, foto itu diambil ketika Teddy masih bekerja di sana.”Albert meletakkan berkas yang dipegangnya.“Hubungi dia. Minta agar foto itu disimpan baik-baik. Jangan sampai hilang atau jatuh ke tangan orang lain.”“Baik, Pak.”“Dan satu lagi, jangan beri tahu siapa pun tentang foto tersebut. Aku ingin melihatnya sebelum kita mengambil kesimpulan.”Pak Ardi mengangguk.Albert kembali bersandar di kursinya. Ada perasaan bahwa penyelidikan mereka mulai menemukan arah yang lebih jelas.Selama ini, mereka hanya mengandalkan kesaksian orang-orang yang pernah mengenal Teddy. Namun, sebuah foto bisa memberikan petunjuk yang lebih kuat, terutama jika di dalamnya terdapat orang-orang yang selama ini berus
Pagi itu, Albert mengambil keputusan untuk menemui Pak Garda.Dia tidak ingin hanya mengandalkan kesaksian pemilik toko. Ada banyak hal yang harus dipastikan, terutama mengenai alasan pria itu pernah datang bersama Vivi untuk menemui Teddy.Sebelum berangkat, Albert sempat berbicara dengan Zafira.“Aku akan menemui Pak Garda hari ini,” katanya sambil merapikan jam tangan.Zafira yang sedang duduk di tepi ranjang langsung mengangkat wajah.“Sendiri?”“Iya. Aku ingin berbicara dengannya secara langsung. Kalau aku datang bersama Pak Ardi, mungkin suasananya akan terasa seperti pemeriksaan.”Zafira mengangguk pelan.“Jangan langsung menuduhnya.”Albert tersenyum tipis. “Aku tahu. Aku hanya ingin mendengar penjelasannya.”“Dan kalau dia tidak mau menjawab?”“Berarti aku harus mencari cara lain untuk mengetahui kebenarannya.”Albert mendekati Zafira, kemudian mengecup keningnya.“Kamu istirahat saja. Jangan terlalu banyak berpikir.”Zafira tersenyum kecil.Namun, setelah Albert pergi, senyu
Pagi itu, Albert baru saja menyelesaikan rapat ketika Pak Ardi mengetuk pintu ruang kerjanya.“Maaf, Pak. Saya sudah berhasil menghubungi pemilik toko tempat Teddy pernah bekerja.”Albert mengangkat wajahnya.“Bagaimana hasilnya?”“Pemilik toko bersedia memberikan keterangan. Dia juga sudah memeriksa beberapa foto yang saya bawa.”Pak Ardi meletakkan sebuah map di atas meja.“Ada satu foto yang langsung dikenali olehnya.”Albert membuka map itu. Di antara beberapa foto yang dikumpulkan Pak Ardi, terdapat foto Pak Garda.Alis Albert langsung berkerut.“Pak Garda?”“Benar, Pak. Pemilik toko mengenali beliau sebagai pria yang pernah datang bersama Vivi untuk menemui Teddy.”Albert terdiam.Untuk beberapa saat, dia hanya menatap foto tersebut, seolah berharap ada penjelasan lain yang lebih masuk akal.Pak Garda bukan orang asing baginya. Selama ini, Albert menghormati pria itu karena pernah memberikan peringatan yang menyelamatkannya dari kecelakaan pesawat. Bahkan, beberapa kali dia masi
Pagi itu, Albert berangkat ke kantor dengan pikiran yang masih dipenuhi percakapannya dengan Zafira semalam.Istrinya mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, Albert tahu ada sesuatu yang disembunyikan perempuan itu darinya. Bukan sekadar rahasia kecil, melainkan sesuatu yang membuat Zafira terus menahan diri setiap kali pembicaraan mereka menyentuh masa lalu Teddy.Satu hal yang pasti, dia tidak akan membiarkan orang yang pernah membahayakan istrinya berkeliaran tanpa diketahui.Begitu tiba di kantor, Albert langsung memanggil Pak Ardi.“Bagaimana perkembangan penyelidikan kita?”Pak Ardi membuka berkas yang dibawanya.“Saya sudah menghubungi beberapa orang yang pernah bekerja di toko tempat Teddy bekerja sebelum dibawa Vivi ke rumah keluarga Hendro. Sayangnya, pemilik toko yang lama sudah pindah. Namun, saya berhasil mendapatkan alamat tempat tinggalnya.”“Bagus. Hubungi dia dan atur pertemuan. Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ketika Teddy bekerja di sana.”“
Malam itu, Zafira duduk sendirian di tepi ranjang. Albert belum kembali ke kamar karena masih menyelesaikan beberapa pekerjaan di ruang kerjanya. Sementara itu, Zafira terus memikirkan percakapan mereka sore tadi.Bagaimana kau bisa mengetahui begitu banyak hal tentang Teddy?Pertanyaan Albert terus terngiang di kepalanya.Dia tahu suaminya mulai curiga. Bukan karena Albert menganggapnya pembohong, melainkan karena terlalu banyak hal yang dia ketahui tanpa alasan yang masuk akal.Zafira menunduk, menatap kedua tangannya.Dia ingin menceritakan semuanya.Dia ingin mengatakan bahwa Teddy bukan sekadar mantan pekerja mansion Hendro. Pria itu adalah orang yang telah menghancurkan hidupnya dalam kehidupan pertama. Dia juga ingin mengungkapkan bahwa Vivi bukan perempuan baik yang selama ini ditampilkan di hadapan Albert.Namun, bagaimana mungkin dia menjelaskan bahwa dirinya telah mati, kemudian mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali?Siapa yang akan percaya pada cerita seperti itu?Alb
Albert masih memikirkan kesaksian Jatmiko ketika Pak Ardi mengetuk pintu dan masuk ke ruang kerjanya."Pak, saya sudah mendapatkan informasi tentang masa lalu Teddy."Albert segera mengalihkan pandangan dari layar laptopnya."Apa yang kau temukan?""Ternyata Teddy dibesarkan di sebuah panti asuhan. Dia tinggal di sana sejak kecil dan tidak memiliki keluarga yang diketahui oleh pengurus panti."Albert mengernyitkan dahi."Apakah kau sudah menemukan seseorang yang mengenalnya sejak kecil?""Sudah, Pak. Kami mendapatkan informasi mengenai seorang pria yang pernah tinggal di panti yang sama. Namanya Bima. Sekarang dia bekerja di sebuah bengkel di luar kota."Albert menutup laptopnya."Hubungi dia. Aku ingin berbicara dengannya.""Baik, Pak."Ardi segera mengatur pertemuan. Siang harinya, Bima datang ke kantor Albert dengan wajah sedikit gugup. Pria itu duduk di hadapan Albert sambil sesekali memperhatikan ruangan yang luas dan mewah."Terima kasih sudah datang," ujar Albert. "Saya ingin m
Zafira tidak tahu bagaimana ia bisa keluar dari rumah Pak Garda dengan langkah yang masih terlihat tenang. Padahal di dalam dirinya, semuanya seperti sedang runtuh.,Suara-suara yang baru saja ia dengar terus berputar di kepalanya."Aku khawatir Zafira mulai mencurigai sesuatu.""Bukankah sejak awal
Pagi-pagi sekali Zafira sudah meninggalkan rumah. Ia tidak memberi tahu siapa pun ke mana akan pergi. Bahkan ketika Vivi bertanya mengapa ia tampak terburu-buru saat sarapan, Zafira hanya tersenyum tipis dan mengatakan bahwa ia ingin berjalan-jalan.Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbaga
Sebenarnya Pak Garda bukan sosok asing bagi keluarganya. Ayahnya mengenal pria itu cukup lama dan sesekali masih mengundangnya ke rumah untuk berbincang. Meski begitu, Hendro tidak pernah menjelaskan secara rinci urusan mereka. Dulu Zafira tidak terlalu memperhatikan keberadaan pria itu.Namun seka
Setelah keluarga Pratama meninggalkan rumah, suasana kediaman keluarga Hendro masih dipenuhi kegembiraan. Para pelayan lalu-lalang membereskan ruang tamu, sementara beberapa kerabat yang belum pulang masih membicarakan pertunangan yang baru saja terjadi.Semua orang tampak bahagia. Semua orang, kec







