Compartir

Bab 3

Autor: Fortunata
last update Fecha de publicación: 2026-01-19 01:02:11

[Kau harus membunuh Saintess Lilia dengan tanganmu sendiri. Hanya itu satu-satunya cara agar kau bisa bertahan hidup.]

“Apa?” Aveline menegakkan punggungnya.

“Apa kau gila? Mengapa aku harus membunuh Saintess yang baik itu?”

“Di novel Lilia yang kubaca—dan di empat kehidupanku sebelumnya—Saintess Lilia selalu menjadi sosok yang benar-benar baik. Tidak ada manusia biasa yang bisa sebaik dan semurni dia!”

“Aku punya pilihan untuk tidak mengikuti cerita aslinya dan tidak menjadi tokoh jahat, bukan?”

[Tidak bisa. Sekali lagi kuingatkan, kau harus membunuhnya dengan tanganmu sendiri.]

[Jika tidak, kau akan terus mati dan hidup kembali seperti sekarang. Tak masalah jika kau tidak ingin menjadi tiran untuk membunuhnya. Kau bisa mengubah jalan cerita novel, asal Saintess Lilia tetap mati ditanganmu.]

“Apa alasan di balik semua ini?” suara Aveline bergetar.

“Jelaskan mengapa aku yang harus melakukannya!”

[Server error!]

“Mengapa aku yang terpilih untuk membunuh wanita sebaik itu?”

“Aku bukan pembunuh!”

[Server error!]

Aveline terdiam.

Dadanya terasa sesak, pikirannya berputar tanpa arah. Ia mengusap wajahnya kasar, lalu menarik nafas panjang.

Aveline terdiam cukup lama.

“Kalau begitu…” ucap Aveline yang akhirnya bersuara, “Apakah aku tetap akan bermasalah jika membatalkan pertunanganku dengan Ash?”

“Dengan catatan… aku tetap membunuh Saintess Lilia.”

[Tidak ada masalah dengan tindakan yang Anda ambil selama Anda membunuh Saintess Lilia.]

“Mengapa nyawa seolah tidak berarti di dunia ini? Santai sekali menyuruh orang lain untuk membunuh…” ucap Aveline tak habis pikir.

Kepalanya sangat sakit sekarang. “Andai ada panadol di sini,” gumamnya.

“Baguslah…” Aveline tertawa pendek.

“Aku… membenci tatapannya.”

Tubuhnya merinding ketika ingatan akan penjara kembali menyeruak—rasa sakit dari siksaan, dinginnya dinding batu, dan tatapan Ash yang bengis.

Aveline membenci semuanya.

Air mata kembali jatuh. Mengalir dari sudut mata, melewati pipi dan dagu, menetes ke lantai satu per satu.

Tak ingin terus terjebak di masa lalu, Aveline memaksakan diri untuk bangkit. Ia mengambil kertas dan pena, lalu mulai menulis surat permintaan maaf resmi untuk Ash.

Setelah selesai, ia membawa surat itu ke ruang kerja ayahnya.

“Masuk,” suara Chad terdengar dari balik pintu.

Begitu Aveline melangkah masuk, Chad menghentikan pekerjaannya. Pandangannya tak lagi tertuju pada dokumen di meja.

Aveline menyerahkan surat itu.

“Apakah Ayah sudah menulis surat pembatalan pertunangannya?” tanyanya pelan.

Chad menatap surat di tangan Aveline, lalu kembali menatap wajah putrinya.

“Kau… benar-benar serius?”

“Aku sudah menduganya,” jawab Aveline tenang.

“Bacalah dulu. Aku sengaja belum merekatkannya dengan lem.”

“Kirimkan dengan benar setelah ayah selesai membaca surat ini.”

Aveline lalu menarik nafas panjang. Wajahnya terlihat sangat lelah.

“Aku bahkan malu pada diriku sendiri di hadapan Ash. Melepaskannya adalah jalan terbaik.”

Tanpa menunggu jawaban, Aveline keluar dari ruangan.

Semoga Duke Clement benar-benar mengirimkan suratnya, batin Aveline.

Ia kembali ke kamar dengan suasana hati yang buruk.

Dalam tiga kehidupan sebelumnya, ia tak pernah benar-benar memperhatikan Ash. Namun setiap kali mati, rentang waktu sebelum ia hidup kembali selalu semakin lama.

Kehidupan pertama sebagai Aveline—Sarah diseret dan dipaksa minum racun oleh Edward.

Kehidupan kedua—Sarah memegang pisau berlumuran darah, tepat setelah menusuk Saintess Lilia. Tentu saja, Lilia tidak selamat.

Kehidupan ketiga—Sarah terbangun setelah Aveline lulus dari akademi. Saat itu, Aveline tengah merengek ingin segera menikah dengan Ash. Sarah langsung membatalkan pertunangan dan pergi ke desa.

Kehidupan keempat—Aveline berada di tahun terakhir akademi. Sarah menjalani hidupnya satu tahun lebih awal, mengumpulkan uang, lalu pergi begitu lulus.

Namun tetap saja, Aveline dituduh sebagai pembunuh Saintess Lilia—meski ia hidup jauh di desa kecil di ujung perbatasan. Ia diseret kembali dan dijatuhi hukuman mati.

Yang paling menyebalkan, pada kehidupan keempat itu…

Sarah jatuh cinta pada Ash.

Itulah sebabnya ia bangun di kehidupan kelima ini dengan luka yang terasa dua kali lipat lebih dalam.

“Bodoh sekali kau, Sarah…” gumamnya lirih.

“Mengapa kau bisa jatuh cinta pada pria seperti itu?”

“Sepertinya… perasaan Aveline yang asli masih melekat di tubuh ini.”

Aveline duduk di ruang kerjanya, mengeluarkan kertas dan pena, lalu mulai menyusun rencana. Ia menuliskan kejadian-kejadian penting dari novel Lilia serta detail dari kehidupan-kehidupan sebelumnya—sebelum ingatannya kembali memudar.

Meski samar, ia berusaha menulis semuanya dengan rinci.

Rencana pertamanya jelas.

Ia harus mendekati Saintess Lilia terlebih dahulu.

Bagaimanapun juga, wanita itu adalah sosok yang sangat dicintai Dewa. Kekuatannya pun luar biasa.

Siapa tahu, dengan menjadi akrab dengannya…

Saintess Lilia memiliki cara agar Aveline tak perlu terus mengulang kehidupan yang berakhir dengan kematian.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 46 : Info

    Aveline berharap messenger aneh itu setidaknya bisa memberikan informasi yang berguna tentang Cliff."Kalau memang secanggih itu, kasih tahu aku siapa sebenarnya pria itu."Seolah mendengar pikirannya, layar transparan itu kembali muncul.[Perdana Menteri Clifford merupakan lulusan terbaik Akademi Askeri. Ia adalah salah satu perdana menteri termuda dalam sejarah Kerajaan Uruk. Dengan wawasan yang luas serta hobinya berkeliling dunia, ia berhasil menciptakan berbagai terobosan yang mendorong kemajuan Uruk.]Mata Aveline membesar.Wow!Biasanya sistem tak kasat mata ini hanya memunculkan server error tanpa alasan yang jelas.Kali ini ternyata cukup berguna."Kalau begitu..." gumam Aveline pelan. "Apa Clifford anggota keluarga kerajaan?"[Bukan. Beliau rakyat biasa yang berhasil mencapai posisinya melalui kerja keras.]Aveline semakin bingung."Tunggu dulu..."Bukankah Raja tadi jelas membahas pernikahan keluarga kerajaan?Kalau Clifford bukan bangsawan kerajaan, lalu siapa yang dimaksu

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 45 : Amarah

    “Apa yang kau lakukan?!”Suara Ashford menggema di seluruh kantin begitu ia tiba di lokasi.Seperti biasa.Bahkan tanpa bertanya lebih dulu, tatapan tajamnya langsung tertuju pada Aveline.Aveline hanya mendesah pelan.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia mengambil semangkuk sup di meja terdekat, lalu menyiramkannya ke seragam Ashford.Ketegangan kian bertambah.“Kau...!” geram Ashford. Wajahnya memerah, antara marah dan tidak percaya.Aveline mengangkat kedua tangannya, seolah sedang mempersembahkan Ashford kepada semua orang yang menyaksikan.“Nah, lihatlah baik-baik!”“Begitulah yang terjadi padaku beberapa menit yang lalu.”Ia menatap seluruh penghuni kantin satu per satu.“Bahkan Duke Muda yang selalu menjunjung etika pun marah ketika pakaiannya dikotori dan ditertawakan.”“Kalau begitu, mengapa aku tidak boleh marah?&rdq

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 44 : Sebuah Tawaran Manis (2)

    “Aku percaya diri orang-orang akan memperebutkanku,” ucap Miller sambil menyeringai lebar.Aveline menatapnya datar.“Percaya diri sekali…”“Tentu saja!” sahut Miller tanpa merasa malu sedikit pun. “Aku mungkin miskin, tetapi otakku masih bisa diadu. Meskipun aku tidak menjadi orang paling pintar di sana, aku yakin setidaknya masih bisa masuk sepuluh besar.”Aveline hanya mengembuskan napas kasar.Sepuluh besar?Jelas sekali pria ini akan menjadi nomor satu.Miller memiringkan kepala.“Tapi mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?”“Tidak ada.”Aveline membalik halaman bukunya.“Hanya berandai-andai.”Miller menatapnya penuh selidik.“Kau benar-benar yakin akan meninggalkan Duke Muda?”Dalam hati, Miller masih menyimpan sedikit keraguan. Bagaimanapun, dulu Aveline begitu tergi

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 43 : Sebuah Tawaran Manis

    "Perjanjian kita akan diikat dengan kontrak darah."Cliff mengucapkannya tanpa keraguan sedikit pun."Kau pasti pernah mendengar istilah ‘kontrak darah’ dari kerajaanku, bukan?"Aveline terdiam.Tentu saja ia pernah mendengarnya.Kontrak darah bukanlah selembar perjanjian biasa.Setiap kalimat yang tertulis di dalamnya adalah sumpah yang mengikat nyawa.Selama kedua pihak memenuhi isi kontrak, semuanya akan baik-baik saja.Namun...Akibat yang datang saat melanggar perjanjian ialah kematian."Aku tidak akan melakukan sesuatu yang menjatuhkan harga dirimu."Cliff menatap Aveline serius."Aku akan selalu mendahulukanmu.""Aku juga tidak akan pernah menusukmu dari belakang.""Selama apa pun yang kau lakukan tidak membahayakan diriku ataupun kedudukanku di kerajaan."Ruangan kembali sunyi.Aveline memutar cangkir tehnya perlahan.Lalu ia tersenyum tipis.

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 42 : Kenapa Harus Kalian? (4)

    "Anda masih saja berbicara sembarangan,” ucap Aveline sambil menghela napas.Cliff hanya tersenyum santai."Kau pasti akan menjadi istriku."Kalimat itu benar-benar mengalir begitu saja dari mulutnya."Sekarang kau sudah lajang, bukan? Tidak ada lagi yang bisa menghalangiku mendapatkanmu."Ucapan itu membuat seluruh ruangan hening.Rick berdeham pelan sebelum akhirnya membuka suara."Ehem...""Kurasa anda tidak perlu terburu-buru," ucapnya tenang. Berusaha untuk tetap berwibawa."Pernikahan antara keluarga kerajaan dengan bangsawan dari negara lain bukan perkara sederhana.""Banyak hal yang harus dipertimbangkan.""Lagipula, Nona Clement masih harus menyelesaikan pendidikannya."Aveline tahu persis apa maksud Raja.Bukan pendidikannya yang menjadi masalah.Melainkan dirinya.Sebagai penyihir api terkuat generasi muda Elseve, ia adalah salah satu aset militer paling berharga

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 41 : Kenapa Harus Kalian? (3)

    Fred sontak menghindar.Ia berusaha keras untuk menghindar hingga kursinya sedikit bergeser.Lilia yang semula hendak mengusap kepala anak itu langsung menarik tangannya kembali.Wanita yang memiliki suara lembut itu justru bingung."... maaf," gumam Lilia pelan.Fred buru-buru menundukkan kepala."Aku hanya terkejut.""Aku... tidak terbiasa disentuh."Suara anak itu begitu lirih hingga nyaris tak terdengar.Tubuhnya masih sedikit gemetar.Lalu perlahan ia menoleh ke arah Aveline, seolah meminta izin.Aveline hanya mengangguk kecil."Tak apa..."Melihat isyarat itu, Fred mengumpulkan keberaniannya.Dengan canggung, ia mengulurkan tangan ke arah Lilia."Maaf nona...""Lili," sela Lilia sambil tersenyum lembut."Panggil aku Lili."Fred tampak gugup."Maaf... Lili...."Lilia tersenyum hangat."Tidak apa-apa.""Sekarang lanjutkan makan

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 13 : Aku Secantik Ini

    Jujur saja Aveline agak mirip dengan Sarah.Sarah bisa terbilang seorang pekerja kantoran yang kompeten. Tiap tahun ia selalu mendapat kenaikan jabatan.Sebagai alumni dari kampus yang bahkan tidak terkenal, Sarah benar-benar mengharumkan almamaternya.Sarah sempat berpikir s

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 4

    Tahun ajaran baru telah dimulai, Aveline kembali menginjakkan kaki di akademi.Suasana hatinya mendadak buruk karena harus berpapasan dengan Ashford.“Mengapa aku harus melihat wajahnya di pagi hari yang cerah ini?” teriak Aveline dalam hati.Ashford berjalan keluar dari gerbang utama.Sial sekali

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 2

    Namun, Aveline tidak menampar Vivia.Ia justru memeluk pelayan itu lebih erat dan terus menangis. Untuk saat ini, ia belum sanggup melepaskan diri.Tangis Aveline baru mereda saat pelayan lain masuk ke kamar, menyampaikan bahwa ayah dan kakak laki-lakinya telah menunggu di ruang makan untuk sarapan

  • Kehidupan Kelima Sang Antagonis   Bab 1

    “Wahai rakyatku sekalian! Lihatlah!” suara Pangeran Edward menggema, memantul di dinding batu alun-alun.“Inilah wanita hina yang telah membunuh Saintess Lilia! Wanita terkutuk ini telah menghilangkan saintess yang kita sayangi—saintess yang membawa kemakmuran bagi kita semua…!”Pidato itu menjadi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status