LOGINSarah, seorang akuntan biasa di perusahaan multinasional harus masuk ke dunia novel "Lilia". Sarah menjadi Aveline, tokoh antagonis di novel ini. Sarah sudah mati empat kali akibat tuduhan pembunuhan Saintess Lilia. Tentu saja Sarah tidak pernah melakukan itu. Cita-cita Sarah adalah ingin bertahan hidup dan menjadi wanita pengangguran kaya raya. Namun, di kehidupan kelima, Sarah diberitahu bahwa cara untuk bertahan hidup adalah membunuh Saintess Lilia dengan tangannya sendiri. Sarah bukan pembunuh, mampukah dia melakukannya?
View MoreAveline berharap messenger aneh itu setidaknya bisa memberikan informasi yang berguna tentang Cliff."Kalau memang secanggih itu, kasih tahu aku siapa sebenarnya pria itu."Seolah mendengar pikirannya, layar transparan itu kembali muncul.[Perdana Menteri Clifford merupakan lulusan terbaik Akademi Askeri. Ia adalah salah satu perdana menteri termuda dalam sejarah Kerajaan Uruk. Dengan wawasan yang luas serta hobinya berkeliling dunia, ia berhasil menciptakan berbagai terobosan yang mendorong kemajuan Uruk.]Mata Aveline membesar.Wow!Biasanya sistem tak kasat mata ini hanya memunculkan server error tanpa alasan yang jelas.Kali ini ternyata cukup berguna."Kalau begitu..." gumam Aveline pelan. "Apa Clifford anggota keluarga kerajaan?"[Bukan. Beliau rakyat biasa yang berhasil mencapai posisinya melalui kerja keras.]Aveline semakin bingung."Tunggu dulu..."Bukankah Raja tadi jelas membahas pernikahan keluarga kerajaan?Kalau Clifford bukan bangsawan kerajaan, lalu siapa yang dimaksu
“Apa yang kau lakukan?!”Suara Ashford menggema di seluruh kantin begitu ia tiba di lokasi.Seperti biasa.Bahkan tanpa bertanya lebih dulu, tatapan tajamnya langsung tertuju pada Aveline.Aveline hanya mendesah pelan.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia mengambil semangkuk sup di meja terdekat, lalu menyiramkannya ke seragam Ashford.Ketegangan kian bertambah.“Kau...!” geram Ashford. Wajahnya memerah, antara marah dan tidak percaya.Aveline mengangkat kedua tangannya, seolah sedang mempersembahkan Ashford kepada semua orang yang menyaksikan.“Nah, lihatlah baik-baik!”“Begitulah yang terjadi padaku beberapa menit yang lalu.”Ia menatap seluruh penghuni kantin satu per satu.“Bahkan Duke Muda yang selalu menjunjung etika pun marah ketika pakaiannya dikotori dan ditertawakan.”“Kalau begitu, mengapa aku tidak boleh marah?&rdq
“Aku percaya diri orang-orang akan memperebutkanku,” ucap Miller sambil menyeringai lebar.Aveline menatapnya datar.“Percaya diri sekali…”“Tentu saja!” sahut Miller tanpa merasa malu sedikit pun. “Aku mungkin miskin, tetapi otakku masih bisa diadu. Meskipun aku tidak menjadi orang paling pintar di sana, aku yakin setidaknya masih bisa masuk sepuluh besar.”Aveline hanya mengembuskan napas kasar.Sepuluh besar?Jelas sekali pria ini akan menjadi nomor satu.Miller memiringkan kepala.“Tapi mengapa kau tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?”“Tidak ada.”Aveline membalik halaman bukunya.“Hanya berandai-andai.”Miller menatapnya penuh selidik.“Kau benar-benar yakin akan meninggalkan Duke Muda?”Dalam hati, Miller masih menyimpan sedikit keraguan. Bagaimanapun, dulu Aveline begitu tergi
"Perjanjian kita akan diikat dengan kontrak darah."Cliff mengucapkannya tanpa keraguan sedikit pun."Kau pasti pernah mendengar istilah ‘kontrak darah’ dari kerajaanku, bukan?"Aveline terdiam.Tentu saja ia pernah mendengarnya.Kontrak darah bukanlah selembar perjanjian biasa.Setiap kalimat yang tertulis di dalamnya adalah sumpah yang mengikat nyawa.Selama kedua pihak memenuhi isi kontrak, semuanya akan baik-baik saja.Namun...Akibat yang datang saat melanggar perjanjian ialah kematian."Aku tidak akan melakukan sesuatu yang menjatuhkan harga dirimu."Cliff menatap Aveline serius."Aku akan selalu mendahulukanmu.""Aku juga tidak akan pernah menusukmu dari belakang.""Selama apa pun yang kau lakukan tidak membahayakan diriku ataupun kedudukanku di kerajaan."Ruangan kembali sunyi.Aveline memutar cangkir tehnya perlahan.Lalu ia tersenyum tipis.
Jujur saja Aveline agak mirip dengan Sarah.Sarah bisa terbilang seorang pekerja kantoran yang kompeten. Tiap tahun ia selalu mendapat kenaikan jabatan.Sebagai alumni dari kampus yang bahkan tidak terkenal, Sarah benar-benar mengharumkan almamaternya.Sarah sempat berpikir s
Aveline pun mulai menjalankan rencananya.Saat waktu makan siang tiba, Aveline membawa nampannya dan dengan santai duduk di kursi kosong di sebelah Miller.Miller Edser yang tengah hanyut dalam pusaran buku tebalnya langsung mengerutkan kening. Wajahnya jelas menunjukkan tanda tidak suka.Ia menutup
Namun, Aveline memilih untuk tidak bertanya lebih jauh.Ia malas berurusan dengan server error yang menjadi jawab di setiap pertanyaan penting.Aveline berjalan melewati Lilia dan para power rangers. Dengan hati yang dongkol, ia mulai menyantap makan siangnya. Hambar.Sepertinya rasa makanan ini me
Bahkan petugas administrasi akademi pun tahu bahwa Aveline mengikuti Ashford masuk ke jurusan ilmu pedang.“Ya, saya yakin,” jawab Aveline mantap.“Saya ingin pindah ke jurusan ilmu sihir. Sepertinya ilmu pedang memang tidak cocok untuk saya.”Aveline lalu menyerahkan selembar formulir.“Saya juga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews