LOGINSarah, seorang akuntan biasa di perusahaan multinasional harus masuk ke dunia novel "Lilia". Sarah menjadi Aveline, tokoh antagonis di novel ini. Sarah sudah mati empat kali akibat tuduhan pembunuhan Saintess Lilia. Tentu saja Sarah tidak pernah melakukan itu. Cita-cita Sarah adalah ingin bertahan hidup dan menjadi wanita pengangguran kaya raya. Namun, di kehidupan kelima, Sarah diberitahu bahwa cara untuk bertahan hidup adalah membunuh Saintess Lilia dengan tangannya sendiri. Sarah bukan pembunuh, mampukah dia melakukannya?
View MoreXing-xing menoleh ke arah pak tua yang sejak tadi hanya diam di balik meja. Karena Xing-xing yang ditawari pekerjaan, ia tidak ingin ikut campur lebih jauh.Aveline mengikuti arah pandangnya, lalu tersenyum santai.“Tenang saja,” ucapnya ringan.“Pak tua juga bisa membantu.”Ia menyilangkan tangan di depan dada, terlihat begitu percaya diri.“Akan ada saatnya aku meminta rekomendasi novel romansa. Untuk hal seperti itu… sebaiknya kau yang memilih bukunya untukku.”Aveline menoleh sekilas ke arah pak tua.“Aku tidak terlalu menyukai seleranya,” lanjut Aveline setengah berbisik.Hening sesaat.Kemudian—Xing-xing dan Aveline tertawa bersamaan.Suasana toko yang tadinya kaku perlahan mencair.“Baiklah,” kata Xing-xing akhirnya, masih menyisakan senyum.“Aku setuju.”Namun matanya kembali menyipit, penuh rasa ingin tahu.“Tapi… bagaimana caramu menghidupkan tokoh dalam Bayangan Mata Duke?”Aveline mengangkat satu jari ke bibirnya.“Rahasia.”Kemudian, ia tersenyum tipis. Membayangkan usah
Seni teater di kerajaan ini sebenarnya belum berkembang.Setidaknya… belum untuk dua tahun ke depan.Akan tetapi, Aveline tahu masa depan.Dalam kehidupan sebelumnya, Xing-xing—gadis kecil yang kini menjaga toko buku sederhana ini—akan menikah dengan seorang pedagang kaya. Bersama suaminya, ia menjadi sponsor utama pertunjukan teater adaptasi dari novel Bayangan Mata Duke.Pertunjukan itu meledak.Bukan hanya sukses—tetapi fenomenal.Xing-xing menjadi salah satu orang pertama yang Aveline cari untuk dijadikan koneksi di kehidupan lalu.Dan satu hal yang selalu berhasil memancing percakapan mereka adalah novel Bayangan Mata Duke.Xing-xing sangat mencintai novel itu."Apa maksudmu?" tanya Xing-xing tiba-tiba, matanya menyipit tajam."Apa kau benar-benar tahu apa yang baru saja kau bicarakan?"Ia menutup bukunya perlahan."Novel Bayangan Mata Duke adala
Beberapa jam kemudian, Miller masih berusaha memproses semua ini.Sekarang ia benar-benar berada di dalam kereta kuda sihir yang melaju melewati perbatasan kerajaan. Pemandangan di luar jendela berubah perlahan—hutan, ladang, lalu desa-desa kecil yang belum pernah ia lihat sebelumnya.Aveline menahan tawa saat melihat ekspresi Miller.Pria itu terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat dunia di luar rumahnya.Miller akhirnya menyadari tatapan itu. Ia segera memperbaiki posisi duduknya, meluruskan punggung dan merapikan pakaiannya seperti yang diajarkan dalam kelas tata krama."Jangan tertawa," gerutunya kesal.Aveline menutup mulutnya, pura-pura menyesal."Maaf… maaf."Namun mata birunya masih dipenuhi tawa."Tapi ekspresi wajahmu benar-benar lucu."Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Miller dengan menggodanya."Matamu bahkan berbinar-binar."Kali ini Avel
Aveline berbalik untuk pergi, langkahnya cepat dan tegas.Di dalam kepalanya ia benar-benar reka adegan berkali-kali dimana ia menjulurkan jari tengah tepat di depan wajah Ashford dan Lucy.Namun, kepergiannya tentu saja tidak mulus seperti yang diharapkan. Kerumunan murid menghalangi jalan Aveline.Bisik-bisik terdengar di mana-mana. Banyak yang terlihat bahagia menikmati opera sabun ini.Aveline berhenti di depan para power rangers Lilia yang menghadang dengan tidak tahu malu. Bahunya menegang."Saya serius dengan pernyataan saya, Duke Muda," ucapnya dingin. Aveline pun kembali menoleh pada Ashford.Namun, Ashford bahkan tidak terlihat peduli.Tatapannya datar. Seolah ancaman Aveline hanyalah omong kosong yang tidak perlu ditanggapi.Para pengikut Ash dan Lilia langsung bergerak.Beberapa orang menarik lengan Aveline dengan kasar."Berani sekali kau berbicara seperti itu!""Berlututlah!"Tubuh Aveline didorong ke depan.Kesabarannya akhirnya habis.Dalam satu gerakan cepat, api meny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews