/ Romansa / Kekuatan Sebuah Cinta / Bab 2. Dipaksa Menerima

공유

Bab 2. Dipaksa Menerima

last update 게시일: 2024-07-21 21:14:45

Handphone yang menempel di sisi kiri telinga berakhir dijauhkan setelah menyudahi pembicaraan. Saat itu telah terukir senyuman malu yang tertahan di bibir yang terkulum, sedangkan pikirannya masih tergenangi kenangan panas beberapa jam lalu. Kemarin malam, Bryan benar-benar kehilangan prinisip tentang wanita. Pria tampan berusia 39 tahun itu kehilangan akal dalam kenikmatan erotis yang membuatnya ketagihan.

Bryan terkekeh lemah mengingat dirinya mengaku suka pada Jolie. Dia mengejek diri sendiri yang bisa bersikap meyakinkan, padahal penuh kepalsuan. Bagi seorang Bryan McKinney, wanita hanya sebuah permainan dan kesenangan. Menurutnya hal yang biasa pria dan wanita melakukan percintaan seperti kemarin, tanpa perlu memiliki rasa apalagi menjalin sebuah hubungan.

Wanita penuh kepalsuan, tidak ada sebuah ketulusan yang melekat pada wanita. Pendapat itu didukung kuat pada setiap wanita-wanita yang berlomba-lomba merangkak ke ranjang tidur Bryan. Sehingga Bryan percaya diri ikut memainkan taruhan dengan teman-temannya di lounge bar kemarin malam.

Anehnya, Bryan merasakan hal berbeda pada Jolie. Selain perawan pertama yang dinikmati, pesona Jolie yang mengerang begitu manis. Gairah Bryan terbakar melihat lemahnya Jolie di bawah tindihannya. Ada sensasi aneh yang Bryan rasakan. Bryan benar-benar dalam kegilaan nyata yang menghasutnya sulit melepaskan Jolie dari pelukannya.

Mungkin Jolie perawan pertama yang dinikmati, sehingga Bryan merasakan kesan berbeda.

Dua paper bag beserta satu bungkusan putih Bryan raih dari atas meja. Banker kaya raya itu berjalan menuju kamar tidur dan berniat memberikan paper bag beserta bungkusan putih kepada Jolie.

Bryan terkejut mendapati Jolie sedang membelakangi sudah mengenakan pakaian. Pria tampan itu menutupi keterkejutan itu dengan berjalan tenang menghampiri Jolie.

“Apa yang kau lakukan?” Bryan menarik tangan Jolie. Mata keabu-abuannya tak berkedip melihat Jolie yang sudah menangis. “Apa yang terjadi padamu, Jolie? Kenapa kau menangis?”

Jolie hanya bisa bereaksi gemetar. Perasaannya begitu muak pada Bryan yang masih saja bersikap manis.

“Apa kemarin begitu sakit? Sampai kau menangis seperti ini—”

“Bagaimana perasaanmu setelah memenangkan taruhan itu?” Jolie menyela dengan suara serak yang gemetar.

Bryan tak berkedip memperhatikan Jolie. “Kau tahu?”

“Aku mendengar pembicaraanmu barusan.” Jolie mengakui.

Bryan bersikap tenang seolah tidak melakukan kesalahan. Caranya melepaskan tangan Jolie begitu santai, kemudian berpaling membelakangi Jolie untuk duduk ke sebuah tepian ranjang tidur begitu tanpa beban.

“Kau mau mengetahui semuanya? Atau garis besarnya saja?”

Perasaan Jolie semakin tak keruan melihat ketenangan sikap Bryan. Jolie—sampai tidak mampu berkata-kata, seolah lewat wajahnya yang memucat sudah menegaskan Bryan harus menjelaskan keseluruhan.

“Sepertinya kau sangat ingin tahu.” Bryan berbasa-basi sejenak. “Pria-pria yang datang mengganggumu adalah teman-temanku. Kami datang sebelum kau datang dan duduk di meja bartender. Mereka menyukaimu yang cantik, karena kau menolak, mereka memainkan sebuah taruhan. Siapa yang berhasil mengajakmu tidur, dia akan memenangkan taruhan.”

“Aku datang ke sana hanya berniat memenuhi undangan reuni lalu minum beberapa gelas, tapi mereka memaksaku untuk ikut dalam taruhan,” lanjutnya menyakiti.

Jolie mengatur napasnya di tengah-tengah air mata yang tak mau berhenti. “Kemarin malam ... kau membohongiku?”

“Kau terlalu naif, Jolie.”

Napas Jolie tercekat, pikirannya juga kehilangan akal. Tubuhnya yang masih merasakan sakit tiba-tiba saja tersiksa lemas.

Semua itu tidak nyata, ‘kan? Jolie tidak mungkin menyukai pria yang salah, apalagi sampai salah menilai.

Jolie meyakini bahwa Bryan merupakan pria baik-baik. Bryan bukanlah sosok sembarangan. Selain sikap dan pembawaannya yang tenang, dia juga merupakan paman dari sahabat sekaligus orang yang dikenal dengan baik.

Tapi apa benar Jolie yang terlalu mudah percaya? Atau Bryan yang terlalu pintar menipu?

“Aku menyukaimu, Bryan!”

“Aku tahu. Sikapmu sama dengan wanita-wanita yang datang di kehidupanku.” Bryan masih tak merasa bersalah.

“Kau berbohong ‘kan, Bryan?” Jolie berusaha meyakini.

“Apa aku terlihat berbohong?”

“Kemarin kau mengatakan bahwa kau menyukaiku, Bryan!”

Bryan menghela napas kasar, kemudian beranjak dari duduk dan berdiri di depan Jolie yang menangis. “Siapa yang tidak suka pada gadis cantik sepertimu?! Apa aku salah menyukai gadis cantik?”

“K-kita ... k-kemarin kita ... kita melakukan hubungan yang dilakukan—”

Bryan tertawa, bahkan belum sempurna Jolie menyelesaikan perkataannya. Tawanya itu begitu mengejek pernyataan Jolie. Secara sadar merendah dan menghina perasaaan Jolie yang susah payah diungkapkan.

“Pria biasa melakukan hal seperti itu dengan gadis yang bukan kekasihnya,” ucap Bryan dengan sadar mematahkan perasaan Jolie. “Kau saja yang salah karena terlalu mudah percaya, tapi aku mengakui bahwa kau benar-benar sempurna, Jolie.”

Jolie dipaksa mengakui bahwa perasaannya salah. Lebih tepatnya dia menaruh perasaan pada pria yang salah. Yang seharusnya Jolie tak nilai dari wajah tampannya yang mengagumkan, kepribadiannya yang tenang dan latar belakang hubungan keluarga yang baik.

Jolie telah dibodohi. Dia ditipu secara mentah-mentah dan dicurangi secara tak adil. Tidak peduli bagaimana tulusnya Jolie memberikan hal berharga, Bryan masih setia bersikap tenang tanpa berdosa.

“Apa kau bukan sekali melakukan ini?” suara Jolie masih gemetaran, dia masih menangis tanpa dibuat-buat.

“Kau sudah dewasa, ‘kan? Hal seperti kemarin sudah biasa dilakukan oleh orang dewasa.”

Jolie terpaku, hatinya hancur. Dia benar-benar terjerumus ke dalam jurang yang mengacaukan kehidupannya.

“Aku telah menyiapkan pakaian untukmu.” Bryan mengabaikan, melemparkan pandangan mata ke arah paper bag di atas ranjang. “Kau bisa mengganti pakaianmu dengan pakaian itu. Setelah sarapan, sopir akan mengantarmu pulang.”

“Apa kau merasa tidak bersalah, Bryan?” Jolie masih bersikeras menyadarkan.

“Biasa saja, Jolie! Memangnya apa yang salah?” Bryan terheran-heran menatap Jolie, matanya sampai memicing tajam mendikte Jolie. “Kita melakukannya tanpa paksaan. Kau bersedia melakukannya—”

“Itu karena aku percaya padamu, Bryan! Karena aku percaya pada pria yang aku sukai!”

“Dan aku juga menyukaimu! Puas?!”

“Suka yang aku rasakan berbeda denganmu, Bryan!” Jolie sedikit membentak, telunjuknya sampai menunjuk-nunjuk ke wajah Bryan karena dorongan kesal. “Aku menyukaimu bukan karena fisik atau apa pun itu! Aku menyukaimu karena kepribadianmu, karena kau baik.”

“You’re so full of shit, Jolie!” Bryan tak mau kalah membentak. Suaranya yang memberat semakin mencekam oleh gerahamnya yang menggemeretak kasar. “Bersikaplah dewasa dan jangan kekanak-kanakan. Kita melakukan hal biasa dilakukan oleh orang dewasa.”

Bryan menenangkan emosinya dengan cara beranjak dari hadapan Jolie. Pria tampan itu mengambil bungkusan putih di dekat paper bag, setelahnya kembali menghampiri Jolie.

“Kau harus meminum ini agar sesuatu hal tidak merusak segala urusan kita.” Bryan meletakkan bungkusan putih itu ke tangan Jolie.

Belum sempat Jolie memeriksa isi di dalam bungkusan putih itu, Bryan sudah memberikan penjelasan yang paling menyakiti perasaan Jolie.

“Kau tidak boleh hamil. Kau juga tidak boleh memberi tahu hal ini kepada siapa pun, termasuk keluarga kita. Aku tidak mau segala urusanku dirusak oleh hal-hal tidak penting seperti ini,” dikte Bryan penuh penekanan tak terbantahkan.

Mata Jolie berlinang air mata mendengar kalimat menyakitkan yang lolos di bibir Bryan.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 84. Extra Part 3

    Keberangkatan second honeymoon itu direstui oleh semua orang. Terutama Zoey beserta Jayden.Mereka adalah sosok pertama yang menyambut baik permintaan Bryan dan Jolie.Mereka mengungkapkan alasan yang menyentuh rasa haru Jolie. Keduanya menilai Jolie membutuhkan liburan setelah kehamilan, persalinan dan kesibukan pekerjaan yang menyita energi dan pikiran. Sehingga mereka tak masalah dititipkan dengan pengasuh beserta kakek dan nenek mereka. Mereka bahkan berjanji tidak akan mengganggu dan merawat Zara dengan sangat baik.Dukungan itu akhirnya membuat Jolie bisa tenang menyetujui ajakan dari suami tercintanya.Bryan memilih lokasi berbeda dari lokasi honeymoon pertama mereka. Lokasi itu bertimbal balik dengan suasana Hawaii yang sempurna antara keindahaan alam tropis dipadu pantai berpasir putih.Dari Jolie berdiri di dalam sebuah private villa, dia kehilangan kata-kata atas kejutan yang Bryan berikan.Wanita cantik itu mencoba menarik kesadarannya sembari mengencangkan tangannya yang

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 83. Extra Part 2

    Jolie masih menahan diri untuk bertanya-tanya pada Bryan mengenai pembicaraan yang dicuri secara diam-diam. Dia berusaha mencari waktu yang tepat untuk bisa berbicara panjang tanpa diganggu dengan apapun.Tekadnya sudah bulat. Ketika berhasil menidurkan anak-anak di kamar masing-masing, Jolie akan menagih penjelasan pada Bryan malam itu juga.Keheningan menyambut Jolie yang baru selesai mengganti pakaian dengan piyama tidur. Mata wanita itu mencari-cari sosok Bryan di kamar tidur mereka itu.Hasilnya nihil. Bryan tidak ada di kamar tidur yang terasa semakin dingin.Apa mungkin Bryan masih memeriksa keadaan anak-anak yang sudah tertidur pulas di kamar masing-masing?Batin Jolie berusaha menghibur pikiran yang gelisah. Setiap malamnya Bryan memang tak pernah absen memeriksa anak-anak mereka. Namun, rasa gelisah yang menumpuk tak mampu menghibur diri dengan kenyataan itu.Wanita itu menghela napas kasar kemudian berjalan mendekati ranjang. Dia duduk di tepian ranjang, perlahan-lahan menco

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 82. Extra Part 1

    Dua tahun telah berlalu setelah Jolie mengumumkan kehamilan anak ketiga. Sepanjang waktu itu diisi dengan penuh cerita yang bercampur perasaan.Pada kehamilan kedua itu Jolie mengalami sesuatu yang jauh berbeda di kehamilan pertama. Jolie mengalami morning sickness berlebihan sampai menginjak usia kehamilan tujuh bulan. Nafsu makannya terganggu sampai Jolie mengalami penurunan badan.Tetapi dengan basic-nya seorang dokter, Jolie tetap mampu memberikan nutrisi terbaik kepada bayi di dalam kandungannya sehingga kesulitan-kesulitan itu tidak menghalangi pertumbuhannya.Kesulitan-kesulitan itu tak begitu berarti dirasakan peran Bryan yang setia merawat dan menjaga Jolie.Setiap hari dan malam Bryan menyempatkan diri berkomunikasi dengan calon putri mereka. Bryan selalu mengelus, menempelkan telinganya di perut Jolie kemudian bercakap-cakap dengan calon putri mereka yang langsung merespon lewat tendangan.Pria itu bahkan belajar memasak dengan chef untuk membuat makanan yang Jolie sukai sel

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 81. Titik Awal Kebahagiaan

    Desahan-desahan erotis masih memenuhi kamar dari sepasang kekasih dimabukkan cinta dan nafsu. Mereka tak peduli bagaimana kacaunya keadaan kamar, selalu mengabaikan perputaran waktu yang entah sudah banyak berlalu.Mereka hanya merasakan gelombang panas mendidih jiwa akibat tubuh yang saling menyatu dan tumpang tindih. Dan tak lagi menghitung sudah berapa kali puncak nikmat diraih, termasuk sudah berapa banyak cairan-cairan klimaks memenuhi rahim.Sesekali mereka akan berhenti untuk sekedar meregang otot-otot, membasahi tenggorokan yang kering dan mengisi perut yang keroncongan.Jolie yang hampir selalu berada di bawah tubuh Bryan hanya bisa menyerahkan diri tanpa bisa melawan.Ada penyesalan yang tercipta di jiwa ketika awalnya dia memancing Bryan. Permintaannya itu justru membangkitkan hasrat buas Bryan yang bergerak cepat dan tak mau berhenti memenuhi lubang kewanitaannya. Pinggul Bryan selalu bergerak layaknya piston yang berpacu sesuai kehendak tanpa peduli bagaimana erangan kelu

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 80. Karena Aku Adalah Milikmu

    Perjalanan bulan madu Bryan dan Jolie akhirnya dimulai dengan penerbangan memakan waktu lama. Selama di penerbangan Jolie merasakan tubuhnya yang lelah akibat terlalu fokus menyiapkan pernikahan. Dia tertidur tenang di pangkuan suaminya.Bryan sendiri tak berniat mengusik Jolie. Dia sendiri paling tahu bagaimana energi Jolie terkuras banyak beberapa waktu belakangan. Banyak masalah yang terjadi sampai Jolie dilarikan ke rumah sakitBahkan keinginan untuk sekedar mencium pun Bryan urungkan. Dia hanya peduli pada kenyamanan Jolie yang tertidur di bed pada private jet itu. Sesekali Bryan merapikan selimut Jolie.Selama penerbangan itu Bryan mengusir kebosanannya dengan sesekali memeriksa pekerjaan, mengurus kepindahan istri beserta anak-anaknya yang mengikuti dirinya ke New York dan menerima telepon anak-anaknya yang mendesak minta diberikan adik bayi.Sikap konsisten Bryan itu berlangsung sampai tiba di Hawaii. Pria itu dengan lembut dan hati-hati menggendong Jolie yang masih tertidur n

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 79. Janji Hidup Yang Lebih Bahagia

    Langkah kaki Andreas berhenti tepat di depan pintu yang tertutup rapat. Kelima jemari kanannya langsung menggenggam handle pintu, kemudian matanya menyorot papan nama yang menempel di pintu.Andreas sangat menyadari ruangan dengan pintu tertutup rapat itu bukanlah ruangan miliknya. Dia juga tahu bahwa nantinya akan disambut kesunyian dari ketidakhadiran sang pemilik ruangan.Tetapi, kenyataan itu tak menggoyah keinginan Andreas.Pria tampan yang masih mengenakan setelan jas itu membuka pintu ruangan. Dia bereaksi tenang menghadapi suasana yang sudah dibayangkan. Matanya menyapu keadaan ruangan, menyisiri setiap sudut dan benda apapun benda yang mengisi di sana.Sebuah sofa panjang di dekat jendela menjadi tujuan Andreas untuk duduk. Tubuhnya merebah nyaman di sana, kemudian melonggarkan dasi yang setia melingkar rapi guna menambah kenyamanan diri.“Terima kasih atas kerja kerasmu. Tolong bantuan untuk melaporkan kondisi perkembangan pasiennya.”Percakapan di luar ruangan mengusik teli

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 73. Aku Yang Akan Menjaganya

    Bryan menajamkan pandangannya, logikanya pun turut diasah guna memastikan situasi yang dihadapi. Dan benar saja, semua itu bukanlah mimpi.Dari sederet interaksi yang dihindari, dia kehilangan akal atas pertemuannya dengan Andreas yang dinilai tak sesuai.Mengapa Andreas ada di sana? Terutama, meng

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 72. Kebahagiaan Yang Tertunda

    Bryan menjatuhkan tubuh gagahnya di sofa ruang santai. Pria itu baru saja menyelesaikan pembicaraan lewat handphone yang masih tergenggam di tangan kiri. Dia memastikan langsung dinner yang direncanakan dengan Jolie beserta anak-anaknya akan berjalan sesuai ekspektasi.Suara berlari kecil yang terd

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 71. Kau Bisa Mendapatkan Yang Lebih Baik

    Bidikannya mengarah lurus tepat ke titik vital di tengah-tengah dahi Jolie. Bahkan jika Dena melepaskan dalam sekali tembakan saja, Jolie akan terjatuh ke lantai dalam keadaan tak lagi bernyawa.Jolie sengaja diam dan menciptakan keheningan. Wanita itu seperti tak terpengaruh oleh ancaman yang Dena

  • Kekuatan Sebuah Cinta   Bab 70. Janji Harus Ditepati

    Jolie telah rapi dan cantik dengan setelan pakaian yang Bryan siapkan. Tubuhnya pun bertambah harum dengan aroma parfum yang sengaja disemprotkan pada titik-titik tertentu. Scraft yang tersedia pun turut Jolie pakai di leher guna menutupi beberapa kissmark hasil kenakalan Bryan.Meski begitu, Joli

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status