Share

Bab 8 - Mual

Author: Sunny Kim
last update Last Updated: 2026-01-07 23:41:57

Tidak lama Davendra merokok di luar. Setelah habis satu batang, pria itu kembali masuk ke kamar. Langkahnya tenang menuju sisi sebelah kanan ranjang.

“Tidurlah,” kata Davendra pelan, sambil menyibak selimut dan merebahkan tubuh di samping Ileana. “Sebelum aku berubah pikiran dan menidurimu lagi.” Nada suaranya sangat lembut, sangat berbeda dari beberapa menit yang lalu.

Ileana hanya bisa mengangguk kecil sambil memegang selimut dan membawanya naik sampai sebatas lehernya. Lalu, Ileana merebahka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 8 - Mual

    Tidak lama Davendra merokok di luar. Setelah habis satu batang, pria itu kembali masuk ke kamar. Langkahnya tenang menuju sisi sebelah kanan ranjang.“Tidurlah,” kata Davendra pelan, sambil menyibak selimut dan merebahkan tubuh di samping Ileana. “Sebelum aku berubah pikiran dan menidurimu lagi.” Nada suaranya sangat lembut, sangat berbeda dari beberapa menit yang lalu.Ileana hanya bisa mengangguk kecil sambil memegang selimut dan membawanya naik sampai sebatas lehernya. Lalu, Ileana merebahkan tubuhnya memunggungi Davendra, karena Ileana tidak ingin Davendra tahu bahwa ia sedang menahan tangis.***Senin pagi, semua berjalan normal.Ileana tetap melakukan rutinitasnya, tiba di kantor satu jam lebih awal daripada Davendra. Memasang diffuser dan memastikan suhu ruangan kerja Davendra diatur dengan tepat, memeriksa ulang dokumen kontrak yang butuh tanda tangan segera, dan memverifikasi kembali jadwal harian dan minggu ini yang telah ia susun sejak minggu lalu.Tidak ada yang berubah da

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 7 - Berani Menamparku

    Sepuluh jari Ileana mencakar punggung lebar Davendra saat gelombang menghantam Ileana. Tubuhnya terangkat untuk memeluk Davendra dan Davendra membalas, membawa Ileana ke dalam pangkuannya.Tubuh mereka bergerak, mengangkat dan menghentak penuh dorongan. Desahan dan erangan menggema di kamar itu, saling tumpang tindih ketika akhirnya mereka mencapai puncak. Setelah keduanya berhenti bergerak, Davendra tetap menahan posisinya, memeluk Ileana dan menaruh kepalanya di pundak wanita itu. Ileana pun tetap melingkarkan kedua tangannya di leher Davendra.Setelah napas Ileana teratur, Ileana juga bisa merasakan deru napas Davendra yang berangsur normal, tapi Davendra tetap tidak bergerak.Khawatir jika Davendra langsung tertidur di pelukannya, Ileana berniat untuk membangunkan Davendra, tapi urung ketika mendengar Davendra berbisik, “Biarkan seperti ini.”Lalu, Ileana bisa merasakan pelukan Davendra mengerat di punggungnya.Sekarang, perasaan Ileana menjadi tidak karuan.Sejak awal mereka berc

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 6 - Penyesalan

    Untuk beberapa waktu keheningan menyelimuti kabin mobil itu.Mobil sudah bergerak sejak tadi, tetapi Davendra tetap diam. Tidak membalas ucapan Ileana sama sekali.Karena Ileana merasa sesak, akhirnya Ileana kembali bertanya tapi nada suaranya kini lebih lembut. “Pak Davendra, jika tidak ada yang ingin dikatakan, tolong turunkan saya di halte bis terdekat.”Davendra tetap diam. Satu tangannya ia angkat untuk mengusap alisnya lalu memejamkan mata. Seolah kejadian hari ini telah memberinya beban yang berat.Ileana akhirnya mengalihkan tatapannya, melihat Davendra karena pria itu tetap tidak memberikan respon sama sekali.Saat melihat Davendra dari samping, fitur wajahnya yang tampan, terbayang mata indah pria itu saat menatapnya lembut di atas ranjang, hidung bangirnya yang bersentuhan dengan wajahnya ketika ia mencium Ileana dengan bergairah, dalam perasaan yang tidak menentu ini, membuat hati Ileana sakit.Ia menyesal membiarkan perasaannya pada Davendra berkembang. Seandainya ia tahu

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 5 - Mulai Berubah

    Miranda adalah orang pertama yang menangkap maksud ucapan Davendra. Senyum tipisnya mengembang, meskipun tadi ia sempat dilanda panik. Namun, melihat tatapan Davendra yang tajam pada Ileana, Miranda yakin Davendra tidak menyukai anak itu. “Maafkan kami, Tuan Davendra,” ujar Miranda lembut. “Anak ini memang tidak kami perhitungkan. Kami akan segera menyelesaikannya.” Miranda menoleh pada Ileana, tatapannya berubah tajam. “Kamu sudah dengar sendiri. Pergilah. Jangan merusak suasana makan malam ini.” Pramudya ikut membenarkan. Tidak ada keraguan sama sekali dari nada suaranya. “Keluar,” katanya singkat, seolah Ileana bukan darah dagingnya sendiri. Ileana menatap mereka bergantian, lalu dengan sadar kembali menatap Davendra. Tetapi, pria itu tidak melihat ke arahnya. Wajah Davendra tetap dingin, rahangnya mengeras, seolah keberadaan Ileana sama sekali tidak penting. Itu sudah cukup. Ileana menarik napas panjang, lalu mengangguk kecil. Sekali lagi menatap mereka dengan sedikit keben

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 4 - Tidak Mengenal

    Ileana sempat tidak memercayai apa yang ia lihat, tetapi ketika pria itu juga menatapnya, udara di sekelilingnya seolah membeku.Namun, tidak ada ekspresi yang terlihat di wajah tampannya. Tatapannya juga tajam pada Ileana. Apa pria itu tadi sempat melihat yang dilakukan Ileana pada Miranda?“Tuan Davendra!” suara Pramudya memecah kesunyian di antara Davendra dan Ileana. “Saya minta maaf atas kegaduhan yang terjadi.” Pramudya menghampiri Davendra lalu menuntun Davendra menuju meja makan yang telah disiapkan. Ada keseganan dalam suara Pramudya. “Saya harap tidak membuat suasana hati Anda jadi berantakan.”Davendra tidak menjawab. Ia melangkah tegak melewati Ileana tanpa menoleh sedikit pun, sikapnya dingin dan asing, seolah keberadaan Ileana sama sekali tidak berarti di hadapan orang-orang di sana.Ileana tertegun, tidak menduga dengan sikap Davendra saat ini.Ada apa dengan pria itu?Ileana hanya bisa menatap punggung tegap yang berbalut jas biru gelap mahal itu menjauh, kemudian dudu

  • Kembalilah, Sayang! Aku Akan Membalaskan Dendammu   Bab 3 - Kenyataan Pahit

    [Malam ini akan ada makan malam keluarga. Ada hal yang harus kamu tahu. Datanglah jika kamu tidak ingin tertinggal informasi.]Pesan itu berasal dari Miranda, ibu tiri Ileana.Tangan kanan yang memegang ponsel tanpa sadar menguat dan dadanya panas. Dengan perasaan tidak rela, Ileana mengalihkan pandangan pada ibunya yang masih tertidur nyaman.Seandainya Miranda tidak pernah hadir di hidup ayahnya—Tidak.Seandainya ibunya tidak mencintai ayahnya sedalam itu, ini semua tidak akan pernah terjadi.Delapan tahun lalu, Miranda, sekretaris ayahnya tiba-tiba muncul di depan pintu rumah mereka bersama putrinya yang usianya dua tahun lebih muda dibanding Ileana.Miranda dengan angkuh dan penuh percaya diri berkata bahwa ia juga istri sah Pramudya.Anindita tidak percaya, tetapi kenyataan menghatam lebih kuat daripada itu.Ternyata Pramudya memang telah berselingkuh dan menikah dengan sekretarisnya sendiri selama lebih dari sepuluh tahun.Entah bagaimana bisa ibunya tidak menyadari bahwa ayahn

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status