Beranda / Urban / Kembalinya Kaisar Abadi / Evelyn yang tak berdaya

Share

Evelyn yang tak berdaya

Penulis: Mr. Mystery
last update Tanggal publikasi: 2026-03-08 06:40:14

"Apa maksudmu? Apakah kau pikir aku adalah pembantumu?" Evelyn sangat marah saat menerima dan membaca berbagai jenis herbal yang Arya tulis.

Meskipun herbal yang Arya ingin bukan herbal langka, harganya cukup mahal! Dan sebagai seorang presiden perusahaan, beraninya pria ini menyuruh dirinya? Tidakkah dia tahu bahwa di sini, orang yang seharusnya menjadi atasan adalah dirinya, tapi bajingan ini?

Sama sekali tidak peduli dengan pikiran Evelyn, Arya hanya melambaikan tangannya dan berbalik perg
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Serena Coldway

    Setelah kejadian singkat itu. Ketika hari menjelang siang, Arya, Thalya dan Robert tiba di tempat lelang yang berada di sebuah tebing tepi pantai. Sebuah tempat terpencil dan tampak biasa-biasa saja daripada tempat lelang pada umumnya. Selain sebuah rumah kecil berukuran kurang dari sepuluh meter persegi, dan biasa saja yang dijaga oleh beberapa pria di sekitarnya, tidak ada seorang pun yang akan mengira bahwa tempat itu akan menjadi tempat lelang bawah tanah Keluarga Coldway. Tapi itu bisa dimengerti, karena setelah mobil para tamu datang, mereka tidak diizinkan untuk memarkirkan mobilnya di area sana, melainkan menyuruhnya untuk pergi menjauh. Arya yang datang hanya dengan dua orang tambahan, dan bahkan tidak membawa Kiara diam-diam tersenyum saat menyaksikan jika rumah kayu ini sebenarnya hanya kedok. Karena setelah memberikan undangan dan diperiksa oleh para penjaga, Arya yang sama sekali tidak diizinkan untuk membawa alat komunikasi apapun, atau bahkan ponsel sekalipun mul

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Jejak di balik kabut

    "Ahh!!" Thalya sendiri bahkan sampai menjerit ketakutan saat mendengar suara-suara tak masuk akal. Sepanjang hidupnya, sebagai seorang wanita yang lebih mempercayai ilmu pengetahuan dan teknologi, dia sama sekali tidak pernah mempercayai hal-hal mistis semacam ini. Tapi, ketika dia mendengar suara-suara aneh, yang tampak seperti jeritan, tapi juga ratapan dan permohonan, dia mulai meragukan pandangannya selama ini. Apalagi saat ia mendengar sebuah ledakan tanpa sebab yang jelas, serta aroma busuk dan suhu dingin di ruangan. Saat itu juga, bukan hanya wajahnya yang pucat dan tubuh yang gemetar ketakutan, tapi pikirannya juga tampak kosong. Saat itu, Kiara yang bisa menyaksikan apa yang dilakukan ayahnya tampak bersemangat dan kagum dengan apa yang dilihatnya. Ketika dia menoleh ke arah Thalya yang terlihat gemetar ketakutan, gadis kecil itu tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Tante, kenapa kamu terlihat pucat dan gemetar? Apakah kamu sedang tidak enak badan?" "Aku---

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Yang tak terlihat oleh mata

    Menyaksikan bos wanita itu menjerit-jerit dan berlari kembali ke mobil, Karina menjadi sangat tak berdaya. Hari sudah malam dan dirinya cukup lelah dengan semua pekerjaan di siang hari, dan hanya ingin segera beristirahat. Tapi, sejak ia mengunjungi Evelyn di rumah sakit, dia menjadi semakin lelah dengan semua hal yang dilakukan oleh bos wanita ini. Intinya bukan karena dia tidak bisa mengurus bos merepotkan sepertinya, melainkan karena Karina sama sekali tidak mengetahui, apa yang menyebabkan atasannya itu menjadi sehisteris ini. Mengatakan hantu, sosok hitam besar mengerikan, berbulu dan bermata merah yang mengacungkan parang ke arahnya, di mana itu semua? Sekalipun reaksi yang Evelyn tunjukkan bukanlah akting, Karina sama sekali tidak bisa melihat atau mendengarnya! Merasa sangat lelah dan tak berdaya, Karina hanya diam-diam mengeluh dan menghela napas. "Baiklah... Ayo pergi ke tempatku!" Tak ada pilihan lain, Karina hanya bisa membawa Evelyn ke apartemennya dengan harapan

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Mengintai dari balik bayang-bayang

    Selesai Hans berkata, dan jelas-jelas menjilat Arya, Robert dan dua lainnya mulai memandang pria ini dalam diam dan heran. Terutama Ryan yang sebelumnya mengetahui jika beberapa waktu lalu Hans ini sempat merencanakan sesuatu kepada Arya. Tapi setelah melihat kehebatannya, dia berubah seratus delapan puluh derajat daripada Hans yang biasanya ia kenal. Tapi juga tidak ada yang menyalahkannya. Karena dengan kekuatan dan keahlian yang selama ini Arya tunjukkan, siapapun yang melihatnya pasti akan berusaha untuk menjilatinya. "Hans," tapi Robert yang berpengalaman masih memperingatkan. "Sebaiknya kau jaga ucapanmu! Sekalipun kau tahu bahwa apa yang kau katakan benar, kau harus hati-hati saat membicarakan seorang Grandmaster." "Grandmaster! Sosok itu bukanlah sesuatu yang bisa kita hina dan bicarakan begitu saja!" Ekspresi Hans seketika mengeras saat mendengar peringatan itu. Tapi dia masih mengangguk berat dan mengingat peringatan yang Robert berikan. "Kau juga," Robert mengalihka

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Bayangkan yang mengikuti di belakang

    Tiba-tiba Raka menyadari sesuatu dan ekspresinya mulai berubah beberapa kali. "Apakah ayah berpikir Grandmaster legendaris itu akan keluar dan membalaskan kematian Master Jaya?" "Hehe..." Surya tertawa dingin dan dengan penuh percaya diri mengatakan, "Grandmaster Reksanatha, orang itu bukan hanya orang yang sangat kuat dan tidak masuk akal, tapi juga sangat menyayangi muridnya, Master Jaya. Mengingat muridnya dibunuh dengan cara-cara kejam, bagaimana mungkin monster tua itu tidak akan keluar." Wajah Raka berubah, dan akhirnya menyadari apa yang dimaksud ayahnya di awal. Pada saat yang sama, ia juga mengagumi cara berpikir ayahnya. Karena saat keluarga-keluarga lainnya berlomba-lomba untuk menjilati Grandmaster Anan untuk mendapatkan manfaat, ayahnya malah berpikir lebih jauh ke depan, dan akhirnya menyadari bahaya yang sebenarnya. Memang, bergerak sekarang untuk mendekati Grandmaster Anan adalah keputusan terbaik, tapi mengingat tentang Master Jaya yang ia bunuh, Grandmaster Re

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Reaksi semua pihak

    Beberapa waktu kemudian. Setelah akhirnya kembali ke villa tempat tinggalnya, Arya akhirnya bisa bernapas lega saat melihat Kiara sudah tertidur, dan berhasil mengubah ingatan berdarah yang tidak seharusnya gadis kecil itu saksikan sebelumnya. Pertarungan berdarah dan kejam sebelumnya, sebenarnya Arya benar-benar tidak menyadari bahwa Grandmaster akan selemah itu. Awalnya ia berpikir bahwa dengan Jaya yang menerobos Grandmaster, ia akan bisa menahan serangan terlemah dan biasa-biasa yang ia gunakan, tapi tanpa diduga pria itu akan menjadi sangat lemah. Bukan hanya tidak bisa menahan serangan sporadisnya, tapi dia juga langsung tewas tanpa tubuh yang utuh. Grandmaster, apakah mereka memang selemah itu? Atau mungkin karena Grandmaster Jaya baru saja menerobos? Arya tidak tahu, dan hanya berharap seorang Grandmaster yang sesungguhnya tidak akan selemah itu. "Kau..." Di sisi lain, Thalya yang sejak datang ke pertemuan beladiri, dan tidak pernah berbicara sampai sekarang tiba-tiba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status