LOGIN"Grandmaster Anan!" "Sebaiknya kau segera membersihkan lehermu, karena seminggu kemudian, aku akan datang untuk memotongnya!" Kata-kata penuh kesombongan dan arogansi yang datang dari Pulau Dewata itu seketika membuat suasana yang sebelumnya menjadi tegang menjadi semakin bergejolak. Di mana para penguasa dunia bawah, keluarga-keluarga berpengaruh yang sebelumnya tidak bisa menghubungi Arya mulai berkumpul untuk membahasnya. Hingga akhirnya suatu kesimpulan muncul dan menyebar ke segala penjuru. "Keluarga Wijaya, Keluarga Hartono, Keluarga Putu, beserta keluarga-keluarga lainnya dan para penguasa dunia bawah mendukung Grandmaster Reksanatha di belakangnya!" "Meminta agar Grandmaster Anan segera menanggapi tantangan yang Grandmaster Reksanatha tawarkan!" "Jika tidak, kami akan mengambil alih tidak hanya wilayah Jawa Timur, tapi juga seluruh Pulau Jawa!" Robert, yang kini datang bersama-sama dengan keluarga yang sebelumnya bergabung dengan Arya pagi-pagi sekali datang ke tempat
Suara ledakan dan pemandangan itu. Ketika semua orang melihatnya, mereka mulai menjadi mati rasa dengan apa yang dilihatnya hari ini. Bukan lagi sekadar ketakutan dan penuh teror, tapi juga benar-benar seperti tidak nyata. Bahkan Thalya, yang sangat mengenal Arya untuk beberapa waktu ini sama sekali tidak pernah membayangkan jika pria yang biasanya lembut, dan penuh perhatian terhadap putrinya itu akan sekejam ini. Tidak puas dengan membunuh para ahli beladiri, dia bahkan tidak ragu-ragu untuk membakar Serena menjadi abu menggunakan tangannya. Serena Coldway, wanita cantik dan berstatus tinggi seperti itu, sebenarnya masih tidak lepas dari tangan kejam Arya. Jika seandainya dirinya di masa lalu berdiri di sisi yang berlawanan dengannya, apakah Arya juga akan tanpa ragu membunuhnya? Pikiran Thalya menjadi kosong, dan saat menatap pria yang masih tidak mengubah ekspresinya setelah semua pembunuhan itu, Thalya tidak tahu, apakah ini sebuah keberuntungan atau malapetaka saat mengi
"Mencoba bersaing denganku menggunakan energi internal?" Arya hampir kembali tertawa terbahak-bahak saat mendengar tantangan Dermott. Tapi dia terlalu malas untuk meladeni, dan hanya mengangkat tangannya dengan sebuah raungan berat yang tiba-tiba. "Rroooaaarr!" Bukan hanya terdengar berat, ruangan itu juga membuat siapapun yang mendengarnya merasa pusing dan beberapa langsung pingsan. "Bom!" Diiringi oleh raungan dan tekanan besar yang menyebar ke segala arah, sosok besar seukuran tong air, dan kepala sebesar mobil muncul di hadapan Dermott. "Mustahil!" Ketika Dermott dan siapapun yang di sana melihatnya, mereka hampir tidak mempercayai apa yang dilihatnya. Karena sosok besar, panjang sekitar sepuluh meter, berwarna biru, oleh nyala api adalah seekor Naga! Lengkap dengan sisik dan empat kaki di sepanjang tubuhnya. Sementara kepalanya yang seukuran mobil kecil juga memiliki dua tanduk, lengkap dengan dua kumis di moncongnya. Sedangkan untuk mulutnya yang kini terbuka, gigi-g
"Hmp?" Alis Serena seketika berkerut dengan ekspresi tidak senang, dan marah saat samar-samar mendengar nada penghinaan Arya. Tapi wanita itu masih berusaha tenang dan tersenyum tipis sambil bertanya, "Apa maksud Grandmaster Anan?" "Apakah ini semua rencana yang telah kau persiapkan untukku?" tanya Arya kembali, sambil mengangkat selembar kertas di tangannya. "Apa yang kau katakan?" Serena tampak terkejut, dan tidak mengerti dengan apa yang Arya maksud. Arya tersenyum kecil, dan kemudian mengangkat kertas itu di depannya. "Bam." Diiringi suara ledakan kecil, kobaran api merah tiba-tiba muncul dari telapak tangannya, melahap seluruh kertas itu menjadi abu dalam sekejap. "Kau... Apa yang sedang kau lakukan?!" Serena mundur satu langkah refleks, matanya melebar. Karena keterkejutannya, dia bahkan tidak sempat memikirkan bagaimana Arya melakukannya, yang keluar dari mulutnya hanya pertanyaan penuh amarah. Arya masih tersenyum tenang dan sama sekali tidak mengubah ekspresinya.
Selesai Serena menyelesaikan kata-katanya yang terang-terangan ditujukan kepada Arya itu, Thalya langsung menjadi sangat marah terhadapnya. Wanita ini, bukan hanya sekadar mengajak para ahli seniman beladiri dan Grandmaster, tapi juga membawa-bawa hukum negara. Mempersiapkan semuanya sedemikian rupa agar Arya tidak memiliki celah untuk melawannya. Menggunakan kekuatan untuk melawan, ada puluhan ahli beladiri dan seorang Grandmaster yang akan menghadangnya. Menggunakan hukum untuk melawan, Serena sudah memiliki para penegak hukum dan bahkan pejabat negara di belakangnya. Jadi, apapun yang akan Arya lakukan, dia tidak akan bisa melakukan apapun saat wanita licik ini melakukan penjarahan dan pembunuhan di halaman belakang rumahnya. Akan tetapi, saat Thalya dan Robert yang sangat marah saat mengetahui rencana itu, mereka berdua menemukan jika Arya masih tetap tenang dan bahkan mulai
Ketika semuanya kembali tenang, dan duduk di tempatnya, Dermott akhirnya tersenyum ringan, dan diam-diam memerintahkan seniman beladiri yang ia bawa untuk mundur. Dia juga melakukan hal yang sama, namun ia tidak turun atau pergi menjauh dari Serena. Melainkan berdiri dua meter darinya, layaknya seorang pengawal yang berjaga-jaga dari setiap ancaman yang tidak diinginkan. Tapi mungkin Dermott terlalu khawatir, karena setelah apa yang terjadi barusan, tidak ada lagi orang yang berani bertindak ceroboh. Sekalipun para seniman beladiri ini sangat menginginkan Pil Esensi seperti seekor semut yang menyukai madu, mereka tidak lagi bertindak ceroboh seperti sebelumnya. Tidak, setelah mengetahui kekuatan Keluarga Coldway yang sebenarnya. Puluhan ahli beladiri internal dan lima Master Gang Qi ditambah dengan seorang Grandmaster sebagai pemimpin, itu adalah kombinasi kekuatan yang menakutkan bagi siapapu







