Share

Bab 1181

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2025-06-17 02:06:49

Di kedalaman gua yang hening, Nathan duduk bersila. Napasnya tenang, tubuhnya diliputi cahaya lembut berwarna ungu kehijauan.

Energi spiritual di tempat ini sangat murni dan melimpah. Jauh melampaui tempat mana pun yang pernah dia singgahi. Namun, di depannya masih berdiri batu besar misterius, sebuah batu yang menyimpan rahasia yang bahkan tidak bisa dia sentuh, apalagi buka.

“Jika aku bisa membuka batu ini, mungkin aku akan tahu apa yang sebenarnya tersembunyi di dalamnya,” desah Nathan menat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1845

    “Nathan, bagaimana denganmu?” Chelsea menatap Nathan dengan cemas.“Aku tidak akan kenapa-kenapa. Kau dan yang lain harus segera pergi dari sini.” Nathan mendongak menatap reruntuhan yang terus bergetar hebat.Batu-batu raksasa berjatuhan tanpa henti. Seluruh area sudah berada di ambang kehancuran.“Cepat pergi! Batu seperti ini tidak akan bisa melukaiku.” Nada suara Nathan terdengar tenang, tapi sorot matanya tetap waspada.“Nathan…” Chelsea masih tampak ragu.Namun Nalan segera menarik lengannya. “Ayo! Tuan Nathan tahu apa yang dia lakukan.”Kieran dan yang lainnya juga tidak membuang waktu lagi. “Tuan Nathan, hati-hati!”Setelah mengucapkan itu, mereka langsung bergerak menuju pintu keluar.WHOOOSH!Tanah kembali berguncang hebat.KRRRAAKK—!Retakan besar membelah reruntuhan. Bongkahan batu raksasa mulai runtuh dari langit-langit seperti hujan meteor.Pemandangan itu langsung membuat semua orang panik. Orang-orang yang masih bertarung buru-buru menghentikan pergerakan mereka lalu b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1844

    “Kalau begitu kita bisa bekerja sama, belum tentu kita kalah melawan mereka.” Nada suara Rudeus terdengar jauh lebih ringan.Dengan tambahan Alric dan kelompok lainnya, kekuatan mereka tidak lagi terlalu timpang saat menghadapi Kaidar dan empat Ksatria Abyss.Sementara itu, Nathan yang berdiri tidak jauh dari sana langsung berubah muram ketika mendengar nama Klan Movi. Tatapannya perlahan menjadi dingin, ibunya masih dikurung di Klan Movi.Meskipun Nathan tidak tahu bahwa Brillie justru hidup jauh lebih baik di sana dibanding saat berada di Keluarga Zellon, nama itu tetap menjadi duri dalam pikirannya.Kieran yang berdiri di samping langsung menyadari perubahan aura Nathan. Ia menarik lengan Nathan pelan, tak ingin Nathan kehilangan kendali di situasi seperti sekarang. Karena siapa pun yang diserang Nathan lebih dulu, hasil akhirnya hanya akan merugikan mereka sendiri.Alric sama sekali tidak mengetahui hubungan Nathan dengan Klan Movi. Ia justru menoleh ke arah Nathan lalu berkata, “

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1843

    Melihat tubuh fisiknya kembali terbentuk, pria itu langsung tertawa keras.“Hahahaha!”Suara tawanya menggema ke seluruh reruntuhan.“Energi spiritual akhirnya bangkit, aku tidak perlu lagi hidup seperti roh busuk di dalam tubuh manusia!”Aura gelap meledak dari tubuhnya.Udara di sekitar mulai bergetar.Sementara Kaidar yang kini kehilangan sebagian besar kekuatannya langsung berlutut tanpa ragu. “Selamat atas kelahiran kembali Anda, Arkhon Abyss!”Empat Ksatria Abyss juga ikut berlutut bersamaan.“Selamat atas kebangkitan Arkhon Abyss!”Pemandangan itu membuat seluruh aula membeku.Banyak orang mulai mundur tanpa sadar, wajah mereka dipenuhi keterkejutan. Sekarang semuanya jelas, orang-orang ini adalah kultivator dari Ordo Maledicta.Arkhon Abyss melirik kerumunan dengan tatapan dingin sebelum berkata pelan, “Kaidar… Usir mereka. Mulai sekarang tempat ini berada di bawah kendali Martial Shrine.”Nada suaranya tenang, namun tekanan di balik kalimat itu membuat jantung semua orang men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1842

    Sementara itu di dalam aula, semua orang juga merasakan perubahan yang sama. Energi spiritual yang padat memenuhi udara. Napas mereka terasa jauh lebih ringan. Bahkan kekuatan di dalam tubuh mulai bergerak liar.“Tuan Muda…” salah satu bawahan Rudeus berkata dengan wajah penuh kegembiraan. “Energi spiritual benar-benar bangkit!”“Altar itu…” pria lain menelan ludah. “Itu pasti inti kebangkitan energi spiritual!”Tatapan Rudeus langsung berubah panas. Jika Keluarga Halcrest mendapatkan benda itu, maka mereka bisa menciptakan wilayah kebangkitan energi spiritual mereka sendiri. Itu berarti mereka tak perlu lagi tunduk sepenuhnya pada aturan Sektor Bayangan.Tubuh Rudeus sedikit bergetar karena antusias. “Bersiap.”Suaranya rendah, juga penuh tekanan. “Kita akan merebut altar itu.”Beberapa bawahannya langsung mengangguk. Aura mereka mulai naik perlahan.Di sisi lain, Nathan juga menatap altar hitam itu dengan serius. Kini dia benar-benar mengerti. Seluruh fenomena di Pulau Monarch beras

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1841

    Alric menyipitkan mata sambil melihat pintu keluar yang dipenuhi mayat. “Formasi bukan masalah lagi, tapi bagaimana kita keluar dari sini?”Di luar sana, Kaidar masih berjaga bersama empat Ksatria Abyss berkekuatan Origin. Menyerbu keluar sama saja mencari mati.Suasana kembali muram.“Aku tahu,” tiba-tiba Nathan berkata dnegan suara lirih.Chelsea langsung mengangkat kepala.Nathan perlahan menatap altar batu dengan mata bergetar. “Dan aku sudah mengerti.”Aura tadi kembali terlintas di benaknya, energi hangat itu. Resonansi aneh dari dalam altar.Tatapan Nathan perlahan berubah tajam. “Altar itu pasti menyimpan sesuatu. Rahasia sebenarnya ada di sana.”Belum sempat orang lain bereaksi—WHOOOSH!Nathan langsung bergerak, tubuhnya melesat menuju altar di tengah sambaran Murka Langit tanpa sedikit pun keraguan.BLAAAAR!Tiba-tiba satu sambaran Murka Langit jatuh lurus menghantam altar. Kekuatan mengerikan langsung meledak ke segala arah.“UGH!”Tubuh Nathan terpental puluhan meter sepe

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1840

    Nathan bisa merasakan organ-organ dalam tubuhnya bergejolak hebat. Darah di dalam pembuluhnya seolah mendidih akibat tekanan petir.“NATHAN!” Bonang langsung berteriak dari bawah altar. “Sudah cukup! Cepat turun!”Ia bisa merasakan jelas kalau sambaran berikutnya akan jauh lebih berbahaya.Namun Nathan tidak bergerak, tatapannya tetap tertuju ke atas. Ia masih ingin menahan satu sambaran lagi sebelum mengalihkan pusat Murka Langit sepenuhnya.BZZZZTTTT!Langit-langit reruntuhan kembali bersinar, petir ketiga terbentuk. Dan kali ini tekanannya membuat seluruh aula bergetar hebat.BLLAAAARRR—!Sambaran raksasa jatuh lurus ke tubuh Nathan.“UGH!”Menahan serangan itu, lutut Nathan hampir tertekuk. Retakan langsung menyebar di altar batu tempatnya berdiri. Tubuhnya terasa seperti dihantam gunung dari langit.Sambaran ketiga ini bahkan lebih kuat dibanding gabungan dua serangan sebelumnya.Napas Nathan menjadi berat, penglihatannya sempat bergetar sesaat. Namun tepat ketika dia merasa tubu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 612

    Wajah Donovan dipenuhi dengan amarah, tapi dia tidak naik lagi ke atas arena, sekarang pergelangan tangannya sudah patah dan dia sudah tidak bisa melawan Nathan lagi. “Baik, hari ini aku kalah darimu, aku mengakuinya, tunggu dan lihat saja nanti!” Donovan tidak memiliki muka untuk tinggal lebih lama

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 683

    “Tuan Steve,” lelaki tua itu bergegas bangkit berdiri untuk menyambut saat melihat Steve.“Kepala Keluarga Maven, ini adalah Tuan Nathan,” Steve menunjuk Nathan yang ada di belakangnya sambil berkata.Jasper bergegas berjalan ke hadapan Nathan. “Aku sudah mendengar reputasi Tuan Nathan di mana-mana, n

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 617

    Awalnya, Donovan mengira dia bisa melihat Nathan menjadi panik sebelum mati, tapi sayangnya dia salah. Nathan bukannya takut malah memasang senyuman di wajahnya dan ini membuat Donovan sangat bingung. Tapi saat Donovan sedang bingung, dia merasa ada hal yang lebih luar biasa terjadi, dia hanya bisa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 652

    Namun seketika, cahaya dingin melintas di mata Nathan. “Ada yang tidak beres!” segera setelah berkata, dia melesat keluar dari kamar Sienna menuju ke rumah Arsen.Di kamar Arsen, tangan Sienna sudah mulai melepaskan pakaiannya tanpa terkendali, melihat kancing baju Sienna yang dibuka satu per satu, m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status