로그인Beberapa hari kemudian, kabar bahwa Martial Shrine telah jatuh di bawah kendali Keluarga Zellon menyebar ke seluruh dunia bela diri Kota Moniyan.
Dan seperti seorang raja yang baru menaklukkan negeri, Ryuki mengadakan perjamuan besar di halaman utama istana Zellon.
Undangan tersebar ke seluruh klan besar, bukan sekadar perayaan, tapi juga ujian kesetiaan. Yang hadir dian
Nathan bisa merasakan organ-organ dalam tubuhnya bergejolak hebat. Darah di dalam pembuluhnya seolah mendidih akibat tekanan petir.“NATHAN!” Bonang langsung berteriak dari bawah altar. “Sudah cukup! Cepat turun!”Ia bisa merasakan jelas kalau sambaran berikutnya akan jauh lebih berbahaya.Namun Nathan tidak bergerak, tatapannya tetap tertuju ke atas. Ia masih ingin menahan satu sambaran lagi sebelum mengalihkan pusat Murka Langit sepenuhnya.BZZZZTTTT!Langit-langit reruntuhan kembali bersinar, petir ketiga terbentuk. Dan kali ini tekanannya membuat seluruh aula bergetar hebat.BLLAAAARRR—!Sambaran raksasa jatuh lurus ke tubuh Nathan.“UGH!”Menahan serangan itu, lutut Nathan hampir tertekuk. Retakan langsung menyebar di altar batu tempatnya berdiri. Tubuhnya terasa seperti dihantam gunung dari langit.Sambaran ketiga ini bahkan lebih kuat dibanding gabungan dua serangan sebelumnya.Napas Nathan menjadi berat, penglihatannya sempat bergetar sesaat. Namun tepat ketika dia merasa tubu
Bonang masih tampak ragu. “Kalau gagal, tubuhmu akan hangus dalam satu sambaran.”Nathan terkekeh pelan. “Aku sudah pernah menghadapi badai petir saat menerobos,” tatapannya perlahan mengeras. “Dibanding itu, Formasi Murka Langit ini belum cukup untuk membunuhku.”Ucapan itu membuat beberapa orang di bawah altar langsung tercengang.Menghadapi sambaran Murka Langit dengan tubuh sendiri?Orang waras mana yang akan melakukan hal seperti itu?Namun Nathan justru mengangkat Pedang Aruna tinggi-tinggi ke udara.WUUUNG!Bilah pedang langsung memancarkan cahaya hijau terang. Energi Taiju mengalir deras di sepanjang pedang hingga udara di sekitarnya mulai bergetar.Bonang menarik napas panjang sebelum akhirnya mengeluarkan beberapa Sigil dari lengan bajunya. “Kalau begitu jangan mati, bocah…”Tangannya bergerak cepat membentuk segel.SWISH! SWISH! SWISH!Beberapa Sigil melesat ke udara lalu mulai berputar mengelilingi altar seperti lingkaran cahaya keemasan.“Teknik Sigil Rune… Formasi Penunt
Nathan mengangkat pandangan ke arah altar batu di tengah reruntuhan. Kilatan biru masih terus bergerak liar di udara seperti naga petir yang mengamuk. Retak-retak kecil mulai muncul di lantai akibat sambaran tanpa henti.Namun anehnya, tatapan Nathan justru terlihat tenang. “Bisa.”Jawaban singkat itu membuat semua orang langsung menahan napas.“Tapi…” Nathan melanjutkan sambil menunjuk altar batu, “Kalian semua harus menjauh dari sana.”Kerumunan langsung bergerak mundur tanpa banyak tanya. Tidak ada lagi yang berani membantah perkataannya.Dalam keadaan seperti ini, Nathan sudah menjadi satu-satunya harapan mereka.WHOOOSH!Angin dingin berhembus di dalam aula saat semua orang menjauh dari altar.Nathan lalu melangkah perlahan ke depan.Bonang ikut mendekat sambil mengernyit. “Nathan,” katanya pelan, “Formasi Murka Langit bukan formasi biasa. Kalau salah langkah sedikit saja, seluruh area ini bisa meledak.”“Aku tahu.” Nathan tersenyum tipis.Bonang menatapnya tajam. “Lalu bagaimana
Belum sempat Nathan membuka mulut, Kieran langsung melangkah maju dengan tatapan tajam. “Kau pikir siapa dirimu, brengsek?!” bentaknya dingin. “Kak Nathan sudah membantu menghancurkan segel sebelumnya. Bukankah kalian tadi merasa paling hebat? Selesaikan sendiri sekarang!”Ucapan itu membuat wajah Alric berubah pucat kebiruan. Rahangnya mengeras, tetapi dia tidak berani membalas satu kata pun. Karena dia sadar, situasi sudah berbeda, mereka kini benar-benar terjebak.Di luar, Kaidar berjaga bersama empat Ksatria Abyss berkekuatan Origin. Di dalam, Formasi Murka Langit terus mengirim sambaran petir tanpa henti. Sedikit saja lengah, nyawa melayang. Dan satu-satunya orang yang memahami teknik formasi di tempat ini hanyalah Nathan.BZZZT!Kilatan lain melintas di udara.“SELAMATKAN AKU!”Seseorang berteriak histeris sebelum akhirnya berlutut di depan Nathan.“Tuan Nathan, mohon bantu kami!”“Benar! Kami mohon!”Satu orang mulai bersujud, lalu dua, diikuti yang lain hingga belasan orang be
Nathan tersenyum tipis, tetapi sebelum dia sempat menjawab, Bonang sudah lebih dulu membuka suara.“Itu bukan kuda ilahi asli,” nada suaranya tenang, tetapi jelas terdengar menyindir. “Itu hanya ilusi dari formasi.”Ia melangkah mendekati batu besar sambil melanjutkan penjelasannya. “Batu ini dipasangi Segel Zephryx Penahan Bumi. Selama inti formasinya belum dihancurkan, benda yang ditekan oleh formasi ini tidak akan bisa digerakkan.”Bonang melirik Alric dan kelompoknya sekilas. “Jangankan batu sebesar ini. Bahkan sebuah jarum pun tidak akan bisa diangkat kalau formasi itu aktif.”Kalimat terakhirnya langsung membuat wajah Alric dan Riven mengeras. Sindiran itu terlalu jelas. Mereka sebelumnya menghajar batu itu habis-habisan, tetapi bahkan tidak menyadari keberadaan formasi sama sekali.Meski marah, Alric tak bisa membantah. Karena apa yang dikatakan Bonang memang benar.BLAAAARR!Sebelum suasana kembali stabil, kilatan petir biru kembali menghantam lantai aula. Formasi Murka Langit
Keheningan langsung menyelimuti seluruh reruntuhan.Wajah semua orang mulai dipenuhi kepanikan. Begitu banyak ahli menyerang bersamaan, tetapi tetap tidak bisa menggoyahkan batu itu sedikit pun.Perlahan, tatapan mereka kembali tertuju pada Nathan.“Hahaha!”Tawa Kaidar kembali terdengar dari luar. “Kalian tidak perlu repot-repot lagi,” nada suaranya dipenuhi ejekan. “Tunggu saja kematian datang pelan-pelan.”Mendengar suara itu, wajah Alric langsung berubah gelap.Orang-orang lain juga mulai mengutuk Kaidar dengan penuh kebencian.Sekarang mereka akhirnya sadar.Kaidar sengaja memancing semua orang masuk ke dalam reruntuhan ini hanya untuk menjebak mereka hidup-hidup.Alric menarik napas panjang sebelum akhirnya menatap Nathan. “Nathan, kau bilang batu ini dilindungi formas? Kalau begitu... bisakah kamu membukanya?”“Tentu,” Nathan menjawab santai.Ucapan itu langsung membuat mata semua orang berbinar.“Kalau bisa, cepat lakukan!” Nada suara Alric mulai dipenuhi kegelisahan.Semakin
Abel tidak bergeming. Dengan gerakan cepat, dia menangkap bilah itu dan menendang dada si penjaga hingga tubuhnya terpental dan berguling di tanah. Para penjaga lain segera menyerbu.“Cukup.”Aura Bonang meledak dengan tenang tapi mengguncang. Dalam sekejap, tekanan spiritual menekan udara; para pe
PLAK!Tiba-tiba Gottfried terangkat ke udara. Lima jari tercetak jelas di wajahnya, darah menetes di sudut bibirnya.Semua orang terpaku.“Berani sekali, bocah!” Gottfried mengamuk, auranya meledak liar. “Kau pikir kau bisa menyerangku tanpa konsekuensi?!”Ia melompat, menyalurkan seluruh kekuatan
Kaidar melirik sekilas lalu memerintahkan seseorang membawa pena dan kertas agar Nathan bisa menyalin peta artefak. Setelah Nathan selesai menyalin, Kaidar memberi tanda silang di halaman itu, pertanda bahwa artefak tersebut sudah dipilih dan dianggap ‘sudah dijelajahi’.Nathan menyimpan gulungan p
"Anda tidak mengejarnya?" tanya Nathan dengan suara pelan."Dia tidak akan bisa kabur," jawab Ryujin.Setelah melontarkan perkataan itu, sosoknya lenyap begitu saja dari hadapan Nathan.Nathan ternganga, mulutnya terbuka lebar karena takjub. Ia belum pernah melihat Ryujin bertarung secara langsung.







