Share

Bab 12

Penulis: Yeni
Claudia menundukkan kepalanya sambil terbatuk-batuk hebat, air menetes dari dagunya ke lantai, dia sama sekali tidak berani menatap mataku.

Dia sedang berpikir, bagaimana bisa jadi begini? Bukankah Bibi Iza sudah lama diusir oleh Febri? Bagaimana aku bisa memiliki rekaman suara itu?

Rekaman pengawas itu jelas-jelas sudah dihancurkan, bagaimana mungkin bisa jatuh ke tanganku!

Belum sempat dia menemukan jawaban, aku sudah mencengkeram dagunya dengan keras.

"Claudia, apa pun yang sudah kamu lakukan pada Bella, aku akan bikin kamu menanggungnya sepuluh kali, bahkan seratus kali lipat."

Claudia tahu dia tidak bisa lagi mengelak, dengan sisa keberuntungan terakhir dia berkata dengan suara gemetar, "Vincent, hari itu aku memang menerima teleponnya, tapi aku kira Kak Bella sedang bohong."

"Bukannya dia selalu ingin melarikan diri? Gimana kalau dia bekerja sama dengan Bibi Iza buat sengaja mengacaukan pernikahan kita? Mana aku tahu kalau memang terjadi kebakaran .... Aku cuma ingin mengadakan p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kepergianku Membuatnya Gila   Bab 19

    "Balap mobil? Salju setebal ini bagaimana bisa balapan? Lagian kamu sudah hampir membeku kaku, apa benar masih punya tenaga untuk menyetir?"Hal yang dipikirkan Vincent itu adalah balap mobil.Aku sangat mencintai balap mobil, jika dia bertanding melawan Alex dan menang, apakah aku akan memberinya satu kesempatan?Vincent menatapku dengan mantap, meski seluruh tubuhnya tidak berhenti gemetar."Aku akan bertanding melawan Alex. Kalau aku menang, bisa nggak kamu kasih aku satu kesempatan?"Aku mengucapkan dua kata dengan tenang, "Nggak akan."Vincent tertawa mengejek diri sendiri. "Meski nggak akan, aku tetap ingin bertanding. Bella, mau nggak kamu jadi navigatorku? Anggap saja ini sebagai hadiah terakhir untukku."Aku sudah mulai agak marah, karena Alex tidak bisa balapan mobil.Namun, tidak disangka, Alex justru menjawab "baiklah" dengan tegas.Aku menatapnya dengan heran. "Jangan dipaksakan kalau nggak bisa, ini nggak akan ubah apa pun. Aku nggak akan tanggung jawab kalau terjadi sesu

  • Kepergianku Membuatnya Gila   Bab 18

    Sebuah suara berat tiba-tiba terdengar dari samping.Vincent melihat ke arah sumber suara, lalu membuka mulutnya karena terkejut."Alex, kok kamu ada di sini?"Alex merangkul bahuku. Saat dia merasa aku tidak memberontak, dia mempererat genggamannya."Aku ini tunangannya, kenapa aku nggak boleh ada di sini?"Begitu kata-kata itu terucap, Vincent seketika merasa seperti tersambar petir, otaknya berdengung hebat sampai tidak bisa mendengar suara apa pun. "Tunangan? Mana mungkin? Bella ... kok bisa dia jadi tunanganmu?"Matanya memerah, bibirnya gemetar.Aku menarik tangan Alex dan mengangkat tautan jemari kami ke depan wajah Vincent."Kenapa nggak mungkin? Aku belum pernah nikah dan belum punya anak, apa sulit menerima kenyataan kalau aku punya tunangan?"Bibir Vincent bergumam tidak jelas, matanya dipenuhi dengan rasa tidak percaya.Perkataanku seperti pisau tumpul yang menusuk jantungnya.Jakunnya naik-turun. "Nggak boleh, aku nggak izinkan. Aku mencintaimu, kamu cuma boleh jadi milikk

  • Kepergianku Membuatnya Gila   Bab 17

    Tidak peduli bagaimana Vincent berteriak memanggil dari belakang, mobil itu sama sekali tidak melambat, malah melaju makin kencang hingga cepat berubah menjadi titik hitam di kejauhan.Setelah bayangan di kaca spion benar-benar menghilang, barulah Alex perlahan menurunkan kecepatan mobil.Aku meliriknya dengan curiga. "Kenapa hari ini kamu ngebut begitu? Mau cepat-cepat renkarnasi lagi?"Alex tidak menanggapi ucapanku, malah tiba-tiba bertanya, "Kalau Vincent datang mencarimu, menangis menyesal dan minta balikan, kamu bakal setuju?"Alisku langsung mengerut, rasanya seperti mendengar sesuatu yang menjijikkan, tapi aku tetap menjawab serius, "Nggak akan, sampai mati pun nggak akan."Setiap kali mengingat apa yang pernah Vincent lakukan padaku, tubuhku terasa dingin sampai aku sering terbangun di malam hari.Alex menangkap ketegasan di mataku, sudut bibirnya tanpa sadar terangkat membentuk senyum tipis.Namun, ekspresi kecil itu tidak luput dariku. "Kok kamu tanya gitu? Kamu mimpiin dia?

  • Kepergianku Membuatnya Gila   Bab 16

    Malam itu, Alex menyisir semua hal tentang Vincent dan Claudia, lalu menyusun rencana terperinci sebelum fajar.Dia sebenarnya bisa langsung membawaku pergi, tetapi aku berkata, "Kalau begitu, dia akan terus mengejar seumur hidup."Dia pun menahan diri dan menyusun langkah demi langkah.Saat itu barulah dia tahu, fondasi Keluarga Kora jauh lebih dalam dari dugaannya.Dia berpura-pura akan menjalin pernikahan dengan Claudia untuk mengalihkan perhatian, padahal diam-diam menyiapkan orang agar bisa membawaku pergi jauh.Namun, dia tetap datang terlambat.Saat dia menemukanku, kedua kakiku rusak parah akibat kecelakaan. Aku tidak bisa melanjutkan usaha keluarga dan tidak bisa lagi mengendarai mobil kesayanganku.Saat itu aku seperti kehilangan jiwa, tatapanku kosong dan menakutkan.Syukurlah, dia menarikku kembali dari tepi kematian.Dia membawaku ke pusat rehabilitasi terbaik, menemaniku menggenggam setir lagi, menyaksikan aku perlahan menemukan cahaya.Setelah perawatan, meski aku mendap

  • Kepergianku Membuatnya Gila   Bab 15

    [Sudut Pandang Bella]Tiga tahun kemudian.Di kamp pelatihan balap mobil terbesar di Kota Calabria, sedang diadakan kompetisi balap tiga tahunan.Seluruh keluarga mafia di Atala akan berpartisipasi.Di area istirahat, beberapa pelatih berambut pirang dan bermata biru sedang mengobrol santai sambil menghadap ke arah lapangan latihan."Sudah dengar belum? Kali ini ada orang hebat dari Sisilia. Dalam tiga tahun, dia sudah menyapu bersih semua gelar juara domestik. Ini pertama kalinya dia bertanding ke luar negeri, banyak orang bertaruh dia akan menang, tapi menurutku dia biasa saja.""Pembalap dari Sisilia? Kalau begitu, nggak boleh dianggap remeh."Pelatih tinggi lainnya berdecak, "Jangan lupakan pelatih wanita yang datang dari Sisilia itu. Kudengar dalam tiga tahun dia sudah melatih lima juara wanita, benaran bikin malu kita para pelatih pria."Fransiska yang berdiri di samping mendengar percakapan itu, dia tersenyum sambil menggelengkan kepala, lalu berbalik kembali ke area istirahat t

  • Kepergianku Membuatnya Gila   Bab 14

    "Febri! Ini balasan untukmu!"Claudia berpegangan di ambang jendela, menatap Febri terjepit di bawah pilar sambil tertawa nyaring penuh keputusasaan.Usai berkata demikian, dia bertumpu pada kedua tangan dan melemparkan diri keluar jendela.Saat dingin rumput membungkus tubuhnya, dia terbaring sambil tertawa hingga berlinang air mata. Dia merasakan euforia karena lolos dari maut.Sementara itu, ruangan itu bersama Febri segera dilahap api yang menjulang.Namun, baru saja bahagia, efek obat menyerang dan dia pingsan.Saat membuka mata lagi, dia mendapati dirinya sudah berada di rumah sakit. Dia pun mengembuskan napas lega saat mendapati dirinya masih hidup. Namun detik berikutnya, nyeri hebat bergulung dari dalam tubuhnya.Seperti ada nyeri tumpul yang berdenyut dari dalam sumsum tulang, hanya bergerak sedikit saja rasanya sakit sampai seperti mau mati.Dia memanggil dokter dengan lemah, seorang perawat segera masuk.Claudia menarik napas dalam-dalam, suaranya serak, "Sakit banget … to

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status