MasukAku dan suamiku akhirnya dikaruniai anak pertama di tahun ketujuh pernikahan kami. Suamiku curiga bahwa bayi yang ada di dalam perutku bukanlah anaknya. Aku sangat marah sehingga aku melakukan tes DNA. Sebelum hasilnya keluar, suamiku muncul di depan pintu rumah orang tuaku. Dia sedang memegang sebuah foto. Foto itu menunjukkan pakaian dalamku yang entah kenapa bisa muncul di rumah temannya. "Dasar jalang, beraninya kamu mengkhianatiku dan memintaku untuk membesarkan anak orang lain. Mati saja sana!" Dia menggunakan cambuk untuk mencambuk ibuku yang berusaha melindungiku. Ibuku sampai pingsan, tetapi dia tetap memukulku sampai aku mengalami keguguran. Setelah hasil tesnya keluar, dia baru mengetahui kebenarannya. Dia pun berlutut dan memohon agar anak yang sudah dia hilangkan itu bisa kembali.
Lihat lebih banyak"Can you please tell me why your master wants to marry me? I don't even know him?" Kate looked at him with her fearful and confused gaze.
She was feeling very nervous.
"Miss, if you want to save Mr. Waston's company, marry our master. This is the only condition our master has for you," he told her.
Kate thought, "How could I marry a man whom I have never met in my life, but he knew she didn't have any other options to save her adopted father's company?"
"I need some time to think about it," Kate felt confused. She was just a college student. Alex stood from the chair and looked at her.
"Miss, you only have one day to think about this deal," Alex handed a card to Kate. "If you change your mind and agree to marry our master, then please call this number." Kate took that card from Alex:
"Thank you."
Alex turned around and left that coffee shop; Kate sat there in a daze; she felt like the entire world was crushing her hard.
Alex came out of the coffee shop and quickly went inside a car. After closing the car door, he turned to the car's backseat.
A handsome man was sitting there. That man lifted his black eyes from his laptop and looked at Alex. His eyes were icy cold; his one look was enough to give someone a severe heart attack.
Alex felt his sharp gaze; he felt very nervous. "Master, Miss said she needs some time to think about it."
The handsome man gave him a wintry smile. "Make all the preparations for tomorrow. She will say yes." he looked at the girl who was standing in front of the coffee shop.
Even if she wanted to refuse, she could not.
He was a legendary man of the S country. Everyone had always regarded him as a male god in this city, In S country. Everyone knows how heartless he could be if anyone dared to challenge him.
If he wanted to own something, nothing could stop him. So now he wants to marry her. How could she escape from him? He was the master who could make anyone fall into his trap, and she was just a little girl who had no idea what he desired from her.
"Okay, master" Alex understood his master's order.
"Go," he said to Alex. So Alex started the car and drove off on the road.
He looked at his master from the front mirror; he knew what his master was thinking. He has been following his master for nearly ten years now. He sighed softly; he knew his master's life would take a new turn from tomorrow.
Kate returned to her hostel room at noon, her thoughts running into the conversation in the coffee shop. When her phone rang, she looked at her phone and noticed a call from her mother, Rachel Weston. She answered it.
"mom"
"Kate, did you meet Mr. Wood?"
"Yeah, Mom, I already met him."
"Kate, what did he say to you?" Is he going to help us?"
"Mom, I'm not sure about it yet, but…."
Rachel Waston cut off her words before she could finish her words.
"Kate, although you're our adopted daughter, we gave you everything that we gave our daughter Sherry all those years. Now we're in deep trouble. Can you please help us?"
These words hurt Kate's heart; even though she knew they never truly cared about her, they owned her life.
Rachel Weston would sell her biological daughter for the money, so why would she be kind enough to spare Kate?
She was a greedy woman. For her, money was everything in her world.
Now their company is in a deep crisis. How could Rachel do nothing to save herself and her so-called image?
"I don't know what you will do, but you have to persuade Mr. Wood to tell his master to help our company, do you understand?
"Okay, Mom, I understand; I will do as you say. Rachel Waston hung up the phone call.
Kate was going to have lunch, but now she has lost her appetite. She lowered her head and got lost in her thoughts; Kate did not realize even when someone opened the door,
"Where were you all morning? Amy inquired Kate. Kate came back to her senses and crooked around,
"Oh, Amy, when did you come back?" Kate asked with a smile.
Kate and Amy became friends when they entered college, but they became best friends with time.
"What happened? You looked pale," Amy worriedly asked.
"Nothing, I’m just tired. Kate couldn't tell her the truth.
"Tell me truthfully, did that Walton family say anything to you?" Amy looked at her suspiciously.
Amy knows how that bitchy Waston family has treated Kate over the past few years.
"Amy, don't overthink; they didn't tell me anything. I have a headache; that’s nothing to worry about."
"If you say so, okay, have some rest now; I have classes after lunch." Amy took her bag and left the room.
Kate felt relief that Amy didn't force her to say anything else.
She lay down on her bed and thought about her life.
She could marry a man she never met, but it's not like she has any other options. Kate knew she had to return the debt she owed them.
Kate sighed; she had to sacrifice her freedom and future for her debts.
In a luxurious VIP private room, there were three people inside the room.
These three men looked super handsome. However, these three men have different characteristics.
A man looked playful and easy-going on the right side of the sofa. His name is Adam Richard. S country playboy, even though he never played with women, he was a little flirty.
On the opposite side, a man looked calm, severe, and courteous. His name is Liam Jones.
In the middle, there was the most handsome man. In a black suit, he was the king of the S country's business world, David Xiver.
One look from him was enough to make any woman crazy for him. S Country's people know he is a heartless psycho if anyone tries to challenge him.
He taught them harsh lessons that they wished they were never born. He never cared for anyone other than his friends and hers.
Pembawa acara memang profesional.Dalam situasi ini, informasi dari ibu mertua jelas lebih menarik.Dia segera bertanya padaku apa yang terjadi.Aku tidak punya pilihan selain mengikuti kata-katanya dan menceritakan keseluruhan cerita.Termasuk fakta bahwa ibu mertuaku yang mencari seorang pria, tetapi membiarkan aku yang disalahkan. Kemudian, aku juga mengatakan tentang putranya yang memukulku sampai keguguran.Ruang siaran langsung heboh."Memukul istri sendiri sampai keguguran? Memangnya ini sesuatu yang bisa dilakukan oleh manusia?""Saat aku melihat bibi ini, aku sudah merasa kalau dia bukan orang baik. Dia kelihatan galak.""Ini sangat menarik, selingkuh dengan memakai pakaian dalam menantu sendiri. Benar-benar di luar nalar."Ibu mertuaku sangat cemas sehingga dia menutupi kamera dengan tangannya.Dia tidak bisa mengalahkan juru kamera.Dia pun mengalihkan fokusnya padaku."Clara, kamu sudah keterlaluan. Sudahlah kalau ayahmu memanfaatkan kekuasaannya untuk memenjarakan anakku,
Sampai Ravel dibawa pergi, dia tetap mengatakan bahwa dia mencintaiku.Saat memikirkan tujuh tahun yang kuhabiskan bersamanya ....Kemudian, pukulannya yang menghantamku ....Aku tidak tahu apakah cinta ini benar atau salah.Ketika mengetahui bahwa Ravel akan dipenjara, ibu mertuaku yang sudah lama tidak terlihat, tiba-tiba datang.Begitu bertemu, dia mulai memohon padaku."Clara, aku tahu ada kesalahpahaman antara kamu dan Ravel. Kesalahpahaman ini dimulai karena aku. Ibu minta maaf padamu, seharusnya aku nggak memakai pakaian dalammu."Dia berkata sambil menampar wajahnya sendiri.Sikapnya tampak sangat tulus."Kamu dan Ravel sudah bersama selama bertahun-tahun. Jangan merusak pernikahan kalian hanya karena masalah sepele ini."Aku menjadi marah ketika mendengarnya, "Apa ini masalah sepele? Ravel memukul punggung ibuku dan menggugurkan anakku. Kalau kamu bilang ini masalah sepele, kalau begitu aku akan mencambuk punggungmu juga."Ibu mertuaku mundur.Dia mulai menghindari hal yang se
Setelah melampiaskan emosinya, Ravel mengangkat kepalanya lagi."Walaupun dia nggak selingkuh dengan Edo, Clara masih berhubungan dengan orang lain. Kalau nggak begitu, dari mana asal anak dalam perutnya itu?"Aku menyahut dengan dingin, "Percaya atau nggak, itu anakmu.""Nggak mungkin, sama sekali nggak mungkin," bantah Ravel. Dia masih membela dirinya, "Dokter bilang aktivitas spermaku rendah, jadi aku nggak mungkin bisa punya anak.""Aktivitas sperma rendah bukan berarti nggak memiliki sperma, cuma berarti sulit hamil, tapi masih ada kemungkinan hamil." Mendengar hal tersebut, seorang petugas polisi di dekatnya langsung mengeluh, "Kamu menemui di dokter mana? Kenapa nggak kompeten sekali."Ravel tidak memercayai hal ini, lalu menjawab, "Aku memeriksanya di rumah sakit khusus pria, Rumah Sakit Bahagia di Jalan Bahagia. Para dokter di sana jauh lebih hebat darimu.""Rumah Sakit Bahagia?" Petugas polisi itu tertawa setelah mendengarnya, lalu menyahut, "Kalau begitu, kamu pergi ke tempa
Atas isyarat dari dokter, perawat mengambil janin itu lagi.Janinnya berumur dua bulan dan sudah berbentuk mirip seperti manusia.Ia meringkuk di sana dengan tenang.Anakku.Inilah anak yang kutunggu-tunggu selama tujuh tahun.Aku menangis tersedu-sedu sejenak.Dokter menghiburku dengan berkata bahwa aku akan memilikinya lagi suatu hari nanti.Aku ingin menyimpan janin itu, tetapi dokter mengatakan bahwa itu adalah limbah medis dan tidak bisa dibawa pulang.Sampai pada akhirnya aku keluar dari ruang operasi dan melihat ayahku.Setelah memberitahunya tentang hal itu ....Ayahku memberi tahu dokter bahwa itu adalah barang bukti, dokter pun memberikannya kepada kami.Aku bertanya kepada ayahku, "Di mana Ibu? Bagaimana keadaannya?""Ibumu baik-baik saja, cuma sedikit terluka di bagian luar. Dia pingsan karena tekanan darah tinggi," jawab ayahku. Ayahku tampak menua beberapa tahun. Dia tersenyum padaku dan menyuruhku untuk menjaga diriku sendiri, "Tunggu kamu agak membaik, aku akan menganta
Pengeras suara ponsel Ravel dinyalakan, jadi aku juga mendengar kalimat ini.Aku melihat Ravel berdiri di sana, memegang ponselnya sambil tercengang.Wajahnya dipenuhi dengan ketidakpercayaan."Bagaimana mungkin?"Darah yang mengalir di bawah tubuhku makin deras.Aku merasa bahwa anak yang susah payah ak
Cambuk itu menimpa ibuku, tapi ibuku tidak kelihatan kesakitan.Dia berbalik, lalu menatap langsung ke arah Ravel."Ravel, kamu benar-benar salah paham kepada Clara. Jangan pukul dia. Sekarang duduk dan bicarakan dengan baik-baik. Kalau kamu terus seperti ini, kamu pasti akan menyesalinya.""Menyesa
Aku mengangkat ponsel Ravel, lalu segera melihatnya.Layarnya menunjukkan riwayat obrolan antara Ravel dan istrinya Edo.Edo Tanjaya adalah teman kuliah Ravel.Aku sudah pernah bertemu dengan istri Edo beberapa kali. Kami juga bisa dianggap sebagai teman.Dalam riwayat obrolan tersebut, istri Edo me
Pada tahun ketujuh pernikahan kami, Ravel Yanuar, suamiku dan aku akhirnya dikaruniai anak pertama kami.Ketika aku memberi tahu tes kehamilan dengan senang hati padanya, dia mengerutkan kening sambil bertanya kepadaku ...."Anak siapa ini?"Aku menjawab sambil tertegun, "Tentu saja anakmu.""Kita s












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan