เข้าสู่ระบบDalam hati Tuan Kenzo dia tersenyum puas melihat Aluna yang kesal padanya. Iseng nya lagi dia justru semakin mengerjai Aluna dengan berpura-pura tidak tahu apa yang membuat Aluna sulit berjalan. Padahal melihat Aluna saja, Tuan Kenzo selalu teringat dengan permainan panas yang dilakukan nya semalam hingga membuat Aluna lemas tak berdaya bahkan seperti makhluk tak bertulang."Jadi kamu benar tidak akan membawa Luki Jalan-jalan kali ini?" Tanya Tuan Kenzo kembali memastikan dan Aluna juga menganggukkan kepala nya dengan sedikit melirik tajam ke arah Tuan Kenzo."Baiklah, kalau begitu. Tetap diam di sini jangan kemana-mana karena aku ingin sedang ingin berkuda." Perintah Tuan Kenzo dengan tegas. Aluna tentu saja membuka mulut nya tak percaya. Dia masih tidak habis fikir dengan maksud Tuan Kenzo, mungkin laki-laki itu memang sengaja ingin mengerjainya. Aluna ingin protes, tapi sayangnya hal itu tidak bisa di lakukannya, karena Tuan Kenzo yang sudah lebih dulu pergi menaiki Luki dan memba
"Bibi ..." Panggil Aluna saat duduk di meja makan, perempun paruh baya itu hanya tersenyum sedari tadi, membuat Aluna merasa aneh.Bik Tutik berjalan ke arah Aluna dengan membawa roti bakar yang biasanya Aluna makan setiap paginya hanya untuk mengganjal perut nya sebelum sarapan dengan makanan berat."Tumben hari ini Tuan tidak ke pabrik...?" Kata Bik Tutik mengabaikan pertanyaan Aluna sebelum nya dan justru kembali melontarkan pertanyaan yang entah di tujukan pada siapa."Dia yang nggak ke pabrik? kenapa nanya nya ke aku?" Batin Aluna merasa heran dengan sikap Bik Tutik sedari Aluna menyapanya tadi."Aku tidak tahu Bik, mungkin sedang tidak ada kegiatan." Jawab Aluna asal, sebagai bentuk menghargai Bik Tutik yang sudah bertanya padanya."Tuan tampak terlihat sangat segar hari ini." Kata Bik Tutik tiba-tiba membuat Aluna semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan Bik Tutik yang sebenarnya."Hah, dia habis menyiksaku hingga aku hampir mati lemas semalam, tapi dia justru segar pagi
Aluna sedikit menggeliat saat semburan cahaya mentari mulai memaksa masuk ke kamar melalui jendela kaca yang besar tepat menghadap ke arah Timur. Meskipun begitu, mata Aluna terasa berat seperti telah di lem, susah sekali untuk di buka. Teringat bahwa hari ini adalah hari Minggu, membuat alam bawah sadarnya menyuruh nya tidur kembali. Aluna menarik kembali selimut yang sedikit tersingkip dari badan nya. Hawa dingin AC membuat tubuh Aluna yang tak berlapis kain serasa sedingin es. Aluna meraih guling di samping nya dan mulai memeluknya, mencoba mencari posisi ternyaman nya. Saat tubuhnya bergerak, Aluna meringis merasakan pegal di sekujur tubuhnya bak telah dihantam oleh palu godam, membuatnya terasa remuk tak tersisa. Akhirnya mau tidak mau hal itu membuat Aluna tersadar kembali, dia membuka matanya akibat ingatan tentang kejadian semalam seketika membuat rasa kantuk nya hilang seketika. Aluna melirik ke arah samping dan tidak mendapati sosok Tuan Kenzo di sana. Aluna tersenyum kec
Ehmmm .... Aluna tampak mengeliatkan tubuh nya saat sesuatu terasa menggelitik di area leher jenjang nya yang tampak sensitif. Masih dengan mata yang terpejam, Aluna seolah berada berada antara mimpi dan kenyataan, sehingga membuat alam bawah sadar nya tampak bimbang antara harus bangun membuka ke dua matanya atau tetap terpejam dengan indah nya mimpi. Sampai sesuatu tampak terdengar jelas di indra pendengaran nya dan tampak sangat nyata, membuat mata Aluna yang tadinya masih tertutup dengan rapat tiba-tiba langsung terbuka tak kalah mendengar suara yang begitu di kenalnya. "Buka matamu!" bisik Tuan Kenzo tepat di daun telinga Aluna, suara itu membuat Aluna terbangun dengan kesadaran penuh, juga membuat dirinya sedikit meremang. Dan saat matanya terbuka Aluna benar-benar terkejut. "Ahkkhhh ... " Teriak Aluna secara spontan saat melihat Tuan Kenzo yang kini sudah benar-benar menungkung tubuhnya. "A-apa yang mau Tuan lakukan?" Tanya Aluna dengan terbata-bata, jujur dirinya benar-b
Selepas kepergian Tuan Kenzo, Aluna benar-benar pergi ke kamar nya, lebih tepatnya kamar milik Tuan Kenzo yang saat ini harus ditinggali oleh Aluna juga atas perintah Tuan Damian. Dengan perasaan sedikit kesal dalam dirinya, Aluna masuk dan menutup kembali pintu itu dengan sedikit keras sehingga terdengar benturan pintu itu tertutup. "Apakah Nyonya Muda sedang kesal saat ini?" Tanya salah satu maid di mansion itu setelah mendengar bantingan pintu Aluna. "Seperti nya Nyonya Muda kesal karena Tuan tidak mau memberikan nya kabar." Kata maid yang lain nya. Semua percakapan mereka di dengar dengan jelas oleh Bik Tutik. "Sudah kembali kerja saja, jangan ikut campur urusan antar majikan, itu bukan urusan kita. Kerja aja yang benar jika tidak ingin Tuan marah." Kali ini suara Bik Tutik yang terdengar seperti sedang mengintrupsi tawanan nya. Sebenarnya Bik Tutik tidak terlalu suka dengan dua pelayanan baru yang Tuan Damian tempatkan di mansion itu untuk menjadi mata-mata Tuan Kenzo da
Setelah Aluna menyapa dan menyentuh surai panjang milik Luki yang menjuntai menutupi telinga kuda itu, ajaib nya Kuda itu kini meringkik pelan dan mengendus-endus tangan Aluna. Setelah beberapa saat, Luki tampak terlihat lebih tenang."Tenang aja Luki, besok aku akan mengajak mu melihat sunset lagi ya? sekarang kamu cukup tenang, jangan lagi bandel ya! menurutlah pada Pak Tomo atau pada Tuan mu itu." Kata Aluna yang sedikit menyenggol nama Tuan Kenzo secara tersirat.Si Luki yang seperti mengerti perkataan Aluna, sontak mengibas-ngibaskan surai di kepalanya dan mengeluarkan suara khas para kuda.Setelah memberi nasihat dan arahan pada Kuda Andalusia itu dan Aluna sudah memastikan jika kini Luki sudah mulai tenang, Aluna berdiri kembali dengan posisi siap di samping Tuan Kenzo. Tubuh Aluna yang 170 cm itu sebenarnya tergolong tinggi untuk ukuran seorang perempuan. Bahkan jika Aluna mendaftar anggota pengibar bendera di istana merdeka saat 17 Agustusan, jelas Aluna akan lolos seleksi be
Malam semakin larut, Aluna dan Tuan Kenzo berpamitan untuk kembali ke mansion meninggalkan kediaman Tuan Damian.Di depan Tuan Damian Aluna dan Tuan Kenzo bersikap layaknya seorang pasangan suami istri pada umum nya, meskipun Aluna sendiri tahu jika hal itu hanya penuh dengan kepura-puraan saja. Me
Setelah tau akan menikah dengan Tuan Kenzo, saat ingin berangkat ke Gedung Gama untuk melangsungkan pernikahan nya, orang-orang suruhan Tuan Kenzo sudah datang untuk mengambil barang-barang milik Aluna untuk dibawa nya ke mansion. Sehingga barang-barang milik Aluna sudah tertata rapi di dalam kam
Dunia ibarat roda yang terus berputar. Kadang akan membawa kita kepuncak kebahagiaan tanpa duga dan bisa juga membawa kita pada jurang nestapa.Setelah kehilangan Ayah nya dan kini menikah dengan laki-laki arogan bermarga Mahesa, yang menjadi satu-satunya penerus di keluarga itu.Dunia Aluna seketi
Pagi sang surya bangunkan mimpi, embun pagi yang telah menghilang akan cahaya mentari yang kini mulai menyinari bumi dengan kehangatan sinarnya. Membangunkan setiap insan yang terlelap dari mimpi malamnya. Hari Minggu yang seharusnya Aluna nikmati dengan begitu santai nya. Hari Minggu yang seharus







