공유

Bab 71 -

작가: Pipin
last update 게시일: 2026-01-10 07:05:07

Elian duduk di kursi kayu rotan, menatap taman kecil di depannya yang sedang disirami oleh Rinjani dari kejauhan. Wajahnya kini lebih segar, guratan ketegangan yang biasanya mengunci rahangnya mulai memudar. Di hadapannya, Dokter Aris, psikiater kepercayaannya, menutup catatan medis dengan senyum simpul.

​"Bagaimana perkembangannya, Dok?" tanya Elian tenang. "Secara fisik, saya merasa jauh lebih baik. Tidur saya tidak lagi sependek dulu."

​Dokter Aris mengangguk kecil. "Kemajuan Anda sangat sig
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 226

    "Kita hadapi ini bersama, tapi tolong jangan pernah pergi dari aku. Itu saja mauku, Om..." bisik Sonya sembari menggenggam tangan pria itu.​Antonio menatap netra gadis di depannya, lalu menghela napas panjang. "Kamu benar-benar keras kepala, Sonya."​Saat Antonio mencoba berdiri untuk berpindah tempat ke area yang lebih privasi, ia tiba-tiba meringis pelan sembari memegangi pinggangnya. Gerakannya tertahan, dan wajahnya sedikit memucat.​"Luka baru lagi?" tanya Sonya dengan nada yang mendadak dingin namun sarat akan kekhawatiran. "Peluru?" sambungnya singkat.​Antonio hanya mengangguk tipis. Beruntung peluru itu hanya menyerempet bagian pinggang dan sudah berhasil dikeluarkan secara mandiri sebelum ia menemui Sonya. Luka-luka seperti ini sudah menjadi "makanan harian" yang ia santap sejak lama di dunia gelapnya.​Sonya mengembuskan napas panjang. "Sampai kapan calon suamiku ini bakal luka terus? Nanti yang membekas di badan Om cuma luka-luka ini, bukan aku," keluh Sonya, mencoba meny

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 225

    "Papa!" teriak Lana sembari menggebrak pintu. Elian yang tengah serius meninjau laporan di meja kerjanya sampai tersentak dan hampir menjatuhkan pena. ​"Ya ampun, Lana! Kamu mau bikin Papa masuk rumah sakit karena jantungan?" Elian mengurut dadanya, menatap putrinya yang sudah duduk dengan wajah ditekuk di depannya.​"Pa, kenapa Eran nggak kerja hari ini?" tanya Lana tanpa basa-basi.​Elian menghela napas, mencoba kembali tenang. "Ini hari Minggu, Lana. Dia masih mahasiswa dan butuh hari libur, bukan? Papa bukan mandor yang kejam."​"Terus kalau Eran bakal kena bully kalau diistimewakan ?​"Diistimewakan?" Elian menaikkan sebelah alisnya. "Kamu pikir karena Eran kenalan kamu, Papa bakal kasih keistimewaan? Di kantor, dia bukan siapa-siapa bagi Papa. Paham?" tegas Elian.​Rinjani masuk ke ruangan sambil membawa camilan, tersenyum kecil melihat tingkah suami dan putrinya. Ia duduk di samping Lana dan mengusap bahunya. "Jadi benar, kamu beneran menyukai pria itu?" tanya Rinjani lembut.

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 224 - Nembak gue?

    Setelah dari ruangan ayahnya,Lana keluar dari ruangan dengan langkah terburu-buru,lorong tadi sudah sepi, membuat nya mencari Eran kesudut lain. ​"Di mana sih dia? Cepat banget hilangnya!" gumam Lana kesal. ​"Cari siapa, Tuan Putri?" ​Lana tersentak. Eran tiba-tiba muncul dari balik pilar besar sambil meletakkan ember pel di tangannya. Pria itu berdiri santai, menatap Lana dengan pandangan menyelidik yang khas. ​"Nyari lo lah!" jawab Lana jujur, napasnya masih sedikit terengah. ​"Gue? Buat apa? Lo ada masalah apa lagi sama gue?" tanya Eran sambil melipat tangan di dada. ​"Bukan masalah. Ini... gue ada hadiah buat lo, sekalian permintaan maaf," ujar Lana sembari menyodorkan kotak hitam yang sejak tadi ia sembunyikan di balik tasnya. ​Eran mengernyitkan dahi, menatap kotak itu dengan ragu. "Ini apa? Minta maaf buat apa?" ​"Karena gue udah bikin lo tertahan di pusat rehabilitasi cukup lama." ​Eran terdiam sejenak. Ia menatap kotak mahal itu, lalu kembali menatap Lana. Ia sempat

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 223 - Seperti Gula

    Seminggu berlalu. Eran akhirnya berdiri di depan gedung pencakar langit milik keluarga Baskara. Ia terpaksa menerima tawaran itu, bukan karena ia tunduk pada kekuasaan Elian, melainkan karena realita hidup menghantamnya dengan keras. Belasan lamaran kerja paruh waktu yang ia sebar selama seminggu ini berakhir nihil; sebagian menolak karena status rehabilitasinya, sebagian lagi bahkan tidak memberinya kesempatan bicara. ​Demi bisa tetap kuliah pagi dan menyambung hidup, ia harus menelan harga dirinya bulat-bulat.​Di dalam ruang kerja yang luas dan aromanya tercium seperti kemewahan yang mengintimidasi, Eran duduk berhadapan langsung dengan pria yang menjadi alasan ayahnya di penjara.​"Siang, Pak Elian," sapa Eran. Suaranya rendah, tanpa nada berlebihan. "Saya tidak menyangka, orang sepenting Anda punya waktu luang untuk mewawancarai langsung orang seperti saya." ​Ucapannya sopan, namun ada sindiran tipis yang tersirat di sana. Ia tahu betul, untuk posisi Office Boy, seharusnya Elian

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 222 - Hari kepulangan Eran

    Beberapa minggu berlalu dengan cepat. Hari ini adalah hari kebebasan Eran. Sebelum menjemput pria itu, Lana menyeret sahabat masa kecilnya, Arka, ke sebuah mal mewah.Arka kuliah di kampus kelas atas jurusan Manajemen, sementara Lana dan Eran satu kampus di jurusan yang sama—Manajemen Bisnis.​"Lana, please! Kita sudah keliling tiga lantai hanya untuk mencari satu benda mekanik ini!" Arka memprotes sambil membenahi tatanan rambutnya di pantulan kaca etalase. "Bisa nggak kita ke store parfum aja? Bau mal ini terlalu 'biasa' buat hidung gue hari ini."​"Diem deh, Ka! Ini penting. Eran itu punya ambisi besar. Dia nggak mau cuma jadi orang biasa, dia mau sukses. Dan kamera ini... ini alat dia buat melihat dunia dari sudut pandang beda," sahut Lana sambil menunjuk sebuah kamera profesional seri terbaru.​Arka mendekat, matanya menyipit kritis melihat harga yang tertera. "Lo mau beli barang seharga gaji manajer tingkat menengah untuk seorang cowok yang baru keluar rehab? Seriously, Lana? Lo

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 221 - Sentuhan Tangan

    Berbulan-bulan lamanya, penolakan demi penolakan menjadi asupan harian bagi Lana. Namun, gadis itu memiliki keteguhan hati yang keras kepala. Hingga tiba di hari itu, di sebuah sore yang tenang di taman pusat rehabilitasi, pemandangan di depannya membuat napas Lana tertahan. ​Eran sedang duduk di bawah pohon besar, tangannya sibuk menggoreskan sketsa di atas kertas. Wajahnya tidak lagi sepucat mayat; ada rona kehidupan yang kembali menghiasi kulitnya. ​"Eran!" teriak Lana gembira, setengah berlari menghampiri pria itu. ​Eran mendongak. Matanya yang tajam kini terlihat lebih jernih dan fokus. Ia memperhatikan Lana dari ujung kaki hingga ujung kepala. Lana hari ini tampil berbeda; ia mengenakan gaun floral selutut yang manis, dan rambut panjangnya kini berwarna cokelat terang yang berkilau tertimpa cahaya matahari. ​Jantung Lana berdetak tak keruan saat Eran terus menatapnya tanpa kedip. Apakah dia terpesona? batin

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 40 - Puncak kegilaan Elian

    Rinjani meraih botol obat di atas nakas dengan jari-jari yang kaku karena ketakutan. Ia menuangkan air ke gelas, berusaha tidak memedulikan denting gemetar kaca yang beradu.​"Minum, Elian. Tolong... ini akan membuatmu sedikit lebih tenang," pinta Rinjani.Sudah jam sebelas mala

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 32 - Terlambat

    Satu minggu berlalu. Rumah Baskara berubah menjadi tempat yang mengerikan. Elian tidak lagi pergi ke kantor. Ia mengurung diri di rumah, menolak makan, dan hanya mau meminum obat penenangnya dalam dosis yang mengkhawatirkan.​Bi Lastri mencoba membawakan nampan makanan ke kamarnya. "Tuan, makanlah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 31 - Pergi

    Di dalam kamar tamu, Rinjani bergerak dengan sangat tenang. Tidak ada air mata yang jatuh, yang ada hanya gerakan jemari yang cekatan melipat pakaian-pakaian lamanya—pakaian yang ia bawa sebelum ia "dibeli" oleh Elian.​Ia tidak menyentuh satu pun gaun sutra, tas bermerek, atau sepatu mewah pemberi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 33 - Pulih di tempat masing-masing

    "Mencintaiku?" Rinjani tertawa getir, suaranya pecah di antara deru angin desa yang kering. "Atau kau cuma butuh wadah untuk meluapkan segalanya lalu menghancurkannya sesukamu? Kau sudah mengatakan banyak hal, Elian, dan semua itu adalah kebohongan yang dibungkus kemewahan. Aku membencimu! Pergi da

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status