Share

Bab 74

Author: Pipin
last update publish date: 2026-01-11 15:01:04

"Rinjani, kamu dan Boy kembali saja ke rumah. Aku harus mengurus banyak hal setelah meninggalkan ruangan ini cukup lama," gumam Elian sambil merapikan tumpukan berkas yang sempat disentuh Hendra.

​Rinjani menatap suaminya cemas. "Kamu yakin? Lalu bagaimana dengan Paman Hendra? Dia tidak akan membiarkanmu tenang begitu saja di sini."

​"Kamu percaya padaku, bukan?" Elian menghentikan aktivitasnya, menatap Rinjani dengan sorot mata yang berusaha tetap kokoh.

​Rinjani menghela napas. Ia tahu Elian
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 271 - Ngambek

    Beberapa minggu kemudian. "Ma, usir aja dia! Aku nggak mau dekat-dekat! Udah tua, bau keringat, badannya gede kayak badak! Bikin mual tahu nggak?!" jerit Sonya kesal dari balik punggung ibunya, Maya, sengaja menjadikan wanita paruh baya itu sebagai tameng. Di ambang pintu, Antonio bersusah payah meredam amarahnya. Ia sudah berdiri di sana selama hampir satu jam, membujuk istri kecilnya yang mendadak minggat dari rumah selama seminggu penuh. Dan alasannya? Hanya karena satu kesalahpahaman konyol. Seminggu yang lalu, saat mereka sedang makan siang di luar, Sonya yang baru kembali dari toilet melihat Antonio sedang berbicara dengan seorang klien wanita dari perusahaan logistik barunya. Keduanya hanya berjabat tangan secara profesional sebelum berpisah. Namun, lirikan mata wanita itu yang terlalu lama dan penuh damba pada suaminya berhasil membuat darah Sonya mendidih. Cemburu buta menguasainya, dan tanpa mau mendengarkan penjelasan apa pun, Sonya langsung kabur ke rumah ibunya. "Son

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 270 - Udah ngga sabar?

    "Udah seminggu, Pa! Kapan sih Kak Saka balik?!"Tanya Lana sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa. "Namanya juga mereka lagi honeymoon, Sayang. Kenapa? Kamu iri?" tanya Elian sambil menahan senyum.Lana mendengus. Sebenarnya, alasan Lana kepo bukan cuma karena kangen kakaknya, tapi karena dia butuh bahan buat menyindir tunangannya sendiri. Di handphone-nya, percakapan dengan Eran benar-benar seperti transkrip pesan robot.Lana menatap cincin di jari manisnya dengan lesu. Acara lamaran kemarin itu mimpi atau apa sih? Kok sekarang dia jadi berubah kayak mesin pengolah data?"Nggak sabar? Mau dinikahin juga?" goda Elian. "Eran lagi sibuk banget di kantor, bukan berarti dia mau gantung hubungan kalian.""Papa juga sih! Kenapa harus ngasih kerjaan sebanyak itu ke dia?!" protes Lana. "Dia jawab pesan aku seadanya banget, Pa. Aku udah ngetik panjang lebar, curhat soal drama hidup sampai ngirim foto kucing lucu, jawabannya cuma 'Ok'. Cuma dua huruf, Pa! Ok! Ok doang! Gimana aku nggak kesal?!"

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 269 - Rapat Pagi Pengantin Baru

    Di sisi lain, pagi itu Antonio meregangkan leher nya hingga terdengar bunyi kretek yang memuaskan. Kepalanya masih sedikit berdenyut—efek terlalu lama terjaga sampai jam 5 subuh demi membereskan kekacauan "kado emas" yang dibuat anak buahnya di pesta semalam. Ia melirik ke samping. Sonya, istri kecilnya yang kelelahan, masih terlelap dengan posisi yang menggemaskan. Antonio mencondongkan tubuhnya, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya. "Sayang, bangun... Sarapan," bisik Antonio lembut. Sonya mengerang kecil, matanya perlahan terbuka. Begitu pandangannya fokus, ia tidak langsung bangkit. Matanya malah menjelajah liar ke arah dada bidang Antonio yang dibiarkan terbuka. Bekas luka akibat baku tembak di masa lalu, deretan tato artistik yang meliuk di balik otot-otot yang terlatih keras, serta gurat kelelahan yang justru membuatnya terlihat semakin liar—semuanya membuat rasa kantuk Sonya hilang seketika. Tanpa membuang waktu, Sonya menghambur, memeluk leher Antonio da

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 268 - Malam pertama? Tantangan?

    Setelah acara usai, Saka menaiki mobil meninggalkan resepsi yang legendaris itu. Karin, yang sedari tadi berusaha tenang dengan menatap pemandangan luar jendela, akhirnya menyerah. Ia menoleh, menatap suaminya dengan alis terangkat. "Apa sih, Saka? Dari tadi liatinnya kayak mau menelan orang hidup-hidup. Bikin risih tahu, nggak?" Tanya nya, karna sejak tadi suaminya hampir selalu menatap nya tanpa beralih sedetikpun. Saka menyeringai, senyum tipis yang sarat akan makna tersembunyi. Ia menggeser duduknya, merapatkan jarak hingga aroma parfum Karin yang memabukkan memenuhi indra penciumannya. "Hotelnya cukup jauh, Sayang," bisik Saka dengan suara rendah yang berat, membuat bulu kuduk Karin meremang. "Kalau mau tidur sekarang, nggak apa-apa. Tapi aku sarankan pakai waktumu sebaik mungkin. Karena setelah kita sampai di sana nanti... aku benar-benar nggak yakin bisa membiarkan istri cantikku ini memejamkan mata semalaman." Karin memutar bola matanya, meski wajahnya mulai memanas hingg

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 267 - Kado diluar Nalar

    "Udah, muka kamu nggak usah ditekuk kayak setrikaan gitu. Masih mending kamu punya Arin sekarang, kan?" goda Boy, sang desainer ternama yang hari ini tampil lebih mencolok dari lampu kristal di langit-langit ballroom. Arka, yang sejak zaman SMA sudah menyukai Sonya, hanya bisa menghela napas panjang. Ia berusaha memasang senyum paling tulus yang bisa ia kerahkan, lalu melangkah menuju Arin—gadis yang kini berdiri anggun di tengah kerumunan tamu. "Ayo, kita ketemu mempelai dulu," ajak Arka pada Arin, mencoba mengalihkan rasa sesak di dadanya. Saat tiba di pelaminan, mata hangat Sonya menyambut mereka. Ia tampak mempesona, dan di sampingnya, Antonio berdiri dengan aura bos mafia yang berusaha ditutup-tutupi oleh setelan tuxedo rancangan Boy yang sangat elegan. "Selamat, Sonya," ucap Arka pelan, menatap mata wanita yang pernah mengisi masa mudanya itu. "Gue tahu, lo bakal jauh lebih bahagia setelah ini." "Aku juga harap kamu bahagia dengan pilihanmu, Arka. Makasih udah datang," jaw

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 266 - Dikepung Bapak Sultan

    Setelah Lana dan Eran berpamitan dengan senyum semringah untuk merayakan pertunangan mereka berdua, suasana ruang VIP itu kembali tenang. Kini, tatapan Elian beralih sepenuhnya pada putra sulungnya yang duduk bersandar sambil memijat pelipisnya. "Lalu... bagaimana persiapan pernikahanmu dengan Karin?" tanya Elian lembut, menatap Saka lekat. "Papa kan sudah bilang, Papa yang akan urus semuanya. Mulai dari gedung, dekorasi, sampai bulan madu. Tapi kamu malah membiarkan Antonio ikut campur mengurus logistik, dan melarang Papa? Apa kamu masih belum bisa menerima kehadiran Papa seutuhnya, Saka?" Mendengar pertanyaan dramatis papanya, Saka langsung menurunkan tangannya dari pelipis. Pemuda itu menghela napas panjang, menatap langit-langit seolah mencari kesabaran ekstra. "Bukan gitu, Pa. Astaga..." erang Saka dengan wajah frustrasi yang memancing tawa tertahan dari Rinjani di sebelahnya. "Papa kira aku ngijinin Papa Antonio ngebantu? Aku bohong kalau bilang ngijinin! Aku tegas-tegas n

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 87 -

    Ponsel Elian di atas nakas bergetar hebat tepat setelah ia merebahkan diri di samping Rinjani. Layarnya menyala, menampilkan nama "Darmono".Elian menghela napas, ia tahu jika pria itu menelpon di jam seperti ini, artinya ada sesuatu yang sudah tidak bisa ditahan lagi oleh jalur hukum bi

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 78 - Jangan menyerah

    "Mama nggak akan pernah merestui kamu dengan dia. Mama nggak mau keluarga kita jadi bahan tertawaan karena kamu memilih pria yang... entahlah, Mama bahkan ragu menyebutnya pria. Dengar itu baik-baik, Maya," ucap wanita itu dengan nada final yang dingin sebelum melangkah masuk ke dalam mobilnya da

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 84 - Antara Restu dan Pilihan Hati

    "Papa, Mama... ngapain ke sini?" tanya Maya yang baru balik dari kantin membelikan Elian kopi. ​Bu Santi melipat tangan di dada, menatap putrinya dari ujung kepala sampai ujung kaki seolah sedang memastikan Maya tidak terluka. "Tadi Papa dan Mama kira kamu sedang bersama Boy. Makanya kami ke sini.

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 79 - Pilihan Maya

    Malam itu, restoran bintang lima tersebut terasa begitu menyesakkan bagi Maya. Di hadapannya, Abil duduk dengan senyum percaya diri, dikelilingi oleh keluarga besar mereka yang tengah sibuk membicarakan detail pertunangan.​"May," sapa Boy singkat.​Ia tidak datang sendiri. Di b

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status