Beranda / Romansa / Dekapan Hangat Paman Kekasihku / 148. Keputusan yang Salah

Share

148. Keputusan yang Salah

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2026-08-03 11:03:52

​"Kamu keterlaluan, Pi! Kamu membiarkan Diego membawa anak kita ke Pena! Apa kamu tidak tahu ... atau pura-pura tidak tahu, kalau negara itu sangat terpencil! Bahkan di sana tidak ada kendaraan, peradabannya saja masih seperti tahun 20-an! Mana mungkin Dani bisa bertahan hidup di tempat seperti itu!" cecar Tiara pada suaminya dengan penuh emosi.

​Pria yang dimarahi itu hanya diam membisu sambil menghela napas panjang.

​"Mami tidak akan pernah setuju dengan hukuman seperti itu! Itu sama saja mem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   359. HAPPY ENDING 21++

    ​"Pesta malam ini sangat melelahkan, hmm," bisik Diego serak, merendahkan tubuhnya, bertumpu pada kedua lutut di lantai tepat di hadapan Freya, lalu menangkup wajah sang istri dengan kedua telapak tangannya yang hangat.​Freya tersenyum tipis, melingkarkan jemarinya di pergelangan tangan Diego. "Ya, sedikit. Tapi aku sangat bahagia melihat semuanya berakhir indah.""Kamu benar, Baby.""Aku masih memiliki tenaga, Honey," goda Freya dengan senyuman penuh gairah.Sorot mata Diego menggelap seketika mendengar godaan nakal itu.​"Aku juga masih memiliki sisa tenaga," ucap Diego rendah, ibu jarinya mengusap bibir merah Freya dengan perlahan. "Sekarang, saatnya dunia ini hanya menjadi milik kita berdua."​Tanpa menunggu jawaban, Diego bangkit dan mengangkat tubuh Freya dengan mudah, membimbingnya berbaring di atas seprai sutra putih yang lembut.Diego mengungkung tubuh istrinya, menatap manik mata Freya yang membesar seketika menyadari gairah yang mulai berkobar di dalam diri sang suami.​"H

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   358. Kebahagiaan Sempurna

    Owek! Owek!Suasana haru dan kebahagiaan yang luar biasa menyelimuti ruang rawat VIP rumah sakit ketika tangisan bayi perempuan yang nyaring akhirnya memecah keheningan.Perjuangan Zhue melawan hidup dan mati akhirnya selesai.​Di sampingnya, Yenzing tidak mampu menahan bendungan air mata. Mengingat bagaimana ia sempat terbaring tak berdaya dan hampir kehilangan segalanya, kini melihat sang istri berjuang melahirkan buah hati mereka membuat dada Yenzing bergemuruh hebat."Yenzing, anak kita lahir." Zhue tak kuasa menahan kesedihan.​"Terima kasih, Zhue ... terima kasih banyak," bisik Yenzing parau, menciumi punggung tangan istrinya berulang kali dengan air mata yang menetes deras di pipi. "Kamu wanita terhebat."​Zhue tersenyum lemah namun penuh binar kebahagiaan, menyeka air mata suaminya dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Kita berhasil, Yenzing ... anak ki

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   357. Sakit Sekali!

    "Aku kembali lagi Yenzing. Aku kembali bersama anakmu di dalam perutku." Zhue tersenyum menatap suaminya.Seperti biasa ia selalu mengawali harinya dengan merawat Yenzing, membersihkan tubuh suaminya."Kamu mau memegang perutku?" Zhue mengangkat tangan Yenzing, meletakkan di atas perutnya yang sudah semakin membesar. "Kamu pasti tidak sabar menunggu kelahirannya kan? Aku juga. Kita tunggu sama-sama ya."Zhue menghela napas panjang dan lirih, menatap wajah Yenzing yang tetap tampan meski sedang tidur."Bangun Yenzing, tidurmu terlalu panjang," isak Zhue. Tak kuasa menahan kesedihan.Hari-hari di ruang rawat VIP rumah sakit itu berjalan dalam keheningan yang panjang, diisi oleh doa-doa tulus yang tidak pernah putus dari bibir Zhue.Kesetiaan gadis itu seolah menembus batas kesadaran yang paling gelap.Memasuki bulan ketiga sejak insiden mau

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   356. Hamil

    "Aku tidak ingin kehilanganmu!" Zhue menangis di dalam alam bawah sadarnya. "Kembali Yenzing. Kembali! Jangan pergi. Bukannya kamu sudah berjanji akan selalu ada untukku. Sekarang, tepati janji itu!"Detik-detik di depan pintu kaca ruang ICU terasa merayap begitu lambat, menghadirkan siksaan batin yang luar biasa bagi siapa pun yang menyaksikannya.Setelah perjuangan melelahkan dan pertarungan sengit melawan maut di balik meja operasi, lampu merah di atas pintu akhirnya berkedip padam, berganti dengan cahaya hijau yang menandakan prosedur medis darurat telah berakhir.​Dokter kepala bedah melangkah keluar dengan langkah gontai, melepas masker bedahnya dan menghela napas panjang kelelahan.Diego dan Freya yang setia menunggu langsung bangkit dari kursi tunggu, menghampiri sang dokter dengan debaran jantung yang menggemuruh.​"Dokter, bagaimana keadaan Yenzing?" tanya Diego langsun

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   355. Bertahanlah!

    "Tuan, kami sedang dalam perjalanan ke rumah sakit," kata Yoss memberitahu Diego lewat sambungan telepon."Tetap berhati-hati. Jangan sampai terjadi sesuatu di jalan. Dan jangan katakan apapun tentang kondisi Yenzing. Jangan sampai Zhue cemas.""Baik Tuan."Setelah telepon diakhiri oleh Diego, Yoss meletakkan ponselnya ke atas dasbor. Ia menatap Zhue dan Freya dari kaca spion di atasnya."Apa kata Tuan? Bagaimana kondisi Yenzing sekarang? Dia baik-baik saja kan?" tanya Zhue panik luar biasa.Air matanya tidak berhenti mengalir membasahi wajahnya yang pucat."Tolong jawab, Yoss!" kata Freya.Yoss menghela napas panjang. "Maaf Nona Freya, Nona Zhue, Tuan belum memberitahu saya bagaimana keadaan Yenzing sekarang. Tolong doakan saja yang terbaik untuk Yenzing."Zhue membuang napas kasar. Jawaban Yoss tidak membuatnya tena

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   354. Yenzing Ditemukan

    "Kondisinya kritis, kalau tetap di sini dia tidak akan bisa diselamatkan," ujar tim medis.Diego menatap Yenzing, menggenggam jemari tangan pria itu. "Bertahanlah Yenzing, Zhue menunggumu. Kamu harus tetap hidup. Kita akan kembali ke Atalia setelah badai ini mereda."Yenzing tak menanggapi. Untuk membuka mata saja ia tidak sanggup. Namun, air mata yang mengalir menjelaskan ia ingin secepatnya keluar dari gua itu."Tolong usahakan apapun agar Yenzing bisa bertahan sampai kita tiba ke Atalia!" titah Diego pada tim medis. "Jangan sampai Yenzing mati!""Baik Tuan, kami akan mengusahakan yang terbaik sebisa kami."Tuntutan besar itu membuat mental tim medis sedikit goyah. Namun, mereka tetap mengusahakan yang terbaik untuk Yenzing.***Matahari pagi di balik awan kelabu perlahan menyingkap sisa-sisa amukan badai besar yang semalam melump

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status