Share

53. Paketnya Sampai

Author: Dita SY
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-18 16:47:31

​Baru saja menjatuhkan bokongnya di atas sofa empuk, ponsel Freya tiba-tiba berdering. Satu nama berkedip di layar, 'Paman Diego.'

​Jujur saja, Freya malas menerima panggilan itu. Namun, rasa penasaran menggelitik benaknya.

Freya melirik benda pipih hitam yang berada di atas meja tersebut sambil mendengus pelan. Mau apa lagi pria itu? Tidak mungkin Paman ingin mengatakan rindu, batinnya.

​Dengan gerakan malas, Freya meraih ponsel dan menggeser tombol hijau.

"Freya .... "

​Suara berat nan merdu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   292. Kenapa Jadi Begini?

    "Apa yang dikeluhkan Jegar malam ini, Tuan?"​Diego langsung menoleh saat mendengar suara lembut penuh perhatian milik Laura.Dokter cantik itu sudah berada di dalam kamar inap VIP, entah sejak kapan ia memutar gagang pintu dan melangkah masuk tanpa menimbulkan suara.​"Jegar lebih banyak tidur dari biasanya," kata Diego singkat, melangkah mundur, memberi ruang untuk Laura memeriksa kondisi anak angkatnya.​"Biar saya periksa kembali kondisi fisik Jegar," tutur Laura, merapatkan tubuh ke sisi ranjang.Tangannya mulai memeriksa selang infus, lalu dengan cekatan merogoh sebuah suntikan dan memasukkan cairan bening ke dalam kateter infus Jegar.​Kening Diego berkerut bingung menyaksikan tindakan itu. "Cairan apa itu, Dokter?"​Laura tersenyuman ramah. "Ini obat penenang khusus untuk meringankan potensi rasa sakitnya, Tuan. Jika tidak disuntikkan secara berkala, kondisi tubuh Jegar bisa mendadak drop dan kritis dalam hitungan menit."​Diego makin mengerutkan kening. "Tapi aku rasa dia tid

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   291. Mainan Baru

    "Kita berhasil mendapatkan gadis ini. Tuan Kevin pasti senang!" seru pria bertato kegirangan."Tuan berpesan untuk jangan menghabisi gadis ini. Kita bawa dia hidup-hidup untuk dijadikan mainan Tuan."Troy mengangguk paham. Ia lalu menggendong Zhue yang terkulai lemas di atas bahunya.Dengan santai, Troy melangkah masuk ke dalam vila mewah, melewati barisan penjagaan ketat para pria berpakaian preman tanpa hambatan sedikit pun.​"Tuan, gadis yang Anda minta sudah berhasil kami dapatkan," ujar Troy dengan tenang, menghampiri Kevin yang tengah bersandar santai di sofa maron ruang tengah. "Sesuai perintah dari Anda, gadis ini kami bawa dalam keadaan hidup. Dia hanya pingsan karena menghirup gas beracun."​Kevin berdiri. "Bawa dia ke kamar utama!"​"Baik, Tuan."​Troy melangkah cepat membopong Zhue menuju kamar utama di lantai dua, sementara Kevin bergegas mengekor dari belakang.Rasa penasaran yang teramat terasa membakar dada Kevin. Tak sabar ingin membuktikan ucapan anak buahnya tentang

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   290. Berhasil Dibawa

    "Hah! Dasar sok tahu! Lihat apa yang sudah kamu lakukan tadi? Kita semua hampir saja ketahuan!"Pria bertubuh kecil terus menggerutu sepanjang perjalanan. Tak henti-hentinya menyudutkan Troy yang dianggap terlalu berani mengambil resiko besar yang bisa membongkar identitas mereka.​Pria bertato di samping mengangguk setuju. Menatap sinis ke arah Troy melalui kaca spion tengah."Untung saja aksi nekatmu tadi tidak terendus oleh pengawal Diego Foster. Andai saja sampai terbongkar .... "​Troy yang sejak tadi menyandarkan tubuh dengan santai di jok belakang mendadak bereaksi.Memajukan tubuh ke depan, Troy lalu mencengkeram erat kerah kemeja pria bertato itu dari belakang.​"Kita lihat saja nanti! Kalian berdua akan tahu apa yang sebenarnya sudah aku lakukan!" desis Troy dingin dan tajam.​Kedua pria itu mendadak bisu, saling melempar pandang penuh ketakutan sebelum akhirnya kembali menatap lurus ke jalan raya.Aura yang dipancarkan Troy sukses membungkam mereka seketika. Sejak pertama k

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   289. Mengakhiri Hidup

    Troy semakin mendekat. Pria berkacamata yang mengenakan kaos oblong lusuh itu melangkah santai menghampiri mobil Yenzing dengan raut wajah ramah.​"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Troy, berpura-pura menjadi warga lokal yang berniat baik.​Dari penampilannya, Troy memang terlihat sangat ramah dan kalem, jauh dari kesan penjahat atau anggota komplotan berbahaya.Namun, entah mengapa Zhue yang duduk di kursi belakang menatap pria itu dengan penuh rasa curiga dan kewaspadaan tinggi.​Jemari Zhue mengepal pelan, matanya menyipit sinis memperhatikan setiap gerak-gerik Troy.Sementara di samping, Freya tampak sangat cemas karena perjalanan mereka menuju mansion tertunda cukup lama.​"Yenzing, bagaimana? Apa kita bisa secepatnya pulang sekarang? Apa mobil ini mengalami kerusakan yang serius?" tanya Freya dengan nada panik yang tak bisa disembunyikan.​Yenzing menoleh sedikit, memutar kepala pelan. "Sepertinya tidak ada masalah besar pada mesin mobil ini, Nona. Tapi kita harus menunggu k

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   288. Tidak Terpancing

    Mengikuti peringatan dari sang kekasih, Yenzing tetap bergeming di tempat duduknya.Matanya terus memperhatikan pergerakan mobil di belakang mereka melalui kaca spion tengah dengan sangat waspada.​Tak lama kemudian, mobil pengawal pribadi yang sejak tadi mengekor di belakang ikut menepi dan memberhentikan kendaraan mereka.Para pengawal bertubuh tegap itu bergegas turun dengan siaga.​"Ada apa ini?" seru salah satu pengawal dengan suara lantang seraya menatap tajam mobil tua ringkih yang baru saja menabrak bagian belakang mobil Yenzing.​"Keluar! Cepat keluar sekarang juga!" teriak anak buah Diego dengan emosi meluap.Namun, laki-laki yang duduk di balik kemudi mobil tua itu hanya membeku, terlihat ketakutan setengah mati di dalam kabin.​Tiga orang anak buah Diego langsung mengitari dan mengepung mobil tua tersebut dari berbagai sisi, sementara tiga pengawal lain melangkah cepat untuk memeriksa keadaan penumpang di dalam mobil Yenzing.​"Anda tidak apa-apa, Nyonya Freya?" tanya sala

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   287. Tabrakan!

    "Kak," panggil Zhue pelan.​Freya menoleh, tersenyum manis, dan langsung melepas pelukan hangat Diego.Ia berdiri, mengacuhkan suaminya begitu saja dan berjalan mendekati Zhue dengan langkah cepat.​Melihat sikap dingin istrinya, Diego hanya bisa menghela napas panjang dan pasrah. Dalam hati, timbul kekhawatiran wanita itu akan membencinya lagi sama seperti saat Freya kehilangan ingatan dulu.​"Ada apa, Zhue?" tanya Freya lembut pada gadis muda itu.​"Aku ingin pulang ke mansion sekarang, Kak. Apa Kak Freya tetap akan di sini, atau ...."​"Aku ikut bersamamu pulang!" potong Freya cepat.​Zhue menyunggingkan senyum lega. "Kalau begitu, ayo kita pulang bersama, Kak."​"Hm," angguk Freya mantap.​Mendengar istrinya akan pergi meninggalkan rumah sakit, Diego langsung melangkah tergesa-gesa menghampiri. "Baby, kamu ingin pulang? Sekarang?"​Freya memutar tubuh, menatap tajam ke manik mata sang suami. "Ya, aku pulang sekarang. Aku tahu kamu tidak bisa ikut pulang ke mansion. Jadi, urus saja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status