Share

91. Orang Bayaran

Author: Dita SY
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-09 13:37:03

​Dani semakin ketakutan saat makhluk mengerikan itu melangkah mendekati pohon, lalu mulai mengendus ke dalam celah batu.

'​Ya Tuhan, bagaimana ini? Aku belum mau mati.' Dani berusaha merangsek semakin dalam, tetapi punggungnya sudah menempel rapat pada dinding kayu yang keras.

​Dengan pasrah, Dani memejamkan mata rapat-rapat. Bersiap menerima takdir terburuk jika hari ini memang harus berakhir sebagai santapan monster.

​"HROOOAAAMMM!"

​Raungan dahsyat makhluk itu menggema, menimbulkan getaran y
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   211. Demi Kebahagiaannya

    ​Gemuruh helikopter membelah udara, terdengar begitu bising tepat di atas kepala Freya.Setelah kakinya memijak pelataran rooftop, komandan penerbangan segera menginstruksikan pilot untuk mendaratkan armada udara tersebut.​Angin kencang berhembus hebat akibat hempasan baling-baling, membuat barisan pengawal Diego bersiap pasang badan menahan langkah Freya agar tidak terhempas.​Setelah helikopter mendarat sempurna, seorang aparat bersenjata menghampiri Freya. "Mari, Nona! Segera naik ke helikopter!"​Freya bergeming di tempat. Memutar kepala, menatap ke arah pintu akses dengan cemas. "Aku ingin tetap di sini! Tunggu sampai suamiku datang!"​Aparat dan para pengawal Diego saling bertukar pandang dengan cemas. Han melangkah mendekat. "Nona, Tuan Diego berpesan agar Nona segera menyelamatkan diri bersama Tuan Muda Dante. Tuan pasti menyusul."​Freya membelalak, menolak mentah-mentah perintah itu. "Tidak! Aku akan tetap menunggu suamiku di sini! Biarkan aku menunggu dia!"​Han hanya mamp

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   210. Gagal Meledak

    ​Geram melihat kegilaan yang tak kunjung selesai, Diego melangkah cepat menghampiri Zhue.Dengan gerakan secepat kilat, ia menarik lengan gadis itu hingga pistol di tangannya terlepas dan jatuh membentur marmer.​Mata Zhue membulat terperanjat kaget. "Apa yang Anda lakukan, Tuan?"​Diego mendengus dingin. Dengan pembawaannya yang berwibawa dan mematikan, ia menjawab tegas, "Aku tidak punya waktu untuk drama bunuh diri ini!" Pandangannya beralih tajam pada ponsel di tangan wanita gila di sampingnya. "Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Zhang? Aku akan menurutinya, tapi hentikan semua kegilaan ini sekarang juga!"​Hahahahahaha!​Suara tawa Zhang membahana dari pengeras suara. "Bagus! Aku akan menghentikan semuanya asalkan kamu menuruti syaratku. Datanglah ke markasku sekarang juga bersama putriku! Ingat, jangan ada satu pun pengawal yang mengekor di belakangmu! Paham?"

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   209. Berkorban

    ​"Beri aku jalan! Minggir kalian semua!"​Wanita di lobi utama masih terus menjerit mengancam, jemarinya tak lepas dari sakelar sambil menunjukkan angka merah di rompi bom yang melilit tubuhnya.​Semua orang yang berlarian panik sudah berhasil dievakuasi keluar. Kini, hanya tersisa barisan aparat kepolisian dan tim elit Diego yang mengepung area lobi. Moncong senjata otomatis mereka tertuju ke arah wanita itu.​"Aku tidak takut mati! Jangan coba-coba mendekat!" teriak wanita itu dengan mata memerah dan melotot liar, mengawasi setiap pergerakan di sekelilingnya.​Ting!​Denting pintu lift memecah ketegangan. Seluruh pasang mata serentak beralih ke sumber suara.Dari dalam kotak baja itu, Diego Foster melangkah keluar dengan tenang, wibawanya yang mematikan mendominasi ruangan.​"Aku yang dicari oleh bosmu," ucap Diego tegas, suaranya dingin menembus keheningan. "Sudahi kekacauan ini. Aku akan ikut bersamamu."​Wanita itu tertawa sinis. "Bukan hanya Anda yang diinginkan oleh Tuan Zhang,

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   208. Jangan Ingkari Janji

    ​"Aku tidak akan pergi tanpamu!" tegas Freya dengan suara lantang, matanya berkaca-kaca menatap Diego.​Diego menghela napas panjang, menatap istrinya dengan senyum yang dibuat semanis mungkin. "Aku pasti akan menyusul kalian, Baby. Pergilah sekarang, situasi di bawah benar-benar kacau. Aku tidak bisa membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada kalian berdua."​Freya menggeleng dengan tatapan bersikeras. "Tidak! Aku tidak akan melangkah satu inci pun dari sini tanpamu! Kalau kamu berniat menemui wanita gila itu, aku ikut. Kita hadapi dia bersama-sama!"​Diego melangkah cepat mendekati istrinya. Jemari kekarnya merengkuh kedua lengan Freya dengan lembut. "Mengertilah, Baby ... situasi ini tidak sesederhana seperti yang kamu bayangkan. Nyawamu dan Dante sedang dalam bahaya. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian!"​"Lalu kamu akan mengorbankan nyawamu sendiri? Kamu ingin meninggalkan aku dan Dante?" tanya Freya lirih, suaranya bergetar menahan keputusasaan. "Kalau memang beg

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   207. Tidak Akan Pergi Tanpamu

    ​Dengan napas memburu dan pelipis bercucuran keringat dingin, anak buah Diego tiba di lantai atas setelah berlari kencang menaiki tangga darurat.Tiga orang pengawal elit yang bersiaga di depan pintu lift menatapnya panik. Salah satu dari mereka bergegas menghampiri.​"Ada apa?"​Pria bertopi itu menjawab ketakutan, "D-di lobi ... ada wanita gila yang berhasil menerobos masuk ke dalam gedung. Dia melilitkan bom waktu aktif di tubuhnya dan mengancam akan meledakkan rumah sakit ini."​"APA?"​Sontak, seluruh pengawal di sepanjang koridor membulatkan mata mereka, terperanjat kaget mendengar kabar mengejutkan itu.​"Bom? Bagaimana mungkin benda berbahaya itu bisa lolos dari barisan penjagaan ketat depan?"​"Ceritanya panjang! Yang jelas sekarang wanita itu memaksa ingin naik ke lantai atas. Dia mengancam akan meledakkan seluruh gedung jika ada yang berani menghalanginya! Tuan dan Nyonya Freya dalam bahaya besar," jelas pria bertopi itu dengan suara bergetar hebat.​"Cepat laporkan situasi

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   206. Akan Diledakkan

    ​"Kalian semua minggir! Atau aku tekan tombol ini sekarang dan seluruh bangunan rumah sakit ini hancur berkeping-keping!" ancam wanita itu sambil menyibakkan jubah hitam, memperlihatkan rakitan bom waktu aktif yang melilit tubuhnya.​Sontak, belasan pengawal Diego menarik diri dan mundur beberapa langkah. Suasana lobi rumah sakit berubah menjadi kacau.Para perawat, Dokter dan pasien berlarian panik, menjerit histeris berhamburan menyelamatkan diri ke luar gedung.​Di tengah gelombang manusia yang saling sikut, Jackie memasang badan, menerobos paksa kerumunan itu.Setelah berhasil menembus area tengah lobi, matanya membelalak lebar menyaksikan wanita itu melangkah tanpa rasa takut mendekati barisan pertahanan di depan pintu lift.​"Bagaimana bisa dia menembus pemeriksaan ketat di depan?" bentak Jackie emosi, menghardik anak buah Diego dan petugas kepolisian yang berjaga.&

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status