Share

Bab 41

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-07-04 11:51:36

41

Asmiratih mengerjapkan matanya yang memanas, sembari memandangi punggung calon suaminya yang bergerak menjauh. Asmiratih menekan-nekan ujung matanya dengan tisu, sebelum berbalik dan jalan ke tempat parkir bersama Ferlita, Zelia, dan Panji.

Setibanya di tempat tujuan, keempatnya menaiki mobil van besar berlogo tour and travel PBK. Sang sopir segera melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang, hingga kendaraan menjauhi area bandara.

Asmiratih memandangi luar kaca dengan tatapan kosong. Hatiny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 46

    46Asmiratih memandangi pantulan dirinya di cermin. Gadis berkulit putih itu mulai cemas, seiring dengan waktu akad yang makin dekat. Asmiratih berulang kali menghela napas berat dan mengembuskannya perlahan, tetapi dadanya masih sesak. Asmiratih akhirnya memanggil Ferlita yang segera datang untuk mengurut punggungnya. Natarina memasuki kamar putrinya yang telah didekor tim WO sejak tadi pagi. Natarina menggeleng pelan mendengar bunyi sendawa Asmiratih, yang diiringi ocehan Ferlita, karena pundak sang kakak telah memerah."Makan, Neng," tutur Natarina, sembari memindahkan barang-barang di meja rias, ke sisi kiri. Lalu dia mengelap meja dengan tisu."Enggak nafsu, Bu," rengek Asmiratih. "Kalau nggak dipaksa makan, perutmu kembung. Masa pengantin mukanya meringis nahan sakit? Teu lucu."Asmiratih menggigit bibir bawahnya. "Aku pengen bakso pedas." "Jangan aneh-aneh!" Natarina menyentil dahi putrinya dengan pelan."Enggak pedas, teu enak, Bu." "Terlalu pedas, engke' kamu diare. Riwe

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 45

    45Gema takbir terdengar dari semua area. Umat muslim berbondong- bondong menuju masjid besar, atau lapangan luas, guna melaksanakan salat Iedul Fitri. Asmiratih memerhatikan sekeliling masjid yang penuh orang. Perhatiannya teralih ketika seorang bayi menggapai mukena biru mudanya. Asmiratih menjawil pipi Zamil yang chubby, kemudian dia merapikan baju keponakannya. Rengekan Nuh yang ingin segera pulang, menjadikan Asmiratih meringis. Dia memandangi Alodita yang berusaha membujuk anaknya yang memang lebih manja dibandingkan Hud, saudara kembar Nuh.Asmiratih menoleh ke kiri dan mengusap kepala Hud yang tengah berbaring di pangkuan sang nenek. Asmiratih mengulum senyuman, karena seakan-akan tengah melihat Aditya kecil, yang sifatnya diserap maksimal oleh Hud. Puluhan menit terlewati. Keluarga Bryatta telah berada di kediaman Syahban. Keempat anak dan dua menantu, bergantian sungkem pada pasangan tua yang mendekap mereka sembari menahan haru. Asmiratih terisak-isak dalam pelukan ayah

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 44

    44Asmiratih mengulum senyuman, seusai mendengar penuturan Zikria tentang kejadian di rumah keluarga Tong, kemarin malam.Asmiratih membayangkan ekspresi wajah pria di seberang telepon, yang akan terlihat semringah jika menerangkan kegiatan sehari-harinya. Perempuan berjilbab abu-abu itu sangat merindukan lelaki tersebut, dan itu membuat dadanya sakit akibat rasa kangen yang luar biasa. "Abang, kapan mau pulang?" tanya Asmiratih. "Beberapa hari lagi," sahut Zikria. "Waktu itu bilangnya seminggu sebelum lebaran. Harusnya hari ini, kan?" "Ditunda, Dek. Aku mesti menyelesaikan semua kerjaan. Dikit lagi." Asmiratih mendengkus pelan. "Abang beneran mau nikah nggak, sih?" "Maulah. Masa nggak mau? Aku sudah nungguin kamu 2 tahun lebih." "Makanya, pulang!" "Sstt! Jangan marah. Lagi puasa." "Aku sedang libur." "Oh, tamunya sudah datang?" "Hu um.""Good. Berarti malam pertama, aku bisa langsung kultivasi." "Heh! Mesum!" "Enggak apa-apalah. Mesumnya ke kamu, doang." "Aku langsung

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 43

    43Deru mesin kendaraan yang tengah mendekat, mengejutkan beberapa penjaga di bagian depan rumah besar, di kawasan elite selatan Kota Guangzhou. Mereka segera melapor pada ketua penjaga, yang meminta semua anak buahnya bersiap-siap untuk menghadapi serangan musuh tak dikenal. Seisi rumah seketika panik. Para perempuan dan anak-anak, serta orang tua, diungsikan ke ruang rahasia, yang memiliki jalan tembus ke garasi belakang. Sementara semua pria di keluarga itu mengeluarkan senjata masing-masing. Bunyi benturan keras terdengar dari gerbang utama. Disusul pekikan para penjaga, yang tengah berusaha menghalau puluhan orang berseragam biru tua, dan memakai masker gelap, yang telah keluar dari banyak mobil jeep serta van.Tong Herald, putra tertua keluarga tersebut, mengamati pertempuran itu dari teras depan. Dia bingung, karena para penyerbu tidak menggunakan senjata tajam atau pun senapan. Mereka hanya memakai tongkat besi dan tombak yang ujungnya tumpul, serta tongkat hitam khas satuan

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 42

    42Sekelompok orang yang raut wajahnya terlihat tegang, muncul dari pintu depan ruang ICU VIP. Mereka mendatangi keluarga Zhou yang seketika berdiri dari kursi, guna menyalami mereka. Zhou Yiran terisak-isak dalam pelukan papanya. Meskipun hubungan mereka sempat memburuk, tetapi selama beberapa bulan terakhir, mereka telah berbaikan dan berusaha memperbaiki keadaan.Dimas mendengarkan penuturan Koko iparnya, yang masih tampak syok. Zhou Yongrui menerangkan kronologi perkelahian serta penusukan pada Zhou Dingbang, berdasarkan informasi dari kedua asisten Zhou Dingbang dan beberapa rekan mereka, yang juga terluka akibat insiden itu. Cheung Xiuhuan dan Dokter Chan yang menangani Zhou Dingbang, muncul dari dalam ruang ICU. Mereka menyalami semua tamu yang baru datang dari Indonesia, kemudian keduanya bergantian menerangkan kondisi pasien yang masih koma. Zhou Yiran menutupi mulutnya dengan kedua tangan. Tangisannya mengencang, sebelum dipeluk Dimas sembari ditenangkan pria tersebut. C

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 41

    41Asmiratih mengerjapkan matanya yang memanas, sembari memandangi punggung calon suaminya yang bergerak menjauh. Asmiratih menekan-nekan ujung matanya dengan tisu, sebelum berbalik dan jalan ke tempat parkir bersama Ferlita, Zelia, dan Panji.Setibanya di tempat tujuan, keempatnya menaiki mobil van besar berlogo tour and travel PBK. Sang sopir segera melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang, hingga kendaraan menjauhi area bandara.Asmiratih memandangi luar kaca dengan tatapan kosong. Hatinya gelisah, karena Zikria pergi menjelang pernikahan mereka. Padahal seharusnya pria itu sudah stand by di Indonesia, dan tidak keluyuran ke luar negeri. Malam beranjak larut, tetapi mata Asmiratih tak kunjung memejam. Lelah untuk mencoba tidur, akhirnya Asmiratih menyambar ponsel cashing merah dari meja rias, dan mengaktifkan benda itu.Asmiratih kaget kala ratusan notifikasi grup masuk secara bersamaan, hingga ponselnya mendadak eror. Asmiratih menunggu hingga benda itu bisa digunakan, kemudia

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 04

    04 Sekelompok orang saling menatap, sesaat setelah mendengarkan penuturan Zikria dan Asmiratih. Paras keduanya tampak semringah dan mereka nyaris tidak berhenti tersenyum. Aditya mendekatkan badannya ke kiri. Dia berbisik-bisik dengan Wirya, kemudian Aditya juga membisikkan hal itu pada Alodita d

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 03

    03"Dek, jangan begini," pinta Zikria. Asmiratih tidak menyahut, melainkan berpindah ke depan dan kembali mendekap Zikria yang badannya makin tegang. Isakan Asmiratih menjadikan hati Zikria mencelos. Pria itu berdebat dalam hati, sebelum mengangkat kedua tangannya dan balas mendekap gadis yang mas

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 02

    02Bulan bertukar dengan cepat. Asmiratih berhasil mengerjakan semua tugasnya lebih awal 2 bulan dari waktu yang telah disepakati. Dia menolak semua tawaran pekerjaan tambahan, karena ingin kembali ke profesi awalnya sebagai bodyguard lady. Asmiratih dan Ferlita segera mengemasi semua barang merek

  • Kesengsem Ajudan Caem    Bab 01 - Penolakan

    01"Dek, nikah, yuk!" ajak Zikria Hafidz Shiddique. Asmiratih Kirania Bryatta tertegun sesaat, lalu dia menyahut, "Nggak mau." Raut wajah semringah yang semula ditampilkan Zikria, mendadak berubah masam. Pria berkumis tipis itu mengamati perempuan yang telah menjadi kekasihnya, sejak 2 tahun sila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status