Short
Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

作家:  Echo完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8チャプター
1ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Plot Twist

Cerita Enak

Mafia

Pilih Kasih/Egois

Mandiri

Penyesalan

Hajar Musuh

Pernikahan

Selama lima tahun, Alessandro Wijanarko adalah sosok pria sempurna. Setidaknya, itulah yang selalu kupercaya. Semua keyakinan itu runtuh pada malam pesta pertunangan kami, saat perempuan simpanannya menerobos masuk, menggandeng seorang bocah lelaki berusia sekitar lima tahun. Anak itu langsung berlari ke arah Alessandro sambil menangis tersedu. “Ayah! Ayah, akhirnya aku menemukanmu!” Ini pasti lelucon. Lelucon yang kejam dan menjijikkan! Namun, Alessandro menoleh padaku. Tak ada lagi kehangatan dalam suaranya ketika dia berbicara. “Ini putraku, Rivan. Sebuah … kesalahan yang Chyntia dan aku buat lima tahun lalu.” Dadaku menegang. “Rivan adalah pewaris Keluarga Wijanarko. Aku harus beri mereka status,” lanjutnya datar. “Artinya, aku harus bertunangan dengan Chyntia dulu.” Dia menatapku, seolah masih berhak memintaku memahami segalanya. “Tapi, Saskia, percayalah. Aku masih mencintaimu. Kita bisa menggelar pesta pertunangan enam bulan lagi. Kamu tetap akan jadi Nyonya Keluarga Wijanarko. Aku harap kamu bisa bersikap lapang dada. Ini keputusan finalku.” Aku tertawa, dingin, singkat, dan tajam, lalu menarik cincin pertunangan dari jariku dan melemparkannya begitu saja. Pandangan mataku menyapu ruangan, lalu berhenti pada seorang pria di sudut aula. Kresna Kartawijaya. Bos mafia paling berkuasa di Vantros. Dan aku satu-satunya pria yang mengetahui satu gelar lain dirinya. Yaitu pria yang sejak lama berniat menjadikanku miliknya. “Kresna,” panggilku, suaraku tenang dan jernih. “Aku sedang butuh tunangan baru. Kamu tertarik tidak?”

もっと見る

第1話

Bab 1

Pria baik dan lembut yang kucintai akhirnya menampakkan wajah aslinya. Tepat pada hari pesta pertunangan kami, ketika perempuan simpanannya datang bersama putra mereka yang baru berusia lima tahun dan mengacaukan segalanya. Tanpa ragu, dia menyuruhku menyingkir. Dalam sekejap mata, statusku berubah, bukan lagi tunangannya, melainkan simpanan.

Cahaya hangat lampu kristal memantul di setiap sudut ruangan. Gelas-gelas sampanye berkilau di atas nampan perak.

Jemariku menyusuri kilau berlian di cincin pertunanganku.

Malam ini adalah pesta pertunanganku dengan Alessandro Wijanarko. Seharusnya aku diliputi kebahagiaan.

"Saskia, kamu kelihatan tegang." Lengan Alessandro melingkar di pinggangku, suaranya lembut, setenang sentuhan yang sudah begitu kukenal.

"Cuma terlalu bersemangat." Aku menoleh padanya sambil tersenyum. "Setelah malam ini, kita resmi bertunangan."

Senyum di wajah Alessandro sempat meredup. Ia tampak ragu, lalu membuka mulut. "Saskia, ada sesuatu yang perlu aku ...."

BRAK!

Pintu-pintu besar aula dansa terhempas terbuka. Riuh percakapan mendadak lenyap, seolah disedot ke dalam keheningan yang tegang. Seorang perempuan berambut cokelat kusut menerobos masuk, wajahnya pucat dan dipenuhi keputusasaan.

Yang membuat semua orang terpaku adalah kemunculan seorang bocah kecil di belakangnya. Wajah anak itu seolah cetakan sempurna Alessandro versi mini.

Begitu matanya menangkap sosok Alessandro, dia langsung melepaskan genggaman perempuan yang bersamanya dan berlari tanpa ragu ke arah kami.

"Ayah! Ayah! Akhirnya aku menemukanmu!"

Aula itu mendadak membeku. Keheningan jatuh begitu pekat, seakan detak jantung tiap orang di ruangan itu dapat terdengar jelas.

Pikiranku sempat menganggap ini lelucon yang keterlaluan. Tanganku bergerak refleks, siap memberi isyarat pada para satpam agar menyeret mereka keluar.

Namun, detik berikutnya, aku menangkap wajah Alessandro yang mendadak pucat, seakan seluruh darahnya tersedot habis.

"Rivan? Apa yang kamu .... Chyntia, kenapa kamu membawanya ke sini?" Nada suaranya bercampur antara keterkejutan dan amarah yang tertahan.

Chyntia? Tatapanku tertahan pada perempuan itu. Dia membalas menatapku, senyum kemenangannya terpampang tanpa sedikit pun usaha untuk menyembunyikannya.

"Aku capek menunggu, Alessandro. Lima tahun. Aku sudah muak hidup di balik bayang-bayang."

"Lima tahun?" Suaraku terdengar terlalu tenang, menyeramkan, bahkan sementara aku bisa merasakan tatapan para tamu menghunjam kulitku satu per satu.

Alessandro mengembuskan napas panjang, seolah drama ini benar-benar mengguncang perasaannya.

Dia menoleh ke arahku. Tatapannya kini dingin dan belum pernah kulihat sebelumnya.

"Saskia, ini Chyntia. Dan ini putraku, Rivan. Itu … kecelakaan. Lima tahun lalu."

Kecelakaan? Pandangan mataku tertuju pada perempuan itu saat dia merapatkan tubuhnya ke Alessandro. Gerakannya posesif, dan sangat intim.

Dan saat itu juga aku tahu, dengan keyakinan yang membuat dadaku menciut. Ini bukan kecelakaan.

"Alessandro, aku tahu seharusnya aku tidak datang .…" Suara Chyntia bergetar. "Tapi aku harus. Demi putra kita. Demi memberinya status yang sah." Dia menatap Alessandro, mata beningnya berkilau oleh air mata. Sebuah adegan yang dipentaskan nyaris sempurna. "Rivan butuh ayahnya. Keluarga yang utuh," lanjutnya pelan. "Dan aku juga."

"Lalu aku ini apa?" Suaraku menegang, kemarahanku begitu tajam hingga nyaris terdengar seperti tawa yang pecah di ujung kalimat.

Alessandro bahkan tak ragu sedetik pun. Kata-kata yang keluar berikutnya membuat darahku langsung membeku.

"Saskia, cobalah berpikir masuk akal." Nada suaranya ditahan, seolah dia masih ingin terdengar tulus. "Aku bersumpah, perasaanku padamu tidak berubah. Aku masih mencintaimu. Tapi Rivan adalah pewaris Keluarga Wijanarko. Kehadirannya mengacaukan segalanya, termasuk posisiku di dalam keluarga. Sebelum kita menikah, aku harus memberi status yang jelas untuk dia dan Chyntia."

Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih tenang, nyaris persuasif, "Anggap saja ini ujian sebelum kamu resmi menjadi Nyonya Keluarga Wijanarko. Aku mau kamu menunjukkan kalau kamu bisa lapang dada dan mengerti situasi. Jangan khawatir, ini hanya sementara. Aku akan bersama Chyntia selama enam bulan. Setelah itu, kita akan mengadakan pesta pertunangan kita lagi."

Dia melangkah mendekat. Suaranya direndahkan, berubah menjadi bisikan penuh kendali.

"Sekarang kamu ikut aku tangani semua ini. Di depan para rekan bisnis, kita tak boleh terlihat lemah. Mengerti?"

Aku belum sempat menjawab ketika ia sudah melambaikan tangan, memanggil seorang fotografer. "Foto keluarga. Kita harus menunjukkan persatuan dan kekuatan Wijanarko."

Persatuan? Kekuatan?

Aku menatap Alessandro, pria yang telah kupersembahkan lima tahun hidupku. Untuk pertama kalinya, aku melihat apa yang selama ini tersembunyi di balik pesonanya. Sosok yang dingin, penuh perhitungan, dan kejam.

"Tentu saja aku masih mencintaimu, Saskia," bisiknya di telingaku. "Ini hanya urusan politik. Seorang pria di posisiku harus membuat pilihan-pilihan sulit."

Baginya, pilihan sulit itu sederhana saja, yaitu menurunkanku dari status tunangannya menjadi sosok terhina.

Aku melangkah mundur perlahan, pandanganku menyisir seluruh ruangan. Para tamu yang beberapa saat lalu berebut mengucapkan selamat kini menatapku dengan campuran rasa iba, rasa ingin tahu, dan ketertarikan yang nyaris kejam.

Lalu mataku tertahan pada sebuah meja di sudut ruangan. Seorang pria duduk di sana. Rambut gelapnya tersisir rapi ke belakang, sementara mata abu-abu yang dalam mengamati kekacauan ini dengan ketenangan yang mengusik. Ada aura kekuasaan yang melekat padanya. Begitu kuat hingga terasa bahkan saat dia hanya duduk diam. Tubuhnya yang menjulang hampir tak tertampung oleh setelan jas berpotongan sempurna, seolah pakaian itu sekadar mengikuti, bukan membentuk wibawanya.

Dia Kresna Kartawijaya. Bos mafia paling berkuasa di Vantros.

Dia juga menyandang satu gelar lain, gelar yang hanya aku yang tahu, yaitu pria yang selama ini berusaha menjadikanku miliknya.

Aku sudah menolaknya. Berkali-kali.

Saat pandangan kami bertaut, dia bangkit berdiri perlahan, setiap gerakannya penuh kesengajaan.

Ketegangan di ruangan itu menegang seperti arus listrik. Bahkan Alessandro pun tanpa sadar melangkah mundur.

Aku menarik napas dalam-dalam, memaksa diriku tetap tenang. Cincin berlian besar itu kulepas dari jariku, lalu aku melangkah lurus menuju Kresna.

"Kresna." Aku berhenti tepat di hadapannya. Suaraku mantap, cukup keras untuk menjangkau seluruh aula. "Aku sedang butuh tunangan baru. Kamu tertarik tidak?"

Senyum tipis yang langka, nyaris tak pernah muncul terbit di wajah Kresna yang biasanya dingin, seketika mengubah ekspresinya. "Saskia, aku sudah menunggu sepuluh tahun hanya untuk mendengar pertanyaan itu."

"Apa? Saskia, kamu sudah gila?" Ketidakpercayaan bercampur amarah jelas terdengar di nada Alessandro.

Aku bahkan tak menoleh. Fokusku tertambat pada tangan yang Kresna ulurkan ke arahku. "Jadi, Kresna," ucapku pelan. "Apa jawabanmu?"

"Ya," jawabnya tanpa ragu. "Calon istriku." Tangannya menggenggam tanganku. Hangat, mantap, seolah keputusan itu tak pernah dipertanyakan.

"Perempuan jalang tak tahu malu!" teriak Chyntia, suaranya melengking. "Alessandro, lihat sampah yang kamu pilih! Dia bahkan berani melemparkan diri ke pria lain, tepat di depan matamu!"

Rivan tiba-tiba menerjang ke arahku. Jemari mungilnya mencengkeram ujung gaun coutureku, lalu menariknya sekuat tenaga. "Kamu perempuan jahat! Ibu bilang kamu sudah mencuri ayahku!"

Suara sutra yang terkoyak memuakkan telinga. Aku menunduk, menatap bocah itu. Kebencian terpahat jelas di wajahnya. Kebencian yang sama persis dengan milik ibunya.

Aku berlutut, merendahkan diri hingga mata kami sejajar. Suaraku hanya bisikan, lembut di permukaan, dingin seperti es. "Dengarkan baik-baik, Nak. Pertunanganku dengan ayahmu sudah berakhir. Kamu menang."

Aku pun bangkit, lalu menoleh ke Alessandro dan Chyntia. Sebuah senyum terbit di bibirku. Terlalu suci untuk situasi sekeji ini. "Aku mendoakan kalian berdua bahagia selamanya," kataku tenang. "Semoga kalian terikat satu sama lain … untuk selamanya."

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
8 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status