Share

Bab 6

Penulis: Echo
Dunia Chyntia hancur berkeping-keping. Tatapannya tertuju pada Alessandro, mata yang membara mengekspresikan pengkhianatan terdalam.

"Kamu bohong padaku!" teriaknya. Tanpa ragu, dia meraih pisau buah di meja terdekat dan menusukkannya ke bahu Alessandro. "Kamu bilang kamu pewaris keluarga mafia! Kamu bilang aku akan jadi nyonya bos mafia!"

Alessandro menjerit kesakitan saat darah menghitam di kemeja putihnya. "Chyntia … tenang."

"Tenang?" Chyntia tertawa, suaranya nyaring, hampir terdengar gila. "Aku memberimu lima tahun! Aku memberimu seorang anak laki-laki! Dan untuk apa semua itu? Hanya supaya terikat dengan pembohong miskin dan menyedihkan?"

Lalu dia berputar menatapku, matanya liar penuh iri. "Dan kamu! Kamu bisa menikahi bos mafia sungguhan dengan mudah. Kenapa? Apa yang membuatmu begitu istimewa?"

Kresna mengayunkan tangannya dengan acuh. Anak buahnya sigap, segera menahan Chyntia yang histeris dan Alessandro yang berdarah.

"Singkirkan mereka," perintah Kresna, sambil melingkark
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Aku Memilih Dunia Gelap   Bab 8

    Tiga bulan kemudian, kami kembali dari bulan madu yang membentang melintasi beberapa benua.Aku duduk di ruang kerja berlapis kulit di kediaman Kresna, menatap laporan rinci yang terbentang di atas mejaku. Bab terakhir Keluarga Wijanarko yang gelap dan kelam akhirnya ada di hadapanku."Kenapa kamu masih memikirkan mereka?" Lengan Kresna merangkulku dari belakang. Dagunya bertumpu di bahuku, posesif namun hangat, seperti kenyamanan yang sudah kukenal di luar kepala. "Pikiranmu seharusnya hanya untukku."Aku tersenyum, lalu berbalik di dalam pelukannya, jemariku menyusuri rahangnya. "Aku bersumpah, kamu satu-satunya pria di hatiku," kataku pelan. "Aku hanya … sedang menutup kisah lama itu."Kresna memanfaatkan kesempatan itu untuk mencuri ciuman yang dalam, membuatku terengah-engah dan pipiku memerah.Aku menoleh, lalu membuka halaman pertama laporan itu.Setelah diusir ke wilayah Santosa, Alessandro ditangkap dan disiksa dengan cara yang sistematis. Musuh-musuhnya tampak punya kepuasan

  • Ketika Aku Memilih Dunia Gelap   Bab 7

    Seminggu kemudian, Kresna dan aku menikah dalam sebuah upacara yang bisa dibilang megah bak kerajaan. Acara digelar di gedung paling eksklusif di Vantros, dengan halaman yang dipenuhi lautan mawar dan lili putih. Daftar tamunya bukan sembarangan, keluarga-keluarga paling berpengaruh di Vantros, politisi, dan taipan bisnis hadir untuk menyaksikan. Aku mengenakan gaun Valentino kustom seharga 30 miliar, sementara Kresna berdiri di sisiku dengan jas Itala hasil jahitan khusus, bak raja gelap yang memegang dunia kami dan aku adalah ratunya."Kamu begitu cantik, sampai-sampai aku merasa napasku tertahan," bisik Kresna saat kami berdiri di hadapan pendeta.Pendeta itu mengangkat pandangannya, suaranya tenang tetapi tegas. "Jika ada di antara kalian yang menolak pernikahan ini, bicaralah sekarang … atau diam selamanya."Seolah menepati waktu, pintu yang berat terbuka dengan suara gemuruh yang dramatis.Alessandro melangkah masuk dengan langkah goyah. Tangannya disangga, wajahnya memar dengan

  • Ketika Aku Memilih Dunia Gelap   Bab 6

    Dunia Chyntia hancur berkeping-keping. Tatapannya tertuju pada Alessandro, mata yang membara mengekspresikan pengkhianatan terdalam."Kamu bohong padaku!" teriaknya. Tanpa ragu, dia meraih pisau buah di meja terdekat dan menusukkannya ke bahu Alessandro. "Kamu bilang kamu pewaris keluarga mafia! Kamu bilang aku akan jadi nyonya bos mafia!"Alessandro menjerit kesakitan saat darah menghitam di kemeja putihnya. "Chyntia … tenang.""Tenang?" Chyntia tertawa, suaranya nyaring, hampir terdengar gila. "Aku memberimu lima tahun! Aku memberimu seorang anak laki-laki! Dan untuk apa semua itu? Hanya supaya terikat dengan pembohong miskin dan menyedihkan?"Lalu dia berputar menatapku, matanya liar penuh iri. "Dan kamu! Kamu bisa menikahi bos mafia sungguhan dengan mudah. Kenapa? Apa yang membuatmu begitu istimewa?"Kresna mengayunkan tangannya dengan acuh. Anak buahnya sigap, segera menahan Chyntia yang histeris dan Alessandro yang berdarah."Singkirkan mereka," perintah Kresna, sambil melingkark

  • Ketika Aku Memilih Dunia Gelap   Bab 5

    Suara Kresna menggantung di udara bagai vonis mati. Sunyi menyelimuti koridor, sampai detak jantung yang panik terdengar bergema.Para anak buah yang beberapa detik lalu memperlakukanku dengan kasar tiba-tiba melepaskanku. Wajah mereka berubah pucat, putih bagai kertas. Semua penjahat di Vantros tahu betul apa artinya memancing amarah Kresna Kartawijaya.Kresna melangkah mendekat, melepaskan jas mahalnya dan menyampirkannya di bahuku, menutupi gaunku yang basah dan sobek. Sentuhannya lembut, tetapi tatapannya … tajam, seolah menyimpan ancaman kematian."Apa mereka menyakitimu?" tanyanya, ibu jarinya lembut menyentuh bekas merah di pipiku, tempat aku sempat dipukul."Aku … aku baik-baik saja." Suaraku bergetar tipis.Kresna berbalik menatap barisan anak buahnya yang ketakutan. Suaranya terdengar tenang, tetapi setiap kata mengandung ancaman. "Aku tanya sekali lagi … siapa yang menyentuhnya?"Kresna menoleh, menatap barisan anak buah Alessandro yang tampak ketakutan. Suaranya tenang, tet

  • Ketika Aku Memilih Dunia Gelap   Bab 4

    Aku nyaris tak memejamkan mata semalaman. Gambaran-gambaran menjijikkan itu terus berputar di kepalaku. Apartemen itu bukan sekadar kotor, tempat itu telah dinodai. Harus dikosongkan sepenuhnya, difumigasi, bahkan kalau perlu, diusir segala setan yang sempat bersemayam di sana.Keesokan paginya, ketika aku tengah mengatur tim keamanan untuk menyingkirkan secara paksa para penghuni yang tak diinginkan, sebuah kiriman tiba di suite-ku.Itu adalah undangan pertunangan.Atas nama Alessandro Wijanarko dan Chyntia Rahardjo.Namun, yang memantik amarah buta dalam diriku bukanlah undangan itu. Melainkan foto-foto yang beredar di media sosial. Chyntia berpose tanpa rasa bersalah di depan kamera mengenakan pusaka keluargaku. Sebuah kalung safir yang diwariskan turun-temurun, melewati tiga generasi perempuan Keluarga Hardjono.Ibuku sendiri yang mengalungkan kalung itu ke leherku di ranjang kematiannya. Dan Alessandro, pria yang mengetahui sejarahnya, malah memberikannya pada perempuan murahan si

  • Ketika Aku Memilih Dunia Gelap   Bab 3

    "Rivan, minta maaf atas perbuatanmu. Sekarang!" Suaraku meledak, memecah keheningan ruang keluarga yang luas.Foto paling berharga milik Ibu kini tergeletak hancur di lantai, pecahannya berserakan di kaki anak kurang ajar itu."Kenapa aku harus minta maaf?" Rivan mendongakkan dagu, tatapannya menantang. "Ibuku bilang, ini sekarang rumahku."Chyntia bangkit dari sofa lalu melangkah anggun ke sisi Rivan. Ia meletakkan tangan di bahu pria itu, sikapnya protektif sekaligus penuh kepemilikan. "Benar, Sayang. Rumah ini sekarang dikelola pihak baru."Pada saat yang sama, bunyi kunci beradu di pintu. Alessandro datang. Dia masuk dan langsung menyapu ruangan dengan pandangan tajam. Melihat bingkai foto yang pecah di lantai, tubuhku yang kaku menegang. Alisnya berkerut. "Ada apa ini?""Putramu baru saja menghancurkan satu-satunya foto ibuku yang kumiliki." Suaraku bergetar, tetapi tetap kutahan. Jariku menunjuk serpihan kaca yang berkilau di lantai. "Aku mau dia minta maaf."Tatapan Alessandro b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status