Share

Bab 27

Author: Hiro Sayank
last update publish date: 2026-07-30 13:31:30

Hanggara terus mendekap erat tubuh Savana tanpa niat memberi celah sedikit pun. Savana yang berada tepat di atas dada bidang pria itu mulai gelisah, berusaha meronta.

"D-Dokter, lepaskan saya. Tolong lepaskan," mohon Savana terbata-bata dengan napas memburu.

Hanggara justru mempererat dekapan tangannya di pinggul Savana, mengikis jarak hingga helaan napas panas mereka saling beradu.

"Salahmu sendiri... kenapa kamu berani melangkah masuk ke dalam kandang singa yang sedang kelaparan, Savana?" d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
hanggara sm savana uda saling cinta nii
goodnovel comment avatar
Mawarr
Bara bawaannya marah terus,gmna Savana bisa betah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 103

    Setelah menumpahkan seluruh rahasia tergelap yang selama ini menghimpit dadanya, Savana menarik napas panjang seraya menyapu sisa-sisa kegugupan di wajahnya. Ia mengusap sudut matanya pelan, membetulkan letak seragam birunya yang sedikit kusut, lalu menatap Valerie."Aku harus lanjut bekerja sekarang, Valerie," tutur Savana dengan suara yang masih agak parau. "Aku mau mengecek area lobi depan dulu, memastikan anak-anak mengerjakan tugasnya dengan benar."Valerie menatap sahabatnya dengan tatapan campur aduk, antara cemas, kasihan, dan masih terperangah. Namun, ia akhirnya hanya mampu mengangguk pelan. "Iya, Savana, hati-hati. Ingat, jaga sikapmu di luar."Savana melangkah beranjak, mendorong pintu ruangan cleaning service dan melangkah keluar menuju lorong utama. Tanpa ia ketahui, begitu pintu luar berderit tertutup, pintu bilik toilet paling ujung perlahan terbuka dengan engsel yang berbunyi halus.***Menyusuri koridor rumah sakit yang serba putih dan beraroma antiseptik tajam, Sava

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 102

    Valerie menutup mulutnya erat-erat, matanya membelalak lebar seolah irisnya hendak melompat keluar. "J-jadi tebakanku benar?! Kamu wanita yang selama ini dekat dengan Pak Hanggara?!"Savana menarik napas panjang yang terasa menyiksa. Kepalanya tertunduk makin dalam, meremas jemarinya yang dingin di atas pangkuan sebelum akhirnya mengangguk pasrah. "Iya, Valerie... itu aku."Valerie menggeleng-gelengkan kepala dengan raut tak percaya. Ia memajukan duduknya, mencengkeram kedua bahu Savana dengan gemetar. "Tapi bagaimana bisa, Savana?! Kamu kan sudah menikah, kamu kan istrinya Dokter Bara! Bagaimana mungkin kamu bisa menjalin hubungan terlarang dan sesat seperti ini sama Pak Direktur?"Mendengar nama suaminya disebut, raut wajah Savana seketika mengeras. Kepedihan, kebencian, dan rasa terhina yang selama bertahun-tahun ia pendam mendadak meluap mendidih di dadanya. "Mas Bara yang lebih dulu mengkhianatiku dan membunuh harga diriku, Valerie," desis Savana dengan suara bergetar menahan ama

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 101

    Tangan kekar Hanggara terus menyusup bebas di balik seragam biru tipis yang kini makin berantakan. Jemarinya meremas pinggang payudara dan seluruh lekuk tubuh Savana dengan dominasi tanpa ampun, menuntut kepatuhan mutlak dari wanita di pangkuannya. Desah napas memburu dan sentuhan intens pria itu memacu detak jantung Savana hingga terasa kencang di balik dada."D-Dokter... hentikan, saya mohon..." cicit Savana serak, berusaha memegang kedua pergelangan tangan Hanggara yang terus menggerayangi tubuhnya.Hanggara justru makin gila, menenggelamkan wajahnya di leher halus Savana, memberi gigitan-gigitan kecil yang menyesakkan. "Tidak akan," bisik Hanggara parau, intonasinya kaku namun penuh dengan gairah yang membakar. "Selama kamu masih meragukanku, selama kamu belum mempercayaiku sepenuh hati, saya akan terus menghukummu seperti ini, Savana."Savana memejamkan mata erat-erat. Himpitan tubuh tegap Hanggara di atas meja kerja dan serangannya yang tiada henti membuat pertahanan dirinya run

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 100

    Tok... Tok... Tok...Ketukan pintu kayu kamar memecah keheningan yang menyesakkan. Suara Bara terdengar dari luar, membawa nada kebingungan. "Savana? Kamu sedang bicara dengan siapa di dalam? Buka pintunya, Savana."Savana tersentak pelan di atas kasur. Isak tangisnya mendadak tertahan sewaktu mendengar panggilan suaminya. Dengan jemari yang gemetar, ia buru-buru menyapu air mata yang mengalir di pipinya, merapikan gaun merahnya seadanya, lalu beranjak memutar knop pintu.Saat pintu terbuka, berdiri sosok Bara yang tampak sangat lelah. Pria itu menyipitkan mata, mengulangi pertanyaannya. "Kamu bicara sama siapa tadi__"Kalimat Bara terhenti seketika. Matanya menatap lekat wajah istrinya. Sisa air mata yang menggenang dan kelopak mata yang membengkak kemerahan tidak bisa dibohongi. Bara menaikkan alisnya, rasa cemas merayap kaku di dadanya. "Savana? Kamu kenapa? Kenapa kamu menangis seperti ini?""T-tidak apa-apa, Mas..." sahut Savana pelan, berusaha mengulas senyum namun justru bibirn

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 99

    Tepuk tangan gemuruh para tamu VIP terus bergaung di dalam ballroom, merayakan pengumuman perjodohan megah tersebut. Karin berdiri tegak di panggung dengan senyum anggun yang sarat akan kemenangan. Namun di sisi lain panggung, raut wajah Hanggara menggelap seketika. Sorot matanya memancarkan amarah yang luar biasa, sementara rahangnya mengatup rapat menahan emosi yang memuncak.Beberapa menit setelah pengumuman traumatis itu disampaikan, Hanggara bergegas melangkah lebar menyusuri koridor VIP yang sepi, mengekor di belakang langkah Nyonya Besar Suganda yang berjalan anggun dikawal beberapa pengawal pribadi."Nenek!" panggil Hanggara dengan intonasi rendah yang sarat akan ancaman.Nyonya Suganda menghentikan langkahnya, memutar tubuh dan menatap cucunya dengan tenang seolah tak terjadi apa-apa. "Ada apa, Hanggara? Acara belum selesai."Hanggara mengikis jarak, menatap sang nenek dengan tatapan tajam membakar. "Apa maksud Nenek merencanakan semua sandiwara picik ini di depan publik?! Me

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 98

    Langkah kaki Savana bergegas membelah kerumunan tamu, menembus deretan pilar megah menuju sebuah lorong sepi yang minim pencahayaan. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh membasahi pipinya yang terpoles make-up tebal. Rasa malu dan terhina menekan dadanya begitu sesak.Namun baru beberapa langkah ia menyusuri lorong yang sunyi itu, derap langkah tergesa bergaung dari arah belakang. Sebelum Savana sempat menoleh, sebuah jemari kokoh menyambar lengannya, menahan langkah wanita itu seketika."Savana, tunggu," panggil Hanggara dengan napas yang sedikit berpacu. Pria tegap itu telah menyusulnya, menatap wajah basah Savana dengan raut kebingungan. "Kamu kenapa berlari seperti ini?"Savana menolak menatap mata Hanggara. Dengan sisa keberaniannya, ia mengibaskan tangan sang direktur dengan kasar hingga pegangan itu terlepas. "Lepaskan saya, Dokter!"Merasa geram dan tak menyukai penolakan tersebut, raut wajah Hanggara seketika mengeras. Tanpa membiarkan Savana melangkah lebih jau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status