共有

Bab 88

作者: Hiro Sayank
last update 公開日: 2026-08-19 12:49:00

Tudingan tajam yang meluncur mulus dari bibir Bara seketika membuat pasokan udara di paru-paru Savana terasa tersumbat. Jantungnya berdegup brutal, namun ia memaksakan diri mempertahankan ekspresi wajah sejujur mungkin demi menyembunyikan kenyataan bahwasanya sosok yang dituduhkan Bara saat ini benar-benar sedang bersembunyi di bawah tempat tidurnya.

"Jangan asal bicara, Mas!" potong Savana dengan nada suara berpura-pura tersinggung dan tegar. "Mana mungkin aku berbuat serendah itu? Jangan meny
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
apa balal kebongkar ni thor siapa savana tp kalau kebongkar biar gk ap asal savana cerai dr bara n bersatu sm hanggara lanjut thor syg
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 91

    Sore harinya....Savana berdiri di halte bus yang sepi, mengusap kedua telapak tangannya untuk mengusir lelah usai menyelesaikan jam kerjanya.Tiba-tiba, sebuah sedan hitam mewah berhenti tepat di hadapannya. Kaca jendela bagian belakang perlahan menurun, memperlihatkan figur tegap Hanggara yang duduk santai di kursi penumpang."Masuk," perintah Hanggara singkat tanpa basa-basi.Savana tersentak panik, matanya melirik ke sekeliling khawatir ada staf rumah sakit yang melihat. "Tapi, Dok...""Ini perintah, Savana. Masuk sekarang," potong Hanggara dengan nada suara dingin yang menuntut kepatuhan mutlak.Tak ingin memicu perhatian orang lain, Savana terpaksa patuh. Ia membuka pintu dan duduk di samping sang direktur. Begitu pintu tertutup rapat, mobil yang dikemudikan oleh sopir pribadi Hanggara langsung melaju membelah jalanan kota.Savana menoleh cemas pada Hanggara. "Dokter, saya harus langsung pulang. Nanti kalau Mas Bara sampai di rumah lebih dulu__""Dia sedang sibuk berada di kolon

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 90

    Hanggara beranjak dari kursi kebesarannya. Langkah kakinya yang tegap dan berbobot mengikis jarak ke arah Karin, memancarkan aura intimidasi yang begitu pekat hingga Dokter cantik itu mendadak kesulitan bernapas. Hanggara mengepalkan jemarinya, mengatupkan rahang keras-keras. Amarah yang membakar dadanya hampir saja membuat pria itu menembakkan kebenaran secara gamblang di hadapan Karin, bahwa wanita yang dituduhnya sebagai pencuri adalah orang yang sama dengan pemilik cincin tersebut.Namun, tepat sebelum kata-kata tajam itu lolos dari bibirnya, Savana memotong cepat dengan nada suara gemetar yang dibuat-buat."Maafkan saya, Dokter! Mohon maafkan saya!" celetuk Savana seraya membungkukkan tubuhnya dalam-dalam di depan Hanggara dan Karin.Mata Savana menatap Hanggara lekat-lekat, menyalurkan isyarat memohon yang teramat sangat agar direktur rumah sakit itu menahan diri dan tidak membocorkan rahasia mereka.Savana menarik napas panjang, lalu melanjutkan kebohongannya demi menyelamatkan

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 89

    Bara duduk bersandar di kursi kerjanya di ruang dokter, menghela napas lelah usai menyelesaikan rangkaian operasi yang menguras tenaga. Tiba-tiba, pintu ruangannya diketuk pelan dan seorang perawat melangkah masuk."Dokter Bara, maaf mengganggu. Dokter Hanggara memanggil Anda untuk segera menyusulnya ke ruang rawat pasien nomor 402 di bangsal VIP," ujar perawat tersebut sopan.Bara berkerut dahi, merasa heran. "Ruang 402? Ada masalah apa di sana?""Saya kurang tahu, Dok. Dokter Hanggara hanya berpesan agar Anda segera ke sana," sahut perawat itu sebelum pamit mundur.Meski diliputi kebingungan, Bara tetap berdiri dan merapikan jas dokternya. Ia tidak ingin membuat impresi buruk di depan sang direktur utama. Langkah kakinya membawa Bara menyusuri koridor VIP hingga tiba di depan kamar nomor 402. Begitu mendorong pintu, ia mendapati Hanggara sedang berdiri tegap di samping ranjang pasien yang kebetulan sedang kosong."Selamat siang, Dokter Hanggara. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bara

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 88

    Tudingan tajam yang meluncur mulus dari bibir Bara seketika membuat pasokan udara di paru-paru Savana terasa tersumbat. Jantungnya berdegup brutal, namun ia memaksakan diri mempertahankan ekspresi wajah sejujur mungkin demi menyembunyikan kenyataan bahwasanya sosok yang dituduhkan Bara saat ini benar-benar sedang bersembunyi di bawah tempat tidurnya."Jangan asal bicara, Mas!" potong Savana dengan nada suara berpura-pura tersinggung dan tegar. "Mana mungkin aku berbuat serendah itu? Jangan menyamakan aku dengan kelakuan burukmu di luar sana!"Mendengar sanggahan tajam itu, raut wajah Bara mendadak berubah. Kilasan keputusan Savana yang ingin meninggalkannya, serta tekad kuatnya untuk berpura-pura menjadi suami yang baik seketika meredam emosinya. Bara tersadar bahwasanya ia tidak boleh memicu pertengkaran baru jika ingin memperbaiki hubungan mereka.Pria itu menghela napas panjang, lalu tersenyum kaku seraya menepuk dahi pelan. "Maaf, Savana. Aku tidak bermaksud menuduhmu. Aku tahu ka

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 87

    Cahaya matahari pagi menyusup tipis melalui celah gorden, menyapa mata Savana yang perlahan terbuka. Sensasi hangat dan napas teratur yang berembus di ceruk lehernya membuat Savana tersadar. Di sampingnya, Hanggara masih tertidur pulas dalam posisi menyamping, melingkarkan lengan kokohnya erat-erat di pinggang Savana yang bertelanjang polos sejak semalam.Perlahan, ingatan Savana pulih sepenuhnya. Matanya membelalak lebar sewaktu melirik jam dinding yang menunjukkan pukul enam pagi."Dokter... Dokter Hanggara, bangun..." bisik Savana panik, menepuk-nepuk pelan lengan tegap yang melingkari tubuhnya. "Dokter, bangun... Hari sudah pagi, Dokter harus segera pergi dari sini!"Bukannya bergeming, Hanggara justru menggeram rendah, makin membenamkan wajahnya di leher hangat Savana dan memperketat dekapan lengannya.Savana mulai sedikit memberontak, mencoba mengurai cengkeraman lengan itu. "Dokter, tolong. Nanti Mas Bara melihat Dokter di sini! Lagipula, apa Dokter tidak ke rumah sakit? Saya j

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 86

    Napas Hanggara berembus makin panas saat bibirnya meluncur turun dari bibir Savana, menyusuri garis rahang lalu menyesap leher jenjang wanita itu dengan lapar. Jemarinya yang kekar bergerak sigap, menyusup ke balik daster yang baru saja dikenakan Savana dan melucutinya tanpa ampun hingga kain itu terperosok jatuh ke lantai."Siapa yang menyuruhmu memakai baju ini kembali, hm?" bisik Hanggara parau di ceruk leher Savana, diiringi hisapan menuntut yang meninggalkan bekas keunguan yang kontras di kulit mulus wanita itu.Savana hanya bisa melenguh pasrah sewaktu jemari Hanggara beralih meluncur ke bawah, meremas kuat bokong mulusnya. Sementara itu, bibir sang direktur terus melahap kelembutan dadanya, menyapu dan melumat pucuk payudara Savana yang menegang."D-Dokter... hhh... pelan-pelan..." bisik Savana panik, menahan desahannya agar tak menembus dinding kamar, khawatir Bara yang berada di ruangan lain mendengar ketukan gairah mereka.Namun, Hanggara seolah pekak oleh kebuasan gairahnya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status