Share

Bab 6

Author: Kucing Oren
Sonia tidak menahannya.

Setelah melihat pria itu menghilang di tengah keramaian, Sonia juga berbalik, dia pergi ke arah sebaliknya.

Di tengah lautan manusia itu, dia berkali-kali mengatakan, "Permisi." Setiap langkah terasa begitu sulit. Di sepanjang jalan, dia mendengar kekaguman orang-orang saat melihat kembang api.

"Ada orang yang khusus memesan kembang api ini, ya? Semuanya ada huruf yang sama muncul."

"Benar! Ada huruf S di dalam lambang hati. Ada huruf S di bawah kata LOVE, huruf S itu pasti inisial nama seorang gadis!"

"Siapa gadis yang beruntung itu? Pacarnya baik sekali mempersiapkan pertunjukan kembang api seperti ini."

Sepuluh menit kemudian, tepat saat Sonia hampir berhasil keluar dari kerumunan, orang-orang di belakangnya tiba-tiba mundur sambil berteriak tanpa henti.

Kerumunan saling dorong tanpa henti, tidak lama kemudian, ada seseorang yang jatuh.

Sonia juga jatuh tersandung. Kerumunan itu menginjak lengan dan betis Sonia sampai lebam.

Rambut ditarik, kuku-kukunya patah, jari-jarinya berlumuran darah, membuat Sonia merasakan sakit luar biasa.

Dia refleks melindungi kepala dan dada, lalu merangkak menuju sudut dinding.

Setelah berada di ruang sempit di antara dua pembatas dinding, dia memaksakan diri berdiri kembali.

Pada saat bersamaan, Sandra mengirimkan sebuah video. Saat memutar video itu, muncul wajah Kevin di layar.

Pria itu berdiri di depan kamera, ekspresinya datar, gaya bicaranya seperti sedang membaca naskah.

"Sandra, pertunjukan kembang api ini khusus kusiapkan untukmu, selamat ulang tahun."

Di belakangnya, Sandra menangis tersedu-sedu, hingga bahunya gemetar.

Beberapa pemuda melambaikan tongkat cahaya dan meledakkan konfeti, sorakan riuh terdengar jelas dalam video itu.

"Kalau aku jadi Sandra, melihat inisial namaku terpampang di kembang api itu, aku juga pasti akan terharu."

"Tapi kenapa pilih inisial S? Kenapa nggak pilih inisial Y?"

"Kamu tahu apa? Kedua gadis itu sama-sama inisialnya S, ini hanya permainan kata!"

Di alun-alun yang situasinya kacau balau ini, semua orang berusaha melarikan diri. Hanya Sonia yang berdiri terpaku, menonton video tanpa bergerak sedikit pun.

Dia mengangkat tangan yang berlumuran darah, merasakan sedikit sesak di dadanya. Namun, dia tidak merasakan sakit yang terlalu dalam.

Apakah lukanya sudah sembuh? Atau, dia sudah mati rasa karena terlalu sakit?

Dia sendiri tidak begitu yakin.

Tragedi desak-desakan itu akhirnya berakhir setelah polisi datang.

Kerumunan perlahan dibubarkan, korban luka dibawa ke rumah sakit, dan alun-alun kembali sunyi.

Setelah kembang api padam, Sonia melihat Kevin. Pria itu berlari seperti orang gila melewati persimpangan jalan, melihat ke sekeliling, ekspresinya terlihat merasa bersalah dan cemas.

Pandangan mereka berdua bertemu.

Pria itu langsung melompati pagar pembatas, lalu memeluk Sonia erat-erat. Air mata pria itu jatuh ke pundak Sonia, membasahi jaketnya yang kotor.

Sonia mendengar dengan jelas, suara pria itu terdengar ketakutan dan tercekat.

"Aku mencarimu ke seluruh tepi sungai, tapi nggak menemukanmu. Sonia, aku kira … aku kira terjadi sesuatu padamu."

Sonia mundur beberapa langkah, melepaskan diri dari pelukannya.

Dia menatap pria itu lekat-lekat, pria itu belum pernah seserius ini.

"Ya, hampir saja. Aku hampir mati di sini. Kalau hari ini aku benar-benar mati di sini, apa kamu akan menyesal? Apa kamu akan menyesal menyiapkan pertunjukan kembang api ini? Apa kamu menyesal ...."

Apakah dia akan menyesal karena tidak segera menghentikan sandiwara memuakkan ini dan mengatakan yang sebenarnya?

Kalimat terakhir … Sonia belum sempat menanyakannya.

Karena dia melihat Sandra.

Sandra berdiri di ujung jalan, memeluk seikat bunga mawar, dan mengangkat papan yang bertuliskan satu kata.

Selamanya.

Sonia memahami pesan tersirat di baliknya.

Ternyata bukan hanya kembang api bermakna ganda itu, tragedi desak-desakan yang hampir merenggut nyawanya hari ini pun bagian dari permainan mereka.

Ini adalah tipuan ke- 99 mereka.

Sonia memejamkan mata, hanya ada satu pemikiran yang muncul di benaknya.

Tinggal satu kali lagi, dan semuanya akan berakhir.

Setelah itu, dia akan meninggalkan Kevin selamanya.

Lewat satu tragedi kecelakaan saja, sudah cukup untuk membalas seratus tipu daya mereka.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 25

    Malam itu, Raisa kembali naik ke lantai dua untuk cari udara segar.Meskipun kematian Kevin tidak menimbulkan reaksi pada Raisa, ada perasaan sedih yang menyelimuti hatinya.Seseorang pria yang dulu begitu penuh semangat, orang terhebat di negeri ini, justru mati di tangan Sandra. Ini adalah kejadian yang di luar dugaan.Dia menikmati embusan angin dengan tenang, sementara Brian menemani di sampingnya."Nggak enak badan?" tanyanya sambil menyodorkan secangkir cokelat panas."Nggak, hanya merasa, ini seperti mimpi." Raisa menunduk sambil tersenyum, lalu menerima minuman itu. Kehangatan susu cokelat itu menghangatkan telapak tangannya."Ini bukan mimpi. Selama aku di sisimu, Raisa pasti akan makin baik," ujar Brian sambil tersenyum.Brian selalu peka, mampu melihat kekhawatiran dan kegundahan hati Raisa, lalu memberinya tempat bersandar yang tenang dan hangat dengan tepat. Dari awal hingga akhir, Brian selalu berada di sisinya.Mungkin berakhirnya kisah Kevin dan Sandra membuatnya tersad

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 24

    Kevin dilarikan ke UGD, sementara Sandra dipenjara atas tuduhan penganiayaan dengan sengaja dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun.Sandra menusuknya terlalu brutal. Setelah tersadar, barulah dia memanggil ambulans. Dua hari berlalu, Kevin masih belum sadar.Namun, ini pertama kalinya Kevin bisa tidur nyenyak, bahkan memimpikan masa lalu.Dia bermimpi bahwa antara dirinya dan Sonia tidak pernah ada permainan itu. Mereka saling mencintai, sampai pada perayaan tiga tahun mereka jadian.Dia menyiapkan perayaan yang lebih meriah dibandingkan saat mengungkapkan cinta. Teman-temannya juga datang mendoakan mereka dengan tulus.Di tengah hamparan bunga, dia berlutut sambil mengangkat sebuah cincin, lalu mengungkapkan cinta pada Sonia."Sonia, maukah kamu menikah denganku? Aku akan selalu baik padamu. Aku akan mencintaimu selamanya."Dengan jantung berdebar-debar, Kevin menatap gadis di depannya sambil menunggu jawaban.Dia tahu, Sonia pasti bersedia. Mereka akan menua bersama, dan akan selalu bers

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 23

    Setelah menghabiskan uang tunai sebesar 60 miliar, mengakibatkan perusahaan Kevin terancam bangkrut.Semua aset perusahaan dijual, rumah dan mobil juga digadaikan demi mengumpulkan biaya pesangon untuk karyawan. Grup Sanjaya yang dulu berjaya kini kosong melompong, dengan papan bertuliskan “Dijual” terpajang di sana.Sandra duduk dengan tatapan kosong di satu-satunya rumah yang belum dijual, sambil melihat Kevin mengusap foto Sonia.Dulu dia memutuskan pulang dari luar negeri karena mendengar bahwa mantan pacarnya, Kevin Sanjaya, masih mencintainya, jadi dia ingin memanfaatkan Grup Sanjaya untuk mendapatkan ketenaran. Namun, tidak lama kemudian, dia menyadari dirinya bukan apa-apa, bahkan ditekan oleh pria gila itu hingga harus memohon agar dilepaskan.Dia dipaksa menjalani operasi plastik, bisnis keluarganya bergantung pada Grup Sanjaya, sehingga dia juga terpaksa hanya bisa bergantung pada Kevin, menahan emosinya yang tidak menentu, bahkan mengandung anaknya.Apakah dia mencintai Kev

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 22

    Ketika acara hampir berakhir, Raisa dan Brian pergi ke belakang panggung, di bawah arahan staf, mereka diantar menuju ke ruang VIP untuk bertemu dengan juru lelang.Sebagai karya dengan harga lelang tertinggi malam ini, mereka disambut dengan istimewa, mencerminkan ketulusan pihak penyelenggara. Namun, semua itu tidak terlalu dipedulikan oleh Raisa.Dia membuka pintu, lalu melihat Kevin dan Sandra.Seolah telah menunggu lama, begitu melihat Raisa, Kevin segera berdiri dengan ekspresi penuh harap."Sonia, aku sudah membeli karyamu, ternyata sekarang kamu sudah sehebat ini, aku sudah kalah hebat darimu.""Tapi tenang saja, aku akan mengembangkan Grup Sanjaya menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Nanti aku akan melamarmu lagi! Kali ini, nggak akan ada yang mengganggu kita lagi, oke, Sonia? Teruslah menjadi seorang putri raja untukku, ya?"Kevin menyerahkan mahkota senilai 60 miliar dengan hati-hati, berharap Raisa berubah pikiran.Namun, Raisa hanya menatapnya tanpa ekspresi."Kevin, k

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 21

    Acara telah dimulai. Karena ini adalah acara perjamuan untuk dunia desainer, tentu fokus utamanya adalah memperkenalkan berbagai karya desain, termasuk karya Raisa.Raisa kali ini membawa sebuah mahkota kecil yang tampak seperti pusaka berharga milik seorang putri, sangat menggemaskan sekaligus berkilau. Karya itu mencuri perhatian semua orang. Mereka memuji konsep desain Raisa yang luar biasa.Sementara itu, Kevin juga saat ini menyadari sesuatu tentang sosok Sonia yang sekarang.Ternyata setelah berpura-pura mati dan pindah ke Negara Araya, Sonia mengganti nama dan mendirikan Studio Raisa, mengembangkan usahanya sedikit demi sedikit dengan kemampuannya sendiri.Sekarang Sonia telah menjadi desainer terkenal, sementara Grup Sanjaya yang dulu berjaya, sekarang mengalami krisis. Dia bisa menghadiri acara perjamuan ini berkat kejayaan masa lalu.Kevin menatap mahkota itu, lalu teringat janjinya dulu untuk memperlakukan Sonia seperti putri raja selamanya. Jika dia bisa menghadiahkan mahko

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 20

    "Sonia … apa itu kamu? Akhirnya, aku menemukanmu, Sonia." Kevin menatap Raisa lekat-lekat, takut gadis itu akan menghilang lagi dari hadapannya, sampai-sampai dia tidak berani berkedip.Mendengar suara yang familiar sekaligus asing itu, ekspresi Raisa berubah datar dan dingin. Melihat kegembiraan Kevin yang seperti menemukan kembali sesuatu yang hilang, Raisa hampir tidak bereaksi, hanya melirik sekilas."Kamu salah orang, namaku Raisa Latif.""Nggak mungkin! Kamu adalah Sonia! Mana mungkin aku salah orang, aku ingat kamu. Sonia, dulu aku bersalah padamu, sekarang akhirnya aku menemukanmu. Jangan meninggalkan aku lagi, ya?"Kevin menangis tersedu-sedu, mencoba meraih tangan gadis itu.Brian menghentikannya dan berdiri di depan Raisa."Anda adalah CEO Grup Sanjaya, 'kan? Saya sudah lama mendengar tentang Anda. Ini pacar saya, namanya Raisa Latif," ucap Brian sambil diam-diam menjauhkan mereka.Kevin menatap Brian dengan tatapan tidak percaya, lalu melihat Raisa lagi. Kevin yakin tidak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status