Share

Bab 7

Author: Kucing Oren
Sesampainya di rumah, Kevin mengambil kotak obat, lalu mengobati luka-luka di tubuh Sonia dengan hati-hati.

Melihat bekas lebam keunguan yang kontras itu, rasa sedih dan rasa bersalah terpancar dari sorot mata pria itu.

"Sakit nggak, Sayang?"

'Bagaimana mungkin tidak sakit?'

Sonia membatin, selama tiga tahun pacaran dengan Kevin, luka baru dan luka lama terus bermunculan di tubuhnya.

Meskipun kelihatan seperti lelucon yang tidak berbahaya, hanya Sonia yang tahu, rasa sakitnya benar-benar nyata, bahkan bekas lukanya tidak bisa hilang.

Oleh karena itu, Sonia hanya menjawab, "Aku sudah terbiasa."

Tangan Kevin yang memegang kapas bergetar hebat.

Dia tidak berani menatap mata Sonia, hanya bisa menunduk menatap luka di tangan gadis itu, berkata dengan suara parau, "Ini salahku. Aku yang nggak bertanggung jawab sebagai pacar. Maafkan aku, Sonia."

Ini pertama kalinya Sonia mendengar dia minta maaf.

Mereka berdua tahu, alasan dia minta maaf. Namun, tidak ada yang berani mengatakannya.

Setelah cuaca mulai menghangat, Sonia berkumpul dengan teman-temannya.

Usai pertemuan itu, orang tua Sonia meneleponnya.

"Sonia, semua di sini sudah kami siapkan. Kapan kamu akan berangkat?"

Sonia melihat tanggal. "Prosedurnya akan selesai besok, jadi besok aku sudah bisa berangkat."

Begitu kata-kata itu terucap, terdengar suara panik Kevin dari belakang.

"Berangkat? Sayang, kamu mau ke mana?"

Sonia pun menutup telepon. "Kenapa kamu ada di sini?"

"Sebentar lagi hujan, jadi aku datang menjemputmu. Barusan kamu bilang berangkat, apa maksudnya?" Kevin terus menanyakan hal itu, nadanya terdengar panik.

"Rahasia, aku kasih tahu beberapa hari lagi."

Perasaan Kevin masih tidak tenang, tetapi melihat Sonia enggan menjawab, Kevin hanya merangkulnya sambil berkata, "Oke, aku tunggu kejutan yang kamu siapkan untukku."

Selama perjalanan pulang, suasana di dalam mobil sangat sunyi.

Sesampainya di rumah, hal pertama yang Sonia lakukan adalah meminta orang mengambilkan koper dan mulai mengemasi barang-barangnya.

Kevin yang ikut di belakang saat melihat hal itu, dia maju dan menutup koper, nada suaranya sangat panik.

"Sayang, untuk apa kamu mengeluarkan koper?"

Seperti biasanya, Sonia memaksakan diri untuk tersenyum santai.

"Bukannya lusa adalah perayaan tiga tahun kita pacaran? Ada hadiah khusus yang kupesan, aku mau pergi ambil."

Melihat ekspresinya, Kevin makin merasa panik, jadi dia juga ikut mengemasi barangnya.

"Aku ikut, lukamu belum sembuh, aku mengkhawatirkanmu."

Sonia menggeleng dan mengeluarkan kembali barang-barang yang dimasukkan Kevin ke koper.

"Nggak perlu, ini kejutan yang kusiapkan secara khusus, jadi aku ambil sendiri. Kamu tetap di sini untuk menyiapkan pesta saja, aku berharap perayaan tiga tahun kita bisa semeriah saat pertama kali kamu mengungkapkan cinta."

Mendengar itu, akhirnya Kevin setuju.

Kevin pun membantu Sonia mengemasi barang, keesokan harinya, Kevin mengantarkan Sonia ke bandara, serta menanyakan nomor penerbangannya.

"EL4398."

Kevin mencatat nomor penerbangannya.

Setelah melepas kepergian Sonia di gerbang keberangkatan, barulah Kevin meninggalkan bandara dengan berat hati.

Begitu keluar, Kevin menerima pesan dan lokasi dari teman-temannya.

[Datanglah pukul 6 malam, ada hal penting perlu dibahas.]

Kevin datang ke bar sesuai janji.

Begitu masuk ruangan, teman-temannya menyalakan konfeti, lalu bersorak tanpa henti, "Wah, tipuan ke-99 kita akhirnya selesai, siapa yang punya ide menginjak Sonia di tengah kerumunan? Melihat Sonia diinjak-injak, rasanya lucu sekali."

"Selamat, Hendra, sebentar lagi kamu bebas! Pacaran dengan Sonia merupakan suatu siksaan berat, kamu hebat sekali bisa bertahan selama tiga tahun ini!"

"Sebentar lagi tipuan ke-100! Aku sekarang sangat menantikan hari di mana Sonia mengetahui kebenarannya. Gadis itu pasti menangis tersedu-sedu, entah akan semenyedihkan apa keadaannya nanti."

Sandra menutup mulutnya sambil terus tertawa, menatap Kevin dengan penuh harap, dan berkata dengan malu-malu, "Kevin, kapan kamu berencana memberi tahu Sonia tentang rencana ini? Bagaimana kalau saat perayaan tiga tahun kalian?"

"Kalau begitu, mari kita lakukan saat perayaan tiga tahun mereka, hari itu enaknya kita bikin tipuan apa? Tipuan ke-100 ini harus lebih heboh sedikit, bagaimana kalau kita suruh preman melecehkan Sonia? Gadis seangkuh Sonia, pasti nggak terima."

Mendengar hinaan mereka yang makin keterlaluan, Kevin langsung membalik meja.

Kevin hanya merasa emosinya memuncak, hingga ingin mengungkapkan kebenaran tanpa memedulikan apa pun.

"Cukup! Jangan coba-coba menyakitinya. Kukatakan sejujurnya pada kalian, sebenarnya sudah lama aku …."

Brak! Seseorang membuka paksa pintu ruangan mereka.

Kevin belum selesai bicara, kata-katanya tertahan di tenggorokan.

Dia dan teman-temannya menoleh bersamaan. Mereka melihat kepala pelayan masuk dengan wajah pucat, suaranya bergetar dan tersendat.

"Tuan Muda, gawat! Baru saja ada kabar, pesawat dengan nomor penerbangan EL4398 yang ditumpangi Nona Sonia mengalami kecelakaan … dan jatuh!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 25

    Malam itu, Raisa kembali naik ke lantai dua untuk cari udara segar.Meskipun kematian Kevin tidak menimbulkan reaksi pada Raisa, ada perasaan sedih yang menyelimuti hatinya.Seseorang pria yang dulu begitu penuh semangat, orang terhebat di negeri ini, justru mati di tangan Sandra. Ini adalah kejadian yang di luar dugaan.Dia menikmati embusan angin dengan tenang, sementara Brian menemani di sampingnya."Nggak enak badan?" tanyanya sambil menyodorkan secangkir cokelat panas."Nggak, hanya merasa, ini seperti mimpi." Raisa menunduk sambil tersenyum, lalu menerima minuman itu. Kehangatan susu cokelat itu menghangatkan telapak tangannya."Ini bukan mimpi. Selama aku di sisimu, Raisa pasti akan makin baik," ujar Brian sambil tersenyum.Brian selalu peka, mampu melihat kekhawatiran dan kegundahan hati Raisa, lalu memberinya tempat bersandar yang tenang dan hangat dengan tepat. Dari awal hingga akhir, Brian selalu berada di sisinya.Mungkin berakhirnya kisah Kevin dan Sandra membuatnya tersad

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 24

    Kevin dilarikan ke UGD, sementara Sandra dipenjara atas tuduhan penganiayaan dengan sengaja dan dijatuhi hukuman sepuluh tahun.Sandra menusuknya terlalu brutal. Setelah tersadar, barulah dia memanggil ambulans. Dua hari berlalu, Kevin masih belum sadar.Namun, ini pertama kalinya Kevin bisa tidur nyenyak, bahkan memimpikan masa lalu.Dia bermimpi bahwa antara dirinya dan Sonia tidak pernah ada permainan itu. Mereka saling mencintai, sampai pada perayaan tiga tahun mereka jadian.Dia menyiapkan perayaan yang lebih meriah dibandingkan saat mengungkapkan cinta. Teman-temannya juga datang mendoakan mereka dengan tulus.Di tengah hamparan bunga, dia berlutut sambil mengangkat sebuah cincin, lalu mengungkapkan cinta pada Sonia."Sonia, maukah kamu menikah denganku? Aku akan selalu baik padamu. Aku akan mencintaimu selamanya."Dengan jantung berdebar-debar, Kevin menatap gadis di depannya sambil menunggu jawaban.Dia tahu, Sonia pasti bersedia. Mereka akan menua bersama, dan akan selalu bers

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 23

    Setelah menghabiskan uang tunai sebesar 60 miliar, mengakibatkan perusahaan Kevin terancam bangkrut.Semua aset perusahaan dijual, rumah dan mobil juga digadaikan demi mengumpulkan biaya pesangon untuk karyawan. Grup Sanjaya yang dulu berjaya kini kosong melompong, dengan papan bertuliskan “Dijual” terpajang di sana.Sandra duduk dengan tatapan kosong di satu-satunya rumah yang belum dijual, sambil melihat Kevin mengusap foto Sonia.Dulu dia memutuskan pulang dari luar negeri karena mendengar bahwa mantan pacarnya, Kevin Sanjaya, masih mencintainya, jadi dia ingin memanfaatkan Grup Sanjaya untuk mendapatkan ketenaran. Namun, tidak lama kemudian, dia menyadari dirinya bukan apa-apa, bahkan ditekan oleh pria gila itu hingga harus memohon agar dilepaskan.Dia dipaksa menjalani operasi plastik, bisnis keluarganya bergantung pada Grup Sanjaya, sehingga dia juga terpaksa hanya bisa bergantung pada Kevin, menahan emosinya yang tidak menentu, bahkan mengandung anaknya.Apakah dia mencintai Kev

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 22

    Ketika acara hampir berakhir, Raisa dan Brian pergi ke belakang panggung, di bawah arahan staf, mereka diantar menuju ke ruang VIP untuk bertemu dengan juru lelang.Sebagai karya dengan harga lelang tertinggi malam ini, mereka disambut dengan istimewa, mencerminkan ketulusan pihak penyelenggara. Namun, semua itu tidak terlalu dipedulikan oleh Raisa.Dia membuka pintu, lalu melihat Kevin dan Sandra.Seolah telah menunggu lama, begitu melihat Raisa, Kevin segera berdiri dengan ekspresi penuh harap."Sonia, aku sudah membeli karyamu, ternyata sekarang kamu sudah sehebat ini, aku sudah kalah hebat darimu.""Tapi tenang saja, aku akan mengembangkan Grup Sanjaya menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Nanti aku akan melamarmu lagi! Kali ini, nggak akan ada yang mengganggu kita lagi, oke, Sonia? Teruslah menjadi seorang putri raja untukku, ya?"Kevin menyerahkan mahkota senilai 60 miliar dengan hati-hati, berharap Raisa berubah pikiran.Namun, Raisa hanya menatapnya tanpa ekspresi."Kevin, k

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 21

    Acara telah dimulai. Karena ini adalah acara perjamuan untuk dunia desainer, tentu fokus utamanya adalah memperkenalkan berbagai karya desain, termasuk karya Raisa.Raisa kali ini membawa sebuah mahkota kecil yang tampak seperti pusaka berharga milik seorang putri, sangat menggemaskan sekaligus berkilau. Karya itu mencuri perhatian semua orang. Mereka memuji konsep desain Raisa yang luar biasa.Sementara itu, Kevin juga saat ini menyadari sesuatu tentang sosok Sonia yang sekarang.Ternyata setelah berpura-pura mati dan pindah ke Negara Araya, Sonia mengganti nama dan mendirikan Studio Raisa, mengembangkan usahanya sedikit demi sedikit dengan kemampuannya sendiri.Sekarang Sonia telah menjadi desainer terkenal, sementara Grup Sanjaya yang dulu berjaya, sekarang mengalami krisis. Dia bisa menghadiri acara perjamuan ini berkat kejayaan masa lalu.Kevin menatap mahkota itu, lalu teringat janjinya dulu untuk memperlakukan Sonia seperti putri raja selamanya. Jika dia bisa menghadiahkan mahko

  • Ketika Bunga Kembali Mekar   Bab 20

    "Sonia … apa itu kamu? Akhirnya, aku menemukanmu, Sonia." Kevin menatap Raisa lekat-lekat, takut gadis itu akan menghilang lagi dari hadapannya, sampai-sampai dia tidak berani berkedip.Mendengar suara yang familiar sekaligus asing itu, ekspresi Raisa berubah datar dan dingin. Melihat kegembiraan Kevin yang seperti menemukan kembali sesuatu yang hilang, Raisa hampir tidak bereaksi, hanya melirik sekilas."Kamu salah orang, namaku Raisa Latif.""Nggak mungkin! Kamu adalah Sonia! Mana mungkin aku salah orang, aku ingat kamu. Sonia, dulu aku bersalah padamu, sekarang akhirnya aku menemukanmu. Jangan meninggalkan aku lagi, ya?"Kevin menangis tersedu-sedu, mencoba meraih tangan gadis itu.Brian menghentikannya dan berdiri di depan Raisa."Anda adalah CEO Grup Sanjaya, 'kan? Saya sudah lama mendengar tentang Anda. Ini pacar saya, namanya Raisa Latif," ucap Brian sambil diam-diam menjauhkan mereka.Kevin menatap Brian dengan tatapan tidak percaya, lalu melihat Raisa lagi. Kevin yakin tidak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status