LOGINSetelah hari itu, Wilson masih tidak menyerah. Dia masih bersikeras ingin bertemu denganku dan meminta maaf kepadaku. Namun, setelah orang tua dan kakakku mengetahui tentang insiden hari itu, dia tidak lagi menemukan kesempatan untuk mendekatiku dan selalu diusir oleh satpam dari jauh.Hal ini membuat Sean sangat kesal."Yasmin, mereka bahkan nggak beri aku kesempatan untuk balaskan dendammu."Aku mendorong kepalanya yang bersandar di bahuku dan terkekeh. "Memangnya apa yang mau kamu lakukan kalau kamu punya kesempatan?"Sean langsung bersemangat dan menjawab, "Aku akan melemparnya ke laut untuk dijadikan santapan ikan! Aku akan pastikan dia nggak pernah punya kesempatan untuk dekati istriku lagi!"Aku memutar bola mataku. "Kalau begitu, kamu tinggal tunggu dijebloskan ke penjara dan lihat aku nikah sama orang lain."Sean langsung terdiam dan tidak berani mengungkit hal itu lagi.Namun, tidak bisa menyentuh Wilson bukan berarti tidak bisa menyentuh perusahaannya. Melalui serangkaian ti
Wilson tahu aku tidak akan bertemu dengannya jika menggunakan alasan urusan pribadi. Dia pun dengan cerdik mengubah namanya dan menggunakan dalih kerja sama bisnis untuk mengatur pertemuan denganku. Jadi, ketika melihat Wilson di ruang penerimaan tamu perusahaan, aku sangat terkejut.Namun, Wilson tiba-tiba berlutut di depanku di hadapan semua orang."Yasmin, aku benar-benar sudah sadari kesalahanku. Maafkanlah aku. Kita kembali seperti dulu, ya?"Aku tersenyum dingin dan membanting pintu hingga tertutup."Wilson, kamu sudah selingkuh berkali-kali. Atas dasar apa aku harus maafkan kamu?""Aku nggak akan begitu lagi!" Wilson merangkak mendekatiku dan berseru, "Yasmin, aku sudah putuskan hubungan dengan mereka semua! Aku bahkan buat Molly menggugurkan kandungannya! Mulai sekarang, aku cuma akan setia sama kamu! Aku akan mencintaimu selamanya! Yasmin, kumohon, maafkan aku. Kembali ke sisiku, ya?"Bibirku berkedut dan aku menendangnya ke samping."Kamu lagi mimpi? Pergi dari sini sekarang
Aku kembali ke rumah setelah sepuluh tahun, tetapi dekorasinya masih sama persis seperti dulu. Mulai dari halaman hingga segala sesuatu di dalam rumah dan bahkan para pembantu, semuanya masih sama seperti saat aku pergi."Ini semua perintah Ayah dan Ibu." Kakakku berbisik, "Dulu, mereka bilang mau putuskan hubungan denganmu. Tapi ... mereka sebenarnya nggak tega."Aku mengangguk dengan berlinang air mata, lalu menyahut dengan suara tercekat, "Aku tahu. Aku tahu semuanya. Maaf, aku yang terlalu keras kepala waktu itu. Ini semua salahku."Orang tuaku memang memutuskan hubungan denganku secara terbuka. Namun, kenyataannya, mereka tidak pernah benar-benar mengabaikanku. Jika mereka tidak peduli padaku, aku dan Wilson tidak akan memiliki perusahaan yang begitu sukses. Ketika diculik, aku juga tidak akan ditemukan secepat itu.Hanya saja, aku yang meninggalkan mereka dan pergi bersama Wilson dulu sangat menyakiti mereka.Demi seorang pria yang tiba-tiba muncul, anak yang telah mereka sayang
"Pak Wilson, mitra bisnis yang baru saja kita hubungi tiba-tiba mau batalkan kerja sama! Beberapa investor juga mau tarik kembali dana mereka! Orang-orang dari kantor pajak dapat laporan entah dari mana dan sudah datang ke perusahaan!""Pak Wilson! Arus kas perusahaan sudah benar-benar putus! Pajak kita juga bermasalah! Kalau ini berlanjut, perusahaan kita akan bangkrut dalam waktu kurang dari tiga hari!"Ketika perusahaan berada di ujung tanduk, benak Wilson dipenuhi dengan kata-kata Yasmin "kamu bukan cuma lupa diri, tapi juga pintar berangan-angan" yang dingin dan tanpa emosi.Pada saat itu, perhatiannya terfokus pada anak Molly yang belum lahir. Setelah mendengar ucapan Yasmin, dia mengira Yasmin hanya sedang merajuk.Sebelumnya, Yasmin juga sering merajuk dan akan kembali seperti biasa setelah dihibur. Sekarang, Wilson baru menyadari bahwa itu jelas adalah peringatan dari Yasmin.Dia telah lupa diri, juga melanggar janji untuk mencintai Yasmin dan hanya bersikap baik terhadap Yasm
Setelah membawa Molly melakukan pemeriksaan kehamilan, Wilson panik sejenak ketika tidak melihat Yasmin. Namun, dia dengan cepat menyadari bahwa Yasmin hanya sedang merajuk dan segera tenang. Dulu, Yasmin juga pernah pergi selama beberapa hari karena merajuk, lalu selalu kembali sendiri. Namun, kali ini berbeda.Seminggu kemudian, Wilson menerima akta cerai dari Kantor Catatan Sipil. Bersamaan dengan akta cerai itu, datang juga kabar mengenai semua mitra perusahaannya yang mendadak ingin mengakhiri kerja sama mereka. Selain itu, ada juga kabar yang paling dia takuti, yaitu kembalinya Yasmin ke keluarganya.Jelas-jelas, setiap patah kata itu merupakan kosakata yang paling mendasar. Namun, setelah digabungkan, Wilson merasa dirinya seolah-olah tidak mengerti artinya lagi. Dia hanya merasa pusing.Akta cerai ... perceraian .... Dia jelas-jelas tidak pernah menandatangani surat kesepakatan cerai, bagaimana mungkin dia dan Yasmin sudah bercerai?Selain itu, perusahaan .... Setelah kerja sa
Aku menarik napas dalam-dalam dan meletakkan surat cerai di depannya. Di bawah tatapan bingung Wilson, aku berkata dengan tenang, "Tandatangani dulu dokumen ini."Wilson menandatanganinya tanpa curiga. Kemudian, aku dengan hati-hati menyimpan surat kesepakatan cerai itu dan terlebih dahulu keluar untuk mengambil mobil.Wilson duduk di kursi belakang sambil memeluk Molly. Mereka terus mengoceh sepanjang perjalanan.Molly tersenyum manis dan bertanya, "Wilson, menurutmu kita akan punya anak laki-laki atau perempuan? Kita mau kasih dia nama apa?""Aku suka anak laki-laki maupun perempuan," jawab Wilson dengan sangat lembut."Mana bisa begitu." Molly menyahut dengan tampang cemberut, "Sekarang, semua orang pengen punya anak laki-laki dan perempuan! Kalau anak kita cuma satu, aku pasti akan lahirkan satu lagi buat kamu kelak!""Iya, iya, kamu putuskan saja," kata Wilson dengan nada penuh kasih sayang.Molly menatapku dengan menantang melalui kaca spion dan melanjutkan, "Wilson, setelah peme







