Share

Bab 3

Penulis: Jazzy
Aku menarik napas dalam-dalam dan meletakkan surat cerai di depannya. Di bawah tatapan bingung Wilson, aku berkata dengan tenang, "Tandatangani dulu dokumen ini."

Wilson menandatanganinya tanpa curiga. Kemudian, aku dengan hati-hati menyimpan surat kesepakatan cerai itu dan terlebih dahulu keluar untuk mengambil mobil.

Wilson duduk di kursi belakang sambil memeluk Molly. Mereka terus mengoceh sepanjang perjalanan.

Molly tersenyum manis dan bertanya, "Wilson, menurutmu kita akan punya anak laki-laki atau perempuan? Kita mau kasih dia nama apa?"

"Aku suka anak laki-laki maupun perempuan," jawab Wilson dengan sangat lembut.

"Mana bisa begitu." Molly menyahut dengan tampang cemberut, "Sekarang, semua orang pengen punya anak laki-laki dan perempuan! Kalau anak kita cuma satu, aku pasti akan lahirkan satu lagi buat kamu kelak!"

"Iya, iya, kamu putuskan saja," kata Wilson dengan nada penuh kasih sayang.

Molly menatapku dengan menantang melalui kaca spion dan melanjutkan, "Wilson, setelah pemeriksaan kehamilan, boleh nggak aku ikut merayakan ulang tahun Kakak?"

Wilson sedikit mengerutkan kening.

Molly memohon dengan manja, "Kita kan sekeluarga. Kelak, Kakak juga akan jadi ibu anakku. Biarkan aku ikut, ya?"

Wilson langsung mengalah. "Oke, oke, kamu boleh ikut."

Kemudian, dia berbalik ke arahku dan nadanya berubah menjadi memerintah. "Sudah dengar? Molly juga mau temani kamu. Kamu harus lebih hati-hati. Jangan siapkan apa pun yang nggak boleh disentuh wanita hamil."

Selanjutnya, dia berbicara lembut kepada Molly tentang hal-hal yang harus diperhatikan selama kehamilan. Dia bahkan mengusulkan aku untuk merawat Molly karena aku memiliki pengalaman hamil.

Aku tidak bisa berpura-pura acuh tak acuh lagi dan menyela perkataannya, "Wilson, kenapa kamu nggak malu untuk mengungkit anakku? Kalau bukan gara-gara kamu, anakku nggak akan tiada dan aku juga nggak akan kehilangan kesempatan jadi seorang ibu."

Ekspresi Wilson sedikit berubah.

Sementara itu, Molly tersenyum mengejek dan berujar, "Itu karena kamu punya nasib buruk! Anakku dengan Wilson nggak akan ikuti jejak anakmu yang malang!"

Wilson tidak membantahnya. Pada saat ini juga, semua emosi yang kurasakan karena dia lenyap sepenuhnya. Tidak ada lagi kesedihan, apalagi penyesalan.

Mungkin karena bisa merasakan kejanggalanku, Wilson menghela napas pelan dan berbicara tanpa daya, "Itu memang salahku. Tapi, bukankah Molly juga sudah bilang? Anaknya juga anakmu. Kenapa kamu nggak belajar darinya dan bersikap lebih pengertian?"

Aku menyahut dengan dingin, "Wilson, kamu bukan cuma lupa diri, tapi juga pintar berangan-angan."

Setelah berulang kali dipermalukan olehku, Wilson kehilangan minat untuk menghiburku. Tidak ada lagi yang berbicara selama sisa perjalanan.

Mobil berhenti di depan rumah sakit.

Aku melihat Wilson keluar dari mobil sambil menggendong Molly. Dia menyuruhku untuk tidak pergi dan menunggu mereka.

Aku hanya mengangguk. Begitu sosoknya menghilang, aku keluar dari mobil dengan membawa surat kesepakatan cerai dan pergi.

Kemudian, aku menghubungi nomor ayahku.

Sebuah suara yang familier terdengar di ujung telepon. "Kakakmu sudah menunggumu di bandara dari kemarin."

Aku tertegun sejenak, lalu menutup telepon dan bergegas ke bandara. Kakakku mengenakan pakaian yang sama seperti saat mengantar kepergianku dulu. Dia menyambutku untuk naik ke pesawat.

Pesawat berwarna perak dan putih itu terbang melintasi cakrawala dan meninggalkan jejak asap putih. Mulai saat ini, aku dan Wilson tidak akan pernah bertemu lagi, baik dalam hidup maupun kematian.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 8

    Setelah hari itu, Wilson masih tidak menyerah. Dia masih bersikeras ingin bertemu denganku dan meminta maaf kepadaku. Namun, setelah orang tua dan kakakku mengetahui tentang insiden hari itu, dia tidak lagi menemukan kesempatan untuk mendekatiku dan selalu diusir oleh satpam dari jauh.Hal ini membuat Sean sangat kesal."Yasmin, mereka bahkan nggak beri aku kesempatan untuk balaskan dendammu."Aku mendorong kepalanya yang bersandar di bahuku dan terkekeh. "Memangnya apa yang mau kamu lakukan kalau kamu punya kesempatan?"Sean langsung bersemangat dan menjawab, "Aku akan melemparnya ke laut untuk dijadikan santapan ikan! Aku akan pastikan dia nggak pernah punya kesempatan untuk dekati istriku lagi!"Aku memutar bola mataku. "Kalau begitu, kamu tinggal tunggu dijebloskan ke penjara dan lihat aku nikah sama orang lain."Sean langsung terdiam dan tidak berani mengungkit hal itu lagi.Namun, tidak bisa menyentuh Wilson bukan berarti tidak bisa menyentuh perusahaannya. Melalui serangkaian ti

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 7

    Wilson tahu aku tidak akan bertemu dengannya jika menggunakan alasan urusan pribadi. Dia pun dengan cerdik mengubah namanya dan menggunakan dalih kerja sama bisnis untuk mengatur pertemuan denganku. Jadi, ketika melihat Wilson di ruang penerimaan tamu perusahaan, aku sangat terkejut.Namun, Wilson tiba-tiba berlutut di depanku di hadapan semua orang."Yasmin, aku benar-benar sudah sadari kesalahanku. Maafkanlah aku. Kita kembali seperti dulu, ya?"Aku tersenyum dingin dan membanting pintu hingga tertutup."Wilson, kamu sudah selingkuh berkali-kali. Atas dasar apa aku harus maafkan kamu?""Aku nggak akan begitu lagi!" Wilson merangkak mendekatiku dan berseru, "Yasmin, aku sudah putuskan hubungan dengan mereka semua! Aku bahkan buat Molly menggugurkan kandungannya! Mulai sekarang, aku cuma akan setia sama kamu! Aku akan mencintaimu selamanya! Yasmin, kumohon, maafkan aku. Kembali ke sisiku, ya?"Bibirku berkedut dan aku menendangnya ke samping."Kamu lagi mimpi? Pergi dari sini sekarang

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 6

    Aku kembali ke rumah setelah sepuluh tahun, tetapi dekorasinya masih sama persis seperti dulu. Mulai dari halaman hingga segala sesuatu di dalam rumah dan bahkan para pembantu, semuanya masih sama seperti saat aku pergi."Ini semua perintah Ayah dan Ibu." Kakakku berbisik, "Dulu, mereka bilang mau putuskan hubungan denganmu. Tapi ... mereka sebenarnya nggak tega."Aku mengangguk dengan berlinang air mata, lalu menyahut dengan suara tercekat, "Aku tahu. Aku tahu semuanya. Maaf, aku yang terlalu keras kepala waktu itu. Ini semua salahku."Orang tuaku memang memutuskan hubungan denganku secara terbuka. Namun, kenyataannya, mereka tidak pernah benar-benar mengabaikanku. Jika mereka tidak peduli padaku, aku dan Wilson tidak akan memiliki perusahaan yang begitu sukses. Ketika diculik, aku juga tidak akan ditemukan secepat itu.Hanya saja, aku yang meninggalkan mereka dan pergi bersama Wilson dulu sangat menyakiti mereka.Demi seorang pria yang tiba-tiba muncul, anak yang telah mereka sayang

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 5

    "Pak Wilson, mitra bisnis yang baru saja kita hubungi tiba-tiba mau batalkan kerja sama! Beberapa investor juga mau tarik kembali dana mereka! Orang-orang dari kantor pajak dapat laporan entah dari mana dan sudah datang ke perusahaan!""Pak Wilson! Arus kas perusahaan sudah benar-benar putus! Pajak kita juga bermasalah! Kalau ini berlanjut, perusahaan kita akan bangkrut dalam waktu kurang dari tiga hari!"Ketika perusahaan berada di ujung tanduk, benak Wilson dipenuhi dengan kata-kata Yasmin "kamu bukan cuma lupa diri, tapi juga pintar berangan-angan" yang dingin dan tanpa emosi.Pada saat itu, perhatiannya terfokus pada anak Molly yang belum lahir. Setelah mendengar ucapan Yasmin, dia mengira Yasmin hanya sedang merajuk.Sebelumnya, Yasmin juga sering merajuk dan akan kembali seperti biasa setelah dihibur. Sekarang, Wilson baru menyadari bahwa itu jelas adalah peringatan dari Yasmin.Dia telah lupa diri, juga melanggar janji untuk mencintai Yasmin dan hanya bersikap baik terhadap Yasm

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 4

    Setelah membawa Molly melakukan pemeriksaan kehamilan, Wilson panik sejenak ketika tidak melihat Yasmin. Namun, dia dengan cepat menyadari bahwa Yasmin hanya sedang merajuk dan segera tenang. Dulu, Yasmin juga pernah pergi selama beberapa hari karena merajuk, lalu selalu kembali sendiri. Namun, kali ini berbeda.Seminggu kemudian, Wilson menerima akta cerai dari Kantor Catatan Sipil. Bersamaan dengan akta cerai itu, datang juga kabar mengenai semua mitra perusahaannya yang mendadak ingin mengakhiri kerja sama mereka. Selain itu, ada juga kabar yang paling dia takuti, yaitu kembalinya Yasmin ke keluarganya.Jelas-jelas, setiap patah kata itu merupakan kosakata yang paling mendasar. Namun, setelah digabungkan, Wilson merasa dirinya seolah-olah tidak mengerti artinya lagi. Dia hanya merasa pusing.Akta cerai ... perceraian .... Dia jelas-jelas tidak pernah menandatangani surat kesepakatan cerai, bagaimana mungkin dia dan Yasmin sudah bercerai?Selain itu, perusahaan .... Setelah kerja sa

  • Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi   Bab 3

    Aku menarik napas dalam-dalam dan meletakkan surat cerai di depannya. Di bawah tatapan bingung Wilson, aku berkata dengan tenang, "Tandatangani dulu dokumen ini."Wilson menandatanganinya tanpa curiga. Kemudian, aku dengan hati-hati menyimpan surat kesepakatan cerai itu dan terlebih dahulu keluar untuk mengambil mobil.Wilson duduk di kursi belakang sambil memeluk Molly. Mereka terus mengoceh sepanjang perjalanan.Molly tersenyum manis dan bertanya, "Wilson, menurutmu kita akan punya anak laki-laki atau perempuan? Kita mau kasih dia nama apa?""Aku suka anak laki-laki maupun perempuan," jawab Wilson dengan sangat lembut."Mana bisa begitu." Molly menyahut dengan tampang cemberut, "Sekarang, semua orang pengen punya anak laki-laki dan perempuan! Kalau anak kita cuma satu, aku pasti akan lahirkan satu lagi buat kamu kelak!""Iya, iya, kamu putuskan saja," kata Wilson dengan nada penuh kasih sayang.Molly menatapku dengan menantang melalui kaca spion dan melanjutkan, "Wilson, setelah peme

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status