Share

Bab 23

Author: Farid-ha
last update publish date: 2026-10-09 23:19:45

Bab 23

Aku tersenyum tipis begitu ke luar dari rumah. Aku masuk ke dalam mobil dengan penuh kemenangan.

Aku mengangkat dagu sambil tersenyum ketika teringat saat baru bangun tidur tadi pagi, ada pesan dari Candra. Pesan yang dikirim sejak semalam.

"Ca, ada calon pembeli yang mau lihat Expander besok pagi. Namanya Pak Raka. Dia temannya suamiku. Mau beli untuk istrinya yang baru dapat SIM. Pagi ini, kamu bisa ke sini nggak?”

"Bisa banget, Can. Atur saja jadwalnya. Aku mau ke luar rumah dari pa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 24

    POV 3 Anita yang sudah dandan cantik, sudah siap pergi itu mondar-mandir tak menentu di kamarnya. Berulang kali ia menatap jam yang melingkar di tangannya.“Sudah lima belas menit berlalu dari waktu yang dijanjikan, tapi suaminya belum juga datang. Berulang kali ia mengecek ponselnya, berharap ada pesan masuk dari Al. Tapi nyatanya kosong. Berulang kali ia menghubungi nomor ponsel suaminya. Berdering, tapi tidak diangkat.Dengan perasaan cemas, Anita kembali menghubungi Al. Dan kali ini diangkat. “Mas, kita jadi jalankan?” tanya Anita begitu tersambung dengan Al.“Maaf banget sayang, kita nggak jadi pergi. Aku harus ngasuh Nadira.”“Apa?” Anita memekik di ujung telepon. “Harus ngasuh Nadira? kenapa kamu harus ngasuh Nadira, Mas? Ke mana Ica?” Anita menaikkan suaranya beberapa oktaf. Tentu saja Anita kesal, sebab semua persiapannya terasa sia-sia. “Icha lagi ada perlu. Dia keluar seharian. Jadi, aku tidak bisa kemana-mana.”“Kenapa harus kamu, Mas? Kan Nadira punya suster yang ng

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 23

    Bab 23Aku tersenyum tipis begitu ke luar dari rumah. Aku masuk ke dalam mobil dengan penuh kemenangan.Aku mengangkat dagu sambil tersenyum ketika teringat saat baru bangun tidur tadi pagi, ada pesan dari Candra. Pesan yang dikirim sejak semalam. "Ca, ada calon pembeli yang mau lihat Expander besok pagi. Namanya Pak Raka. Dia temannya suamiku. Mau beli untuk istrinya yang baru dapat SIM. Pagi ini, kamu bisa ke sini nggak?” "Bisa banget, Can. Atur saja jadwalnya. Aku mau ke luar rumah dari pagi. Selain bertemu dengan calon pembeli, aku juga mau me time,” balasku cepat. Dan kini datang ke rumah Candra dengan SUV hitam mengkilap yang membuat mata siapa pun terpaku. Termasuk matanya Al, buktinya langsung mobil ini jika tidak aku cegah, pasti sudah jatuh ke tangan istri mudanya itu. Mobil hadiah anniversary. Toyota Fortuner VRZ yang dimodifikasi total oleh bengkel Pak Hermawan. Cat midnight blue yang berubah warna menjadi gunmetal gray di bawah sinar matahari. Interior kulit premiu

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 22

    Aku menatap layar ponsel yang masih menyala. Pesan terakhirku pada Anita masih tertera jelas di sana.(Oh iya, lupa. Aku hanya mau ngasih saran, cinta sama suami orang boleh, tapi jangan bodoh yang mau hanya dinikahi secara siri. Daftarkan pernikahan kalian ke KUA, biar anakmu nanti bisa dinasabkan ke Al, lelaki pengecut, yang tidak berani memperjuangkan kamu di hadapan almarhum bapaknya dulu.)Aku menghela napas panjang.Jujur, menulis pesan itu tidak semudah yang terlihat. Jari-jariku sempat berhenti beberapa kali sebelum menekan tombol kirim. Bukan karena takut salah langkah, bukan. Tapi aku ini memastikan bahwa aku sudah siap untuk berperang secara terbuka dengan Anita. Sebab, dengan terkirimnya pesan tersebut, artinya perang sudah dimulai.Dan aku yang menabuh genderangnya. Aku menyandarkan punggung ke sandaran kursi, menatap langit-langit ruang kerja dengan tatapan kosong.Dadaku sesak. Bukan karena sedih. Tapi karena lelah berpura-pura kuat. Lelah berpura-pura tidak peduli. L

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 21

    POV Anita. Aku tersenyum simpul saat masuk ke dalam mobil baru. Ya, meski tidak benar-benar baru, tapi ini setidaknya kendaraan yang dibeli Bude Nurmala yang kini resmi menjadi mertuaku. Bahkan, kendaraan ini atas namaku sendiri.Hal yang tidak pernah disangka oleh Ica.Aku mengelus dashboard mobil dengan lembut, seolah sedang menyentuh harta paling berharga. STNK yang tergeletak di depan mata itu bertuliskan namaku. Anita Al Birru. Aku jadi punya ide. Sepertinya asyik kalau ngerjain Ica."Kamu lagi ngelamun apa, Sayang?" Suara Mas Al membuatku menoleh ke arahnya.Aku bergelayut manja di pundaknya, sementara ia yang sedang fokus menyetir ke arah jalan, sesekali menoleh ke arahku."Terima kasih banyak, Sayang. Akhirnya aku bisa punya mobil sendiri.""Jangan terima kasih padaku, tapi pada Ibu yang selalu menyayangi kamu, Sayang." Mas Al tersenyum manis."Itu sudah pasti, Mas. Aku bersyukur banget punya mertua yang sangat menyayangi bahkan menganggapku anak sendiri."Mas Al mengangguk.

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 20

    “Apa yang bisa aku bantu, Mbak?” Sepupu Al menjawab suara berat tapi antusias, di ujung sana. "Rio, tolong cek dari mana sumber keuangan Mas Al hingga bisa membeli mobil cash hanya dengan menggesek ATM.” “Bukankah suami Mbak Ica itu pengusaha fashion yang cukup sukses.” Rio tertawa kecil. “Tidak sesukses yang kamu pikir.” Aku ikut tertawa. “Sepengetahuanku, seluruh sumber keuangannya sudah aku pegang. Bahkan, gajinya hanya sepuluh juta per bulan. Jadi, dari mana dia dapat uang sebanyak itu?" "Siap, Mbak Ica. Aku akan cari tahu." Aku menutup telepon dengan napas yang tertahan. Rio adalah sepupu Al dari jalur ayahnya. Tapi, aku tidak segan meminta bantuannya untuk menyelidiki lelaki yang masih bergelar suamiku. Karena Rio punya dendam tersendiri pada Al. Rio baru pulang dari Jepang, sebagai TKI. Tiga hari lalu, kami bertemu secara tidak sengaja di mall. Tiga hari lalu, aku yang baru selesai berbelanja bersama Nadira di pusat kota berjalan menuju food court di lantai

  • Ketika Suamiku Menikahi Sepupunya    Bab 19

    "Ini apa, kenapa kamu kasih aku ponsel jadul ini?" Al menelisik gawai hitam yang kini ada di tangannya. Ibu jarinya mengusap-usap layar kecil ponsel itu dengan bingung. Al tidak menyangka, singgahnya ke kediaman Anita kali ini justru diberi ponsel jadul. "Ini alat untuk komunikasi kita saat ini." Anita bersandar di sofa, kaki kanannya disilangkan di atas kaki kiri. Senyum tipis tersungging di bibirnya. Senyum yang tidak mencapai matanya. Al mengerutkan kening mendengar suara Anita. Ia memutar-mutar ponsel itu di tangannya, lalu melemparkannya ke pangkuan sendiri dengan kesal. "Hai, ini sudah zaman modern, kita punya alat komunikasi yang canggih. Kenapa kamu justru ingin mundur ke belasan tahun silam?" tangannya menggelepar di udara. Anita tertawa kecil. Ia mencondongkan tubuh ke depan, siku tangannya bertumpu di lutut. "Justru yang canggih itu rawan disadap, Mas. Apa kamu nggak merasa aneh dengan Ica akhir-akhir ini?" Al terdiam sejenak. Jemarinya yang tadinya gelisah kini ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status