Share

Bab 927

Author: Fitri
Rumah ini atas nama Kayden. Selama dia masih bekerja di Grup Narasoma, Kayden tidak akan mengusirnya.

Namun, sekarang Sarah menanyakannya, membuat Zaid merasa bahwa membeli rumah sendiri dan menetap di sana juga bukan ide yang buruk.

Saat membeli mobil, Sarah ada di sisinya. Kalau membeli rumah, dia juga ingin menanyakan rumah seperti apa yang Sarah sukai.

"Akhir pekan ini kamu ada waktu? Aku sudah bikin janji dengan agen properti."

"Kamu yang mau beli rumah, untuk apa aku ikut?"

Sarah memegang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 937

    Sandy berdiri di luar pintu, memandang Zaid yang hanya mengenakan handuk. Tanpa sadar, pandangannya mengarah ke dalam rumah. Kalau sekarang Sarah berada di sini ....Saat melihat sosoknya, senyum di wajah Zaid langsung menghilang. Dia berkata kepada Sarah di seberang telepon, "Aku tutup dulu. Uangnya nanti aku kembalikan. Kalau nggak, aku akan marah."Sarah tidak melihat Sandy. Dia berkata pelan, "Aku juga nggak takut kalau kamu marah ...."Zaid bukan atasannya. Kalaupun dia marah, itu tidak akan mengganggu pekerjaan Sarah, apalagi studinya. Kemarahan Zaid sepertinya tidak cukup untuk membuatnya gentar.Suara Sandy terdengar serak. "Kak ... kamu lagi video call sama Sarah?""Ya." Nada bicara Zaid dingin. Dia mengakhiri panggilan video. "Masuklah. Kenapa datang selarut ini?"Zaid berjalan keluar dari kamar sambil membawa ponselnya. Dia membuka aplikasi mobile banking, lalu mengembalikannya. Sandy mengikutinya dan menutup pintu.Dengan senyum canggung di wajahnya, dia berkata, "Proyek ke

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 936

    Bagi Sarah, uang sebanyak ini cukup besar. Jumlahnya hampir setara dengan gajinya selama dua bulan.Namun bagi Zaid, uang sebanyak itu tidak seberapa. Bahkan tanpa tabungan sekalipun, sebagai direktur utama Grup Narasoma saat ini, penghasilannya jauh lebih besar daripada jumlah itu.Hanya saja, Sarah merasa kalau dia menghabiskan uang sebanyak ini sekaligus, dia pasti akan terus memikirkannya dan merasa tidak tenang. Dia tidak bisa sesantai Zaid. Uang ini justru berubah menjadi beban baginya.Sarah selalu beranggapan, kalau dia tidak bisa dengan mudah mengeluarkan uang sebesar itu untuk membalas pemberian seseorang, pemberian itu tidak bisa disebut hadiah.Setelah Sarah mentransfer uangnya, Zaid langsung menelepon lewat video. Jantung Sarah seketika berdebar. Dia menarik napas, lalu menekan tombol jawab.Zaid baru saja selesai mandi. Dia berjalan santai keluar dari kamar mandi sambil membawa ponsel. Dari sudut pandang Sarah, garis rahangnya yang tegas terlihat jelas.Zaid tidak mengena

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 935

    [ Sudah sampai rumah. ]Sudut bibir Sarah terangkat. Tak lama kemudian, dia melihat Zaid mengirim satu pesan lagi. Sebuah swafoto dirinya.Zaid mengambil foto tubuh bagian atasnya. Tetesan air membasahi otot perut dan dadanya. Foto itu memperlihatkan bagian dari leher hingga perut, termasuk kalung yang melingkar di lehernya.Orang-orang yang bekerja di bidang perhiasan kebanyakan memang terbiasa mengenakan aksesori. Kalung itu merupakan produk baru hasil kerja sama Spring & Co dan Grup Narasoma, berupa salib emas. Sangat cocok dengan Zaid.Saat ini, kalung itu terjepit tepat di antara kedua otot dadanya. Pemandangan itu benar-benar menggoda.Melihat itu, kelopak mata Sarah kembali terasa panas.Zaid mengirim pesan lagi.[ Aku kangen banget. ]Dia baru saja meninggalkan rumah Sarah, tetapi sudah mengatakan merindukannya. Ditambah lagi dia mengirim foto seperti itu, kepala Sarah seketika terasa panas.Sarah memegang ponselnya dan membalas.[ Mandi air dingin saja biar nggak kepanasan. ]

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 934

    Guru les privat hanyalah alasan yang Sarah lontarkan begitu saja.Bagaimanapun, sekarang sudah pukul 10 malam. Kalau Casya tahu Zaid masih berada di rumahnya, dia pasti akan bertanya macam-macam dan mulai bergosip panjang lebar.Sarah sebenarnya bisa menjelaskan, tetapi dia tidak ingin menjelaskannya di depan pria ini. Rasanya terlalu canggung. Makanya, dia asal mencari alasan.Namun, sekarang Zaid malah menanyakannya. Sarah justru tidak tahu bagaimana harus menjelaskan."Bukannya kamu sendiri yang bilang mau jadi guru les privat Auriel?""Aku juga bilang aku ingin status yang jelas. Bu Sarah, kenapa kalau mendengarkan ucapan orang, kamu suka pilih-pilih?"Sarah menatap Zaid yang berada di hadapannya dengan gugup. Pria itu duduk di ranjangnya. Kedua kaki panjangnya diluruskan hingga hampir menyentuh dinding.Untuk pertama kalinya, Sarah merasa rumah yang dibelinya ini memang terlalu kecil. Kalau tidak, bagaimana mungkin ketika Zaid meluruskan kedua kakinya, Sarah bisa sampai terjebak d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 933

    Pelafalannya memang sangat enak didengar, terasa nyaman di telinga.Setelah selesai berbicara, Zaid mengambil tablet Auriel dan mencarikan serta mengunduhkan beberapa kursus untuknya.Di tengah proses itu, muncul jendela pop-up yang meminta pembayaran dengan memindai kode QR. Zaid memindai kode QR dan langsung membayar dengan sangat lancar.Auriel berkedip. Dia tercengang melihat harganya, sekaligus terkejut melihat betapa cepatnya Zaid membayar. Saking cepatnya, dia bahkan jadi tidak enak hati untuk menyuruhnya berhenti.Zaid tetap tenang. "Aku pernah berlangganan kursus guru ini. Nanti mereka akan menghubungimu. Kelasnya setengah jam setiap hari. Kamu bisa ikut?"Auriel berseru kecil. Dia baru menyadari bahwa percakapan Zaid tadi yang kelihatannya tidak terlalu berguna ternyata merupakan cara untuk menguji seberapa banyak kosakata dan kemampuan berbicaranya.Dia ingin mengetahui sampai sejauh mana kemampuan Auriel, lalu menentukan kursus seperti apa yang cocok untuknya.Auriel berked

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 932

    Ketika pertama kali menghadapi masalah ini, Sarah memang sempat panik. Namun, setelah dipikir-pikir, sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutinya.Hubungannya dengan Zaid juga berlangsung secara terbuka dan tidak merugikan kepentingan siapa pun.Hanya saja, saat pertama kali melihat pesan-pesan itu, pikirannya terjebak pada masa lalu. Dia teringat kejadian yang dulu.Setelah kembali tenang, Sarah merasa justru dirinya yang tidak perlu takut.Ketika mencoba menelepon lagi, nomor itu sudah tidak bisa dihubungi.Sarah mengirimkan nomor itu kepada Casya, memintanya membantu mencari tahu nama pemilik nomor itu.Casya meneleponnya."Kamu menerima pesan lagi? Kak Eston sempat melihatnya dan bilang nomor ini kemungkinan besar anonim. Jenis kartu SIM tanpa identitas yang dibeli secara online.""Nggak apa-apa. Kalau bisa dilacak, lacak saja. Kalau nggak ketemu, ya sudah.""Gimana kamu mau menanganinya? Kak Eston bilang, sekalipun lapor polisi, mungkin juga nggak ada gunanya."Sarah tidak mengalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status